The first 200 lines.
Putriku
Tolong selamatkan putriku, Min Seo.
Aku...
Aku mohon kepadamu.
Kenapa kamu begini, Pengacara?
Pengacara, akan kuselamatkan dia.
Tapi aku punya permintaan.
Apa? Profesor Han?
Benar.
Dia mati atau ditahan entah di mana. Salah satunya.
Kami seharusnya bertemu pukul 14.00 hari ini,
tapi dia tidak datang.
Kenapa?
Karena Profesor Han bilang akan membantuku
agar aku bisa keluar dari sini.
Keluar dari sini?
Waktu kunjungan tersisa tiga menit.
Mulai sekarang, dengarkan saja perkataanku.
Aku janji akan menyembuhkan Min Seo.
Sebagai ganti Profesor Han,
tolong bantu aku keluar dari sini.
Aku minta kamu percaya padaku lagi seperti saat di persidangan.
"Pita Mobius"
"Sorotan Tajam"
Min Gyeong, ayo makan ayam.
Reporter Jo, coba kemari sebentar.
Kalau tidak mendesak, ayo kita makan dulu.
Kubilang cepat kemari.
Aku seharian di rumah Lee Gyu Hyeong mencari kenalannya,
lalu langsung ke Polisi Guam, jadi, aku belum makan sama sekali.
Apa? Apa ini? Chaeum?
- Coba katakan sesuatu. - Coba diam sebentar.
- Kenapa? - Firasatku muncul. Muncul lagi.
Aku punya firasat akan ada berita eksklusif.
Cek dulu apa ada aliran dana politik dari Chaeum ke Anggota Dewan Baek.
Aku akan selidiki putra Prof. Chae, dan Pimpinan Chaeum, Chae Jeong Su,
dan akan mengupasnya tuntas.
Beraninya kamu.
Kenapa kamu datang untuk menemui Lee Woo Gyeom?
Lepaskan Woo Gyeom.
Seperti yang kamu tahu dari buku catatannya,
demi pengembangan obat penyembuh,
kita harus segera berhenti menggunakan Woo Gyeom.
Jika kita terus memaksakan penggunaan Woo Gyeom seperti ini,
semua penelitianku dan ayahmu bisa menjadi sia-sia.
Berapa lama lagi?
Maksudku kondisi tubuhnya.
Menurut perhitungan Woo Gyeom,
sepuluh orang. Bukan. Bahkan sepuluh orang terlalu berat.
Aku juga tidak tahu persis,
tapi makin sering darahnya diambil, tubuhnya akan semakin berubah.
Pimpinan Chae!
Kita harus segera menjauhkan Woo Gyeom dari masyarakat.
Kita tidak akan menemukan subjek percobaan sepertinya lagi
dan tidak akan pernah ada lagi yang muncul.
Aku akan bantu memproduksi massal obat yang sangat kamu inginkan.
Bukankah kita bisa menguras darahnya sebelum kondisinya berubah?
Apa? Kalau begitu...
Jangan-jangan kamu mengkhawatirkan Lee Woo Gyeom?
Bukan. Bukan itu.
Seperti dugaanku, ini obsesi pada penelitian seumur hidupmu?
Apa pun itu,
kamu sungguh orang yang hebat, Profesor.
Waktu dan pengabdianmu selama ini di Chaeum
tidak akan kulupakan seumur hidupku.
Tolong sampaikan salamku kepada ayah.
Direktur Ahn.
Karena sudah begini, coba buat skenario yang bagus.
Ini tugasmu yang biasa, jadi, tidak ada masalah, bukan?
Baik, Pimpinan. Akan kuurus tanpa menarik perhatian.
Baik.
Cepat singkirkan ini.
Anda sudah tiba, Sesepuh?
Sesepuh apanya.
Silakan duduk.
Gaji ajudan di Republik Korea sepertinya cukup bagus, ya?
Lumayan dari mana.
Putra sulungku baru masuk SMP, jadi, keuanganku juga sulit.
Kalau begitu, menurutmu hidangan ini tidak terlalu mewah?
Apa Anggota Dewan Baek yang menyiapkannya?
Atau kamu mencoba menjadi raja selagi harimau tidak ada di sarang,
jadi, kamu yang menyiapkannya?
Blak-blakan dan menjunjung keadilan. Kamu tidak berubah sama sekali.
Ini hasil tangkapan liar.
- Silakan dinikmati sambil minum. - Sudahi basa-basinya.
Langsung saja ke intinya.
Baiklah.
Jaksa, kenapa kamu terus terobsesi dengan kasus Lee Woo Gyeom?
Justru kamu, Sekretaris Senior Pyo.
Kenapa kamu terus terobsesi dengan kasusku?
Bukan. Sidangnya sudah selesai, jadi, itu bukan lagi kasusmu, 'kan?
Berhenti bermain kata.
Mari kita bicara terus terang.
Waktu kamu datang ke kantorku tempo hari,
kenapa kamu bocorkan info Prof. Han bereksperimen pada Lee Woo Gyeom?
Saat Lee Woo Gyeom dalam keadaan koma,
kamu tahu Prof. Han memakainya sebagai subjek uji coba?
Dari mana informasi itu?
Asalnya tidak penting. Yang penting sebelum kamu mengetahuinya,
seseorang sudah membereskan masalah terkait Lee Woo Gyeom.
Ini bukan apa-apa.
Aku melakukannya demi menyambung hidup.
Sarang harimau lebih baik daripada sarang rubah, bukan?
Jadi, maksudmu
untuk menyingkirkan Anggota Dewan Baek,
kamu akan memanfaatkanku?
Apa maksudmu memanfaatkan?
Aku sudah jelas-jelas menyuruhmu untuk tidak menggali terlalu dalam.
- Kamulah yang tidak berhenti. - Anggota Dewan Baek...
Seberapa jauh dia terlibat dalam kasus malapraktik Prof. Han?
Sebelum itu,
bukankah janjimu menjamin keselamatanku yang utama?
Ya, baiklah.
Aku akan mendengarkan
bagaimana kamu akan memanfaatkanku.
Begini, ceritanya panjang sekali.
Kamu sejak awal sudah salah arah.
Apa maksudmu?
Karena permulaan semua kasus ini bukanlah Lee Woo Gyeom.
Apa?
Profesor Chae Jeong Hun, ayah dari Pimpinan Chae Jeong Su.
Kita harus menelusurinya kembali mulai dari Profesor Chae Jeong Hun.
Senang bertemu denganmu.
Pimpinan Chae Jeong Su.
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Aku ingin mengucapkan terima kasih. Berkat bantuan darimu, Pimpinan,
aku juga bisa merawat para pasien
di lingkungan yang bagus ini.
Lingkungan yang bagus?
Pak Lee Woo Gyeom, kamu orang yang sangat menarik.
Kamu diawasi selama 24 jam lagi.
Kamu kembali menjadi subjek percobaan.
Apa kamu sungguh tidak apa-apa?
Kamu keterlaluan.
Menyebut orang yang masih hidup sebagai subjek percobaan.
Belum lama ini, kamu mengambil catatanku
dari Profesor Han, bukan?
Tapi jangan-jangan kamu membuang waktu membacanya?
Kamu pikir bisa mencapai sesuatu
yang tidak bisa dilakukan tenaga medis profesional di seluruh dunia?
Kamu terlalu tinggi menilai dirimu.
Pimpinan.
Tanpaku, kamu tidak akan bisa produksi massal obatnya.
Aku sudah melihat catatannya, jadi, aku tahu semuanya.
Karena itulah kami membawamu ke Chaeum...
Baiklah, kalau begitu, ada pertanyaan.
Aku punya darahku sendiri, 'kan?
Bisakah darahku selamanya dijadikan obat penyakit tidak terobati?
Apa maksudmu?
Saat darahku diambil untuk pasien, darah baru akan terbentuk.
Pada darahku yang baru terbentuk, ada komponen obatnya atau tidak?
Coba jawab.
Kalau tidak sekarang, aku tidak bisa menjawab.
Tentu saja ada.
Makanya kamu bisa sembuhkan pasien, 'kan?
Kalau begitu, pertanyaan yang lebih menarik.
Berapa persen kandungan obat dalam darahku saat ini?
Lalu, aku akan terus mengambil darah dari tubuhku selamanya.
Setiap kali diambil, apa komponen obatnya akan berkurang?
Atau akan tetap berada pada level yang sesuai? Atau
akan hilang selamanya?
Pimpinan Chae.
Apa aku masih subjek eksperimen bagimu?
Akulah yang sedang melakukan eksperimen.
Semua orang yang menginginkanku, termasuk kamu,
semuanya hanya subjek eksperimen untuk penelitianku. 17 orang itu.
Subjek-subjek eksperimenku yang gagal menjalankan perannya.
Kamu ingat bagaimana mereka mati, 'kan?
Karena itu, Pimpinan.
Kita harus akur.
Jika aku gagal dalam pengobatan di depan semua orang,
kamu tahu apa yang akan terjadi
pada Chaeum, bukan?
Saya melapor dari depan RS Hana, tempat Lee Woo Gyeom akan menjalani
rawat jalan pertamanya untuk pengobatan ketiga.
Pasien kali ini, Jeon Seung Hun, menderita Crohn dan hemofilia
secara bersamaan dan diketahui sebagai kasus yang sangat langka.
Oleh karena itu, tempat ini dipenuhi oleh banyak sekali awak media
hingga menciptakan lautan manusia.
- Ibu. - Kini, warga yang memercayainya
dan berharap kesembuhan pasien mulai berdatangan.
Di tengah momen yang penuh ketegangan dan harapan ini,
perhatian semua orang hanya tertuju pada satu hal.
Lee Woo Gyeom dan kemungkinan keajaiban yang akan ditunjukkannya.
Harga saham Chaeum Medical terus meroket setiap hari,
menarik perhatian pasar.
Di tengah lonjakan saham diiringi harapan dan kekhawatiran ini,
darah Lee Woo Gyeom jadi sorotan, bisa menjadi terobosan medis baru.
"HBN Today"
"Lee Woo Gyeom obati pasien ketiga, Jeon Seung Hun"
"Baek Sang Hwa ajukan RUU Lee Woo Gyeom"
"Kepala Tim Lee Hye In"
"Lee Woo Gyeom obati pasien ketiga, Jeon Seung Hun"
"Baek Sang Hwa ajukan RUU Lee Woo Gyeom"
"Harga Saham Chaeum Medical Terus Naik"
Jaksa, semua sudah siap. Mari kita berangkat.
Itu Lee Woo Gyeom!
"Kementerian Kehakiman"
- Itu Lee Woo Gyeom! - Lee Woo Gyeom!
- Tolong beri kami komentar. - Lee Woo Gyeom!
No comments yet. Be the first to leave one.