The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
The Circle kembali dan kali ini, lebih strategis dari sebelumnya.
Ini permainan pemungkas di media sosial.
Mengingat hadiahnya 100,000 dolar, cara bermainmu penting.
Jangan sampai diblokir dan digantikan peserta baru.
Bersiaplah karena ini The Circle .
Ayo kita mulai.
Untuk bertahan, peserta harus menjadi populer.
Mereka bisa bergaul apa adanya
atau mengecoh dengan profil palsu.
Bohong bukan berarti curang.
Mari temui peserta pertama yang berharap menang.
Sayang, aku pulang!
Astaga, manis sekali. Astaga!
Wah. Ya ampun.
Hai.
Namaku Savannah. Usiaku 24 tahun dari Los Angeles, California.
Aku analis data di Kongres AS.
Pekerjaanku agak membosankan, tapi kepribadianku bertolak belakang.
Aku asyik, supel, suka keglamoran.
Aku bergabung ke The Circle sebagai diriku sendiri.
Pengguna The Circle akan melihat sisi kutu bukuku.
Gadis berkacamata di rumah,
bermain gim di komputer. Tipikal itu.
Kurasa berteman dan membangun aliansi
sangat penting bagiku,
tapi aku bisa saja melabrak orang berengsek
dengan cara lembut, tentunya.
Apakah aku mencari cinta? Aku jomlo dan mencari pacar.
Jadi, silakan tafsirkan sendiri.
Aku membahas cinta, padahal kita baru kenal.
Ini permainan. Segala keputusanku akan taktis dan strategis.
Bersiaplah untuk pengalaman seru.
Aku yang harus bersiap. Kenapa aku malah mewanti-wanti kalian?
SELAMAT DATANG
Baik, saatnya mengatur profilku. Baik.
PILIH FOTO PROFILMU
Circle, buka album pribadiku.
Aku antusias sekali. Buka album swafoto.
Lihat yang mana dulu, ya?
Circle, bisa buka fotoku saat aku duduk di kafe?
Aku suka betapa naturalnya foto ini.
Tidak terlalu heboh dan glamor.
Seperti inilah aku biasanya saat pagi hari.
Baiklah, Circle, atur foto ini sebagai foto profilku.
USIA - PEKERJAAN KOTA ASAL
Baiklah. Apa pun informasi yang kuberikan
bisa saja merugikanku, sedangkan aku ingin menang.
Jadi, jangan buru-buru mengungkap banyak hal.
TENTANG AKU
"Blasteran Meksiko-Filipina yang selalu berusaha maksimal.
Besar di California dan sayang keluarga.
Merasa sebagai ratu Sudoku yang suka menari dengan lagu R&B 2000-an."
Astaga. Ini gila. Apa yang kulakukan ini?
Mari temui tetangga barunya, peserta berikutnya.
Selama permainan, peserta tak bisa berinteraksi langsung,
hanya bisa melalui The Circle.
Ini seperti Barbie. Rumah DreamHouse itu.
Aku bagai Ken versi pasaran
di DreamHouse tanpa Barbie.
Aku merasa memesona. Bisa dimulai?
Hei, aku Jack, mahasiswa astrofisika dan ekonomi berusia 20 tahun.
Aku kutu buku yang tergila-gila beberapa hal.
Di sini, aku mau bermain strategis,
manipulatif, dan sengit.
Aku cemas wajah konyolku membuat peserta berpikir, "Dia main strategi."
Jadi, aku bergabung sebagai temanku, Emily.
Dia mahasiswi sosialita 21 tahun.
Imut, pendek, manis, teman mengobrol yang asyik. Dia pasti disukai.
Kurasa wajahnya mengesankan dia bisa dipercaya.
Yang orang lain tak tahu,
akulah yang memerankan sosok itu.
Mungkin aku serigala berbulu domba terganas.
Harus kuhayati peran mahasiswi sosialita dan mengecoh orang lain.
Aku sudah riset panjang
seperti menonton maraton tayangan untuk cewek, Selling Sunset .
Kalau Emily ada di sini, dia mungkin berceletuk, "#roséseharian."
Dalam hal strategi, persetan dengan caranya.
Moral, enyah saja kau. Aku tak butuh kau.
Aku bersedia berbohong, memanipulasi, curang, mencuri.
Mungkin aku akan sedikit licik. Ini toh hanya permainan.
Aku siap jadi antagonis terjahat di sejarah Circle.
Masa bodoh.
Menurutku, yang imut bisa dipercaya, yang seksi belum tentu bisa.
Citranya harus seimbang.
Circle, buka album Gadis Alam. Kita lihat mana yang bagus.
Circle, tolong buka foto di sebelah kiri.
Fotonya bagus.
Menggenggam segelas rosé.
Circle, atur ini sebagai foto profilku.
Biografi, ya?
Jangan jadi gadis imut yang biasa dan membosankan.
Profilku harus lebih kompleks.
Jadi, "Gadis East Coast yang berkuliah astronomi di Kota Berangin.
Suka menikmati waktu bersama keluarga, mandi air hangat, mabuk bersama teman.
Mau senang-senang dan semoga awet.
Emoji berdoa. Emoji tangis bahagia."
Circle, jadikan ini profilku.
Mari kita beranjak ke peserta berikutnya.
Asal tahu saja, pria ini buruk hingga ke ubun-ubun.
Berkati air ini.
Beri energi baik ke tubuh. Menutrisi jiwa.
Lepaskan semua karma.
Buka pikiran yang tercerahkan, alirkan ke tiap sel.
"Buruk hingga ke ubun-ubun"? Maksudku, hippie kelas satu.
Mari kita tarik napas panjang.
Hai, namaku Bryant. Usiaku 26 tahun. Dari Chico, California.
Aku instruktur olah napas.
Olah napas mengarahkan kita mandiri,
mengubah stres menjadi bahagia, dan cemas menjadi antusias.
Aku pernah jalani banyak kehidupan.
Aku pernah bekerja kantoran,
tapi saking stresnya aku, rambutku rontok parah.
Aku sangat tak bahagia.
Setelah kebangkitan spiritual, kini hadirlah Bryant versi 2,0.
Di permainan ini, aku si aneh. Eksentrik.
Mungkin ini kehidupan terakhirku, jadi kukerahkan semua.
Kubawa lingkaran emas cinta. Dilarang ada hal negatif.
Bersama mengembuskan napas.
Rencanaku untuk The Circle,
berbaik hati, sebarkan banyak cinta, bangun aliansi.
Semua itu akan antar aku jadi juara.
Bisikkan "cinta".
Cinta.
Cahayaku mengenali cahayamu. Namaste.
Ini dia. Ya.
Menarik sekali mempresentasikan diri dengan cara ini
dan dinilai dari profil.
Auranya harus positif.
Ekspektasiku tinggi.
Tak sabar jumpa kontestan lain.
Bryant, aku tahu kita bakal cocok karena sefrekuensi.
Mari temui peserta berikutnya.
Wah.
Astaga! Ya ampun!
Maaf. Tunggu. Astaga.
Jangan sampai berantakan.
Halo. Namaku Deleesa. Usiaku 23 tahun, dibalik.
Aku ibu rumah tangga dari Bronx, kota asal hiphop.
Pokoknya, Bronx, New York paling keren. Hai! Apa kabar?
Di media sosial, orang akan menilaiku sombong.
Mereka mungkin menganggapku egois.
Di media sosial, pria punya banyak keuntungan.
Jadi, di The Circle, aku akan memerankan suamiku, Trevor.
Dia tampan, tapi tak dianggap sebagai ancaman.
Dia akan menjadi ayah tunggal yang baik
karena ayah tunggal memikat banyak wanita.
#omseksirendahhati. Om-om yang menarik diajak...
Dia menyambut rayuan wanita dan dia sobat sesama pria.
Itulah rencanaku. Aku pasti bisa.
Jika 100,000 berhasil kumenangkan, kami akan beli rumah untuk anak kami.
Jadi, aku harus menang. Harus menang.
Sayang, kau pasti bisa.
Dengan wajahku dan kepribadianmu, lawanmu pasti keok.
Hadiah pasti jatuh ke tasku.
Louis Vuitton. Tas Louis Vuitton.
Bukan. Pasti jatuh ke tas Chanel.
Tas Chanel yang belum kupunya. Akan kubeli saat aku menang.
Kota asal Trevor. Cantumkan Bronx saja.
Nah, "tentang aku".
"Meninggalkan sobat demi kerabat.
#menjadiayah."
Semua orang suka ayah
yang menyayangi dan mengurus anaknya.
Mereka pasti bakal menyukai Trevor.
Tahu apa yang kusuka? Obrolan Circle.
Benar. Obrolan empat peserta baru kita.
Circle, kau tahu yang selanjutnya.
Astaga.
- Tehku nyaris tumpah. - Bryant, tarik napas panjang.
Circle, Sayang, buka ruang obrolannya. Tak sabar bertemu teman baru.
OBROLAN CIRCLE
Baru terlihat empat orang. Ini gila.
Dua cowok, dua cewek, secara teknis. Aku cewek di sini.
Aku cowok, tapi profilku cewek.
Siapa Bryant? Siapa Emily? Siapa Savannah? Astaga.
Tampaknya Emily memegang gelas anggur.
Kita bakal cocok, Emily.
Savannah sepertinya orang yang manis.
Aku tidak mau memulai obrolan. Tidak akan. Sut.
Jadi, Circle, tulis, "Astaga..."
Emily menulis. Baiklah. Emily, mau bilang apa?
"Hei, Teman-teman. Ini gila dan mendebarkan sekali.
Bagaimana perasaan kalian?"
Kirim pesan.
Bagus, aku yang berinisiatif.
"Bagaimana perasaan kalian?" Baik sekali bertanya keadaan kami.
Oke, aku suka itu.
Ini gila.
Circle, tulis,
"Hai, Orang-Orang Baik. Rasanya luar biasa. Senang bisa di sini.
Aku tak sabar mengenal kalian semua.
Emily, Trevor, Savannah, salam kenal." Kirim.
Belum-belum kau sudah jadi penjilat.
Kami sudah mulai menjilat,
"Astaga, kalian semua terbaik."
Circle, buka profil Emily.
Dia mahasiswi astronomi? Astaga.
Menawan. Bintang bisa menjadi petunjuk atas berbagai hal.
Rasanya aku dan dia bakal cocok berteman dalam kenyataan.
No comments yet. Be the first to leave one.