Vjeran Tomic : L'homme-araignée de Paris
The first 200 lines.
Namaku Vjeran Tomic.
Aku selalu mencuri dari orang kaya.
Aku tak menyesalinya.
Dia khusus bekerja di kawasan-kawasan indah Paris.
Dia mampu memanjat ke lantai tertinggi sebuah gedung.
Dia sulit ditangkap.
Elusif.
Dia bisa memanjat dari atap ke atap,
lalu melompat ke gedung sampingnya.
Dia bagai legenda.
Julukanku adalah "Spider-Man".
Aku salah satu perampok terbesar di Paris.
Perampoknya adalah profesional.
Saat itu, aku tidur.
Maaf, tapi dia bernyali.
PARIS, MEI 2010
PENCURIAN LUKISAN TERBESAR DALAM SEJARAH PRANCIS
DICERITAKAN OLEH SANG PENCURI
Aku merasa sangat tertarik dengan museum itu.
DAN PARA PENYELIDIK YANG TERKEJUT
Besar sekali.
Sudah pasti pencurian terbesar.
DALAM REKONSTRUKSI YANG SAKSAMA
Museum Seni Modern seharusnya menjadi perampokan terbesarku.
Pencurian itu hampir sempurna.
Pria yang dikenal sebagai "Spider-Man"
berhasil mencuri lima mahakarya.
Perkiraan nilainya adalah lebih dari 100 juta dolar.
Itu pencurianku yang terakhir. Aku akan sukses besar.
Akan pergi dari Paris.
Bertemu seseorang dan memulai hidup baru.
Aku yakin semua akan berubah.
VJERAN TOMIC THE SPIDER-MAN OF PARIS
April 2010, aku bekerja dengan dealer barang antik
bernama Corvez.
Dia penadah yang menjual barang curianku.
Corvez memberiku daftar panjang lukisan
yang dia ingin kucuri.
Ada sekitar 40 nama pelukis.
Renoir, Degas…
Claude Monet,
Modigliani.
Hanya nama-nama besar seperti itu.
Aku berburu di jalanan Paris
hingga menemukan karya dalam daftar itu.
Aku mencari selama seminggu,
dan pada suatu malam, aku menemukan Museum Seni Modern.
Museum Seni Modern Paris adalah museum internasional penting.
Pertama, letaknya di tepi Seine,
di seberang Menara Eiffel.
Arsitekturnya sangat indah, kuat, dan sederhana.
Tapi Museum Seni Modern itu unik.
ASISTEN SEKRETARIS BUDAYA
Tempat yang elegan.
Salah satu museum penting seni modern dan kontemporer di Eropa.
Museum ini terkenal karena menampilkan sejarah seni abad ke-20,
perkembangan seni…
DIREKTUR, MUSEUM SENI MODERN
…dari tahun 1900 hingga saat ini.
Karya-karyanya sangat indah.
Aku menangani semua kegiatan di museum, tapi,
belum pernah ada pencurian.
Museum Seni Modern memang museum yang luar biasa.
Keamanannya benar-benar ketat.
Hampir tak bisa ditembus.
Seperti keamanan di bank.
Tirainya tak ditutup.
Aku melihat ada lukisan-lukisan besar.
Lukisan pertama yang kukenali adalah karya Picasso.
Kulihat karya Braque.
Lalu kulihat karya Matisse yang kecil.
Aku tahu jika kucuri itu, aku bisa dapat ratusan ribu euro.
Setelah mengintai museum, aku pergi menemui Corvez.
Aku pergi ke tokonya.
Corvez adalah penjahat.
Semua penjahat lebih banyak berbohong daripada jujur.
Baginya, jelas bahwa
aku harus mengambil sebanyak mungkin karya dari museum.
Kami sepakat bahwa dia akan membayarku 50,000 euro per lukisan.
Menurutku harga itu bagus.
Aku tak boleh gagal.
Seorang pencuri meneliti sebelum beraksi.
Aku harus tahu apakah penjaga meronda di dalam dan di luar.
Kuamati mereka di luar.
Mereka ke bagian terbuka dua kali semalam.
MUSEUM SENI MODERN PARIS
Di antara kedua ronda, ada selisih sekitar 2,5 jam.
Suatu malam,
aku berpiknik di samping jendela.
Berpura-pura menjadi tunawisma.
Mengamati bagian dalam.
Saat kulihat ada penjaga di dalam,
kupikir, "Bagaimana si penjaga bisa melewati detektor
tanpa memicu alarm?"
Lalu aku paham bahwa alarmnya tak berfungsi.
Kupikir, "Aku bisa berhasil."
Harus dipahami bahwa titik lemah
yang membuatku bisa masuk adalah jendela.
Sama seperti pencurian sebelumnya,
kulihat sekrupnya ditanam di kosen.
Kukeluarkan pisau lipat kecil…
Catnya kukelupas
dan kutemukan sekrupnya di dalam kosen.
Jika kubuka sekrup itu, seluruh panel jendela bisa dilepas.
Begitulah aku mendapati
betapa lemahnya kosen di Museum Seni Modern.
Aku tak percaya.
Itu mukjizat.
Mukjizat yang jatuh dari langit.
Sejak saat itu, aku mulai fokus saja pada itu.
Aku hanya melihat satu tujuan. Museumnya.
Itu saja.
Kubeli semua keperluan untuk melakukan tugas.
GEL PERONTOK EKSPRES
Kubeli perontok cat.
Kubeli bantalan vakum.
Ada dua pemotong gembok, satu besar dan satu kecil.
Semua siap untuk aku bekerja.
Aku lahir di Prancis.
Keluargaku keturunan Kroasia-Bosnia.
Ibuku sakit dan banyak menderita. Dia mengalami kecelakaan mobil.
Dia tak bisa mengurusku saat aku kecil.
Aku meninggalkan rumah orang tua di usia satu tahun.
Aku dikirim ke Bosnia.
Di sana, aku tinggal dengan keluarga,
paman dan bibiku mengurusku.
Aku menjadi pencuri sejak kecil.
Aku mulai mencuri saat usia delapan tahun.
Tak serius, tapi, aku suka melakukan hal-hal bodoh.
Aku tinggal di sana hingga usia sepuluh tahun.
Saat kembali ke Paris, usiaku 11 tahun.
Saat kembali ke Paris, ke rumah orang tuaku,
keadaan kurang baik
karena mereka saling memukul.
Ayahku melakukan kekerasan.
Dia mudah terpancing dan akan memukulku.
Dia tak berhenti memukuli aku. Aku mengalami KDRT.
Itu berdampak besar.
Itu dia.
Aku tak belajar apa pun dari orang tuaku.
Apa pun.
Nihil.
Aku mengasuh diri sendiri. Begitulah.
Aku terbiasa sendiri sejak kecil.
Setelah bertahun-tahun itu, aku merasa ditolak.
Pada akhirnya, aku tak butuh masyarakat lagi.
Aku langsung terjun ke jurang kenakalan.
Sepenuhnya.
Saat itu, Paris bagai surga untuk pencuri.
Aku mencuri apa pun yang bisa kudapatkan.
Untungnya, semua berjalan dengan baik.
Aku mencuri radio mobil.
Itu mudah laku pada saat itu.
Tujuanku adalah punya uang.
Itu tujuanku sejak kecil.
Seiring waktu, aku menikmati mencuri.
Itu uang cepat.
Saat itu, aku terlibat perkelahian dengan pisau.
Aku menghajar banyak orang. Bukan tanpa alasan.
Aku akan selalu unggul karena aku kuat secara fisik.
Tak ada yang berani macam-macam.
Aku menjadi agak buas.
Aku bagai hewan.
Aku begitu hingga usia 18 tahun.
Saat ulang tahun ke-18, aku merasa lega.
Aku lega. Aku merasa bebas.
Aku masuk militer di usia 18 tahun.
Militer menyelamatkan aku.
Aku menderita,
tapi dalam hal memanjat, aku belajar banyak di militer.
Aku salah satu yang terbaik.
Saat tugas militerku berakhir, aku pergi. Aku menyesal setelah pergi.
Karena uang cepat itu memanggil.
Aku kembali mencuri.
Saat meninggalkan militer,
mustahil bagiku kembali ke masyarakat.
Tapi aku pencuri…
Kukatakan kepada diriku aku harus meningkatkan keahlian.
Lebih lagi.
Aku ingin dapat banyak uang.
Aku mengintai banyak tempat.
Rumah-rumah warga biasa. Orang kaya.
Ini kawasan yang bagus. Ini Avenue Foch.
Ini kawasan pilihanku, mengingat aku perampok macam apa.
Orang di sini tidur dengan uang dalam bantal mereka.
Semakin tinggi apartemennya, semakin sedikit keamanannya.
Ini… ini bagus. Ini untuk memanjat, lihat? Ini.
Ini bagus.
Ini bagus.
Aku memanjat fasad gedung.
Terkadang ada saatnya aku memanjat 10 hingga 15 lantai.
Tanpa pengaman.
Itu menakutkan. Jantungku berdebar. Napasku akan berat.
Aku mengambil risiko besar.
Aku memanjat dan berjalan di atas.
Seperti jalan di atas tali.
Selalu ada aliran adrenalin.
Setiap kali, adrenalin itu akan kembali.
Itu menarik. Bagus.
Begitu aku di atap…
No comments yet. Be the first to leave one.