The first 200 lines.
- Pria itu sudah merespons? - Dia baru saja menelepon.
- Katanya diambil besok. Semua beres. - Oke.
Mulai urus sepeda Belanda itu. Bannya kempis.
- Depan atau belakang? - Kau akan tahu.
Oke. Omong-omong, aku memesan kantong udara baru itu.
Oke. Bagus.
Sial. Aku harus pergi. Sampai jumpa.
Eddi, berhenti! Turun! Eddi, kemari!
Luna!
Luna, apa... Kemarilah. Hei.
Luna, kemari. Sedang apa kau?
Maaf. Dia nakal sekali hari ini.
Jika hamil, ia bayar tunjangan anak.
Eddi boleh bertemu anaknya akhir pekan.
Tiap dua pekan.
Baik.
Maaf. Entah ia belajar dari mana.
Anjing memang begitu. Seperti menggaruk telinga mereka dengan kaki belakang.
Kadang aku juga begitu.
Aku harus pergi.
Kalau kau butuh fotomu dan Eddi yang bagus...
Aku fotografer. Mampirlah.
- Baik. - Baik.
Jika kau butuh sepeda yang bagus, aku punya toko sepeda di Skalitzer.
Baik.
Halo?
Ini Jan. Aku mau memesan sesi pemotretan untukku dan anjingku, Eddi.
Kapan kau luang?
Besok. Aku luang besok.
Besok bisa.
Oke.
- Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa besok.
BLAME THE GAME
- Siapa itu? - Tak penting.
KARO - PANGGILAN TAK TERJAWAB
- Hei. - Hei.
Aku ingin menyajikan sarapan romantis untukmu di tempat tidur.
- Tapi? - Sepertinya merepotkan.
Apa?
Yang utama niatnya, 'kan?
Tidak! Terkadang yang utama sarapan romantis di tempat tidur.
Baiklah.
Oke, wow.
Hei! Selamat pagi, Kalian Berdua.
Kalian akan diberi makan sebentar lagi.
Mau memasak sesuatu malam ini?
Aku mau, tapi aku akan bertemu teman-temanku.
Kau tak bisa mengubah jadwalnya?
Sulit. Malam permainan itu penting.
Malam permainan?
Mungkin terdengar agak konyol, tapi ini tradisi kami.
Oke. Apa kalian bermain dengan taruhan uang?
Seperti blackjack, poker, poker telanjang...
Tidak, lebih seperti Monopoli dan Uno.
Oke.
Begini saja. Datanglah.
Mereka akan tahu alasan mereka lama tak melihatku.
Atau kita bisa tetap di tempat tidur selama 100 tahun lagi.
Tak bisa batal.
- Mereka seperti keluargaku. - Keluarga?
Sekarang aku ingin datang.
Hore! Keluarga!
- Ayolah, pasti seru. - Sungguh?
Wow. Teman baikku akan datang ke malam permainan.
- Kau cepat sekali menua. - Ya, ini agak aneh.
Tapi aku bisa melempar dadu dan bermain dengan bidak. Santai.
Ya... Entahlah. Di mana tempatnya?
Grunewald.
- Apa? - Di Grunewald.
- Di Grunewald? - Ya.
Sobat, tak ada orang yang santai di sana.
Mereka sudah memenangkan Monopoli kehidupan.
- Tentu, bagus untuk mereka. - Benar. Tapi tak bagus untukmu.
Sobat, kau duduk di sana, terkepung.
"Apa dia pilihan tepat untuk Pia?
Tak pernah kuliah? Apa?
Astaga! Dia dan sahabatnya tumbuh di blok apartemen besar itu!"
Baik. "Langsung ke Penjara. Jangan melewati Mulai."
Itu omong kosong.
Tidak. Itulah yang akan terjadi. Sumpah.
Ini malam permainan. Masalah apa yang bisa timbul?
Di malam permainan di Grunewald, semuanya bisa bermasalah.
Baca aturannya atau kau akan mempermalukan dirimu.
- Apa yang kau lakukan? - Menguji kantong udaranya.
Bagaimana hasilnya?
Seharusnya mengembang!
Sahabatnya akan datang?
Ini di rumahnya. Namanya Karo.
Oke. Kalau begitu, kau harus membuat Karo memihakmu.
Bawa hadiah untuknya. Puji dia. Rambutnya, dekorasi, rumahnya indah...
Orang suka mendengarnya.
- Mungkin kubatalkan saja. - Apa?
Pia bisa kutemui besok. Sudahlah.
Jan. "Dia yang tak bermain sudah kalah."
Kurasa Lukas Podolski.
- Pia menyuruhku bawa permainan. - Bagus.
Aku punya satu. Permainan terbaik di dunia.
Akan kubawakan nanti. Dan kau...
Bersiaplah bertarung. Gayamu tak cocok untuk Grunewald.
- Gayaku seperti apa? - Marzahn.
Hari ini, kupersembahkan sesuatu yang istimewa,
yaitu permainan papan klasik. Monopoli.
Kita ingat itu dari masa kecil kita.
Perdebatan keluarga terheboh dimulai dengan Monopoli.
Jika kalian tak tahu, aku membuat video singkat ini...
Halo, temanku. Eddi! Hai! Lihat.
Ini permainannya. Dan ini hadiah untuk Karo.
- Kantong udara? Bukankah itu mahal? - Ya. Gaya Grunewald.
Bukan yang rusak, 'kan?
Hei, kau pikir aku sebodoh apa?
Eddi, ya, kemarilah! Hei, Kawan.
Siapa Paling Mungkin. Sudah kubawa ke beberapa festival. Selalu seru.
Cara bagus untuk mengenal orang.
Cara mainnya?
Oke. Ada pertanyaan, dan kau harus menebak siapa di grup
yang paling mungkin melakukan sesuatu. Misalnya ini.
- "Yang paling mungkin pipis di jembatan?" - Kau.
Apa? Tidak, sudah jelas kau.
Oke, lalu?
Tak bisa hanya dua orang. Butuh banyak orang.
Wow. Permainan yang seru.
- Ya? - Hebat.
- Sudah kuduga kau suka. - Makasih.
Ya, Eddikins!
- Hai. - Hei.
Hei.
Siap?
Ya.
- Oke. - Ya.
- Mana Luna? - Ada pengasuh anjing.
Dia putrinya tetangga.
Oke. Baik.
Ini piala kami.
Aku juara bertahan, andai kau penasaran.
Oke. Wow. Kalian menganggap permainan ini serius, ya?
Tentu saja.
Kau membawa apa?
Ini? Bukan apa-apa.
Supaya keluargamu agak terkesan.
Oke. Siapa saja yang akan datang? Sahabatmu...
Karo. Kami sudah saling kenal sejak TK. Lihat, ini Karo.
Karo kuliah desain
dan mengelola bisnis pengapalan furnitur yang sukses.
Ini kami di Kreta. Kami ke sana setahun sekali.
- Wow. - Karo menikah dengan Oliver.
Dia guru di sekolah kejuruan. Dan itu bayi Emma.
- Manis. - Benar.
Jika terus digulirkan, kau akan melihat Sheila.
Sheilla apoteker. Aku juga mengenalnya sejak TK.
Status hubungan? Rumit.
- Dia? - Ya.
Oke, sudah semuanya?
Sudah. Tunggu, belum. Kurt. Kurt akan hadir.
Pria ini?
Bukan. Aku tak punya foto Kurt.
Kurt itu saudaranya Karo.
Dia sudah lama kuliah. Dan dia tinggal bersama mereka.
Seharusnya cuma dua minggu. Tapi dua minggu menjadi enam bulan.
Kurt agak...
Agak apa?
Agak apa?
Lihat nanti.
Kita sudah sampai.
Wow. Mereka benar-benar memenangkan Monopoli kehidupan.
Apa?
Bukan apa-apa.
Boleh kuambil?
Ya.
Malam!
Halo, Pak Fieper.
Malam permainan?
- Bingo. - Kalian bermain Bingo?
Bukan. Maksud saya... Lupakan saja.
Tolong beri tahu keluarga Hoffmann bahwa babi hutan berkeliaran di sini lagi.
Mereka merusak separuh halaman saya.
Hei!
Malam, Pak Fieper.
Fieper mengganggu kalian? Dasar orang aneh.
Halo.
Ini dia! Karo, Jan. Jan, Karo.
- Hai. - Selamat datang.
Terima kasih.
Mari masuk.
Rumah yang indah. Sungguh.
Hampir sebesar flatku. Maksudku lobi ini.
Aku berusaha semampuku.
- Kau menata rambutmu? Cantik. - Benar, 'kan? Terima kasih.
- Boleh kuambil? - Tentu, ini untukmu.
Terima kasih. Apa ini?
- Jaketmu. - Baik.
Ini tipe kantong udara baru. Kau bisa memakainya saat naik sepeda.
Memakai bagaimana? Di mana?
- Jan punya toko sepeda. - Kau sudah cerita. Lucu.
Tunggu. Boleh kubuka?
Wow.
Boleh?
Silakan.
Wow.
Oke.
Bagaimana caraku membukanya?
No comments yet. Be the first to leave one.