Class Act

Class Act (Tapie)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Class Act 2023 S01 FRENCH WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-09-13
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diangkat dari kisah nyata.

Perjalanan sang pahlawan dari fakta yang diketahui publik.

Peran yang dimainkan oleh rombongannya,

situasi kehidupan pribadi, dan dialognya hanyalah fiksi.

Hei, itu Tapie!

Ya! Bernard!

Tapie!

Itu Tapie!

Tenang, Semuanya.

Tapie!

Kita dengarkan lagu pertama,

dari Michel Polnareff,

yang berjudul, "Gadis yang Mengangguk Tidak".

Kualitas gambarnya luar biasa, ya?

819 saluran, 15 tabung. Ini model terbaik di pasaran.

Bosmu tahu kau membawanya pulang?

Putra Ayah akan tampil di TV, jangan menonton lewat TV kuno.

Kapan giliranmu, Bernard?

Aku senang Ayah tak sabar.

Kau lihat matanya? Seram sekali.

Dia mirip landak.

Kau jahat. Suaranya bagus.

Apa? Suaranya tak kedengaran.

Suara dia castrato. Tak bisa rendah.

Suaramu lebih bagus.

- Terima kasih. - Apa pendapat ayahmu?

Aku tak tahu banyak soal itu...

tapi aku tak suka dia.

Kau lebih suka dia bawakan "Internasionale"?

Dia harus bawakan itu!

Mari tanyakan pendapat juri.

Tunggu, ini juri.

Menurutku untuk menjadi sebuah hit,

lagu harus bisa dinyanyikan oleh beberapa artis.

Menurutku yang ini tidak. Aku kurang suka.

- Jadi, "tidak"? - Ya.

Gagal! Itu dia.

Kau punya kesempatan.

Maaf, Tn. Polonareff.

Ada yang bisa buka?

Kau hampir melewatkan babak final.

Tidak akan.

Kau tak akan kecewa.

Halo, Semuanya.

- Jangan berisik! - Apa kabar, Tn. Tapie?

Sekarang, lagu dari Bernard Tapy.

Yang berjudul, "Paspor ke Matahari".

Paspor ke matahari

Bawa kami ke keajaibanmu

Kau sangat tampan, Bernard.

Bumi itu jauh Langit milik kita

Ayolah, saudara semesta

Kini sayangilah dirimu

Karena kau tahu esok akan tiba

Tapy dengan "y"? Haruskah?

Itu ide perusahaan rekaman. Lebih Amerika.

- Ayah menonton, tidak? - Ya!

Baiklah.

Saat kau kecil

Yang itu harus panjang.

Hebat!

Kita lihat apakah itu paspor menuju sukses atau gagal.

- Dengar, ini juri. - Mulai denganmu.

Aku sangat suka lagunya.

- Ya. - Idenya pas. Aku suka.

Terima kasih.

- Diam. - Marie-Josée.

Suaranya bagus, dia mudah disukai.

Lagunya bagus, seru. Aku sangat suka. Semoga dia berhasil.

Jadi, keputusannya bulat karena...

aku senang sempat mendengarkan yang bagus sebelum acara selesai.

Itu favoritku.

Berarti itu paspor menuju sukses. Terima kasih.

Selamat!

Terima kasih.

Bagus, Sayang.

Jadi? Aku tak mengecewakan, 'kan?

Sepadan dengan 30,000 franc untuk rekamanmu.

- 30,000? - Jangan bahas uang di sini.

Aku lebih suka bahas uang yang akan kita hasilkan dari lagumu.

Itu dia. Ide bagus.

- Kau tak bilang pinjam banyak. - Biar saja.

Ayah tak dengar? Sebentar lagi, itu jadi gaji bulananku.

Sudah, jangan berdebat hari ini.

Untuk bintang baru kita, Bernard Tapy!

Tapie!

Terima kasih. Tahun depan, akan ada di Olympia.

Roger, ini Bernard.

Cepat, buka.

Kalau mau pinjam uang, pulang saja.

Tidak, buka dulu. Sebentar saja. Aku sedang ada masalah.

Aku mau minta tolong jualkan P2000-ku.

Casing asli, mulus. Kondisi sempurna.

Ya, lalu?

Barunya 5,000, kau bisa jual 3,000.

Aku jual 1,500.

Tak pernah 5,000, coba 4,200, dan tidak dengan casing yang itu.

Lalu, berapa?

Begini saja. Nol.

Aku tahu kita berbeda pendapat.

Itu cara bagus untuk bilang kau berutang 10,000 franc kepadaku.

Itu hadiah.

Nyalimu besar juga.

Kubilang aku muak

menunggu kariermu naik hanya agar uangku kembali.

Paham bedanya?

Dengar, aku tak punya apa-apa. Aku bangkrut. Semuanya disita.

- Tidak semuanya. - Kusembunyikan sebelum mereka tiba.

Seharusnya kau sudah pikirkan itu.

Aku sedang meniti karier.

Ya.

Aku ada pertemuan di bank untuk proyek.

Baguslah.

Ayolah. Aku tak bisa terlihat seperti ini.

Aku cuma minta tolong.

Minta tolong?

Baiklah, 500. Aku akan tinggalkan TV-nya.

Jual saja mobilmu.

Ini mobil Farid. Kau lihat warnanya?

Ayolah.

Ini yang terakhir. Sumpah.

Kenapa?

Jasmu kebesaran, 'kan?

BANK DE SARNEZ

Tn. Tapie?

Ya, itu aku.

Tapie. T-A-P-I-E.

Ingat nama itu. Sebentar lagi, seluruh Paris akan tahu.

"Kau berlangganan Tapie?" "Tebak ada apa di Tapie?"

"Lihat saudaraku beli apa di Tapie."

Ini bukan sembarang toko.

Ini revolusi dalam bisnis.

Tapie. Ingat nama itu. Ada sebelum dan sesudah.

Bisa ceritakan sedikit?

Entahlah. Itu ide bagus.

Aku khawatir kalian curi. Akan kuberi tahu karena aku percaya.

Jadi, bayangkan sebuah toko di mana, dengan langganan bulanan,

kita bisa mengakses berbagai peralatan tanpa batas.

Toko itu ada. Ada satu di setiap sudut.

Tak perlu berlangganan.

Benar, hanya saja di tokoku, biayanya tiga kali lebih murah.

- Bagaimana kau mengelolanya? - Itu sebabnya langganan itu genius.

Berkat komunitas pelangganku, aku tahu apa yang disukai orang.

Aku bisa menargetkan inventaris. Beli banyak, harga bisa lebih murah.

Makin banyak pelanggan, makin murah.

Selanjutnya...

Bisa percepat? Masih ada yang lain.

Kelak, pelangganku banyak

sehingga aku bisa membuka toko baru di seluruh Prancis, dan seterusnya.

Belum lagi perasaan tergabung dalam klub,

menjadi bagian dari lingkaran istimewa. Aku tak perlu menjelaskan kepada kalian.

Kuncinya, dan ini penting,

selalu lebih mudah mendaftar daripada membatalkan langganan.

Nah, itu dia. Revolusi Tapie.

Tn. Tapie, aku setuju bertemu denganmu karena istrimu,

yang menjaga anak-anakku,

tapi untuk berinvestasi, kami butuh jaminan.

Kuhargai kebaikanmu terhadap istriku.

Apa aku butuh jaminan jika nama belakangku berarti sesuatu?

Maaf?

Aku mengusulkan revolusi yang akan mengubah Prancis

dan kau ingin jaminan?

Kau di bank, bukan di Olympia.

Selalu ada yang menarik dari kalian tipe aristokrat.

Saat mendengar inovasi, kalian langsung ciut.

- Kau melewati batas. - Tenang.

Aku menawarkan peluang menghasilkan banyak uang.

Investor di Paris bukan cuma kalian.

Wow. Kau baik-baik saja di bawah sini?

Ini dia.

Siapa nama si cantik ini?

- Marilyn. - Benarkah?

Ya.

Nama Amerika untuk mobil Italia.

Karena bintang Hollywood akan membeli dariku, Farid Ben Tarek.

Teruslah bermimpi. Tak akan kupinjamkan.

Enam bulan lagi, kubeli.

- Aku mau menelepon. - Bagaimana di bank tadi?

- Apa? - Bagaimana urusan di bank?

Menurutmu?

Kantor Tn. Courson.

Halo, aku ingin bicara dengan Tn. Courson.

Dengan siapa saya bicara?

Tn. Tapie.

Dengan "e" di akhir.

Tn. Tapie, bisa telepon lagi besok?

Tidak, aku sudah coba lima kali.

Saya tidak mengatur jadwal Tn. Courson.

Aku tahu, tapi kau meremehkan dirimu dan itu salah.

Maaf?

Kau bisa naik dari sekretaris menjadi promotor bisnis.

Saya senang dengan posisi saya. Terima kasih.

- Aku tak bisa memaksamu berambisi. - Maaf?

Akan kubahas dengan penggantimu.

- Pengganti saya? - Permisi.

Sial, negara ini benar-benar kacau.

Benar sekali.

Kau lihat Tn. Farid?

Farid!

- Ya? - Ada tamu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left