Release info

Headless Hero 2002 THAI WEB-DL LIONSGATE
A Commentary by tedi
Murni Retail Lionsgate Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-08-29
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei, apa itu?

Phuak, Meak, Koh, ayo!

Kita mulai gali sekarang!

Aku akan membuat ramuan cinta dengan mayat wanita hamil.

Hei Muek, ada apa denganmu?

Memegang Buddha besar seperti itu, apakah bisa kerja?

Letakkan dulu!

Aduh Master, ada banyak hantu di kuburan bagian selatan desa.

Kau punya Buddha besar, apakah masih takut?

Lihatlah lehernya.

Dia juga punya 12 titik kecil.

Hanya 6, bodoh!

Memangnya kau punya penglihatan ganda?

Apa?

Biarkan saja, Koh.

Apakah ada yang mengetuk pintu belakangmu?

Pergi! Pergi! Cepat pergi!

Kau mengeluarkan bau gas bodoh itu lagi...

Menjijikkan. Pergi!

Biar Koh yang lanjut menggali dulu.

Aku mau buang air besar, Master.

Oke.

Kau ingin buang air besar?

Apakah kita berdua boleh pulang dulu?

Kalian berdua orang yang bisa menggali.

- Kalian mau pergi ke mana? - Apa?

Buddha, datanglah dan tolong lindungi aku.

Apa itu?

Aku tidak tahan lagi.

Tolong aku.

Wah! Master!

Master, kita menemukannya!

Ada apa dengan kalian?

Sial.

Untuk apa kau teriak?

Master!

Phuak, ini aku.

Ada apa denganmu?

Hei, Muek, pergi!

Angkat dia.

Pergi! Mengapa aku?

Ini tidak adil.

Aku yang harus melakukan semuanya.

Budhang, Dhummung, Sangkang, Artharanang.

Saddhu, Saddhu, Saddhu.

Buddha, tolong lindungi aku.

Di mana dia?

Lihatlah nanti. Aku akan membuat setengah botol ramuan cinta.

Master, aku akan membantumu meskipun aku sangat takut.

Oh, menetes.

Jangan! Mundurlah!

Akan kulakukan sendiri.

Bagus sekali.

Master, Master!

Lihat, Master!

Ada apa?

Ada tangan dari dalam kuburan itu.

- Mengapa ini terjadi? - Aku bersumpah.

Sial! Aku melakukan kesalahan, aku melihat bab yang salah.

Aku membaca mantra untuk membangkitkan orang mati.

Mengapa mereka bisa ada di sini?

Akan kuselesaikan sendiri.

Lihatlah kekuatanku.

Hei, mereka masih berdiri.

- Mereka sama sekali tidak takut. - Aku belum membacakan mantra untuk mereka.

Untuk apa kau buang itu?

Master, bacalah mantranya.

Cepat!

Master, lihat!

Banyak sekali dari mereka yang datang.

Berhenti!

Apa ini?

Aku sendirian.

Tolong aku, Master!

Tolonglah dia! Cepat!

- Aku? - Ya.

Bukankah kau seorang petinju?

Mengapa kau takut dengan hantu?

Itu hantu, bukan manusia. Sial!

Master, cepat! Master!

- Jangan menggoyangku! - Cepatlah!

Cepat nyalakan korek api! Aku tidak bisa baca.

- Di mana batang korek apinya? - Di sini.

- Masukkan tanganmu ke sini. - Di mana?

Jangan goyang!

Sekarang sudah lebih baik.

Lebih dekat lagi.

Apakah sudah cukup dekat?

Letakkan ramuan cintanya agar tidak tumpah.

Mundur!

- Master, bagaimana? - Ayo berdiri, cepat!

Para hantu sedang menuju ke sini! Banyak sekali, cepat!

Muak! Muak!

Apa? Master?

Cepat! Bantu aku keluarkan belutnya.

Di mana letaknya?

Di sini! Dia terkait di sini!

- Master, bertahanlah. - Cepat, zakarku sudah hampir digigit olehnya.

Cepat! Muak!

- Cepat! - Master!

Master! Bergeraklah sedikit!

Pelan sedikit.

Hentikan! Sudah cukup.

Aku rasa dia sudah mati.

Bertahanlah master. Santai saja!

Jangan takut. Hanya belut kecil. Sudah kutangkap.

Dia sudah keluar. Yang kecil.

Apanya yang belut?

Itu ular!

Master, para hantu datang!

Aduh, ularnya menggigitku.

Dia menggigit bokongku.

- Apa yang harus kita lakukan sekarang? - Sakit.

Tolonglah aku!

Master, tolong hisap racun dari bokongku.

Menghisap bokongmu?

Cepatlah, Master.

Baiklah, cepat menbungkuk.

Master!

Banyak sekali masalahmu. Bukankah orang mati sudah mendekat?

Master, cepat!

Jangan tarik terlalu banyak.

Aku malu.

Bertahanlah!

Aku tidak akan mati semudah itu.

Bokongmu kelihatan lebih hijau dari biasanya.

Tolong jangan berkomentar tentang bokongku.

- Cepat! - Kau mau aku melihat bokongmu?

Aku pernah membantumu sebelumnya.

Bertahanlah.

Mengapa lama sekali? Aku malu.

Bungkuklah. Ayo! Bungkuklah.

Jangan berteriak. Sini. Telanlah.

Oh! Bokongmu sangat menjijikkan dan bau amis.

Aku rasa sudah cukup.

Itu bokong, bukan gusi bengkak. Jangan dipukul seperti itu.

Terima kasih!

Aduh! Phuak! Bawakan ramuan cinta untukku.

Master!

Master! Tolong aku.

Hentikan! Master!

Biar aku yang melakukannya!

Phuak, cepat!

Bagaimana?

- Kalian jangan berani ke sini! - Apa kau gila?

- Master! - Apa yang kau lakukan?

Apakah ini bisa memakuti mereka?

Master!

Hei! Ayo!

Ayo!

Cepat! Cepat!

Apa yang kalian lakukan di sini tengah malam?

Hantunya...

Oh.

Ayah.

Mengapa kau setengah telanjang?

Dan apa yang terjadi dengan mulutmu?

Mulutku sakit, Ayah.

Mulutnya bengkak karena dia menghisap racun dari bokongku.

Racun ularnya membuat mulutku bengkak.

- Apa kau yakin? - Jangan sampai terulang lagi.

Mengerti?

Baik, Pak.

Apakah itu benar?

Sekarang sudah tidak apa-apa

Lihat saja.

Woi? Ini 5 Baht.

Hei!

Tante! Woi!

Ada apa?

Untuk apa kau ambil?

Ini untuk dijual, bodoh, tidak gratis!

- Gong! Gong! - Untuk apa kau menggonggong?

Kau terlihat dan menggonggong seperti anjing.

Apa yang sedang kau cari?

Halo.

Apa kau tahu apa yang akan kau lakukan besok?

Iya.

- Oke. - Lakukan sesuai langkahnya.

Bisa, kan?

Iya, Pak.

Kalau tidak bisa, besok aku akan datang lagi.

Oke.

Ayo jalan.

Dan jangan lupa!

Bantu ayahku menagih utang.

Kalian punya target yang harus dipenuhi.

Jangan sampai kurang.

Hei! Mengapa dia lambat sekali?

Apa kau memberi tahu dia waktu yang benar?

Sekarang aku ngantuk dan lapar.

Aku mau makan serabi.

Kau gila, ya?

Tiba-tiba ingin makan anjing sarabi.

Serabi! Bukan sarabi!

Kau tuli!

Hei! Jangan mengejek nama ibuku!

Kalian berdua sudah boleh berangkat untuk menagih utang.

Kau mau ke mana, Nona?

Aku mau belanja di sana.

Headless Hero (Phii hua khaat) subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left