Season 1

Release info

Bambai Meri Jaan S01 HINDI WEBRip AMZN
A Commentary by tedi
Retail AMZN (missing E03)

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-09-14
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dara, aku dapat telepon dari Malik.

Waktunya tak banyak. Aku dalam perjalanan.

Dara, pesawat sudah siap.

Babban menuju ke bandara.

Kita harus pergi sekarang.

Ayah menolak ikut.

Yang mau ikut, silakan ikut.

Aku tak akan tanggung dosanya.

Waktunya tak banyak. Kita bisa berdebat nanti.

-Ismail... -Aku tak akan pergi, Sakina.

Buat dia paham. Pasti mati di sini!

Lebih baik daripada denganmu.

Cukup, Ayah.

-Ismail! -Ismail!

Sakina, sadarkan dia. Bujuk dia agar tak memaksaku...

Ismail!

Atau akan ada yang mati lagi.

Begitulah hukum alam semesta,

kejahatan lahir dari kebaikan.

Iblis pun ciptaan Tuhan sendiri.

Aku hanya seorang ayah.

BOMBAY-KU TERCINTA

Tn. Kadri!

Maaf aku terlambat.

-Senang kau bisa datang. -Aku harus hadir.

-Mari. -Tidak, kau...

-Selamat. -Terima kasih.

Silakan layani tamu lain. Aku bisa sendiri.

-Pak Ismail, halo. -Halo juga

Halo, Kawan.

Halo.

Apa pencapaianmu hari ini?

Lupakan. Pasti habis membersihkan rumah.

Kalian terburu-buru datang, dasar rakus.

Masih ada sisa?

-Banyak. -Kami menunggumu.

-Aku senang hari ini. -Kenapa?

Sakina senang. Lihat.

Tak diomeli hari ini.

Bayi ini tak banyak menendang.

Pasti perempuan.

Tuhan memberkatimu!

-Aku akan bagikan manisan jika benar. -Sungguh?

Halo.

Halo.

Apa kabar?

Nazma terlihat cantik.

Apa ini? Dari mana airnya?

Apa hujan?

Lihat itu!

Ada apa?

Sedang apa di sini?

Kenapa berteriak?

Ini zona khusus lelaki.

-Enyahlah, atau... -Atau apa?

Aku tak takut kepadamu.

Pari?

Kau di mana?

Pari?

Ke mana dia?

Sedang apa di atas sini?

Ayo turun.

Berapa kali kularang pergi sembarang?

Namun, kau tak dengarkan.

Halo.

-Selamat. -Terima kasih. Silakan.

Selamat!

Siapa yang mengundang mereka?

Jawab!

Kau sedang apa, Saudariku?

Kau sendiri sedang apa?

Kau mengundangku untuk berpesta dengan para penjahat ini?

Putraku menjadi pecandu narkoba dan kami kehilangan dia.

Dia ke tempat mereka untuk cari obat-obatan.

Kau malah menghormati pembunuh putraku. Kenapa?

Bagaimana akan menghadap Tuhan?

Jangan hormati orang-orang ini. Jangan takut pada mereka.

Putraku!

Suleman Maqbool.

Pramuantar bermigrasi dari Hyderabad.

Membuat pramuantar bercita-cita tinggi dan mulai mencuri barang bersama mereka.

Secara bertahap, semua pramuantar kerja untuknya.

Mereka mulai mencuri emas, elektronik, dan menjual semua yang bisa dijual.

Lalu Suleman Maqbool memakai uang itu untuk berhaji.

Dari Suleman, dia menjadi Pak Haji.

Raja Bombay.

Konon, haji menghapus semua dosa.

Jadi, bisnis Haji dikenal sebagai ekspor-impor, bukan penyelundupan.

Takut menjadi hormat.

Uang haram kini menjadi kekayaannya.

Haji menikmati kehidupan mewah.

Semua orang menghadiri pestanya. Memang harus.

Dari aktris yang menambah kemewahan malam

sampai tokoh industrialis besar dan pejabat tinggi, semuanya hadir.

Pesta menjadi kedok bagi transaksi di balik pintu tertutup.

Sesuai kesepakatan, pembayaran telah dilakukan.

-Baik. -Namun, satu pemilik properti tak setuju.

-Kau berjanji... -Tidak.

Aku tak berjanji.

Aku menjamin.

Aku tak pernah mengingkari jaminanku, Tn. Bhandari.

Azeem Pathan adalah teror Bombay.

Kabur dari Afghanistan ke Bombay.

Dengan otak Haji dan kekuatan Pathan, keduanya menguasai Bombay.

Pathan menangani bisnis apa pun yang berisiko menodai citra Haji.

Narkoba, perjudian, penculikan, pembunuhan, perampasan tanah.

Dia mendalangi hampir tiap kejahatan di kota.

-Salam damai. -Juga bagimu.

Teror adalah bisnisnya.

Pathan, apa ini?

Kenapa membawaku ke sini?

Dengar, kubilang saja, aku tak takut kepada kalian.

Apa kau tak paham? Aku tak akan tanda tangan. Kau...

Beri tahu Haji sudah selesai.

Sekitar waktu itu, aku datang dari Ratnagiri sebagai polisi bersemangat.

Ingin memenjarakan semua penjahat.

Entah apa aku berani atau bodoh.

Hei, di mana bosmu?

Katakan, di mana bosmu?

Di mana bosmu?

-Hei, Ahmed! -Ya!

-Buang miras ini! -Baik!

Bawa dia ke dalam!

Matikan semuanya!

Tuliskan namanya!

Wah! Pesta anak buah iblis.

Ismail? Sedang apa di sini, Bajingan?

Aku datang untuk berjudi. Menang besar.

Jangan memaksa.

Jangan sok pintar, mengerti?

Enyahlah.

Ismail.

-Kalau tidak? -Ismail?

Kau mau apa?

-Mau kujelaskan di kantor? -Tepat sekali!

Ayo ke kantor polisi.

Berengsek! Beraninya kau sentuh seragamku!

-Kau tak pantas pakai seragam ini. -Akan kutanggalkan seragammu.

Mereka semua polisi senior, Ismail.

MAHESH SEHGAL KOMISARIS

Kutangkap di tempat Pathan.

Mereka terpaksa pergi.

Atau keluarganya ditembak.

Ada orang yang ingin tetap hidup.

Mereka tak berdaya.

Mereka tak tampak tak berdaya, Pak.

Tak ada yang tampak begitu.

Tuliskan surat maaf.

Lalu bebaskan mereka. Aku yang tangani media.

Ya?

-Namun, Pak... -Itu perintah!

Pergilah. Cepat!

Kau bisa lakukan sesukamu, tetapi situasi tak akan berubah.

Mereka menguasai seluruh kota. Menguasai polisi juga.

Namun, tidak aku.

Kalian juga tidak.

Hei, Dara! Ayo cepat.

Tolong buat satu sekarang.

Dara!

-Ayo. -Ayo.

-Yang pertama milikku! -Hei, stop!

Ismail, kami juga punya keluarga.

Siapa yang urus mereka kalau sesuatu menimpa kami?

Kita tak bisa diam saja.

Kita bisa apa?

Kita harus bertindak, Ahmed.

Harus lakukan sesuatu.

Aku sangat tertekan, Arvind.

Pemerintah kehilangan kendali atas Bombay.

Kini di bawah kendali Haji dan Pathan.

Apa sistem tunduk kepada mereka, Arvind?

Tidak, Pak.

Namun, tak ada pilihan, Pak.

Kalau begitu, mari buat pilihan.

Mari rebut kembali Bombay dari Haji dan Pathan.

Namun, aku butuh dukungan penuhmu, Pak.

Kementerian Dalam Negeri mendukungmu.

Kau akan melapor langsung kepadaku.

Terima kasih, Pak.

Bungkus bawang dan saus terpisah.

-Hei, Ismail! -Ada apa?

Pernah menulis permintaan maaf?

Mana aku tahu?

-Kalau kau, Ahmed? -Kalau pernah tulis, pasti tahu.

Cepatlah!

Bukankah kusuruh bungkus terpisah, Ashfaq? Ayo.

Apa yang terjadi?

Sakina tak suka dicampur. Bisa marah.

Kau akan tuliskan permintaan maaf atau bilang saja?

Aku tak akan minta maaf...

Kini aku mengerti.

-Kalian mengejekku. -Ayo bungkus kebabnya.

-Berikan. -Ini permintaan maafnya.

Dia sangat kesal.

Kau akan kuurus nanti. Ini.

Jangan khawatir, Ismail.

Sehgal akan tebus perbuatannya.

-Benar. -Tidak?

Terus saja bermimpi sementara Haji merugikan kita.

Katakan!

Bambai Meri Jaan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bambai Meri Jaan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left