The first 200 lines.
(Ditulis dan disutradarai oleh Lee Hae-Young)
(Sekolah sanatorium dekat Seoul, 1938)
Dia sudah datang?
Anak baru?
Aku mau lihat.
Apa itu mobilnya?
Itu dia.
Akhirnya,
pemilik baru tempat itu.
Aku tak suka. Kau suka?
Aku Kato Sanae, kepala sekolah.
Kami biasanya tak menerima murid baru saat semester berjalan.
Jadi, ini pengecualian bagi kami.
Selamat datang.
Senang bertemu denganmu, Shizuko.
Kapan kau pergi ke Tokyo?
Beberapa hari lagi.
Suamiku sudah di sana.
Kau sendirian sekarang.
Tapi tenang. Semua orang di sini pun sendirian.
Kau juga akan sehat lagi.
Sedang apa?
Kau tak ikut?
Aku tak mengerti...
Kenapa?
Bisakah aku simpan ini saja?
Disiplin!
Itu aturannya.
Kau tahu apa itu aturan, bukan?
Masih perih.
Dia sangat kejam karena ini hari pertamamu.
Tapi nantinya akan baik-baik saja.
Barang pribadimu harus dimasukkan ke sini.
Ini jurnalmu. Tulis namamu di sampulnya.
Isi tiap hari dan serahkan pagi-pagi.
Dan...
Jangan pernah menangis.
Aku Shizuko.
Namanya Shizuko?
Ibu yakin kalian akan memperlakukannya seperti keluarga.
Mohon bantuan kalian.
Ayo kembali belajar.
Kihira, tunjukkan pada Shizuko apa yang kita lakukan.
Aku Kihira.
Salam kenal.
Hai...
Kau tahu cara merajut?
Ya.
Kita sedang merajut bunga sakura bersama.
Satu bunga kecil,
tapi jika bersama, akan terlihat bagus.
Begitu selesai, kita akan mengirimnya ke Jepang.
Jika nilai kita lebih besar dari sekolah lain,
kesempatan kita untuk pergi ke Tokyo akan meningkat.
Bagus, bukan? Kau pernah ke sana?
Apa?
Ke Tokyo.
Belum.
Aku juga belum.
Katanya kota itu dipenuhi sakura seperti ini.
Oke... siap?
Dua, tiga!
Lima belas.
Enam belas, selesai.
Semua hadir, lengkap,
dan siap tidur, Bu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Matikan lampu.
Aku membawa dia.
Shizuko.
Shizuko?
Kau membuatku kesal.
Apa penyakitmu? Menular?
Jawab aku.
Kau harus bilang agar aku bisa mengategorikanmu.
Mengategorikanku?
Jawab aku dulu.
Apa penyakitmu menular?
Menular atau tidak?
Tidak.
Hei.
Aku tak dengar.
Kau bodoh?
Astaga, kau menderita TBC?
Dia pembawa sial.
Ada apa ini? Kembali tidur.
Kalian semua.
Ada apa denganmu?
Ibu dengar kau batuk darah semalam.
Mungkin kondisimu lebih parah dari yang Ibu kira.
Kau pasti
kesulitan, kasihan.
Minum ini. Ini akan membantumu tenang.
Kami memilih dua murid dengan kondisi fisik unggul
dan akan mengirim mereka ke Tokyo.
Jika orang lemah sepertimu menjadi salah satu dari mereka,
Ibu akan sangat senang sebagai guru.
Kau ingin pergi ke Tokyo, bukan?
Ibu akan meresepkan suntikan untukmu tiap pagi.
Semoga kita akan melihat hasilnya.
Terima kasih.
Kihira...
Maaf.
Sulit dipercaya mereka melakukan itu padamu.
Itu tak adil
hanya karena kau punya nama yang sama.
Apa maksudmu?
Ada satu murid bernama Shizuko sebelumnya.
Dulu dia sahabat Kazue dan Yuka.
Tapi kesehatannya memburuk dan dia pulang.
Tapi itu bukan alasan untuk kejam padamu.
Kau tak salah apa-apa.
Mereka menyedihkan.
Ada masalah?
Apa?
Tidak.
Aku menduga
kau akan kesal soal buku harianmu.
Tempat ini rahasia.
Itu rusak. Tak ada yang berfungsi di sini.
Itu aman denganku.
Apa?
Kau bilang ini rahasia.
Ini pasti milik seseorang.
Kami tak sengaja menemukannya.
Aku sudah lama tak ke sini.
Sekarang, ini rahasia sesungguhnya.
Karena ini melanggar aturan.
Sembunyikan dengan baik.
Siapa namamu?
Nama asli.
Namaku Hong Yeon-deok.
Ju-ran.
Cha Ju-ran.
Itu lebih cocok untukmu.
Aku tertular dari ibuku.
Penyakitku.
Kau tak takut akan tertular?
Tapi ibumu terlihat sehat.
Dia sudah meninggal.
Kurasa ayahku
dan wanita yang dia nikahi
takut akan tertular.
Mereka membuangku di sini dan pergi ke Tokyo.
Pengecut sekali.
Jangan bilang siapa-siapa.
Itu aman denganku.
Kau tak menulis buku harian?
Sudah kubilang itu melanggar aturan sekolah.
Bagus!
3 meter 87.
Shizuko.
Kazue.
Ya.
Bagus sekali!
3 meter 91.
Tugas Ibu adalah menciptakan
wanita yang bugar.
Performa akademik kalian
dan memiliki nilai moral yang baik juga penting.
Tapi sebagai rakyat setia Kekaisaran Jepang,
yang terpenting adalah menjaga kebugaran fisik.
Obat harian kalian akan meningkatkan sistem imun kalian
dan menstabilkan metabolisme.
Itu diresepkan untuk kalian.
Jadi, yakinlah dan ikuti Ibu.
Baiklah,
katakan 'terima kasih untuk makanannya'.
Terima kasih untuk makanannya.
Aku suka obat yang kita minum sebelum makan.
Itu memberiku nafsu makan dan menjernihkan kepalaku.
Aku tidur jauh lebih baik
dan berat badanku juga naik.
Kau tahu anak itu, Shizuko...
Seperti apa dia?
Maksudku...
Dia baik atau kejam?
Apa dia cantik... Katakan apa pun.
Apa rencanamu?
Aku tak bermaksud...
Kau tak bermaksud?
Kau tak bermaksud apa?
Tidak...
Kau tak bermaksud melukai?
Apa-apaan?
Kau kira kau siapa?
Hei, Shizuko.
Kihira...
Bagaimana keadaanmu?
Aku baik-baik saja. Kenapa?
Maaf
sudah membuatmu marah.
Aku? Marah?
Tapi aku tak pernah melakukan itu.
Lihat, itu Kazue.
Dia tahu dia yang akan pergi...
- Apa? - Ke Tokyo.
No comments yet. Be the first to leave one.