The first 200 lines.
Igo?
Kika?
Ternyata yang namanya Igo ini kakek tua.
Lucu.
Kukira yang namanya Kika
sama seperti yang di foto aplikasi Meet-Me.
Muda.
Cakep.
Ternyata tante-tante.
Kamu itu tua bangka menggoda anak saya!
Saya?
Anda yang merayu anak saya!
Anak saya masih muda.
Masih kuliah.
Mana mau sama tante-tante seperti kamu.
- Enak saja kamu bilang! - Ma!
- Mama! - Lihat Kika. Selama ini kamu mengobrol
sama kakek tua ini!
Ini kisahku.
Enak saja! Mengatai saya tante-tante!
Kisah Tante ini.
Maaf, ini ibuku.
Ini yang merusak generasi penerus bangsa.
Om ini juga ada di kisahku.
Sama satu lagi.
Di mana ya?
Bukan dia.
Sudahlah, lihat nanti saja. Kalian juga akan tahu.
Bingung kenapa tiba-tiba Om sama Tante itu berantem?
Ceritanya, dimulai dari...
Kita akan mulai kisahku dari sini.
Ini aku.
Malika Elleana, alias Kika.
Aku kuliah di jurusan Fashion Design.
Alih-alih ingin jadi desainer baju,
tapi aku lupa mendesain cinta di hati.
Bukan, bukan karena aku jelek.
Tapi karena ini.
Kemarin pulang jam berapa? Langsung pulang?
Tidak kelayapan dan janjian dulu sama laki-laki?
Ingat, Kika. Laki-laki tidak ada yang benar.
Awalnya saja baik, romantis, perhatian.
Lama-lama, kamu diajak ke kamar.
Kalau sudah satu kamar sama laki-laki,
habis kamu, Kika.
Habis?
Memangnya cowok itu Godzilla?
Karena itu aku jomlo sampai sekarang.
Jadinya aku cuma bisa kenalan sama cowok di dunia maya.
Aku kenal sama cowok yang namanya Virgorian Harayan.
Benar, bukan?
Mulai kenalan sama laki-laki.
- Mama! - Ini aplikasi tidak benar, Ki.
Yang mengobrol sama kamu, belum tentu benar dia.
Kalau dari fotonya boleh juga.
Tapi bisa saja diedit.
Sekarang semua bisa diedit, Ki.
Misalnya Mama
mau kelihatan seperti anak umur 17 tahun, bisa.
Atau jangan-jangan, ini foto majikannya.
Kamu tahu, tidak?
Tante Maya cerita, anak Tante Indah,
perempuan seumuran kamu pacaran, tahu-tahu hamil.
Pas hamil, laki-lakinya mau tanggung jawab? Tidak!
Anak perempuan itu akhirnya dinikahkan dengan supirnya.
Drakor, Ma?
Cerita sungguhan. Kamu itu!
Sudah, sana, pergi!
Hati-hati, ya!
I love you.
Inilah awal dari semua malapetaka itu.
Untungnya, ibuku tidak menghapus obrolan dia sama Igo.
Jadi, aku tahu dia mau bertemu Igo.
Janda ini tujuh tahun mulai genit.
Apa Mama bilang? Aplikasi itu isinya orang-orang palsu!
Lagi pula, Mama kenapa ajak ketemu?
Untung Mama yang ajak. Kalau kamu?
Terus kamu diajak bermesraan? Hamil.
Siapa yang tanggung jawab?
Pasti suamiku, Ma.
Kalau kamu punya suami!
Masa hamil tidak ada suaminya?
Kamu ini kalau diberi tahu.
Terserah. Mulai saat ini,
kamu tidak boleh main aplikasi itu, apa namanya?
- Meet-me. - Meet-me itu.
Laptop hanya dipakai mengerjakan tugas.
Itu pun akan Mama pantau.
Setuju?
Setuju!
Mengeyel!
Mengeyel!
Masuk!
Jadi, Bos itu mengaku namanya Igo buat cek ombak dulu, Bos?
Untung aku cek ombak dulu.
Coba kalau tidak?
Masa Igo pacaran sama tante-tante.
- Mau ditaruh di mana mukaku? - Tapi... kalau menurut saya, Bos...
Yang namanya Kika bukan si tante itu.
Bos ingat, tidak?
Mama!
- Mama apa-apaan? - Lihat ini, Kika!
Selama ini kamu mengobrol sama kakek tua ini!
Mau kamu?
- Sudah, biarkan saja. - Beraninya kamu?
Sudah selesai menjelekkan saya?
Kenapa? Kurang detail? Kurang panjang?
- Mau lebih detail lagi? - Sudahlah.
Kurang ajar!
Ini resto saya!
- Membuat rusuh. - Kami pulang.
- Pergi kamu! - Pak.
Memang saya sudah mau pergi.
Kakek tua seperti ini di pasar juga banyak!
- Keluar! - Ayo, Kika.
Permisi, Om. Mama!
Jadi...
yang namanya Kika itu cewek yang datang?
Yang marah-marah sama aku itu ibunya?
Benar, Bos.
Sama seperti Bos.
Dia suka iseng.
Lihat Igo mengobrol, selalu mau ambil alih.
Hei! Kenapa menyalahkan aku?
Bukan begitu, Bos. Sekarang saya tanya.
Kalau telur dadar gosong, salah siapa?
- Buset. - Bos, bukan?
Kasih tahu sebelum gosong!
Yang ini sebenarnya ada warna lain.
Cuma memang beda di bagian...
Syukurlah, laptop ini menyelamatkan hatiku.
Untung kau tidak ikut emakku.
Go!
Main komputer,
waktu makan siang.
Sekarang waktu kerja.
Siap, Bos.
Layani tamunya.
Siap, Bos.
Ternyata benar!
- Nanti kami kabari soal koleksi terbaru. - Ya.
- Biasanya... - Mbak! Ada yang datang.
Ganteng.
- Permisi, Mbak. - Baik.
- Selamat siang. - Selamat siang.
Kita rasanya pernah ketemu, di mana ya?
Kamu suka bercanda, ya?
Kakek tua.
Kamu itu tua bangka yang mengincar anak ABG, bukan?
Maaf, saya tidak paham.
Kita sudah damai.
Siapa yang mau damai sama Om-Om ganjen kayak kamu?
Lewat obrolan.
Kamu yang minta damai duluan.
Obrolan apa?
Saya sudah sadar.
Kamu suka mengerjai laki-laki, ya?
Tidak apa-apa. Terima kasih.
Selamat siang.
Kika!
- Tapi aku kuliah, Ma. - Mama tidak percaya.
Mati.
Obrolannya belum kuhapus.
Jangan pernah harga diri kita diinjak-injak
sama laki-laki seganteng apa pun, Kika!
Tapi memang ganteng.
Siapa?
- Papanya Igo. - Memang.
Tidak.
Pokoknya Kika, ingat.
Laptop ini boleh kamu pakai
harus dengan persetujuan Mama.
Setuju?
Ya, setuju.
Sudah tante-tante, banyak gaya.
Tapi kata Dan,
cantik orangnya.
Ya. Tidak.
Aku tidak boleh memuji dia.
Pokoknya,
kamu,
jangan sampai ada hubungan sama si cewek itu lagi.
FOTO
Keceplosan!
FOTO
Mau ke mana kamu?
Mau... ke kamar.
Mengantuk.
Itu kamar mandi.
Tidak apa-apa, ya, kudatangi duluan.
Soalnya susah mengobrol sama Igo.
Hei, akhirnya datang juga.
Igo!
Hai, Igo!
- Igo, hai! - Kamu sedang apa?
- Lihat, ini aku, Kika. - Ya, aku tahu, tapi tidak usah
- menyerangku, Kika. - Tidak apa-apa, Igo.
- Hai. Tidak mau... - Sudah.
- ...lepas. - Kika!
Kamu itu!
No comments yet. Be the first to leave one.