The first 200 lines.
Permisi.
Kenapa kau ingin agar aku cepat-cepat?
Saat melihat gigi pasien yang membusuk...
...aku sadar sesuatu yang keras bisa membusuk atau hancur.
Kita pun akan melemah saat semakin tua.
Jadi, kenapa kita tidak...
...menjalani hidup, mati...
...dan tidur bersama?
Seorang pria berkata seperti ini padaku...
...sebelum dia pergi meninggalkanku.
Apa dia juga seorang dokter gigi?
Bukan, dia penulis naskah.
Hsin.
Aku tak kuat menahan kejutan apa pun lagi.
Aku janji...
...aku akan memperlakukanmu dengan baik.
Aku pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan.
Aku sudah merasakannya...
...saat istriku meninggalkanku.
Aku sangat tidak beruntung.
Semua pengagumku secara psikologis...
...dan fisiologis agak menyimpang.
Hubungan kami tidak berlangsung lama.
Aku sehat secara fisik dan mental.
Apa kau benar-benar membutuhkanku?
Aku tidak bisa hidup tanpamu.
Apa kau yakin...
...tidak ada yang akan memisahkan kita?
Ya.
Aku punya tabungan beberapa ribu...
...dari Dramatic Society...
...dan aku punya rumah pemberian ayahku.
Jika kita menabung, kita bisa hidup bahagia.
Beri aku waktu tiga tahun untuk mempertimbangkannya.
Tidak, dua hari.
Aku pindah besok.
Karena aku harus membayar sewa di hari berikutnya.
Dolly, jangan membuatku takut.
Aku baru di sini.
Lebih buruk lagi, aku akan menghidupimu.
Mari kita berteman.
Semoga mendiang ayahku memberkatiku...
...dengan istri yang baru setelah mantan istriku meninggalkanku.
Dan dengan empat anak dalam waktu kurang dari tiga tahun.
- Terima kasih, Ayah. - Hsin, waktunya makan.
Senang rasanya makan di rumah, di luar ramai.
Apa yang kau masak?
Kepala ikan kesukaanmu dan ayam a la King.
Hebat.
Dari kedai makanan matang?
Ya, aku tak bisa memasak.
Hanya nasi.
Tidak buruk.
Aku akan ambilkan sumpit. Duduklah.
Kau masih ingat kalimatnya?
Bersikaplah fleksibel.
Hsin.
Ada apa?
Aku melihat mantan istrimu di pintu.
Apa yang dia lakukan?
Dia meminta tunjangan.
Omong kosong, aku sudah mengirimkan cek untuknya bulan lalu.
Dia bilang semua cekmu...
...ditolak.
Jangan biarkan dia masuk.
- Benar. - Halangi dia masuk.
Siapa yang akan menjaga di sini?
Kau halangi dia. Aku akan menggantikanmu.
Buat suara mendesing.
Ini adalah Gunung Tunia di Arab.
Banyak yang mulai mendakinya...
...tapi hanya aku yang selamat.
Angin bertiup.
Petir juga datang.
Salju.
Badai salju datang.
Lebih keras.
Badai salju, datanglah.
Lebih keras.
Badai salju, datanglah.
Lebih keras.
Aku tidak takut.
Lebih keras, lebih keras.
Ayo lebih keras.
Lebih keras lagi.
Ya Tuhan, aku siap menghadapi ujian.
Ya Tuhan, aku siap menghadapi ujian.
Ya Tuhan, aku siap menghadapi ujian.
Apa yang istriku katakan?
Dia ingin kau mengoleskan madu di bokongmu...
...agar semut bisa menggerogotinya.
Dasar gila.
Kenapa bebek ini seperti pasta?
Tambahkan teh dan ini akan menjadi bebek teh dengan saus.
Tidak bisa terlalu encer.
Tuangkan jusnya dan didihkan. Selesai.
Buang-buang waktu.
Tambahkan sup dan rasanya jadi lebih enak.
Aroma tehnya tercium.
Tambahkan beberapa biji teratai, jadilah teh biji teratai.
Tambahkan pati agar rasanya semakin enak.
Aku tak sengaja memasukkan garam.
Tambahkan gula, beres.
Garam dan gula saling menetralkan.
Tambahkan gula tebu.
Satu, dua, cukup?
Tidak, tidak, tambahkan lagi.
Aromanya enak.
Mana yang lebih enak?
Bebek teh dengan saus, cobalah.
Teman lamaku selalu mengeluh...
...bahwa aku tak bisa memasak.
Sekarang...
...aku akan berusaha menjadi feminin seutuhnya.
Aku akan memasak makanan enak untukmu setiap hari.
Kenapa?
Apakah sulit untuk perutmu?
Terlalu asam?
Manis?
Pedas?
Jika rasanya tidak enak, muntahkan saja.
Aku sudah menelannya.
Aku tak bisa memasak. Apa kau membenciku karena itu?
Tidak, crackpot.
Kenapa memanggilku crackpot?
Aku tidak bersungguh-sungguh.
Aku membeli dua set piyama.
- Mari kita coba. - Baiklah.
Pajama yang jelek.
Kau tak pernah belajar.
Orang-orang bisa saja menertawakanmu.
Kenapa kau kembali?
Kau sudah meninggalkanku.
Tolong tinggalkan saja aku, aku mohon.
Pergi dari sini segera, aku mohon padamu.
Hsin, aku tahu kau membenciku.
Aku harus kembali.
Aku dalam kesulitan.
Izinkan aku tinggal di sini.
Tidak, itu masalahmu, bukan masalahku.
Jika kau pindah ke sini...
...aku akan dapat masalah.
Tolong cepatlah pergi.
Apa yang kau lakukan?
Kita sudah bercerai, tapi...
...rumah ini telah Guru berikan pada kita.
Akta rumah ini milik kita bersama.
Lalu?
Aku akan datang untuk makan...
...saat aku lapar.
Aku akan datang untuk tinggal saat aku tak punya tempat tinggal.
Siapa dia?
Hui Kang, Pai Chia.
Mantan istrimu?
Ya, aku mantan istrinya.
Apa yang dia inginkan?
Kembali tinggal di sini.
Tinggal di sini?
Ini rumah kita.
Kau tak boleh datang...
...dan pergi sesuka hatimu.
Kau yang lebih tahu.
Tolong jelaskan padanya...
...tentang hakku di rumah ini.
Kau tidak perlu menyambutku.
Aku tidak akan mengganggumu.
Aku akan datang dan pergi sendiri. Selamat malam.
Maaf.
Aku tahu aku bernasib buruk.
Saat aku datang...
...istrimu juga kembali.
Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Rumah ini Ayah berikan untuk kami.
Dalam akta rumah ini juga terdapat namanya.
Bagaimana jika dia bersikeras...
...untuk menjual bagiannya?
Lalu bagaimana sekarang?
Aku punya ide.
Mari kita coba besok.
Segalanya bisa berubah, dan aku bisa berubah.
Sebelumnya aku yang mencuci piring dan peralatan masak.
Sekarang wanita lain yang akan melakukannya.
Untuk membuktikan aku tidak semalang itu...
...aku takkan membiarkan dia merebut priaku.
Kenapa kau bersedih?
Ny. Hsia.
Aku sudah menceraikan Hsin.
Maaf.
Ceritanya panjang.
Setiap wanita...
...ingin hidup dengan tenang.
Jadi aku menghargai perasaanku pada Hsin.
Aku kembali menjalani apa yang harus kujalani.
Aku tidak layak bagi Hsin.
Aku akan mengembalikan dia padamu.
Aku harus meninggalkan tempat menyedihkan ini...
...dan hidup mengembara.
Aku mungkin menghilang setelah sampai di Kerajaan Surga.
Apa kau bisa menerima kekurangan Hsin?
Aku lebih banyak kekurangan.
No comments yet. Be the first to leave one.