The first 200 lines.
[Kisah ini murni adalah cerita fiksi, jika ada kesamaan, murni hanya kebetulan]
Manusia menghindar!
Ketua Suku.
Tahun ini sangat lancar.
Patung Raja Hantu yang akan dilayarkan lebih tinggi dari tahun lalu.
Kemungkinan besar tahun depan adalah tahun yang bagus.
Beruntung Dewa Alam Baka melindungi.
Chang.
Istrimu sudah ditemukan belum?
Jangan diungkit lagi.
Kemungkinan besar kabur dengan pria liar lainnya.
Ketua Suku.
Aku pergi ke kuil untuk memeriksa dulu.
Supaya tidak terjadi masalah saat mengundang dewa nanti.
Baik.
Sudah dibungkus.
Baik.
- Guru. - Guru.
Aku kembali.
Guru, sudah kembali.
Persembahan harus segar.
Harus memakai altar dupa yang terbesar.
Rak patung dewa harus diikat dengan kuat.
Baik.
Semuanya harus lebih teliti.
Baik, Guru.
- Baik. - Baik.
Bekerjalah.
Bagaimana?
Semuanya sudah siap.
Setelah tim pengarak Dewa lewat,
maka boleh menyambut dewa.
Kebakaran!
- Kebakaran! - Kebakaran!
Ambil air dan padamkan api.
Berengsek mana yang melakukan ini?
Cepat padamkan api!
Padamkan api!
- Cepat! Padamkan api! - Cepat, ambil air.
Sialan kamu!
Minggir.
Guru, ini tidak boleh.
Patung dewa rusak.
Dewa Alam Baka akan menyalahkan.
Terpaksa seperti ini.
Tidak ada cara lain lagi.
Dewa Alam Baka jangan menyalahkan.
Pasti akan kembali mendirikan patung emas tahun depan
dan terus membakar dupa.
Guru, sudah datang.
Sudah datang.
Mengundang Dewa!
Buka layar!
Turun.
Hei!
Kenapa kamu berdiri di sana?
Cepat turun!
Turun!
Gawat.
Raja Hantu marah!
Raja Hantu marah!
Cepat, ayo bantu!
Guru.
Guru, kamu baik-baik saja?
Guru.
Para Iblis, mundur!
Para Iblis, mundur!
Menenangkan jiwa dan roh!
Menenangkan jiwa dan roh!
Dewa Lingbao
memasuki tubuhku.
Jiwa murid,
kelima organnya jelas.
Ada mau tanya padamu.
Apakah kamu adalah Raja Hantu?
Kamu datang untuk mencari seseorang?
Mencari dia?
Dia yang membunuhmu?
Di mana mayatmu?
Buka patung dewa, cepat!
Tidak ada peraturan ini.
Ini tidak boleh.
Guru.
Lihat saja, siapa di antara kalian yang berani!
Membuka patung dewa,
menghina roh Dewa.
Dewa Alam Baka akan menyalahkan.
Bencana turun dari langit
dan mencelakai warga.
Apakah kamu sanggup menanggungnya?
Kepala Suku, Anda adalah pemimpin suku.
Anda katakanlah sesuatu.
Ketua, katakanlah sesuatu.
Nyawa manusia sangat penting.
Buka!
Ketua Suku, tidak boleh dibuka.
Dewa Alam Baka terhormat.
Bagaimana boleh mendengar kata-katanya
dan menipu semua orang?
Kepala Suku!
Sungguh ada.
Jadi, kamu menyegel mayat di dalam patung dewa?
Ingin membakar mayat ke laut?
Chang, kamu...
Kamu ceroboh.
Kamu pergi saja.
Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini.
Feng Zhenren.
Tolong aku.
Tolong aku.
Tolong aku.
Chang.
Bagaimana boleh kamu melakukan hal seperti ini?
Siapa pun tidak bisa
menyelamatkanmu untuk hal ini.
Pasti Hua yang membunuhnya.
Ini adalah karma.
Karma.
Karma.
Hua.
Dendammu sudah terbalaskan.
Sudah tenang.
Pergi saja.
Malam ini sangat aneh.
Sedikit niat baik, mohon diterima.
Aku berkeliling dunia
untuk membasmi iblis.
Bukan orang yang serakah akan uang.
Tapi, jika aku tidak mengambil sepeser pun,
kalian pasti merasa bersalah.
Maka lebih baik aku menerimanya.
Mana uangnya?
Bukankah kamu bilang tidak mau?
Lebih baik menerimanya.
Cepat berikan pada Petapa.
Permisi.
Ketua Suku, bagaimana dengan Dewa Alam Baka?
Peraturan tidak boleh dilanggar.
Antar Raja Hantu!
Rokok, korek api.
Hou.
Kita termasuk terkenal di daerah Fanyi akhir-akhir ini.
Semuanya memanggilku apa?
Dewa Ma.
Ada banyak bisnis yang datang akhir-akhir ini.
Jika kita lakukan bisnis yang besar,
maka bisa membalikkan keadaan.
Memikirkan apa?
Menurutmu, bagaimana Paman Chang meninggal?
Petapa Tua itu licik.
Kemungkinan besar dia yang melakukannya.
Ada apa?
Maksudmu, Paman Chang bersekongkol dengan Petapa Tua itu untuk membunuh dan menyembunyikan jasad?
Lalu, dibunuh oleh Petapa Tua itu?
Biarkan saja.
Kita sudah melakukan tugas, sudah menghasilkan uang juga.
Penjual minyak tidak menjual rokok.
Abaikan urusan itu.
Ayo.
Apa maksudmu?
Pura-pura bodoh?
Sudah sepakat, akan dibagi dua setelah selesai.
Aku akan menyimpan uang ini untukmu.
Mencarikan istri untukmu di akhir tahun.
Lagi pula, berdasarkan senioritas, kamu harus memanggilku Paman Kedua, 'kan?
- Kamu tidak memercayaiku? - Berhenti.
Dasar, Penipu Tua, ingin mengambil keuntungan dariku lagi.
Masalah ini tidak perlu merepotkan Anda.
Perlu berwaspada setiap saat.
Tunggu.
Bocah Tengik, tunggu aku!
Semuanya.
Permisi!
Permisi!
Permisi!
Berhenti.
Permisi!
Ma.
Feng.
Aku sangat merindukanmu.
Pergilah dulu.
Aku ada urusan.
Feng.
Aku bantu kamu simpan dulu.
Mencarikan istri untukmu di akhir tahun.
Bocah Tengik, kembali!
Kamu...
Bukankah ini...
Bukankah ini mengganggu urusan?
Feng, mari berdiskusi.
Bolehkah berutang dulu?
Pergi sana!
Sedang apa?
Gou!
Kak Hou sudah pulang.
Ayo cepat, kita ke sana.
Cepat sedikit.
Ayo.
Cepat sedikit.
Cepat kemari.
No comments yet. Be the first to leave one.