The first 200 lines.
Nona-nona, ayolah. Ayo!
Aku akan bayar lebih jika dia diam sebentar saja.
Kita akan lari sepuluh kilometer. Harus berhasil. Ayo!
Selamat ulang tahun, Ayah.
Ayah masih tampak seperti 61 tahun.
Hei! Jangan taruh pakaian itu di keranjang cucian.
Itu bau!
Hei! Jika ingin gim itu diunduh,
kau harus tetap di ranjangmu selama lima malam, ingat?
Jangan naik ke ranjang Ibu.
Tunggu.
Sampai jumpa sepulang kerja.
Baiklah.
- Rick! - Ya?
- Hasan! - Mereka juga membawamu.
Seharusnya ini libur pertamaku setelah dua minggu.
- Semuanya sudah dipesan. Kau? - Sama.
Baiklah, ayo!
Detektif, terima kasih sudah cepat datang.
Kalian harus berjaga di perimeter. Paham?
Kita diperintahkan untuk tidak bertindak kecuali diprovokasi langsung. Mengerti?
- Ya, Pak. - Bagus. Ayo.
Echo 5-1-9-1-2. Ada pria mencurigakan berdiri di sudut.
Asia, remaja akhir. Izin untuk menggeledah?
Negatif. Jika ada yang melihat, semuanya akan kacau.
Pak! Kau dengar aku? Ganti.
Pak?
Pak, kau dengar? Ganti.
Berhenti!
Minggir!
Jatuhkan!
Cepat letakkan pistol kejutnya.
Baiklah.
Tenanglah.
- Ini bukan aku. - Baiklah.
Letakkan saja pistolnya.
Kita akan atasi ini. Ya?
Siapa namamu?
Bisa katakan namamu?
Sial.
Ini Echo 5-1-9-1-2.
Echo 5-1-9-1-2, masuk, ganti.
Tersangka bersenjata melarikan diri
menuju utara Longharvest Lane.
15 DAMKAR TEWAS DALAM SERANGAN UDARA DI LONDON TIMUR
Star! Beli koran Star sore!
- Terima kasih. - Star!
- Terima kasih, Nona. - Serangan semalam, lebih banyak korban!
Enam orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak. Beli Star!
YAHUDI KELUAR!
- Sore, Nona-nona. - Selamat sore, Detektif!
- Detektif. - Murphy.
Charlie.
Kau terlambat.
Sebaiknya kau punya alasan yang layak kali ini.
Terjadi perang?
Terima kasih.
- Whiteman. - Maaf, Pak.
Duduklah.
Inspektur Farrell akan bergabung.
Inspektur.
Sersan.
Sayangnya, Komisaris telah menyuarakan kekhawatiran
tentang perilaku beberapa petugas kita.
Dia pikir ada terlalu banyak kasus yang meleset.
Informasi pada pemeras. Hal semacam itu.
- Komisaris merasa... - Dia pikir ada informan.
Yah...
Katanya di London, kita tak pernah jauh dari hama.
Benar, Farrell?
Beberapa orang di departemen bilang kau membayar tiap wanita di gedung ini.
Kukira kalian orang Yahudi hemat.
Benar, Weissman?
Aku lebih sering bertemu anjing. Namaku Whiteman.
- Bukan, yang benar Weissman. - Farrell.
Kudengar sinagoge diserang semalam. Sayang sekali.
Siasat kotor tak bisa melindungi kalian dari Luftwaffe.
- Kurasa Farrell bermasalah denganku. - Departemen kita bermasalah denganmu.
Cukup.
Kita semua di pihak yang sama.
Kami hanya butuh pendapatmu.
Yah...
Kurasa Komisaris ada benarnya, Pak.
Kusarankan kau menanyai petugas.
Tatap mata mereka. Buat mereka gugup.
Tapi, jika boleh,
kusarankan kau mulai menanyai orang di posisi tinggi.
Juga orang berpinggang lebar.
Aku akan mengawasi.
Ekstensi Calloway.
Charlie.
Panggilan untukmu, saluran 2.
- Mau minum di The Silk malam ini? - Tak bisa. Ada kencan.
- Siapa pesaingku? - Selter Anderson milik saudariku.
- Ya, ini Whiteman. - Kau punya tugas baru.
Dengarkan baik-baik.
Kath, bisa ambilkan secangkir teh?
Wolseley hitam akan disiapkan untukmu. Kunci di atas roda depan.
Pergilah ke Longharvest Lane
untuk mengambil mayat pukul 22,15, tidak lebih.
Lalu, bawa mayatnya ke Dermaga Royal Albert
dan tinggalkan di sana.
Mayat?
Berisiko.
- Aku diawasi. - Itu sebabnya kau dibayar mahal.
Ketahuilah kau dicintai, Sersan Whiteman.
Apa itu tadi?
Bagaimana kutahu?
Seluruh kota ini terganggu.
Pemadaman sialan.
Dapat.
Apa ceritamu?
Kumohon, biarkan aku ikut dengannya.
- Tidak! - Kumohon!
Putramu tertangkap basah.
Sudah tiga kali bulan ini, Inspektur. Dia harus diberi pelajaran.
Tidak. Kami sangat lapar.
Hei!
Jangan coba-coba! Hukum adalah hukum.
- Biar aku ikut dengannya! - Masukkan dia!
Apa itu tadi?
Ibu!
Kumohon.
Anggota kita, Pak.
Whitechapel. Selalu saja ramai.
Biarkan dia temani putranya ke kantor polisi. Byrne!
- Terima kasih. - Kau ikut aku.
Terima kasih!
Aku penasaran ada apa lagi, Pak.
Aku besar di sini. Ini tak seperti dahulu.
Makin buruk setiap tahun.
Aku tak mau tinggal di sini lagi.
Mau mampir, Sayang?
Inspektur.
Kau menemukan apa?
Mayat yang masih baru, telanjang bulat.
Dia seperti jatuh dari langit.
Tolong beri jalan. Minggir.
Mundur.
Kembalikan kameraku. Itu milikku.
Ini milik polisi.
Kutemukan bedebah ini memotret mayat itu.
Ya, dan bedebah ini ingin kameranya kembali.
Kau tak berhak memotret.
Aku punya hak, dasar kera.
Jika kamera itu lecet sedikit...
Jangan kasar padanya.
Opsir Webb.
Cepat pulang. Gajimu akan dipotong.
Ayo, pergilah.
Ayo, cepat pergi.
Biar kami melihat.
Terima kasih.
Jelaskan dirimu.
Namaku Henry Ashe. Aku jurnalis untuk The Star.
Aku sedang lewat saat mendengar suara lampu jalan meledak.
Kulihat mayatnya, kupikir dia dipukuli dan dirampok.
Lalu, aku melihat wajahnya.
- Aku teriak minta tolong. - Kenapa kau memotret?
Seperti kataku, aku jurnalis.
Byrne, bicaralah pada pedagang lokal.
- Mereka mungkin kenal korban. - Ya.
Kau boleh simpan kameramu, tapi pelatnya adalah bukti.
- Di mana kau mencetaknya? - Tempat tinggalku di dekat sini.
Akan kuambil setelah dicetak.
Masih ada sisa pelat.
- Sayang jika tak dipakai. - Tidak. Kini, ini urusan polisi.
Terima kasih.
Kau boleh pergi.
Lihatlah dirimu.
Biar kuperiksa mata cokelat indah itu.
- Sudah. Aku tak apa-apa. - Mereka tak sayang kau sepertiku.
Ayo, biar kuperiksa.
Lihat ke depan.
Sial, pesta Ayah malam ini. Aku harus pergi.
Bilang saja aku gegar otak, ya?
Jika gegar otak, kau harus di IGD selama 24 jam.
- Sial. Lihat ke depan. - Bagaimana keadaannya?
Pusing, tapi tidak gegar otak, Pak.
- Biar dia istirahat di rumah. - Kau melanggar perintahku.
Ada pria Asia membawa Glock 17 di demo kanan jauh.
Kau beruntung aku melihatnya.
- Di hari liburku. - Pusing?
Dia benar.
Glock 17, kau yakin?
- Cukup yakin. - Korbannya kanan jauh?
Pelayat England's Glory berpikir begitu.
Entah kenapa dia telanjang, tapi mereka memang antusias.
Itu benar.
- Kau tak dengar tembakan? - Tidak.
- Tapi ada kamera, 'kan? - Ya.
Sebagian besar kamera rusak saat lonjakan daya.
Terima kasih. Ini kasus kami, kau boleh pergi.
Istirahatlah, ya?
Kau tak apa?
Dia masih remaja.
- Dia lebih takut daripada aku. - Bagus. Dia tak akan jauh.
- Kau butuh cuti? - Tidak. Aku tak apa-apa.
- Kau harus... - Membuat laporan dan menghadiri autopsi.
Tepat.
No comments yet. Be the first to leave one.