The first 200 lines.
"Drama ini fiksi. Nama, tokoh, dan latar,"
"Semua rekaan. Aktor anak syuting di area aman"
"dengan izin wali"
"Didukung Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata"
Jadi, permohonan demonstrasi medis oleh pihak pembela ditolak
dan terdakwa dijatuhi hukuman maksimal
yaitu hukuman mati.
Hukuman mati, akhirnya!
"Terdakwa"
Permisi, Yang Mulia.
Mengapa kamu lebih mementingkan penilaian dari Forensik Nasional?
Sebab, kami harus menilainya secara konservatif.
Itu berarti mengabaikan sepenuhnya potensinya sebagai obat.
Yang terpenting dalam kasus ini bukanlah pengobatan
melainkan pembunuhan.
Jika pertimbangkan hak pasien parah dari pengembangan obat itu
bukankah demonstrasi medis bisa saja dilakukan?
Majelis hakim berpendapat bahwa dibandingkan menerima pengobatan
hak untuk dilindungi dari kejahatan lebih utama.
Pasien anak-anak yang sakit parah juga sangat menantikan obat itu.
- Jika kamu abaikan harapan itu... - Pengacara!
- Dia keluar! - Dia keluar!
Mengingat motif kejahatannya telah diakui
apa alasan kamu menyimpulkannya sebagai pembunuhan acak di awal?
Perkara ini masih dalam persidangan, jadi aku sulit berkomentar.
Kalau begitu, tolong beri satu komentar lagi!
"Jaksa Cha Yi Yeon"
- Jaksa Cha di mana? - Belum kembali.
Katanya dia langsung ke TKP lain, jadi akan kembali terlambat.
- Ya, Kepala Jaksa. - Kamu di mana sekarang?
Aku sedang bekerja.
Kamu harusnya di rapat divisi. Semua datang memberimu selamat.
Bagaimana bisa bintang utamanya tidak ada?
Sidang pertama baru saja selesai. Ini belum saatnya merayakannya.
Kamu mulai lagi. Sikapmu ini yang jadi masalah.
- Sidang lebih utama, Kepala Jaksa. - Sudahlah.
Setidaknya mampir ke makan malam tim Mengerti?
Aku akan hubungi setelah melihat situasinya.
- Bekas jeratan? - Ya, sepertinya ini pembunuhan.
Bagaimana dengan senjata pembunuhannya?
Tidak ada yang ditemukan di TKP, kami harus menyelidiki lebih lanjut.
Bisa jadi ini orang yang berhubungan dengan Lee Woo Gyeom.
Ya, kami akan selidiki lebih lanjut dan memberimu kabar.
Ya, halo? Ya.
Ya.
"Institut Riset Medis Jinnam"
"Institut Riset Medis Jinnam"
"Satu Kesempatan Terakhir"
"Lee Woo Gyeom divonis mati, pengacara ajukan banding"
"Hasil sidang pertama Lee Woo Gyeom"
"Demo medis ditolak, Vonis mati diputuskan"
"Lee Woo Gyeom Banding Vonis Mati"
"Pembunuh Lee Woo Gyeom divonis mati, pengacara ajukan banding"
Ternyata Hakim Choi yang menangani sidang bandingnya.
Pengaturannya bagus, bukan?
Agar kamu manfaatkan momentum ini untuk hancurkan Pengacara Park
sudah kuatur ditangani oleh teman angkatan dari Pusat Pelatihan.
Apa Pengacara Park tak punya cara lain untuk sidang banding?
Dalam golf, kuncinya itu "address". Yaitu sikap awal.
Kalau kuda-kudanya berantakan, bahkan Tiger Woods pun bisa meleset.
Sementara Park Han-jun?
Dia mengayun dengan sikap yang salah sejak awal.
Mau dia mencoba 100 kali pun tidak akan berhasil.
Sidang pertama sudah memberi arahan kepada majelis hakim sidang banding.
Hak masyarakat bukanlah untuk mendapat pengobatan
melainkan untuk dilindungi.
Ya, benar.
"Jajak pendapat pro-kontra demonstrasi medis Lee Woo Gyeom"
Apa ini?
Kepala Bagian, coba lihat ini.
"Seru kalau pembunuhnya demo medis. Mau ikut pemungutan suaranya?"
Unggahan seperti ini terus bermunculan.
Coba tekan lihat hasil.
Baik.
"Hasil"
Apa? 75 persen? Ini tidak masuk akal.
- Kenapa orang-orang... - Apa yang begitu seru?
Demonstrasi medis ini menjadi semacam meme
dan responsnya luar biasa.
Di internet, apa pun bisa dijadikan lelucon.
Tapi tidak bisa diabaikan. Salah langkah, bisa jadi tren
- Apa banyak tulisan seperti itu? - Ya.
Coba lihat ini.
"Dia mati-matian hindari hukuman mati"
"Woo Gyeom meroket, kita jadi negara medis maju"
"Sekarang negara kita akan jadi kaya?"
"Tak ada korban, kenapa tak coba?"
Bagaimana suasana di luar?
Sudah waktunya berubah.
Bagimu, daripada hasil persidangan tapi suasananya yang lebih penting?
Hasilnya sudah bisa diduga. Sidang ini pasti sampai kasasi
dan sampai saat itu, kita harus dapat dukungan di sidang.
Lagipula di luar sana, terlepas dari hasil sidangmu,
muncul pembicaraan bahwa kemampuan penyembuhanmu harus diuji.
Karena mutasi darahmu sudah diakui di Amerika.
Jadi, aku akan mengajukan banding ke majelis hakim
meminta mereka untuk memverifikasi ulang nilai obat itu.
Lalu.
Sesuatu yang paling kamu inginkan
yakni demonstrasi medis, juga akan aku minta lagi.
Bagus.
Namun, sepertinya
demonstrasi medis itu
kemungkinan besar tidak akan diterima.
Hakim bandingnya rekan seangkatan atasan Jaksa Cha, Kepala Oh.
Memangnya kenapa?
Jika tidak ada demonstrasi medis,
tidak ada gunanya melanjutkan sidang ini.
Lee Woo Gyeom.
Kita juga harus punya rencana cadangan.
Aduh.
"Istri"
- Aku sambungkan ke Min Seo. - Ya.
Ayah.
Min Seo. Kenapa kamu belum tidur?
Kamu sangat merindukan Ayah, ya?
Ya, Ayah.
Ayah kapan pulang?
Yah, kalau Min Seo bilang rindu Ayah,
- Ayah bisa langsung datang. - Benarkah?
Ibu, Ayah bilang bisa datang.
Sudah lihat Ayah, kan? Ayo tidur. Ayah, sampai jumpa lain waktu.
Ayah.
Ibu menyuruhku tidur.
Ya, benar, Min Seo.
Sekarang sudah sangat larut. Sebaiknya kamu tidur saja.
Ternyata Ayah juga sangat merindukanku.
Tentu Ayah
selalu...
Setiap hari merindukan Min Seo.
Ayah juga harus tidur sekarang. Ayo cepat ucapkan salam.
- Ayah, aku tidur, ya. Mimpi indah. - Ya
Min Seo juga.
Semoga mimpi indah.
Hasil uji klinis pada manusia.
Penyakit Batten.
Pak Pengacara.
Penyakit Batten tidak bisa disembuhkan.
Terutama untuk kasus seperti Min Seo yang gejala awalnya sudah muncul,
kematian dalam beberapa tahun adalah kepastian.
Kamu benar-benar
bisa sembuhkan Penyakit Batten, bukan?
Setidaknya aku
bisa menyembuhkan penyakit Min Seo.
Jaksa Cha, aku sudah memeriksa identitas jenazahnya.
- Song Min Su, bekerja di JNI. - Institut riset?
"Laporan: Kematian Song Min Su dan Institut Jinnam"
"Laporan Pemeriksaan Identitas Jenazah"
Tapi, entah ini kebetulan atau bukan,
kamu ingat barang bukti yang diserahkan Pengacara Park?
Saat Lee Woo Gyeom masih mahasiswa kedokteran
data obat yang dia teliti.
Penelitian yang diajukan terdakwa ke kompetisi Grup Medis Global
adalah materi riset pengobatan ini.
Ide terdakwa juga dinilai tinggi oleh tim peneliti Chaeum,
dan kami juga telah memastikan mereka pernah membahasnya.
Ternyata, Song Min Su yang terbunuh juga berasal dari Chaeum.
Sebagai peneliti senior di kompetisi Lee Woo Gyeom,
dia juga memberikan nilai tinggi.
Setelah mundur, bersama Han Sang Ho dokter pribadi Lee Woo Gyeom
mereka mendirikan tempat bernama Institut Riset Jinnam.
Mungkin dia terus berkomunikasi dengan Lee Woo Gyeom di sana.
"Lantai empat, Institut Riset Medis Jinnam"
"Institut Riset Medis Jinnam"
"Peringatan: Tunggakan Tagihan dan Pemutusan Pasokan Gas Kota"
"Lantai empat, Institut Riset Medis Jinnam"
Permisi! Hei!
Sial.
Sial.
Ya, Detektif Gong.
Tolong segera periksa pria yang lari ke CCTV parkiran Daehan.
Baik.
5896, pindah ke sel.
Lihat siapa yang datang. Dokter.
Hei, kamu hanya membunuh penjahat keji?
Hei, katanya kamu hanya membunuh penjahat keji?
- Apa? Aku ini bajingan kelas berat. - Aku ini bajingan kelas berat.
Bunuh aku juga, Berengsek!
Kubilang bunuh aku juga, Berengsek!
Apa lihat-lihat? Tundukkan pandanganmu, Berengsek!
Akan kucungkil bola matamu, sialan. Kita lihat saja nanti. Ya?
Kamu tertawa? Sialan, akan kurontokkan gigimu.
Hei, dasar berengsek.
"Loker Barang"
Hei, kalau kita sekamar dengan orang gila itu...
Sialan.
Bagaimana bisa hidup dengan tenang?
- Hei, Bae Geun Hyeok sudah datang. - Ya, aku keluar, Bos.
"Loker Barang Pribadi"
Apa lihat-lihat, sialan.
Kamu kenal Hong Jae Gwang, bukan? Katanya kamu membunuh kakakku.
Bajingan.
Mati! Kamu juga mati!
Mati!
Hei, kamu bajingan gila.
Mati!
Mati! Mati!
Dasar bodoh, apa yang kamu lakukan! Bunuh dia!
Mati saja kamu! Mati!
Ada apa? Kenapa?
No comments yet. Be the first to leave one.