The first 200 lines.
Kak Sita!
Kak! Kak Sita!
Tolong!
Sita!
Cepat evakuasi!
Pilihannya anakmu atau kau
yang ikut denganku!
Dru!
Sut.
Sayang.
Dru.
Selamat ulang tahun, Drupadi.
Hore!
Selamat ulang tahun, Nak.
Oh.
Dru tahu? Ini kompas kesayangan Ibu.
Ibu ingin Dru simpan.
Dru.
Ibu mohon,
Dru jaga diri baik-baik, ya.
Ibu titip Bapak juga.
Tolong jaga Bapak, ya.
Ini surat buat Bapak.
Titip, ya.
Kenapa?
Kenapa Ibu menangis?
Tidak.
Ibu terharu Dru sudah besar.
Tujuan sesuai aplikasi ya, Bu?
Ya, Pak. Posko Gunung Sarangan.
Anakmu atau kau yang ikut denganku!
Selamat ulang tahun!
Yah, sini, buka. Ibu di mana?
Ibu menitipkan ini untuk Bapak.
Kenapa Ibu tidak bilang sama Bapak?
SELAMAT ULANG TAHUN
Kenapa kau tidak bilang sama Bapak waktu Ibu pergi?
Aku tidak tahu, Pak!
Kenapa kau tidak membangunkan Bapak?
Aku tidak tahu!
Kau tidak mengerti!
Pak?
Gunung Sarangan kembali menjadi perhatian publik
karena hilangnya seorang pendaki perempuan bernama Sita Werdibuana.
Dia naik ke puncak yang sudah ditutup sejak 2008.
Saksi mata mengatakan,
Sita terakhir terlihat berada di air terjun Citapa
sebelum terjadi longsor.
Analisis supernatural yang menghubungkan peristiwa ini dengan sosok Ki Tapa
ditepis Samsul Hadi selaku korlapsar
yang menghentikan pencarian setelah tujuh hari
dan Sita Werdibuana dinyatakan hilang.
Kenapa pencarian dihentikan?
Kenapa pencarian dihentikan?
Pencarian sudah berjalan satu minggu
dan kami tidak menemukan jejak apa pun di sana.
Kau mau membuat anakku jadi piatu? Begitu?
Bukan begitu, Pak. Caranya bukan begitu.
Lanjutkan pencarian!
Tidak bisa seperti itu, Pak Tito.
Satu minggu sudah kita melakukan penyisiran di semua titik!
Dengar, ya! Kau tidak pernah naik ke atas!
Kau tenang saja, ya. Tidak usah khawatir.
Kau tahu? Ibumu itu hebat sekali.
Dulu ibumu yang menolong Om Gancar waktu pernah hilang di gunung ini.
Makanya Om Gancar yakin kalau ibumu pasti ditemukan.
Kalau Ibu tetap tidak ditemukan bagaimana, Om?
Hei.
Kau tidak boleh berpikir begitu, Dik.
Kau sama Om Gancar tunggu di sini, ya.
Ini semua salah Dru, Om!
Kau sudah ke titik itu belum, Kang?
Kau tidak mencari di titik koordinat yang aku kasih!
Kau belum pernah ke sana, 'kan?
Kang, begini. Kami sudah melewatiβ¦
Hei, kau menyembunyikan apa?
- Kau menyembunyikan apa? - Menyembunyikan apa? Tidak ada.
Kau cari istriku!
Bapak!
- Dru! - Lepaskan! Ini istriku!
Bapak!
- Bapak! - Dru, sudah.
- To, ada Dru! - Ada Dru! Dru!
- Ada Dru, anakmu! - To!
Sudah.
- Sudah, Pak! - Minggir! Mundur semuanya!
Sudah, Pak.
Sita.
Sita!
Ambil aku saja! Ambil aku saja, Bedebah!
Ambil aku saja.
Ambil
Ibu?
Terus!
Oke, terus! Ayo!
Sedikit lagi!
- Ayo! - Sudah!
Ya, oke. Oke, terus.
Tiga, dua, satu. Berhenti!
Kalian hebat!
Ya!
Hei, Bang.
Cok, foto aku dulu! Mumpung sedang berkeringat. Cepat.
- Hebat. - Hebat.
Hei, Bung.
Di sini saja.
Gila. Pelatihnya hari ini menyiksa.
Kuat lah, kita. Biar sehat.
Kau mengeluh terus, Jamal.
Enak dia, tidak latihan dua minggu.
Ya, dua minggu, tapi umrah.
Terasa, 'kan?
Sudah bikin kontennya?
Sudah! Lelah!
- Hei, besok jadi, 'kan? - Jadi lah.
Kalian semua setuju, 'kan?
- Ya. - Oke. Bagus kalau begitu.
Cok, besok jangan lupa jemput. Jangan terlambat.
Kau serius ulang tahun mau ke gunung?
Air terjun Citapa, ya.
Makan-makannya nanti. Aku traktir pas kita pulang.
Oke?
- Mantap. - Terima kasih, Bu, makanan gratisnya.
- Makan saja kau! - Santunan jatuhnya.
Terima kasih.
- Sampai bertemu besok, ya. - Besok aku jemput pukul 05.00, ya.
Dah.
- Nanti aku kabari kalau aku sampai, ya. - Oke.
Dah.
Bagaimana latihannya?
Melelahkan.
Sebentar lagi kita makan, ya.
- Dru masuk duluan ya, Pak. - Ya.
Pak.
Besok Dru mau lari lintas gunung dengan teman-teman.
Keluar kota dan bakal sehari penuh.
Teman-teman apa "teman-teman"?
Yah, teman-teman.
Maya, Raka, Jamal, Ucok, Nurul.
Mau keluar kota?
Ke mana?
Paling sekitar Bogor, Pak.
Bogor 'kan luas.
Sebelah mananya?
Sentul atau Hambalang.
Sentul atau Hambalang?
Ya, pokoknya pulang dan pergi.
Malam sudah di rumah.
Nak, sebentar.
Senang-senang itu boleh, Nak,
tapi ingat ya,
kau harus bertanggung jawab.
Terima kasih ya, Pak.
Ya.
- Sudah makannya, Pak? - Sudah.
- Sekalian. - Terima kasih, ya.
Kompasβ¦
Dru sudah membuatkan album di cloud untuk Ibu,
jadi, memori ponselnya tidak penuh lagi.
Pintar sekali anak Ibu.
Terima kasih, ya. Siapa yang mengajarkan?
Bapak.
Ini kapan, Bu?
Oh, ini di Puncak Gede Pangrango.
Ini waktu bapakmu melamar Ibu.
Bapakmu diam-diam mengajak teman-temannya
untuk bisa kasih kejutan romantis di puncak ini.
Lucu, ya?
Gunung itu seram ya, Bu?
Tidak. Gunung itu tidak seram, Sayang.
Nanti kita sama-sama naik gunung.
Bapak, Dru, sama Ibu.
Nanti Dru boleh pilih gunung mana saja yang ingin Dru daki.
Tapi jangan Gunung Sarangan, ya?
Ibu.
Kejutaβ¦
Kejutan, Om. Ehβ¦
- Pagi, Om. - Drunya ada, Om?
Ada. Mau latihanβ¦
- Buat permintaan, Dru. - Buat permintaan duluβ¦
Buat permintaanβ¦
Hore!
Selamat ulang tahun ya, Nak.
Terima kasih ya, Pak.
- Sekalian pamit, Pak. - Oh, ya.
Yuk, Teman-Teman. Cepat pergi, cepat juga pulangnya.
- Om, sekalian pamit. - Ya.
- Hati-hati di jalan. - Maaf, pagi-pagi, Om.
- Mari, Om. - Yuk!
Mari.
Halo, Car.
Aku perlu bantuanmu.
Itu mereka? Hei!
Tunggu.
- Katakan halo kepada dunia! - Halo.
- Selamat ulang tahun. - Terima kasih.
Tunggu!
- Ayo! - Hei, ayo!
- Ke mana? - Sini!
Ikut! Dru, pegang ini.
No comments yet. Be the first to leave one.