After Hours

After Hours

Download Indonesian Subtitle

Release info

After Hours (1985) BluRay YTS MX
A Commentary by Icondoit
Resync from Mohawkholic

Tags

BluRay
TS
YTS
Published on: 2022-01-12
Downloads: 228
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Baik, tekan. Tekan itu. - Benar.

Baik, ayo, pertama-tama, refresh layarnya...

...dan masuk dalam format bergaris.

- Disana. - Baiklah.

- Sekarang, file ? - Benar.

- Dan itu dalam memori? - Benar.

Dan...

...tandai itu ke bawah di kode awalan file.

- Awalan kode. Right. - Baik.

Baik. Yeah, kau berhasil. Minggu depan, kau harus melakukannya.

Ini sementara saja.

Aku bilang itu sementara saja.

Aku tak ingin terjebak melakukan hal ini sepanjang sisa hidupku.

Jangan beritahu Pak Digman aku bilang begitu, tolong./Baik.

Karena apa yang benar-benar aku ingin adalah bekerja di penerbitan.

Mereka tak buka lowongan saat ini.

Tapi yang aku sangat ingin kerjakan adalah membuat majalah sendiri...

...yang mana akan seperti sebuah forum untuk para penulis dan para cendikiawan...

...yang tak bisa masuk ke dalam majalah lain.

Aku tak mencoba untuk masuk ke bagian editing atau mencoba untuk menjangkau orang-orang tertentu.

Dapatkan itu diluar sana, mereka akan mendapatkan beberapa momentum...

...dan lakukan sesuatu dengan...

- Dengan, kau tahu... - Permisi.

Aku suka buku itu.

- Aku suka buku itu. - Yeah.

Aku pikir Miller benar-benar luar biasa.

"Itu bukan sebuah buku. Itu adalah sebuah penghinaan berkepanjangan..."

"...sebuah mulut meludahi wajah seni..."

"...sebuah tendangan di bokong untuk kebenaran, keindaha, Tuhan..."

Seperti itulah.

Itu sangat bagus.

Itulah yang aku ingat.

Aku sudah membacanya. Aku hanya membaca ulang.

Aku tak sering membaca ulang buku-buku...

...tapi buku ini favoritku.

Aku lebih menyukainya dari Capricorn atau Plexus...

...atau Sexus.

Dia suka menciumi tanganya sendiri setelah dia makan enak.

Itu sebagian besar...

Biar aku tanya padamu. Apa kasir itu tampak sedikit aneh bagimu?

Dia terus membuat gerakan-gerakan aneh.

Astaga!

Aku pikir dia hanya menunggu untuk ditanya.

Kau mau kopi lagi?

Tidak. Aku akan pergi ke rumah temanku.

- Kau mau ke mana? - Pusat kota, SoHo.

Bagus. Apartemen?

Yeah. Dia seorang ahli patung.

Belakangan ini, dia sudah membuat plaster-of-Paris bagels .

Sungguh?

Dia mencoba menjual itu sebagai penindih kertas. Kau mau beli 1?

Penindih kertas?

- Yeah, aku akan. Berapa harganya? - Aku tak tahu.

Jika kau mungkin tertarik, nomor telepon dia 243-3460.

243-3460.

- Namanya Kiki Bridges. - Kiki Bridges. Baik.

- Senang berbincang denganmu. - Yeah. Aku juga.

Maaf. Boleh aku pinjam pulpennya?

Terima kasih.

- Yeah? - Ya. Apa Kiki Bridges ada?

- Itu aku. - Hi.

Kau tak kenal aku. Aku menelepon karena aku tertarik pada penindih kertasmu.

- Yeah. - Kau ahli patung, benar?

Seorang wanita yang aku temui tadi di kedai kopi memberitahuku bahwa dia tinggal denganmu...

Maksudmu Marcy.

- Aku tak tahu. Dia tak memberitahu namanya. - Tunggu. Aku akan panggil dia.

Dia memberitahuku tentang tindihan kertas ini dan pekerjaan yang kau kerjakan.

Halo?

- Halo? Marcy? - Yeah?

Hi. Ini Paul Hackett. Kita tadi sudah bertemu.

Hi. Tentu, aku ingat.

- Bagaimana kabarmu? - Aku baik-baik saja.

Aku baru saja pulang...

...dan membuka bukuku dan melihat nomor teleponmu...

Bagus.

Aku senang kau menelepon.

Jadi...

Jadi, kau bekerja dekat kedai kopi atau tinggal di sekitarnya?

Tidak, aku hanya pergi berkunjung ke tempat sahabatku.

Sebenarnya, kami saling adu argumen yang mengerikan.

- Itu terlalu buruk. - Yeah, benar.

Apapun itu, aku yakin kau akan meluruskannya.

Menurutmu begitu? Apa menurutmu aku perlu mencoba untuk meluruskannya?

Aku tak tahu. Mungkin lebih baik kau pergi.

Aku tak tahu keadaan disana, tapi kadang-kadang...

Kau tahu, aku tidak... Maksudku ini bukan urusanku.

- Mungkin kau harus datang kemari. - Apa?

- Mungkin kau harus datang kemari. - Tentu. Sekarang?

Yeah. Kenapa tidak?

Dimana?

Aku di Jalan Howard Nomor 28. Dekat belokan Crosby.

Itu di SoHo.

- Nama di belnya Franklin. - Bukan Bridges?

Bridges sudah dicoret.

Pencet saja belnya.

Baik. 45 menit?

- Yeah, baik. Sampai jumpa nanti. - Baiklah.

- Paul? - Ya.

- Aku senang kau menelepon. - Aku juga.

Baik, sampai jumpa nanti.

- Bye. - Bye.

- Aku hanya punya $20. Bisa? - Yeah, tentu. Tak masalah.

Jangan terburu-buru.

Maaf, aku hanya... Sial! Astaga!

Maaf.

Uangku terbang keluar jendela.

Baik, itu jadi $6.50.

Dengarkan, uangku baru saja terbang keluar jendela.

Aku simpan di tempat itu.

Kau belok dengan cepat di belokan itu aku tidak...

Apa yang ingin aku katakan adalah, Aku tak punya uang. Aku sangat minta maaf.

Perhatikan, biar aku perlihatkan sesuatu padamu.

Perhatikan, itu...

Aku punya $20, dan sekarang aku tak punya lagi.

Aku bernar-benar minta maaf.

Franklin.

- Apa kau Paul? - Yeah.

Ini, tangkap.

Hi.

- Kuncimu. - Kau bisa menyimpannya di meja.

- Aku suka itu. - Kau suka?

Yeah. Sangat.

Itu mengingatkan aku pada lukisan Edvard Munch.

Apa itu The Shriek ?

- The Scream . - Benar.

Yeah.

Seperti versi 3 dimensinya dari lukisan itu.

Apa Marcy ada?

Dia pergi ke toko obat.

- Apa dia baik-baik saja? - Itu terkendali.

Tempat ini cukup besar.

Apa kau berbagi dengan seseorang?

Apa kau mau mengerjakan ini sementara waktu?

- Aku mau istirahat. - Apa?

Itu tak sulit.

Apa yang kau bicarakan? Ini milikmu.

- Bagaimana aku bisa tahu apa yang kau mau? - Lihat, ini benar-benar mudah.

Ambil beberapa saja, dan tempelkan seprti ini.

Baiklah, aku datang.

Yeah.

Tentu saja dia disini. Kau kan mengundangnya.

Itu masalahmu, Marcy. Aku tak akan beritahu dia.

Aku tak beritahu dia.

Aku tak bisa bicara lebih keras.

Baiklah. Cepat.

- Bagaimana? - Ini luar biasa.

Aku hanya memberinya sebuah bahu.

Lihat yang kau lakukan pada bajumu.

Bagus.

- Berikan padaku. Aku akan masukan ke mesin cuci. - Tak apa-apa.

Itu hanya akan memakan waktu 20 menit.

Tak apa-apa.

Ayo.

Kau ingin terlihat baik untuk kencanmu, bukan?

Baiklah.

20 menit?

- Pakai ini sambil menunggu. - Terima kasih.

Lakukan itu sepanjang hari dan bahumu akan sedikit sakit.

Mau pijitan?

- Kau baca pikiranku. Bukan? - Tentu.

Aku tak terlalu ahli dalam hal ini.

Hanya tahu dasarnya dari film.

Hanya membuat sakit dan kau ada di jalur yang benar.

Itu saja yang aku tahu.

Baik.

- Kau punya tubuh yang bagus. - Ya.

Tak banyak bekas luka.

Itu benar.

Tak pernah terpikirkan olehku.

Maksudku, beberapa wanita yang aku kenal menutupinya dari kepala sampai ujung kaki.

Bukan aku.

Bekas luka?

Mengerikan, bekas luka yang buruk.

Aku hanya memberitahumu, sekarang.

Aku tak tahu.

Aku tahu saat masih kecil...

Amandelku diambil.

Sesudah operasinya...

...mereka tak punya cukup ruang di pediatri.

Jadi mereka harus menempatkan aku di bangsal yang bekas terbakar.

Tapi sebelum mereka membawa aku...

...perawatnya memberi aku...

...penutup mata untuk dipakai...

...dan dia bilang padaku agar jangan pernah melepasnya.

Jika aku melakukannya...

...mereka harus mrlakukan operasinya agi.

Aku tak mengerti apa hubungannya amandelku dengan mataku.

Tapi bagaimanapun...

...malam itu...

...setidaknya aku berpikir malam itu...

...aku mengulurkan tangan...

...untuk mengambil penutup mata itu...

...dan aku melihat...

Halo, lagi.

- Maaf tentang ini. Aku ditahan. - Jangan khawatirkan itu.

- Jadi, bagaimana kabarmu? - Baik.

Aku berhasil. Kau tak akan... aku disini.

Ayo pergi ke kamarku dan pergi dari semua kekacauan ini.

Tentu.

Teman sekamarmu hanya melakukan itu sepanjang hari.

More Indonesian subtitles for After Hours

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left