The first 200 lines.
Burung yang tak pernah terlihat.
Bunga yang tak pernah terlihat.
Angin yang tak pernah terlihat.
Malam yang tak pernah terlihat.
Pernahkah kau melihat sesuatu yang begitu indah?
Namaku Rudger.
Usiaku tiga bulan, tiga pekan, dan tiga hari.
Aku lahir di sini.
Di dunia yang diimajinasikan Amanda.
Amanda selalu mengimajinasikan dunia yang paling indah.
Itu raksasa pekerja keras.
Tupai cerewet.
Juga paus laut.
Terkadang dia juga mengimajinasikan hal yang sangat menakutkan!
Rudger!
Ini Amanda!
Amanda mengimajinasikan aku, dan begitulah aku lahir.
Amanda dan aku membuat janji.
Apa pun yang terjadi,
jangan menghilang,
saling melindungi,
dan jangan pernah menangis.
Bagaimana denganmu?
Kau punya teman rahasia sepertiku
yang tidak dapat dilihat siapa pun?
Orang dewasa, yang dahulu anak-anak, menyebut kami
"Imajiner".
Terkadang aku berharap tinggal di tempat yang selalu cerah.
Julia, mungkin ada pelangi setelah hujan.
Pelangi janji.
Janji? Apa maksudmu?
Konon, jika kau melihat pelangi setelah hujan,
itu ada untuk mengingatkanmu pada janji penting.
Julia!
Itu ibuku. Hai, Ibu!
Kurasa orang tuaku lebih suka aurora daripada pelangi.
Ayahku jelas lebih suka.
Balet lagi selama liburan musim panas?
Ya, dan dengar ini,
kau tahu ayahku selalu lupa, bukan?
Tempo hari, hal pertama yang dia katakan adalah ini.
"Ada apa hari ini? Ayah tahu ada hal penting hari ini.
Tentu saja, ini pertunjukan baletmu."
Padahal tidak.
Amanda, itu hari ulang tahunku!
Bisakah kau memercayainya?
Menurutmu kenapa
orang dewasa melupakan semua hal yang sangat penting?
Julia. Saatnya pergi!
Kalau begitu, sampai jumpa!
Sampai jumpa, Julia!
Cepat, pelajaranmu akan segera dimulai. Jangan sampai terlambat.
Ya, Sayang, ayo.
Aku tahu. Aku datang.
Halo!
Ya, aku tahu.
John, duduklah di sana.
Sebelum kau mengatakan apa pun, sama-sama!
Terima kasih.
HAL-HAL LIAR KAMUS VISUAL
Mari berduel!
Ada hal-hal liar di mana-mana.
TERIMA KASIH! OBRAL PENUTUPAN DISKON 50 PERSEN
Benarkah? Hari ini? Bagus!
- Ya, pukul 17.00! - Selamat datang, Putri Amanda.
- Halo! - Ya. Tentu saja.
Aku menantikannya.
Ya!
Goldie, mereka menyetujui lamaranku.
Mereka memintaku datang untuk wawancara.
Selamat!
Untuk babak baru dalam hidupmu.
Kuharap semua berjalan lancar.
Kau tahu aku hanya pernah bekerja di toko buku sejak menikah.
Jangan khawatir.
Ingat, kau pemilik Toko Buku Shuffleup yang terkenal.
Kau akan baik-baik saja.
Kuharap begitu.
Kalau begitu, itu saja.
Lizzie,
tentu sulit bagimu melakukan ini sendirian,
tapi aku tahu kau bisa.
Terima kasih, Goldie.
Sebenarnya, aku penasaran...
bolehkah aku minta tolong?
Menjaga Amanda? Tentu saja, serahkan saja kepadaku.
Kau yang terbaik.
Amanda, apa aku sudah boleh bicara?
Tentu.
Tes, satu, dua, tiga.
Houston, kau bisa mendengarku?
Kenapa kita tak bisa bicara di sekolah?
Rudger, aku mengajakmu ke sekolah karena kau bersikeras.
Hanya aku yang bisa melihatmu.
Bukankah semua orang akan terkejut
jika aku mulai bicara dengan orang yang tak bisa mereka lihat?
Aku akan masuk dengan cara terbaik jika orang bisa melihatku.
"Hei, Semuanya, namaku Rudger!"
Apa? Ini artinya kencan kita batal?
Lizzie sedang kesusahan.
Kau tahu dia sendirian membesarkan Amanda.
Rudger, aku punya ide petualangan yang luar biasa.
Apa itu petualangan dengan meteorit yang jatuh dari langit?
Bukan.
Katakan itu bukan yang menyerang Nyonya Daun Bawang tua.
Yang itu kurang sesuatu.
Benar,
dan aku tidak suka berada di panci dengan sosis.
Terlalu panas di sana.
Kau mengerti, bukan? Meski itu hanya imajinasimu...
Aku mengerti. Kau tidak mau menjadi kaldu.
Baiklah. Aku mengerti.
Hari ini tampak bagus!
Rudger, saatnya untuk sumpah loteng suci!
- Jangan menghilang, saling melindungi, - Jangan menghilang, saling melindungi,
- dan jangan pernah menangis! - dan jangan pernah menangis!
Ayo, Rudger!
Ayo, Bessie!
Tunggu! Berhenti!
Kenapa namanya "Bessie"?
Dia sapi, bukan?
Apa? Dia muskox.
Kau tak punya imajinasi.
Aku hanya bercanda! Aku tidak bermaksud begitu!
Baiklah, jadi, Putri Amanda akan menamainya apa?
Ayo Green Lager!
Green Lager? Bukankah itu bir Ibu?
Amanda?
Astaga...
Hei, Amanda.
Bisakah kau mengimajinasikan aku berjalan menembus dinding dan pintu?
Seperti hantu? Tentu saja tidak.
Tapi tempo hari kau menutup pintu saat kau pergi
dan aku terjebak di lemari selama dua jam!
Lantas kenapa?
Rudger, anggap ini kamarmu sendiri.
Kau bebas begitu aku pulang.
Menyenangkan saat ada kau, Amanda,
tapi terkadang aku juga ingin bermain dengan anak-anak lain.
Mereka tak bisa melihatku, jadi, aku tak bisa bermain dengan mereka.
Tetap saja, menyenangkan melihat mereka bermain.
Aduh!
Dingin.
Rudger! Lihat itu!
Itu...
pohon Natal!
Amanda, berhenti!
Rudger!
Amanda!
Rudger!
Lepaskan aku!
Nona Amanda Shuffleup!
Apa itu?
Halo, Bu.
Ibu bertanya, apa itu?
Itu tidak sopan, Bu.
Bukan "apa", tapi "siapa".
Amanda, berapa kali ibu harus memberitahumu
untuk menaruh payung di tempat payung di bawah?
Lantainya, pakaianmu, semuanya basah kuyup.
Mungkin itu Rudger.
Tunggu!
- Amanda. - Apa?
- Sayang, kapan kau akan belajar? - Apa maksudmu?
Ibu, aku belajar di sekolah.
Ibu rasa kau tahu bukan itu maksud ibu.
Ibu membuat lantainya basah.
Terkadang ibu cukup sulit memahamimu.
Turunlah. Ibu akan membuatkanmu cokelat panas.
Jangan lupa untuk Rudger!
Tidak akan.
Maaf, Pak, sepertinya kami sudah tutup.
Sebenarnya aku melakukan survei di lingkungan ini.
TOKO BUKU SHUFFLEUP
Nyonya Shuffleup?
Survei? Survei tentang apa?
Ini survei tentang dunia kita
dan tentang anak-anak beserta perilaku mereka saat ini.
Jika tidak keberatan, kau punya tanda pengenal?
Tanda pengenal?
Ya. Sesuatu yang menunjukkan siapa dirimu.
Aku Bunting. Tuan Bunting.
Seperti nama burung.
Corn Bunting, kau bisa melihatnya di sekitar sini.
Itu burung yang cukup manis, bukan?
Aku benci mengatakan ini saat hujan,
tapi jadwalku sangat padat sekarang.
Bisa tinggalkan survei itu denganku?
Tidak perlu. Surveinya sudah selesai.
Apa?
Ya.
"Dunia lama sekarat dan dunia baru berjuang untuk lahir.
Di interregnum antara cahaya dan kegelapan..."
Apa yang lahir?
Maafkan aku.
Suamiku memilih semua buku, jadi, aku...
Tidak perlu minta maaf.
Omong-omong,
toko buku ini memang sangat harum.
Aneh sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.