The first 200 lines.
Rupanya keluarga Salieri.
Pengantin wanitamu ada di atas meja.
Kami semua tahu betapa kau berutang budi pada Kaisar itu.
Ada pekerjaan baru.
Aku ingin tahu, apa kau bisa membawakanku manuskrip-nya?
Supaya aku bisa memperdebatkannya di depan Kaisar.
Tapi kau seorang wanita. Aku seorang pria.
Seperti itulah caranya.
Pakai bajumu.
Kenapa? Kau berubah pikiran?
Anak yang sangat kasar.
Kau bisa kehabisan murid.
Baiklah!
Stanza, kemasi kopermu. Kita akan bepergian.
Kau menyia-nyiakan bakat pemberian Tuhan untukmu.
Kau anak berengsek yang egois!
Tuan, maaf aku harus memberitahumu bahwa anakmu sudah meninggal.
Mass for Raimund siap ditampilkan.
Mulai saat ini, kita adalah musuh. Kau dan aku.
Membunuh pria itu
Membunuh Tuhan.
Apa yang kau nyanyikan itu?
Bukan apa-apa. Hanya nada yang pernah kudengar.
Kau pergi menonton konser?
Aku pergi ke kasino. Di sana biasanya ada String Quartet .
Untuk yang itu namanya Quintet .
Tapi nada itu teringat di pikiranmu?
Aku belum bisa melupakannya.
Kau tahu siapa penulisnya?
Tidak.
Aku tahu.
Tetaplah menyanyikannya.
Musik Gerakan Kedua. Andante.
Kunci subdominan terhadap C mayor.
Itu memasuki otak kita.
Menggali masuk ke alam bawah sadar. Seperti mantra.
Ya.
Aku tidak datang kemari untuk pengampunan dosa, kau paham?
Tidak untuk kesenangan.
Aku bisa memberikanmu apa pun tujuanmu kemari.
Bernyanyilah terus. Memikatku seperti Pied Piper.
Seperti tikus?
Apa yang akan kau lakukan jika kau menangkap tikus?
- Apa kau akan baik terhadapnya? - Tidak.
Tidak. Kau ingin menghukumnya, 'kan?
Kau ingin melukainya, menghancurkannya.
Lebih keras.
Lebih keras. Kumohon.
Pernahkah kuceritakan padamu bahwa aku mantan pendeta Gereja San Luca?
Maksudku, seantero Venice ini indah, jika kau suka kanal
Tapi sebenarnya aku tidak suka.
Walau kurasa aku agak ahli dalam menjadi pendeta.
Aku punya gundik.
Aku punya dua anak dengannya, mereka memecatku
Andai kau bisa percaya itu.
Aku diusir keluar dari Venice.
Ya, sebenarnya aku bisa percaya itu.
Kaisar dan keinginannya yang terus-menerus untuk reformasi.
Maksudku, itu keterlaluan. Mempekerjakan anak kecil dilarang.
Petani boleh pindah ke mana pun mereka mau.
Apa kabar Constanze saat ini?
Kadang dia cemas tentang murid-muridku dan sebagainya.
Murid-muridmu?
Ya, murid-muridku semakin berkurang.
Bagaimanapun juga, yang lebih penting
Kaisar menugaskanku menulis opera lagi.
Aku sudah dengar itu. Tentang apa?
Entahlah.
Aku tadinya ingin bertanya padamu. Kau mau ikut tampil dalam opera itu?
Menambahkan syair indahmu ke dalam musik itu?
Maaf, Sayang, tapi aku punya atasan yang lain.
Masa?
Itu lucu. Dia biasanya tidak pernah datang ke acara seperti ini.
Kurasa belakangan ini dia agak masuk ke sisi gelap.
- Apa maksudmu? - Kudengar
Mereka sudah jarang melihatnya di misa gereja Minggu lagi
Bisa dibilang begitu.
Itu tidak akan terjadi, 'kan?
Kaisar menghina kaum bangsawan.
Meminta kita memaafkannya dan berterima kasih padanya.
Halo.
- Halo. - Hai.
Tidak ada yang bisa kukatakan padamu. Aku hanya berpikir jika
Seseorang tadi tidak ikut campur, dan mulai bicara denganmu
Kau mungkin akan membunuh salah satu dari mereka.
Mungkin aku akan tetap melakukannya.
Aku Franz Sussmayr.
Kau teman suamiku?
Bukan. Hanya pengagumnya.
Kalau begitu kau cocok ada di sini. Baiklah.
Aku pernah menontonmu menyanyi tahun lalu.
Misa itu.
Ya, aku...
Aku masih memikirkannya.
Omong-omong, senang bertemu denganmu.
Semoga malammu menyenangkan.
Komposer Istana.
Kenapa matamu?
Aku terpeleset saat keluar dari bak mandi.
Itu tempat yang berbahaya.
Istriku bersikeras untuk menstruasi dua kali sebulan.
Kuberi tahu dia, itu berbahaya.
Bagaimana pekerjaan barumu?
Bagus. Les Horaces . Opera tragedi.
Opera tragedi. Aku tidak sabar menantikannya.
Penulis naskah operanya?
Da Ponte.
Orang yang tidak bertanggung jawab.
Lorenzo memang eksentrik, tapi dia yang terbaik
Dan hanya yang terbaik yang bisa.
Apa kabarmu, Antonio?
Aku baik-baik saja.
Kau tampak lain belakangan ini. Aku tidak bisa memastikan apa itu.
Sebenarnya aku cemas.
Kau boleh cerita padaku kalau ada masalah.
Apa kita membicarakan perasaan kita, Guiseppe?
Kau semakin lemah, Kapellmeister. Aku baik-baik saja.
Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.
Istana menugaskan Mozart lagi.
Kaisar suka dia.
Dia sangat berisiko.
Maksudku...
Kau pernah mendengarnya, Antonio. Ya, ampun.
Pemuda itu bisa menulis musik bagus. Kau tidak bisa menyangkalnya.
Kurasa bakatnya akan kalah dengan...
Sifat eksentriknya? Kaisar ingin memberinya kesempatan lagi.
Aku tidak berdaya.
Kita mempermudah masyarakat menertawakan kita.
Joseph ingin gedung operanya menjadi inspirasi bagi seluruh Eropa untuk...
Guiseppi...
Kita akan butuh Kapellmeister baru.
Kapellmeister kita yang baru.
- Selamat. - Terima kasih.
Jadi, bagaimana rasanya?
Tidak ada bedanya.
Seluruh Vienna dan semua pemusiknya ada di tanganmu.
Kau pasti merasakan sesuatu.
Kita harus cepat hari ini. Aku harus menghadiri banyak pertemuan.
Kau masih sempat mengajariku?
Kapellmeister harus selektif untuk memilih orang-orang terdekatnya.
Aku harus melepaskan banyak muridku.
Tapi kau, Katerina, kau.
Aku ingin tetap mempertahankanmu, dalam penangananku.
Bisakah kau bayangkan?
Tersedak sampai mati saat makan daging sapi.
Memangnya apa salahnya dengan daging sapi?
Aku bisa memikirkan beberapa hal yang lebih bagus untuk tersedak.
Sudah selesai, Tuan.
Aku suka!
Anton, kedengarannya agak bernada flat bagiku.
Mereka mengangkat Salieri menjadi Kapellmeister, kau sudah dengar?
Aloysia tadi menyebutkan soal itu delapan atau sembilan kali, ya.
Dia sebenarnya memanggilku untuk menemuinya.
- Apa yang diinginkannya? - Bukan, Anton.
Itu jadi nada kres sekarang.
Coba ulangi lagi.
Kurasa dia ingin bicara denganku tentang opera baru itu.
Rosenberg berpikir aku mungkin akan tampil lebih lama kali ini
Yang mana, itu bagus.
Ada seorang pemuda di pesta kita beberapa pekan lalu.
Dia pernah hadir di Misa Raimund.
Baiklah.
Dia ingat nyanyianku.
Dia tidak bisa berhenti memikirkannya.
Ya. Itu karya yang bagus, 'kan?
Aku berpikir untuk melakukannya lagi.
- Melakukannya? - Bernyanyi.
Sebagai penyanyi profesional, atau...
Aku penyanyi soprano yang bagus saat aku muda.
Ada peran di luar sana yang cocok dengan suaraku. Maksudku...
Ya. Menyanyikan Misa itu biasa, tapi opera itu semacam
Berminggu-minggu tanpa berhenti, kadang berbulan-bulan.
Omong-omong...
Sampai nanti.
Mozart.
Masuklah. Masuklah.
Aku turut berduka cita tentang Bonno.
Ya.
Itu buruk sekali. Itu membuat kita bertanya-tanya, 'kan?
Apa rencana Tuhan di balik semua kekacauan ini?
Ya. Sekarang, tugas barumu.
Aku harus bekerja keras meyakinkan mereka atas kemampuanmu.
Masih ada beberapa pejabat istana yang perlu dibujuk.
Aku tidak mau menjelekkan almarhum, tapi...
Kurasa meninggalnya Bono mungkin menguntungkan bagimu
Kau paham maksudku?
Ya, itu pasti. Ya. Tentu saja.
Percayalah, aku berterima kasih untuk semua ini. Sungguh.
Tetap saja, apa temanya? Ide keseluruhan dari semua itu.
Kurasa aku belum punya ide. Aku masih mengusahakannya.
Sungguh?
Kami semua memikirkan sesuatu yang agak fantastis.
Fantastis?
Dewa-dewa, malaikat. Raja, kesatria, semacam itu.
Agak spektakuler.
Kaisar ingin sesuatu yang bisa menghibur khalayak, paham?
Tidak. Terima kasih. Tidak.
Kurasa penonton sudah bosan dengan itu sekarang.
Aku tadi membayangkan, sesuatu yang agak lebih mirip kehidupan nyata.
Semacam hal yang relevan.
No comments yet. Be the first to leave one.