The first 199 lines.
Dingin sekali.
Saat kita tiba di Federasi Io,
aku bisa terkena flu.
Hei, tutup mulutmu!
Kukira kita akhirnya menyingkirkan iblis,
tapi sekarang kita pergi ke Federasi Io lagi.
Itu karena setiap negara meminta bantuan.
Saat ini, harapan manusia adalah Tuan Jeanne.
Kuharap saat kita kembali,
ibu kota kerajaan sudah dibangun kembali.
Kuharap mereka tidak diserang iblis sebelum itu.
Apa sudah lima hari
sejak mereka datang?
Rinne, ada apa?
Aku mencium bau iblis.
Aromanya hilang?
Tidak, ini jebakan!
Ini pelindung iblis.
Kau manusia yang mengalahkan Kakak Vanessa?
Pemegang Kode!
Aku tak akan membiarkanmu menyentuh Kai.
Apa maumu?
Aku hanya ingin menyapa,
Manusia.
Aku succubus Hainmarl.
Tekanan ini setara
dengan Vanessa.
Kudengar Kakak Vanessa dibunuh.
Dan itu oleh manusia.
Tapi sepertinya kau mengalahkannya dengan andalkan serangkaian keajaiban.
Jika kita bertiga di ibu kota kerajaan,
kau tidak akan punya kesempatan, bukan?
Apa yang kau incar?
Balas dendam untuk Vanessa?
Tentu saja tidak.
Aku sangat menyukai kakakku,
tapi aku jadi yang terkuat saat dia pergi.
Malah, aku mau berterima kasih.
Selagi dia pergi?
Mari kita mulai, Manusia.
Selama iblis mengumpulkan kekuatan mereka,
kita bisa rebut kembali ibu kota kerajaan kapan pun.
Tapi aku dengan enggan membiarkanmu memiliki ibu kota.
Mari kita akhiri ini
dan saling memberi kelonggaran.
Kau khawatir jika kau terus melawan manusia,
tiga ras lainnya akan mengambil keuntungan?
Kau bisa memiliki ibu kota kerajaan,
tapi semua wilayah di luar itu milik kami.
Kita akan lakukan gencatan senjata sementara.
Itu bukan ide buruk, bukan?
Aku akan menyampaikan pesan ini kepada komandan manusia.
Itu sebabnya aku datang hari ini.
Hei, Persilangan. Bisa kau berhenti memelototiku?
Tidak mungkin.
Benar.
Kau boleh melawan tiga ras lainnya.
Aku akan mendukungmu.
Kau mau ras lain bertarung dan saling membunuh?
Benar.
Kerahkan seluruh kemampuanmu.
Jika kau berhasil, aku akan menciummu.
Tidak, terima kasih.
Membosankan sekali.
Terserah.
Akan kucoba mendapatkannya kembali suatu hari nanti.
Jika kau menuju wilayah Ras Dewa Liar,
awasi Penguasa Surga Alfreya.
Pria itu bersikap aneh belakangan ini.
Mari serahkan ibu kota kerajaan kepada pasukan rekonstruksi.
Misi kita sebagai pasukan ekspedisi
adalah bergabung dengan Perlawanan Federasi Io
dan mengalahkan Ras Dewa Liar.
Kau benar.
Jika ingatanku benar, Ras Dewa Liar
adalah aliansi ras termasuk elf, kurcaci,
peri, dan malaikat, bukan?
Benar.
Mereka lebih pengecut dan licik daripada manusia.
Itu sebabnya mereka ciptakan alat sihir kuat.
Jika iblis adalah monster bagi manusia,
dewa liar adalah manusia yang berevolusi.
Semuanya.
Kita akan melewati titik relai jalan raya.
Ada area peristirahatan dua kilometer di depan.
Sudah puluhan tahun tidak diservis,
tapi seharusnya cukup untuk istirahat sejenak.
Akhirnya.
Hei, masih terlalu dini untuk bersantai.
- Tapi... - Ash!
Buka jendelanya.
Ada apa, Rinne?
Lakukan saja. Cepat!
Kai, lihat ke atas!
Ia datang dari atas!
Itu monster fantom.
Apa yang terjadi?
Ini masih wilayah iblis, kan?
Peringatan, tiap kendaraan!
Kami melihat naga di atas arah pukul 03.00.
Semua kendaraan, kecepatan penuh!
Tembak!
Kai, tembak!
Peluru Baut!
Semua kendaraan, berhenti.
Segera selamatkan anggota Kendaraan 29 dan Kendaraan 30.
Hanya kita yang tidur di tenda sebesar ini.
Aku merasa agak bersalah.
Hei.
Ada tenda untuk tentara wanita juga, bukan?
Aku tidak mau.
Sudah kuduga.
Sulit untuk bersantai saat dikelilingi manusia.
Kai, Jannya datang.
Itu Jeanne.
Apa?
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Aku hanya tidak tahu kenapa kau di sini.
Ini tenda komandan.
Kalian berdua adalah pengawalku.
Wajar saja kita berbagi tenda.
Apa?
Kai, aku perlu bicara denganmu.
Aku akan berjaga di sini malam ini.
Kuserahkan bagian dalamnya kepadamu.
Apa?
Jika aku, seorang wanita, bersama Tuan Jeanne,
akan jelas bahwa dia wanita yang menyamar sebagai pria.
Ya, kau benar.
Aku yakin kau tahu,
tapi saat jam tidur,
Tuan Jeanne harus lepas zirahnya.
Ya, itu masuk akal.
Dengan kata lain,
Tuan Jeanne akan tampak di hadapanmu dengan pakaian tipis.
Jangan berpikir macam-macam.
Siapa pula yang mau?
Sekadar mengingatkan.
Tolong jaga Tuan Jeanne baik-baik.
Ya, di situ.
Terasa nikmat.
Apa ini terasa nikmat?
Ya.
Berikutnya aku akan memijatmu.
Sulit berpura-pura menjadi pria, bukan?
Ya.
Cobalah sekali berpura-pura menjadi wanita, maka kau akan mengerti.
Tentang kejadian siang ini,
aku tak menduga Federasi Urza diserang oleh Ras Monster Fantom.
Mungkin mereka mendengar soal kematian pahlawan iblis
dan datang untuk mencari informasi.
Pertahanan ibu kota kerajaan sudah ditangani dengan baik.
Bahkan jika Ras Hewan Buas Fantom menyerang,
kurasa mereka takkan menyerah semudah itu.
Merasa cemas di sini cuma akan melelahkanmu.
Kai.
Ada hal penting yang ingin kusampaikan.
Ada apa?
Aku tidak bisa tidur nyenyak.
Maaf jika aku mengusirmu
di tengah malam.
Kau baik-baik saja?
Lagi pula, kau pengawal Tuan Jeanne.
Aku yakin kau tak bisa banyak beristirahat.
Jangan dilanjutkan.
Apa itu?
Tembok Besar yang menandai perbatasan.
Kita akan seberangi perbatasan.
Di balik dinding batu itu
ada Federasi Io.
Tujuan kita
adalah kota kedelapan di pinggiran ibu kota kerajaan,
Cassiopeia.
Di situlah lokasi markas Perlawanan Io.
Jika melihat dewa liar, kita harus menyerang lebih dahulu.
Lagi pula,
mereka lebih takut senjata daripada iblis.
Saki, tarik napas dalam-dalam sebelum menembak.
Karena manusia dan dewa liar mirip,
ada risiko salah tembak.
Semua kendaraan, berhenti.
Hei, Kai.
Ini manis dan lezat.
Apa benar bisa dimakan?
Lidahku mati rasa setelah memakannya.
Itu artinya beracun.
Buang saja.
Apa? Tapi aku pernah memakannya.
Dahulu kala,
di Hutan Elf.
Apa itu tanaman dari Hutan Elf?
Ini invasi Ras Dewa Liar.
Mereka akan kubur kota manusia
dengan hutan elf.
Sambutan yang meriah.
Aku tidak menduga mereka begitu ramah.
Selamat datang di Perlawanan Io.
No comments yet. Be the first to leave one.