Season 2

Release info

Busted(2018) S02EP04 20191108 Along with the Gods The Return of the Genius Detective Team NF WEBDL
A Commentary by ME4K
Fit Buat Rilisan =Deeplife= [Busted S02 EP04 Along with the Gods The Return of the Genius Detective Team]. Terjemahan Manual By AR5RY. Jika Ada Rilisan Lain Siap Bantuin Resync Dan Uploadnya. Tolong Kreditnya Jangan Dihapus.. Thanks :D

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2019-11-10
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Suatu malam, suara aneh membuatku membuka jendela dan melihat langit.

Banyak bulan menutupi langit.

Nenekku muncul di samping

dan berbisik sambil memegang tanganku.

"Tim Genius Detektif."

Aku merasa agak kesal karena...

"November 2017, Tim Detektif Genius Menampilkan Skill Deduksi Yang Hebat"

"Mereka Ingin Balas Dendam Setelah Dikalahkan Detektif Bodoh..."

"23 Okt 2018 11:00"

Kami sedang wawancara kerja. Kenapa kalian di sini?

Apa kamu berhak mewawancarai seseorang?

Astaga.

- Tunggu. - Siapa kamu sampai bisa mewawancara?

- Mereka tak berubah setahun ini. - Astaga.

Sulit dipercaya.

Enak sekali bisa berbicara.

Dari yang kulihat,

hanya Min-young yang kompeten di tim ini.

- Hanya dia? - Hanya dia?

> Hanya Min-Young Yang Kompeten

Astaga.

Tunggu. Hani.

- Benar. - Kita punya sejarah.

Tim kami punya posisi kosong.

Kalian juga?

Kenapa kamu di sini?

- Dengar. - Kami juga dapat permintaan.

- Sungguh? - Ya?

Ya.

The Criminal is You! NETFLIX ORIGINAL

Bukittinggi, 10 November 2019 Sub By Netflix - Manual Transl ate By AR5RY

"Episode 4, Bersama Para Dewa; Kembalinya Tim Detektif Genius"

Berarti kedua tim membutuhkanku.

- Benar. - Tunggu.

- Kamu mendatangi kami. - Maaf, kamu yang datang.

Serius.

Jangan konyol.

Dia agak plinplan.

Siapa hanya melamar di satu tempat?

Kami punya aura kehadiran yang kuat.

Kami punya atmosfer yang unik.

- Punya apa? - Suasana.

- Suasana? - Suasana?

Bukankah itu kata yang buruk?

Kenapa dia jadi anggota Tim Detektif Genius?

Ayo tukar dia dengan Min-young.

Jika kita menukar mereka, kedua tim jadi sempurna.

Aku sudah pikirkan akan bergabung dengan tim yang mana,

tapi ini keputusan yang sulit. Maka...

- Apa? - Apa itu?

- Astaga. - Aku akan bergabung dengan tim

yang lebih cepat selesaikan kubus Rubik ini.

Sehun, lakukanlah.

Kami takkan bisa membantu.

Kami punya John.

- John. - Paling muda.

Di antara kami, John paling bodoh.

Siap, mulai.

Di antara kami, Jong-min paling bodoh.

- Kamu bicara apa? - Dia butuh satu hari penuh.

Tidak masalah habiskan 15 menit.

Sehun takkan bisa selesaikan ini.

John selesaikan satu sisi.

Dia selesaikan satu sisi.

Dia akan segera selesai.

Tunggu. Ini tak bisa dibuka saja?

Aku mengacau.

- Baiklah. - Baiklah.

Hani, lihat itu? Mereka seperti itu.

Kamu harus ikut kami.

Kita cenderung mengacau di akhir.

Konsentrasi.

Kamu harus bikin salib dahulu.

Apa? Salib?

"Percepat"

Bisakah kamu pindahkan stikernya?

Ayo coba.

- Itu lebih cepat. - Ya, 'kan?

Kamu selesaikan sisi lain.

- Bagus. - Selesaikan dua sisi.

- Sudah. - Tiga sisi.

> John Park Lebih Cepat Dari Dugaan

Kami menipu kalian, 'kan?

Kamu kira John menyerah, 'kan?

Baru pertama lihat Kubus Rubik diselesaikan, 'kan?

Dia kesal lagi.

Sehun jadi kesal lagi.

- Dia hebat. - Kamu lakukan langkah ini?

- Berarti Hani bergabung dengan kami. - Tidak.

Sayangnya,

tim ini selesaikan kubus Rubik lebih cepat.

- Tidak! - Aku ikut dengan Tim Detektif Genius.

Dia cocok dengan kita.

- Tunggu. - Hani.

- Hani. - Detektif Ahn, bertindak.

Kamu membawa selebaran ini.

Kenapa kamu tiba-tiba bergabung dengan mereka?

Aku melamar ke banyak tim.

Bodoh jika hanya melamar di satu tempat pada era kompetisi ini.

Sehun selesaikan satu sisi.

"Sisi Yang Selesai Sesuai Dengan Warna Rambutnya"

- Sehun. - Citranya rusak karena bergabung

dengan tim itu.

Sehun selesaikan satu sisi.

Kerja bagus.

Aku tak kalah, 'kan?

- Aku selesaikan setengah. - Astaga.

Mari taruh kubusnya seperti ini agar kita tak malu.

Benar.

Baiklah. Kamu menilai berdasarkan kubus ini.

- Kamu akan menyesal. - Kamu akan menyesal.

- Apa? - Apa?

Kenapa kalian berisik di rumahku?

- Astaga. - Astaga.

- Serius. - Siapa dia?

Aku klien yang butuh bantuan kalian hari ini.

- Dia kliennya. - Aku klien hari ini,

- Master Kim. - Astaga.

- Terima kasih. - Senang bertemu.

- Halo. - Baiklah.

Kamu konsumen kami.

- Benar. - "Konsumen"?

"Konsumen."

Kita punya Tim Detektif Genius di sini

dan Tim Detektif Bodoh di sana.

Ada

- alasan aku... - Itulah "klien".

memanggil kalian.

Perhatikan omonganku!

- Baiklah. - Ada alasan aku memanggil kalian.

Ada dukun yang menjagaku sejak kecil.

Dia guru dan dewaku.

Dia meramal lewat angka.

Dia punya...

Catat. Astaga, genius memang beda.

Catat! Catat ucapanku.

Pena ini tak befungsi?

Baiklah. Dia punya kemampuan luar biasa.

Luar biasa?

Tiap pekan,

dia bisa prediksi nomor pemenang lotre.

"Dia Tepat Memprediksi Nomor Pemenang Lotre Tiap Pekan"

Namun,

dia meninggal tahun lalu.

Kenapa?

Mari berdoa untuknya.

Apakah dia manusia?

Ya. Kubilang dia guruku!

Intinya,

dia meninggal.

Kamu sedang apa?

Aku harus selesaikan. Tidak bisa begini saja.

Dia meninggalkan warisan untukku.

"Permintaan: Warisan Yang Ditinggalkan Gurunya"

Dia mewariskan nomor pemenang lotre.

- Apa? - Setahun lalu,

aku diberikan nomor pemenang lotre untuk hari ini

sebagai warisan.

- Tepuk tangan, tolong. - Berapa?

- Nomornya pasti hilang. - Baik.

Dia lakukan sesuatu pada nomor itu untuk alasan keamanan.

Alasan keamanan.

Dia taruh nomor itu dalam teka-teki

dan menuliskannya dalam enam gulungan.

Dia sebarkan mereka

ke para dewa di bidang yang berbeda dan aku.

Aku pecahkan teka-tekiku. Aku tahu nomor di gulunganku.

Namun, yang lain tak tahu nomor mereka.

"Klien Hari Ini: Master Kim"

Temukan gulungan yang tersisa dan beri tahu nomornya.

- Baik. - Ini bagian pentingnya.

Bagi pemenang,

kuberikan 30 persen hadiahnya.

Tiga puluh persen?

- Berapa? - Tiga puluh persen!

Penjualan tiket tutup pukul 20.00.

Jadi, kalian harus datang pukul 19.30.

Kapan kami lihat gulunganmu?

Kalian akan melihatnya saat kembali.

- Itu jadi potongan terakhir. - Benar.

Ini. Aku punya daftarnya.

Seharusnya ada lima orang,

- tapi satu hilang. - Apa?

Dia Dewa Misteri.

- Misteri? - Dewa Misteri.

Aku pun tak tahu alamatnya.

Saat kalian pergi, aku akan meramal untuk cari gulungan terakhir.

> Menerima Alamat Para Dewa Dengan Gulungan

"Master Kim, Dewa Angka, Dewa Penyiar, Dewa Musik, Dewa Gim, Dewa Misteri"

"Tim Dewa Penyiar"

Kita harus menang tahun ini.

Kita harus menang.

"Harus Membalas Kekalahan Tahun Lalu"

Kita kalah karena Min-young tahun lalu.

Kita harus temukan gulungannya.

Kita tak tahu bagaimana gulungannya digunakan

- atau arti dibaliknya. - Benar.

Mereka tak tahu

mereka punya nomor tiket Mega Lotre.

Benar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left