The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Lingkungannya indah.
Ada kuda di mana-mana.
Ambilkan aku topi dan celana koboi.
- Kukira kau takut kuda. - Ayo pindah kemari. Amat takut.
Aku segan kepada apa-apa yang memiliki kekuatan.
- Kenapa harus kuda? - Astaga.
Kuda bisa jatuh menimpa kita.
Kakinya bisa menendang-nendang seperti...
Jika sudah begitu, bagaimana? Dilawan?
Menurutku kuda itu cantik.
Mesin pembunuh yang cantik.
Aku senang dengan proyek ini.
Begitu mengenal T, sulit untuk tak menyukainya.
Dia pantas mendapatkan tempat untuk, kau tahu,
memasak salsa dan tamale lezat buatannya
dan aku tahu dia telah amat berjasa bagi perusahaan dan tim kita.
Tim kita menyukainya.
Ya, T pantas mendapatkannya.
Teresa sudah lama bersama kita.
Dia mulai sebagai manajer kepuasan...
- Pelanggan? - Ya.
Kini dia mengatur tim terbesar di perusahaan kita.
PEROMBAKAN DAPUR
- Hai! - Hai.
Hei, apa kabar?
Apa kabar?
Ini pertama kaliku ke rumahmu.
- Baru ini aku kemari. - Terima kasih.
- Luar biasa! - Aku senang kau datang.
- Hai, Syd. Hai, Shea. - Hai. Senang bertemu denganmu.
- Aku Teresa. - Aku Justin.
Aku bekerja di perusahaan keluarga McGee sebagai wakil presiden operasional.
Ada curo karena aku tahu kau suka makanan manis.
Ya.
Lalu untukmu, Ratuku...
- Astaga. - Dan...
Aku sayang sekali kepadamu.
Rasanya seperti peri.
Seakan-akan mau masuk ke dapurmu dan melakukan ini.
Lalu...
Itu akan dipakai untuk menjailiku.
- "Sang Ratu butuh minuman." - Ya.
Bahkan sebelum aku mulai bekerja di McGee & Co.,
aku penggemar berat mereka.
Ingat saat aku diwawancara kerja,
kubilang Shea adalah panutanku dan aku sangat menyukainya?
- Ya. - Kau diterima!
Aku tak mau buat risi, tapi matamu meluluhkan.
Indah sekali. Aku amat mengagumimu.
Aku terobsesi kepadanya.
Aku saksinya.
Aku...
Awalnya, aku berpikir artinya bisa baik atau buruk.
Aku berusaha tak terkesan mengerikan karenanya,
tapi aku tulus sepenuh hati.
- Tak mengerikan. - Aku hanya ngeri kepada Syd.
Aku belum pernah merancang proyek untuk anggota tim kita.
- Aku tahu. - Aku agak gugup.
Baiklah, tapi begini.
Gayamu seperti gayaku.
Berkreasilah sesukamu.
Kehadiranmu mencerahkan sekelilingmu.
- Ya ampun! - Jadi, rumahmu juga harus seperti itu.
- Boleh lihat dapurmu? - Silakan.
Ini ruang makan formal yang tak terpakai
karena kami bukan orang formal.
Saat teman dan keluarga mampir, semua akan ke dapur.
- Aku ingin lihat dapurmu. - Mari masuk.
Dapurmu bagus.
- Dan besar. - Ya.
Kami pilih rumah ini karena lingkungannya.
Tapi salah satu area yang ingin kami bereskan adalah dapur.
Skema warna dan beberapa pilihan desainnya
tak seperti keinginan kami.
Kehadiran keluarga di sini penting bagiku.
Dalam budaya Meksiko, semua kegiatan kami lakukan di dapur.
Seperti percakapan yang berat,
percakapan yang emosional, semuanya terjadi di sini.
Dapur ini seperti jantung rumah ini.
95% waktu kami dihabiskan di dapur.
Memasak adalah cara kami menunjukkan dan mengekspresikan rasa sayang.
Seperti apa suasana di sini saat keluargamu mampir?
Semua akan ikut membantu di dapur.
Biasanya ibuku, Juana, yang memasak, jadi dia di dekat kompor.
Aku di sebelah Juana, makan.
Ya.
Kukira kau mau bilang membantu memasak...
- Makan? - Cuma makan.
- Tidak, kami... - Apa makanan favoritmu?
Beliau sering memasak salsa, steik, dan ayam yang lezat.
Semua bahannya alami.
Semuanya harus dimasak sendiri, jadi butuh banyak ruang.
Apa seperti di restoran keluarga...
- Benar! Semrawut. - Kau seperti divisi produksi.
Memasak sudah mendarah daging bagi kami.
Memasak adalah cara terbaik ibuku untuk menunjukkan perhatian ke Justin.
Beliau sering bercanda, "Astaga, kau kurang memberinya makan."
Beliau pikir aku kurus.
Ya, selalu begitu. Tanggapanku,
"Dia bisa menghangatkan tortilanya sendiri."
Memangnya aku pembantunya?
Apa yang tak kau sukai?
Meja dapur ini, terutama, terlalu tinggi.
- Amat tinggi. - Ya.
Setinggi meja kerja berdiri.
Meja kerja...
Ada masalah sempitnya penyimpanan kami karena pantri kami cuma satu.
- Boleh kulihat? - Ya.
- Jangan mencelanya, ya? - Tak akan.
Penyimpananmu sempit?
- Benar. - Kau ingin...
Jadi, ini lemari, bukan berupa ruangan.
- Benar. - Baiklah. Kompormu bagus.
- Apa ukurannya pas? - Ya.
Ada yang mau kau ubah dari kompor itu?
Agar ovennya berfungsi.
- Akan kami berikan. - Aku ingin oven yang berfungsi.
Astaga, kau banyak maunya.
Jadi, ini yang kupikirkan.
Nanti mejanya dari kuarsa yang sangat awet untuk dipakai keluargamu.
Kulihat ada jendela besar, bak cucinya bisa lebih besar.
Aku setuju. Bak itu tak bisa memuat panci dan wajan.
Sangat sempit.
Dan kurasa dinding ini punya banyak peluang
karena ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan lebih baik lagi.
Aku ingin memberi Teresa dan Justin dapur yang tak hanya hangat dan ramah,
tapi juga sesuai kebutuhan keluarga yang biasa masak dalam jumlah besar.
Dapur itu akan sepertiku. Menawan, tapi siap kerja keras.
Ya.
Aku ingin membuat titik fokus di dinding kompor
yang indah dan fungsional.
Kami mulai dari kompor 122 cm yang elegan dan oven baru.
Lalu kuarsa yang elegan dan kuat untuk meja.
Kami teruskan meja itu ke dinding untuk jadi lapisan antinoda,
lalu rak serasi setebal 15 cm
untuk menaruh peralatan masak dan hiasan.
Sentuhan terakhirnya cerobong khusus yang anggun dan berlapis plester.
Untuk masalah penyimpanan Teresa dan Justin,
aku akan membuatkan dinding peluang.
Pantri, lemari, dan kulkas akan dipindah dari sana,
lalu diganti lemari setinggi plafon yang berpintu maupun terbuka,
kulkas-tersembunyi selebar meja,
oven 5-in-1 ,
dan area khusus untuk membuat kopi.
Dapur ini sangat berarti bagi kami,
tapi ini juga momen kebanggaan
bagiku, ibuku, dan saudara-saudariku tiap berada di sini
karena kami tak punya kemewahan ini saat kecil dulu.
Dapur ini membuat ibuku bahagia tiap kali beliau di sini,
itu yang terpenting bagiku dan saudariku.
- Luar biasa. - Mudah juga, ya?
Jangan terbebani.
Saat tahu Shea yang turun tangan langsung mengerjakan rumahku,
serasa di atas awang-awang.
Itu sangat berarti bagiku dan aku sungguh... tak sabar.
Ini kuambil.
Ya.
Waktunya menyulap dapurmu.
Ya!
PROYEK KECK SEBULAN KEMUDIAN
Kita akan membongkar dapur ini.
KONTRAKTOR UTAMA
Aduh.
Salut untuk Teresa. Di sini tak terlalu kotor.
- Tak perlu presisi. - Hai.
Hai, Shea.
Setelah dibongkar, area ini akan jadi menakjubkan.
Benar.
- Pasti ada pertanyaan? - Beberapa.
- Bradshaw, istirahat sebentar. - Oke.
- Aku tahu. Aku... - Apa katamu?
- Maaf. - Aku suka semangatnya.
Aku punya pertanyaan tentang kompornya.
Tak perlu pasang kabinet atas di dinding ini?
Benar. Area itu titik fokus utama di dapur
dan tujuannya yaitu menciptakan tampilan yang indah di situ.
Jadi, kita ubah dinding ini
menjadi beberapa rak dan lemari berpintu,
akan ada banyak lemari.
Kurasa tak perlu memasang lemari atas di dinding kompor.
Aku ingin mengambil daun meja lama,
lalu menaruhnya di sini, dan ditambah dinding antinoda.
Dan aku ingin di sini ada rak kecil yang sepanjang ini.
Oke.
- Itulah yang kusebut rak bumbu-bumbu. - Oke.
Aku bersemangat menggarap dinding antinoda ini
karena ini pengalaman yang baru bagiku.
Rak bumbu itu akan mudah diakses
dan tanpa lemari di atas kompor, posisi rak bisa lebih tinggi
agar terhindar dari cipratan saat memasak.
Kami merancang cerobong lengkung yang diplester.
Landaikan lekukannya
dan kurangi lebar persegi panjang di bawah situ.
- Kuharap kau membuatkan maketnya. - Oke.
Aku suka maket.
Lalu area duduk-duduknya tetap di posisi yang sama,
saat ini, pintunya terlihat seperti pintu Prancis,
tapi sebetulnya bukan.
Jadi, ini dipaku?
No comments yet. Be the first to leave one.