The first 200 lines.
Tujuan kami hanya satu.
Connect. Untuk menyatukan orang-orang.
Perjuangan kami yang sesungguhnya baru dimulai sekarang.
Jika kalian sedang menonton siaran ini
ulurkanlah tangan kalian.
Kami akan
menyambutnya.
"Episode 4"
Sepertinya ada yang terluka.
Aku mendengar teriakan.
Di rumah depan taman Seongil-gu, Jungam-ro.
Pada hari kematian Lee Jun Hyeok, Hyun Jin datang ke sini.
Apa itu pertama kalinya?
Untuk apa dia datang ke sini?
"Rumah Sakit Seoul Han"
Bangun. Kamu bisa terlambat.
Teganya kamu menyapa teman yang hampir mati
dengan begitu kejam.
Sudah sadar? Kamu baik-baik saja?
Tidak baik-baik saja.
Aku kesal sekali.
Kalau satu lawan satu, aku pasti menang.
Memalukan sekali.
Sepertinya dia baik-baik saja.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Menurut para saksi, kamu pingsan begitu saja di stasiun.
Pingsan katamu? Hei, ada seseorang
menusukku dari belakang lalu kabur.
Ini.
Pasti orang itu yang menyuntikkannya.
Orang yang menusukku.
Bagaimana dengan CCTV stasiun?
Baik. Setelah istriku sadar, aku akan langsung ke sana.
Mobilku, dan cap itu.
Kamera dasbornya?
Memorinya hilang. Kamera CCTV tidak mencakup lokasi itu.
Kamu ingat anggur itu?
- Hadiah saat perayaan kita. - Anggur tahun 2005?
Sepertinya dari asosiasi alumni?
Kalau begitu, jangan-jangan itu juga...
Ini peringatan.
Peringatan bahwa mereka tahu tentang kejadian itu.
Siapa sebenarnya?
Hyun Jin.
Kamu baik-baik saja?
Maaf, soal kemarin - Sudahlah.
Itu konsekuensi menjadi istri detektif.
Aku tidak apa-apa.
Apa hasil tes narkobanya sudah keluar?
Heroin terdeteksi.
Heroin?
Untungnya jumlahnya kecil, tapi jika dosis lebih banyak, bisa berbahaya.
Apa tidak ada yang kamu curigai? Misalnya, orang yang menaruh dendam.
Entahlah.
Mungkin kejahatan acak, atau semacamnya?
Memakai heroin?
Apakah polisi sudah mengamankan rekaman CCTV-nya?
Kami juga ingin melihatnya.
Ya, detektif yang bertugas juniorku. Kebetulan aku akan ke sana sekarang.
Lalu kemarin, di punggung tanganmu...
Punggung tanganku?
Kita periksa dahulu kondisimu. Aku akan melapor ke resepsionis.
Soal Hyun Jin.
Sebelum Wartawan Lee Jun Hyeok meninggal,
apa kamu pernah menemuinya secara pribadi?
Kenapa kamu menanyakan itu kepadaku?
Bukankah kalian sangat mengenal Hyun Jin?
Kamu, Shin Jae, dan juga Ra Yeong.
Mungkin lebih daripada aku.
Hati manusia memang mudah berubah.
Tadi kamu sangat cemas jika terjadi hal buruk kepadanya.
Kamu pikir tak ingin apa pun lagi asalkan Hyun Jin sadar,
tapi begitu dia sadar, perasaan itu hilang begitu saja, ya?
Kalau hal buruk menimpa Hyun Jin, apa kamu masih penasaran soal itu?
Mereka berdua pernah bertemu.
Dia meminta data liputan.
- Pengantaran! - Sebentar, tunggu sebentar.
- Astaga, jadi ini harus bagaimana? - Ini gila.
Apa-apaan ini? Menyebalkan sekali.
Sungguh, kami tidak memesannya.
Kenapa kami harus bayar pesanan yang tak dipesan?
Paket makan siang untuk 20 porsi. Bagaimana dengan pembayarannya?
Apa maksud ini semua?
Seseorang meneror kami dengan pesanan palsu.
Ini bukankah cara yang dipakai para penipu untuk balas dendam?
Setiap kali kita siaran, selalu dapat "hadiah" seperti ini.
Bayar semua pesanannya.
Lalu mau diapakan semua ini?
Jika dikembalikan, apa menurutmu para pemilik usaha punya solusinya?
Beli semuanya
lalu donasikan ke rumah singgah dan pusat tunawisma terdekat.
Rilis juga beberapa artikel. Biar para pelakunya jengkel.
- Baik. - Apa tidak ada tamu yang datang?
Tidak ada.
Hari ini tidak ada jadwal pertemuan.
Seseorang bernama Han Min Seo akan segera datang.
Langsung antar dia menemuiku.
Kamu menatap halaman yang sama selama 20 menit?
Makanlah. Aku sisihkan beberapa untuk kita.
Hei, apa ini masuk akal?
Tidak ada seorang pun yang menghubungi kita?
Siapa pun pelakunya, mereka tidak punya selera.
Kalau mau mengirim, seharusnya kirim menu yang spesial.
Pasti ada penonton yang ingin lepas dari Connect, bukan?
Aku membuat keributan bukan untuk mendapatkan hal sepele seperti ini.
Mungkin mereka memang setakut itu.
Mereka membunuh Reporter Lee dan Jo Yoo Jeong.
Para wanita di sana pasti tahu orang seperti apa mereka.
Tidak akan mudah bagi mereka untuk datang menemui kita.
Begitu juga dengan Han Min Seo.
Di mana tadi kamu bilang tempat kerja Han Min Seo?
Kalau dia tidak bisa datang karena takut,
aku yang akan menemuinya.
Bagaimana kamu masih tidak bisa membedakan jenis-jenis garpu?
Apa sulit membedakan gelas anggur dan gelas air?
Jangan-jangan kamu bukan lulusan SMA, tapi lulusan SD?
Bukan aku yang melakukannya.
- Apa? - Bukan aku yang menata meja ini.
Lalu sepatumu?
Apa orang lain juga yang memakaikannya untukmu?
Kamu mau kita mendapat keluhan lagi karena dianggap tidak berkelas?
Pesanan untuk meja 12.
Pergi sana dan terima pesanannya.
Kamu ingin memesan?
Aslinya lebih menarik daripada di televisi, bukan?
Senang bertemu denganmu, Han Min Seo.
Aku Yoon Ra Yeong.
Kenapa kamu tidak datang? Aku sudah menunggumu.
- Apa yang sedang Kamu lakukan? - Seharusnya kamu memberiku kabar.
Dengan begitu aku bisa tenang.
- Jika kamu tidak akan memesan... - Satu set menu A.
Aku tidak akan memesan anggur.
Han Min Seo!
Aku bilang akan menemuimu,
tapi aku tidak bilang kamu boleh datang seperti ini.
Apa yang kamu lakukan? Kamu menyulitkanku.
Aku khawatir.
Di tempat itu, apa pun bisa terjadi dalam sehari, bukan?
Kamu sedang ragu sekarang, bukan?
Datang saja kepada kami.
Aku berjanji.
Aku pertaruhkan segalanya,
bahwa Han Min Seo tidak akan terluka.
Apa? Apa kamu pikir aku pengemis?
Hanya tiga pasang yang ada di Korea dan aku yang membelinya.
Aku ingin memakainya untuk siaran minggu depan,
jadi, datanglah untuk mengembalikannya.
Meja yang tadi itu
bukan Han Min Seo yang menyiapkannya.
- Apa? - Aku pengacara Han Min Seo.
UU Ketenagakerjaan diubah 2019, tentang Larangan Perundungan Kerja.
Kamu mengetahuinya, bukan? Penghinaan, pencemaran nama baik.
Kecuali kamu tidak mau menerima banyak surat gugatan.
Kamu sungguh tidak apa-apa?
- Apa? - Bukankah kamu masih harus di RS?
Dengan kondisiku sekarang,
aku bisa pecahkan rekor maraton. Bagaimana? Perlu kutunjukkan?
Untuk beberapa hari ke depan, jangan memaksakan diri.
Astaga. Aku mengerti. Sungguh.
Pada hari kematian Reporter Lee Jun Hyeok
kamu pergi ke rumahnya, bukan?
Sepertinya ada orang terluka.
Aku mendengar suara teriakan.
Seongil-gu, Jungam-ro. Rumah di depan taman.
- Sayang. - Apa pun yang kita bicarakan
akan kulupakan semuanya setelah ini.
Seumur hidupku, aku tak akan pernah mengungkitnya lagi.
Kamu tahu, bukan?
Lupakan yang lain, tapi kamu tahu bahwa aku
adalah orang yang menepati perkataanku.
Jadi, kumohon
jujurlah kepadaku.
Untuk apa kamu pergi ke rumah Reporter Lee?
Dari Jun Hyeok
aku seharusnya menerima beberapa berkas.
Jadi, aku pergi ke sana.
Lalu di sana, aku menemukan
Jun Hyeok sudah tidak bernyawa.
Benarkah hanya itu?
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Kamu sendiri pun merasa
situasinya aneh, bukan?
Ra Yeong dan Shin Jae tahu, bukan?
Bahwa kamu pergi ke rumah Reporter Lee hari itu.
Ya.
Kamu dan teman-temanmu
awalnya terlihat sangat akrab sampai membuatku iri.
Seperti saudara, seperti keluarga. Apa semua wanita seperti ini?
Apa ada hubungan seperti ini di dunia?
Namun,
kalian
agak
berbeda.
Apa maksudmu kamu cemburu pada Ra Yeong dan Shin Jae?
Sudahlah, ayo tidur. Aku lelah.
Kamu tahu kapan aku merasa seperti ini?
Saat melihat komplotan.
Orang-orang yang nasibnya terikat
jika yang satu hancur
yang lain pasti akan ikut hancur.
No comments yet. Be the first to leave one.