The first 194 lines.
Mengaku kalah atau tidak?
Mengaku kalah atau tidak?
Tidak mau, aku tidak mengaku kalah.
Aku tidak mengaku kalah.
Tarik dia, suruh menghormat padaku.
Guo Jing, cepat pergi, jangan pedulikan aku.
Kalian jangan kemari.
Guo Jing.
Aku menghajar Tolui, bukan urusanmu.
Kalau kau berani menyakiti saudaraku,
kubunuh kau.
(Ke Zhen'e, Tujuh Manusia Aneh dari Jiangnan, Kelelawar Terbang)
Belati ini
milikmu, 'kan?
Margamu Yang?
Margaku Guo.
Nak, siapa nama ibumu?
Ibuku bernama Li Ping.
Bagaimana dengan ayahmu?
Ayahku bernama Guo Xiaotian.
Nak, kami sudah mencarimu sejak enam tahun yang lalu.
Kami ingin menemukanmu,
mengajarimu bela diri agar kau bisa balas dendam.
Apa kau bersedia?
Aku bersedia.
Aku mau belajar keahlian
dan membalaskan dendam ayahku.
Tujuh Guru terhormat,
terimalah hormat dariku.
(aku menjadi murid Tujuh Pendekar Jiangnan.)
(Mungkin karena anak muda tidak gentar menghadapi rintangan.)
(titik lemahaMayat Tembaga, Chen Xuanfeng,)
(Mayat Besi, Mei Chaofeng, matanya buta dan melarikan diri.)
(malah tewas dalam pertempuran yang kacau balau ini.)
Jing, berdirilah.
Guru Kelima tewas demi menyelamatkanku.
Hatiku sangat sedih.
Hidup di dunia persilatan, mati di dunia persilatan.
Ini adalah takdir kita.
Guru Kelima kamu membasmi kejahatan demi kebenaran.
Dia mati dengan terhormat.
Kelak kau harus lebih rajin dalam berlatih bela diri
dan menguasai ilmu bela diri guru-gurumu
agar jiwa Guru Kelima kamu di Langit bisa tenang.
Aku pasti tidak akan mengecewakan
harapan para guru.
(aku belajar bela diri dari keenam guruku.)
(Pukulan, pedang, senjata rahasia atau ilmu meringankan tubuh.)
(Satu demi satu mereka ajarkan semua yang mereka ketahui padaku.)
Jing memang kurang berbakat
dalam ilmu bela diri.
Dari sepuluh jurus yang kita ajarkan kepadanya,
dia paling banyak menguasai satu jurus.
Jing ini
sungguh...
Kak, kalau tidak bisa, kembalikan saja
anak ini pada
pendeta tua itu.
Untuk janji taruhan waktu itu,
kita mengaku kalah saja.
Kalau begitu,
bukankah Kakak Kelima mati sia-sia?
Waktu itu kita sudah berjanji dengan berani.
Jika kini menyerah di tengah jalan,
mana punya harga diri lagi untuk kembali ke Dataran Tengah?
Kita jangan putus asa.
Meskipun Jing agak bodoh,
untungnya dia patuh dan tidak takut menderita.
Kerja keras pasti akan ada balasannya.
Semuanya masih belum pasti.
Benar.
Tujuh Manusia Aneh dari Jiangnan
selalu menepati janji.
Tidak ada alasan untuk mundur.
=The Legend Heroes=
=Ketulusan Mutlak dalam Pertempuran=
=Episode 1=
Kena pukul lagi.
Bagaimana caramu berlatih bela diri?
Kenapa kekuatan telapak tanganmu begitu lemah?
Kakak Kedua, kau terlalu keji padanya.
Gunung Zhongnan mengutus orang mengirim surat.
Lihat apa isinya.
Surat ini mengatakan Qiu Chuji
sudah menemukan
penerus Yang Tiexin
dan menerimanya sebagai murid.
Kali ini dia mengungkit
turnamen Jiaxing dua tahun kemudian.
Kelihatannya, dia sangat percaya diri.
Belasan tahun ini
perkembangan ilmu bela diri
Jing masih kurang pesat.
Turnamen sudah dekat,
Tiba saatnya nanti, takutnya Jing tidak bisa menang.
Bagaimana jika dia terluka?
Bagaimana menjelaskannya pada ibunya?
Cara latihan seperti ini
mau dilatih 100 tahun lagi pun tidak ada gunanya.
Apa katamu?
Perhatikan baik-baik.
Mohon tanya Senior adalah...
Para gurumu
semuanya adalah tokoh tertinggi di dunia bela diri.
Selama sepuluh tahun ini
mereka pasti mengajarimu semua ilmu mereka
dengan cermat.
Namun, kemajuanmu lambat.
Apakah kau tahu
apa alasannya?
Karena aku terlalu bodoh.
Bagaimanapun diajarkan para guru,
aku tetap tidak bisa.
Bukan begitu juga.
Hanya saja
jika yang mengajar tidak menggunakan metode yang benar,
orang yang diajari tidak akan memahaminya.
Tujuh orang gurumu
pernah punya janji pribadi dengan adik seperguruanku,
Qiu Chuji.
Jika aku mengajarkan bela diri padamu secara diam-diam
bukankah itu tidak adil?
Namun,
bisa dibilang kita berjodoh.
Aku akan ajarkan kau sedikit
teknik pernapasan,
berjalan, dan tidur.
Aku punya empat kalimat
yang harus kau ingat dengan baik.
Pikiran dan emosi fokus baru bisa memiliki dasar berlatih.
Saat tubuh rileks dan tenang, energi baru bisa bergerak.
Saat hati mati, roh tetap hidup.
Saat energi Yang meluap, energi Yin akan mereda.
Pikiran dan emosi fokus baru bisa memiliki dasar berlatih.
Saat tubuh rileks dan tenang, energi baru bisa bergerak.
Saat hati mati, roh tetap hidup.
Saat energi Yang meluap, energi Yin akan mereda.
Pikiran Jing seperti tiba-tiba terbuka.
Perkembangannya begitu pesat.
Taruhan kita kali ini ada harapan.
Tidak betul.
Kau juga menyadari sesuatu?
Sulit dikatakan.
Biar aku uji dia.
Murid pengkhianat lancang!
Aku bersalah melukai Guru Kedua,
mohon para guru menghukumku.
Aku kesal padamu
bukan karena kau melukai
guru keduamu.
Melainkan kungfu Neijia di tubuhmu itu,
kau pelajari dari siapa?
Kungfu Neijia?
Apakah sekumpulan
energi panas di dadaku itu?
Betul, ini adalah ilmu tenaga dalam.
Jing.
Siapa yang mengajarimu ini?
Keenam guru,
dua tahun ini
memang ada seorang senior
yang membimbingku
cara bernapas saat tidur.
Namun,
dia tidak mengajariku
satu jurus pun.
Dia juga bilang
ilmu bela diri keenam guru
tidak lebih lemah darinya.
Dia juga tidak mengizinkanku memanggilnya guru.
Apa asal-usul orang itu?
Dia suruh aku bersumpah
tidak boleh menggambarkan penampilan,
jejaknya pada siapa pun juga.
Karena aku sudah berjanji padanya,
jadi tidak boleh ingkar janji.
Betul kata Jing.
Kita hidup di dunia persilatan
paling memperhatikan kesetiaan dan kejujuran.
Kalau begitu, kau pergi saja.
Kakak.
Ikuti.
Ayo. Baik.
Tidak disangka ilmu meringankan tubuh Jing
ternyata begitu hebat.
Pasti orang misterius itu ada di atas.
Kakak.
Bagaimana ini?
Ikuti dan lihat.
Nanti semuanya bertindak sesuai situasi.
Kakak.
Bertemu kenalan.
Ternyata orang di puncak
adalah Mei Chaofeng.
No comments yet. Be the first to leave one.