The first 200 lines.
AKU DI SINI. HATI-HATI.
HAI! DALAM PERJALANAN?
KAU LAPAR? MAU KUPESANKAN?
AKU KE SANA. MAAF, JALANAN MACET.
BAIK. JAGA DIRIMU.
AKU MASIH MENYAYANGIMU.
DILIHAT
Maukah kau menikahiku?
Karena aku yang pertama jatuh cinta,
harus sengsara dan menunggu.
Selamat siang, Bu.
Selamat siang. Reservasi lima orang atas nama Juan Papa.
Ya, Bu. Silakan lewat sini.
Aku suka lagu ini!
Bagus sekali!
Kau baik-baik saja?
- Hei! - Kau mau minum?
- Aku datang! - Kenapa lama sekali?
Maaf!
- Sana ke kamar! - Maaf!
Tumpah ke mana-mana!
Mau seloki?
- Seloki? - Ayo, Eric!
Bersulang!
Aku tak berencana jatuh cinta malam itu.
Kyla dan Greg ingin ditemani. Makan malam.
Katanya aku harus ikut.
Kataku, "Aku masih harus menulis kode."
Namun, aku tetap ikut.
Jatuh cinta padanya.
Seperti semua orang lain.
Bagaimana hatiku tahu sebelum pikiranku?
Eric?
Kau bekerja dengan Greg di Allied, bukan?
Ya.
Hai.
- Hai. - Hai.
Semuanya! Mari kita sambut pengantin baru kita, Greg dan Kyla!
Hai.
Hai.
Boleh?
Menurutmu mereka akan bertahan?
Kyla dan Greg.
Harus. Mereka sudah menikah.
Kau tak lihat dia sudah hamil?
Ya, tetapi apa alasan itu cukup?
Ya?
Tentu saja.
Mereka sudah lama berpacaran.
Kurasa mereka tak akan punya anak
tanpa alasan yang cukup baik.
Enak?
Cobalah.
Kita tak punya anggur.
- Kita butuh anggur. - Ya.
Hai.
Aku tak melihatmu di upacaranya.
Yaโฆ aku telat bangun.
Sayang sekali kau tak lihat Greg.
Dia menangis tersedu-sedu.
Agak lucu.
Kau mencariku?
Aku sadar saja.
Kurasa kau lupa
kau orang pertama yang menghilang di bar
saat kita pertama bertemu.
Ingat?
Ya, Bu?
- Boleh minta anggur merah? - Baik.
Terima kasih.
Jadi?
Aku lelah.
- Namun, kau sadar aku pergi. - Ya.
Aku mencarimu.
Lalu mereka bilang kau pergi begitu saja.
Kau tak ikut trip Tagaytay.
Aku menjadi orang ketiga.
Maaf.
Ada acara keluarga.
Aku juga tak melihatmu di pesta Kyla.
Aku tak diundang.
Sungguh?
Kapan itu?
Aku menghadiri pesta ulang tahun Greg.
- Aku dapat undangan untuk itu. - Kau datang?
Ya.
Aku benci tempat itu.
Ya.
Kenapa?
Aku punya mantan yang mirip Bob Marley dan kami biasa bercengkerama di sana.
Namun, kenangan buruk. Pokoknya burukโฆ
Baik.
Buruk sekali.
Baik.
Baik.
Baik. Itu sebabnya kau tak datang.
- Aku datang. Aku hadir! - Baik.
Aku hanya pulang lebih cepat karenaโฆ
Ada kencan lain.
- Dengan Bob Marley? - Sudah kubilang, dia mantanku.
- Baik. - Pria lain.
Namun, hubungan kami tak berhasil.
Dia bukan tipeku.
Permisi. Ini anggurmu.
Terima kasih.
Kau mau minum?
Anggur?
- Baik. - Ya?
Untung teman-teman kita menikah.
Ini kesempatan terakhir kita, Eric.
Lebih tinggi!
Halo, kau.
Hai!
Cari udara segar.
Kau cuma cemburu.
Apa kau ini Pises?
Ayolah.
Apa zodiakmu?
Leo? Kurasa.
Tanggal 10 Agustus.
Leo yang pemalu.
Itu langka, tetapiโฆ
Ya, aku bisa lihat itu.
Kau seorang Leo.
Pekerja keras, bisa diandalkanโฆ
Fokus pada tujuanmuโฆ
- Baik. - Pelindung kaum lemah.
Aku Gemini.
Makanya, kau tertarik.
Kau tertarik kepada pemberontak.
- Baik. - Ya!
Itu sebabnya kita langsung akur!
Baik.
Namun,
kau harus menghadapi kepribadian gandaku
karena aku sering berubah pikiran.
Baik.
Kucatat.
Jadi, kau suka astrologi.
Namun, astrologi bukan sains.
Terkadangโฆ Tidak, seringnya, horoskopku tepat.
Ya?
Lagi pula, ini cara
lebih sederhana untuk memahami orang.
Kau bisa merasakan siapa mereka.
Melihat orang dan berkata, "Tungguโฆ
Dia Skorpio."
"Dia Sagitarius." Paham maksudku?
Kasihan Galileo.
Kubayangkan dia mempelajari bintang-bintang
dan mengumpulkan bukti untuk membuktikan
bahwa Bumi bukan pusat alam semesta,
tetapi semua orang hanya suka horoskop.
Baik. Aku salut.
Namun, jika kau bisa bayangkan bagaimana rasanya
saat dia pertama melihat melalui teleskopโฆ
Aku penasaran apakah pada saat itu dia berpikir, "Kau tahu?
Ini akan mengubah dunia."
Atau mungkinโฆ
Mungkin pada momen ituโฆ
Dia merasa kagum.
Sepertiโฆ
Bayangkan berada di posisinya.
Dalam momen pertama penemuan ituโฆ
Aku penasaran bagaimana rasanya.
Apa dia sendirian atauโฆ
Dia berbagi momen itu dengan orang spesial?
Cuma makan malam, laluโฆ
Jika dia mau menonton filmโฆ
Ibu, Ayah!
Kalian menanyai Eric?
Kalian akan membuatnya kabur. Aku suka dia.
Tidak. Kami hanya menghiburnya.
- Benar, Eric? - Pak.
- Ayo berangkat. - Baik.
Terima kasih.
Kutinggalkan di sini.
- Dah, Ibu, Ayah! - Selamat menikmati!
Abaikan orang tuaku, begitulah mereka.
Agak terlalu protektif,
tetapi sebenarnya baik.
Ya. Baik.
Tak apa-apa!
Tunggu.
Kita naik itu?
Ya.
Karenaโฆ
Aku mengenakan gaun.
Baik.
Sial.
Aku tak punya mobil, tetapi ini aman. Aku janji.
Kuantar saudariku pergi kerja dengan iniโฆ
Kau akan aman.
Sudahlah. Aku bercanda.
Ayo jalan!
Ini cukup.
Ini manis!
- Sungguh? - Ya?
Kini kita berpacaran?
Ya!
No comments yet. Be the first to leave one.