The first 200 lines.
Oh, pelan sedikit!
Bagaimana kau bisa menangkapnya? Bagus sekali!
Terimalah!
Terimalah!
Aduh!
Tua! Kau hebat sekali!
Serang kepalaku, Tua!
Bagus...
Huh... Itu yang kusuka! Ayo latihan!
Aku sudah menyelesaikannya. Lihat betapa halusnya!
Halo.
Tidak mungkin.
Aku lebih baik hamil daripada menggilas gigiku.
Beri aku nomornya.
Ikan apa...
Yang tidak bisa buang air besar?
Ikan apa...
Yang tidak bisa buang air besar?
Permisi, kau bertanya pada siapa?
Baiklah, aku bertanya pada kalian.
Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?
Aku menyerah.
Ikan apa yang tidak bisa buang air besar?
Jawabannya ikan teri.
Negara apa...
Yang jumlah petani mabuknya paling banyak?
Aku menyerah.
Namibia.
Ini hari pertamamu dan kau sedang bermain lelucon?
Provinsi apa yang tidak...
-Yang... Tidak -Aku menyerah.
Oke.
Apa kau tahu...
Mengapa wanita bisa hamil?
Aku menyerah.
Betul!
Senior kami mengatakan...
Mereka...
Mencoba untuk menghubungi keluarga dari pihak laki-laki dan perempuan.
Tapi tidak ada yang tahu...
Ke mana mereka pergi.
Bahkan polisi
juga sedang berusaha mencari jejak mereka.
Tubuh mereka juga masih belum ditemukan.
Mereka telah membuat berbagai asumsi.
Tapi kita yakin...
Kalau mereka berdua...
Telah mati.
Karena kita sering mendengar suara tangisan laki-laki dan perempuan
dari kamar itu.
Aku hanya tahu... Mereka tidak mengikuti ujian akhir semester.
Itu saja.
Aku tidak tahu kalau mereka telah mati.
Aku tidak tahu.
Untuk apa menanyakan ini padaku?
Kalau mereka telah mati,
sekarang mereka telah dilahirkan kembali.
Baiklah. Hasil editnya cukup menarik.
Tapi lagu yang kau pakai sudah ketinggalan zaman.
Oke.
Itu tidak penting.
Kami hanya ingin tahu...
Apakah kau percaya...
Kalau kampus kita punya arwah orang mati?
Mereka mulai dengan memutar video wawancara,
lalu menyuruhmu untuk bergabung dengan mereka dalam majelis Ouija.
Ketika kau telah terlibat,
hantunya akan memberitahumu untuk menaikkan nilai para murid.
Jadi,
lebih baik kau tidak mendengar apa yang telah mereka katakan.
Ya Tuhan!
Mengapa dia bisa menderita kanker?
Apa kau tidak tahu semua orang yang menderita kanker akan mati?
Mengapa dia tidak memilih penyakit lain?
Apakah aku harus menbuat janji dengan kuil? Aku dekat dengan pengurusnya.
Kantor guru pelajaran wajib tahun ketiga
ada di sini.
Semuanya.
Ini Tuan Trirong.
Dia akan mengajari pelajaran cat air untuk mahasiswa tahun ketiga.
Permisi. Anda menangis karena senang atau sedih?
Suaminya menderita kanker.
Dan dia akan segera mati.
Apakah dokter mengatakan bahwa dia akan segera mati?
Tidak... Itu hanya prasangkaku.
Ya... Itu hanya prasangka. Mungkin tidak separah itu.
Teknologi kedokteran sekarang sudah berkembang.
Kanker stadium awal
dapat disembuhkan secara total dengan operasi. Tidak usah takut.
Beberapa jenis tumbuhan Thailand...
Bisa mencgah
perkembangan kanker.
Kau bisa hidup bahagia untuk 20-30 tahun.
Oh...
Betul!
Tumbuhan Thai
sangat membantu
banyak pasien yang terkenal.
Betul... Dan mereka sembuh?
Mereka mati.
Semuanya. Tidak ada yang selamat dari penyakit kanker.
Ada banyak cara untuk mengobatinya.
Suatu penelitian menunjukkan
bahwa meditasi bisa memperlambat perkembangan kanker.
Kanker sekarang tidak menakutkan.
Mengapa kau takut padanya?
Kankerlah yang seharusnya takut.
Karena kalau kita mati...
Dia juga akan mati.
Wah, kau sungguh pembicara yang baik.
Bagaimana dengan ini?
Biar aku berbagi cerita lain padamu.
Ini tentang suami Nona Patcha yang hilang.
Kau benar-benar pintar mengalihkan pembicaraan.
Baiklah. Suamiku keluar untuk minum bersama temannya.
Dan...
Sampai sekarang dia belum kembali.
Jadi ada dua kemungkinan yang terpikirkan olehku.
Kalau dia tidak selingkuh,
maka dia sedang selingkuh.
Oh...
Kau pintar dalam mencari tahu kasus ini.
Aku rasa bukan begitu.
Karena...
Aku rasa... Nona Patcha...
Adalah perempuan yang sangat cantik.
Ya, betul.
Sungguh tidak masuk akal... Kalau suamimu...
Melihat perempuan lain yang lebih cantik darimu.
Aku rasa
dia mungkin kebanyakan minum dengan temannya...
Yang jarang bertemu.
Dan dia mabuk
sehingga temannya tidak membiarkan dia menyetir.
Jadi dia menginap di sana.
Lalu paginya, dia pinjam baju temannya dan langsung pergi bekerja.
Menurutku
malam ini
kau seharusnya pulang dan menyediakan makan malam untuknya.
Dia pasti merindukan masakanmu. Aku yakin.
Aku tidak bisa masak.
Baiklah.
Ban bus kami pecah.
Ya,
- Betul. - Bannya... Benar-benar kempes.
Betul, busnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Oke, kau pergi ke sudut sana dan berdiri.
Potong! Potong!
Salah satu dari kalian. Berdiri di sana!
Sekarang, aku mau kalian berempat
untuk catat.
Beritahu aku...
Ban mana yang pecah.
Kalau jawaban kalian sama,
aku akan melepaskan kalian.
Hei, Maha!
Ada apa dengan guru?
Guru!
Guru!
Cepat tolong guru!
Cari seseorang untuk membantu!
Hei,
apa yang telah kau lakukan padanya?
Bukankah kau ingin hidup dengan damai?
Hah?
Kau harus bertanggung jawab
atas apa yang telah kau lakukan.
Aku mau dia membantu.
Membantu kau? Apa?
Dia gemetar parah.
Itu bukannya membantu.
Kalau dia mati,
kita akan punya...
Arwah guru sebagai teman kita.
Sebenarnya
kau telah mempunyai
ikan-ikan ini sebagai temanmu.
Biar kuberitahu.
Aku juga punya seorang teman arwah.
Namanya Moddam.
Sebelum mati, dia juga punya ikan.
Tapi ikannya ikan mas...
Dan beberapa bocah yang lucu.
Oh iya, apa kau punya muka, Palmy? Palmy?
Yadum yadum...
Apa yang terjadi padaku?
Apa yang dikatakan dokter tentangku?
Tidak apa-apa.
Ya...
Aku berjanji pada dokter kalau aku tidak akan mengatakannya.
Lebih baik tidak kukatakan.
Mengapa kau perlu merahasiakannya padaku?
Ini bukan rahasia.
Oh, ya?
Baiklah. Biar aku pikir...
Oh! Mengapa kau harus berpikir?
Ya... Kata dokter, kau menderita kanker stadium terakhir. Begitulah.
Apakah aku harus memberitahumu itu?
Apa?
Kau bercanda, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.