Made in Chelsea

Made in Chelsea

Download Indonesian Subtitle

Season 20

Release info

Made in Chelsea S20 WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Murni Retail NF Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-05-15
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kami kembali.

Beberapa dari kami cukup mujur bisa ke perdesaan,

tapi ini semua dilakukan dengan amat aman.

Kami dites, diisolasi, dan ikut aturan.

Artinya kami bisa tinggal di rumah satu sama lain

tanpa jaga jarak.

Tapi itu jika mau menginap. Tapi apa kita suka orang di rumah lain?

- Lihat saja. - Belum.

Tapi siapa pun yang tak di rumah harus jaga jarak sosial,

juga mantan menyebalkan dan pacar barunya.

Bukankah harusnya mereka jaga jarak?

Amat setuju.

Omong-omong, cukup bicara, mari bahas hal-hal menarik.

SEBELUM KARANTINA WILAYAH…

Pesta! Ini dia!

Mantan pacar sahabatku, aku tak bisa.

Pertemanan kita berakhir,

- aku akan pergi. - Pertemanan kita berakhir

- karena… - Ya, benar.

Menurutku kau teman yang berengsek.

Aku tak lihat alasanmu tak mau jadi pacarku.

Bagaimana persiapan pernikahan?

Siapa mengantar ke altar? Sudah pikirkan?

Kurasa itu terserah kita.

- Aku sayang kalian. Dah. - Aku takkan pulang.

Tiap kali bertemu dia, aku kian suka dia.

- Kau mau bersamanya. - Kau tak bisa bilang itu salah.

Kasar sekali.

- Kau memang yang tercantik. - Tidak,

- hentikan. - Aku mujur memilikimu.

Aku amat mencintaimu.

Tristan dan aku sedang tak akur.

Hubungan itu harus serius.

- Aku tahu. - Kau tak bisa masuk dan keluar

kapan pun kau mau.

- Sekarang, boleh. - Sekarang, boleh?

Ya.

Omong-omong, malammu liar.

Dia cinta sejatiku.

- Hai, senang akhirnya bertemu. - Zara, ini Tiff.

Kalian jelas punya sesuatu yang luar biasa dan aku harus ada di dekatnya.

Itu tak baik.

Katanya, "Tiff, kau hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Tapi kau tak mengerti caraku mengatakannya.

Kau tak perlu mengatakannya dengan cara apa pun.

Ini amat memalukan.

Lupakan saja.

SEKARANG…

"PUKUL 03,00 WAKTUNYA MINTA SEKS"

JALAN SLOANE SW

TANGGUL CHELSEA, SW3

Ini dia.

RUMAH KEBUN SHAMLEY GREEN

Kita akan nikmati musim panas indah.

Antusias ke sana, bertemu semua.

Kita gila-gilaan, Watson, aku butuh minuman besar.

Sikapmu akan baik musim panas ini, Olivia Bentley?

Pikirmu?

- Ayo ambil sampanye. - Ayo.

Bagus, 'kan?

Luar biasa.

Freddie!

Ya.

- Aku mau tur besar. - Benar, ayo.

- Serunya. - Amat antusias.

Kau lihat ini tempat ini…

- Ini hebat. - Juga cuma kita bertiga.

- Kita akan senang. - Kita akan sering pesta.

- Secara harfiah, tiga wanita pirang… - Jeda.

- Bisa salah apa? - Jeda.

- Apa? - Tambah satu.

- Siapa? - Kuundang temanku, Paris.

- Astaga, luar biasa. - Apa?

- Kau akan suka dia. - Ya.

- Dia manis sekali. - Ini trip khusus wanita.

Kau juga akan suka. Dia lajang, cantik, elegan.

Ini sudah alihkan pikiranku

- dari bertemu Tristan. - Ya.

Kurasa pikirnya, aku alasan kalian putus

sebab dia memblokirku lima menit usai putus.

- Apa? - Tapi tak kubahas

sebab kita di sini, antusias, suasananya bagus…

Ya, aku mau senang.

Tapi aku amat gelisah akan bertemu dia.

- Aku senang dengan gelembung kecil ini. - Aku senang sekali. Serius.

Kurasa kita tak bisa pikirkan grup lebih baik.

Kurasa beberapa pekan ini akan amat seru.

Ini seperti dua pasangan, 'kan? Aku dan Tiff, kau dan Harv.

Kalian saling cinta, 'kan?

Kurasa. Kami belum bilang saling cinta.

- Menurutku itu cukup aneh. - Tunggu, kalian

- belum bilang? - Belum.

Di benakku, kupikir aku tahu

dia tak buat aku merasa dia tak cinta aku.

Aku tahu dia cinta aku, tapi belum bilang.

- Ya. - Bagaimana

- kehidupan seks? - Ya, bagus.

- Bagus. - Kami hebat soal itu,

- itu tak masalah. - Kami sudah lakukan

- pengecasan karantina. - Apa?

- Entah apa yang… - Bateraimu.

Entah kau akan bilang apa.

Mengecas baterai.

Boleh kuberi tahu Tiffany lakukan apa?

Dia datang, lakukan sesuatu di kamarnya,

bergegas keluar, masuk ke kamarku, dan menutup pintu.

Berdiri di sana beberapa menit, dan kataku, "Sedang apa?"

Katanya,

coba dengar vibratorku di kamarku.

Tapi melajang itu menyebalkan, tak bercanda.

Tak usah cemaskan orang lain sudah ideal.

Tapi juga tak mau bertemu siapa pun…

Ada apa dengan Miles?

- Tidak. Itu seru, tapi sudah selesai. - Baik.

Halo.

- Astaga. - Halo.

Ini seperti Magic Mike.

Omong-omong, kau berotot, sungguh.

Lihat, dadanya lebih besar daripadaku, bukan main.

- Kau merasa luar biasa? - Luar biasa, aku merasa hebat.

Kau tampak luar biasa.

Terima kasih, kubawa pelatihku.

Bisa kalian tak pergi ke mana pun tanpa satu sama lain sekarang?

- Tak bisa. Aku butuh dia. - Tidak.

Ini pertemanan antarpria, 'kan?

- Tidak, dia pria terbaik. - Itu dia, pria lajang seksi.

- Dia di kolam. - Masa?

Dengar, ini seru. Aku pamit.

TANGGUL CHELSEA, SW3

Astaga, kurindu kau.

Jujur, sering kali saat karantina,

aku amat kecewa dan pikir,

tak apa karena aku yakin Jay di posisi yang sama.

Kawan, aku pernah separah ini.

Kami akan bangun di pagi hari dan jujur…

Kau tahu saat kau bangun dan matamu separuh tertutup?

Aku bangun lalu kulihat Habbs,

Habbs mendadak menatapku dan…

- Astaga. - Dia sungguh berdengus

dan kurasa itu tak bagus.

Lalu, kami lewati titik itu dan itu baik-baik saja.

Lalu jadi buruk lagi.

Kawan, kupikir sebelumnya, bersama Habbs,

aku sungguh pikir, mungkin belahan jiwa tidak ada.

- Itu bohong. - Semua bohong.

- Ya, hentikan… - Itu seperti kisah romantis

ala Disney. Itu tak benar.

Mungkin sama dengan Zara, tapi bertemu Habbs,

aku percaya ada cinta sejati,

- dan ternyata ada… - Kita dewasa!

Ya, kita dewasa, Bung, itu manis.

Ya.

- Hai. - Hei.

- Halo. - Hei.

Ini Paris.

- Astaga, kau tampak luar biasa. - Diam.

Hei, Sayang, apa kabar?

- Aku Verity, senang bertemu. - Hai.

- Aku baru cium kau. - Halo, Sayang, senang bertemu.

Halo, Sayang.

- Kalian tampak luar biasa. - Kau luar biasa.

- Selamat datang. - Terima kasih.

Ya, kami punya banyak rencana.

- Kita akan senang. - Gelar pesta besar.

- Aku senang kau di sini. - Aku antusias.

Kau gadis pesta baik?

Kurasa Amelia pasti tahu itu.

- Pikirmu kenapa kami berteman? - Begitulah kami bertemu.

Itu terpenting.

Ya, aku bersekolah di Alun-alun Sloane,

tapi kini sering di Mayfair atau Chelsea.

Aku tak sabar mengenalkanmu ke rumah lain.

- Aku tahu. - Ya, aku senang bertemu semua.

Agar adil, ada satu pria lajang di sana.

- Ya, tak mungkin. - Siapa?

- Mustahil. - Tristan.

- Apa ini telur basi? - Ya, benar.

- Bukan telur basi. Telur rebus. - Dia tak buruk.

- Telur busuk. - Orak-arik.

Agak orak-arik.

Lihat ini. Boosh.

- Itu nilai jual unikmu? - Caraku goda para wanita.

- Wanita. Tunggal. - Ya, benar, aku lupa.

Bung, kau tak lajang lagi, jangan lupa.

- Aku tahu. - Sepenuhnya…

Ini perubahan besar.

Tidak, aku amat terkesan denganmu.

- Kau lakukan dengan baik. - Ya.

Aku dikarantina, lalu diputuskan dengan kejam

- dalam dua pekan. - Ya, aku

belum dengar banyak soal itu.

- Astaga. - Apa yang terjadi?

Entahlah.

Aku masih tak paham apa yang terjadi.

Satu pekan baik.

Dia bilang hal-hal

seperti mau lewati ini apa pun yang terjadi,

kami baik-baik saja, lalu aku ditelepon,

dan katanya tak bisa lagi.

Tutup telepon dan tak bicara lagi.

Made in Chelsea subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Made in Chelsea

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left