The first 200 lines.
Ben?
Ben!
Kenapa orang bisa senang lari pagi?
Aku butuh kopi.
- Ayo cepat. - Cepat, Sylvie!
Maaf.
Maaf, semua.
Pasang sabuk pengamanmu.
Oke. Aku mencintaimu, dan kamu.
Dan kamu.
Dan aku mencintaimu.
Da, Ibu.
Halo?
Halo?
Rebecca, sayang. Kaukah itu?
Ini Lucy, Alberta.
Tidakkah kau perhatikan tiap kali kau salah menekan nomor,...
...selalu aku yang menjawab?
Ayah akan menyebut hal itu masalah yang berbahaya.
Sebagai mantan terapis dan suamiku, dia seharusnya tahu soal itu.
Tolong telepon kakakmu untukku.
Kami seharusnya makan siang bersama, tapi...
...aku tak punya waktu.
Kau merokok lagi?
Kau berbaring di ranjang, berpakaian lengkap...
...dengan Diet Pepsi basi, merokok, benar?
Kuharap kau mau menemui terapisku.
Sylvie, aku tak bisa bicara sekarang.
Karena Ben, dia bahkan belum pulang.
Aku tak mau pergi tanpanya.
Karena, dia harus mengantarku mengambil mobilku.
Tidak, kau tak bisa mengantarku.
Karena aku tak punya waktu untuk mendengarkan soal perkawinanmu.
Akan kutelepon kau waktu istirahat.
Bekerjalah di kebun, memahat...
...lalu duduklah dekat telepon sampai kutelepon balik.
Aku juga mencintaimu. Da.
Halo? Halo, Luce.
Aku tak tahu kenapa dia salah nomor. Aku harus pergi.
Tidak, kurasa kau tak perlu menemui terapisnya.
Aku harus pergi mencari Ben, aku sangat marah padanya.
Karena dia harusnya mengantarku, dan aku harus mengajar jam 9.00.
Kau sudah merokok sepagi ini? Luce!
Halo, permisi.
Ini agak memalukan, tapi aku mencari suamiku.
Dia lari pagi di jalan ini. Kurasa dia memakai baju lari biru.
Apa kau melihatnya?
Seorang pelari ditabrak mobil setengah jam lalu.
Mereka membawanya ke RS.
- Ny. Lott? - Halo.
Aku mencari suamiku.
Dia mungkin ditabrak mobil. Dia sedang lari pagi di dekat rumah kami.
Di mana anda tinggal?
Jalan Old Mountain. Bisakah hal ini ditunda?
Aku hanya ingin memastikan diakah orangnya.
- Tinggi? Berambut gelap? - Ya.
Baju lari biru?
Ya. Apa yang terjadi? Kau membuatku takut.
- Dokter akan segera keluar. - Tidak.
Katakan padaku. Apa yang terjadi?
- Suamimu tertabrak dengan keras. - Ya.
Dia tak selamat.
Dia tak selamat? Apa...?
Apa maksudmu dia tak selamat?
Apa maksudnya?
Maksudmu dia mati?
Halo?
Apa?
Apa?!
Permisi sebentar, Tuan-tuan.
Ya. Lucy?
Sayang, pelan-pelan, aku tak...
Ada apa dengan Ben?
Dengar, Lucy. Bisa kutelepon kau kembali? Aku sedang...
Ada apa dengan Ben? Aku tadi sedang bicara, tak bisa mendengarmu.
Sial.
Kau juga menelepon ayahku?
- Dia tinggal di San Francisco. - Aku tahu.
Dia naik pesawat. Dia akan sampai besok pagi.
- Kau menyetir terlalu cepat. - Hanya 15 mil/jam.
Rasanya terlalu cepat. Terlalu cepat.
Aku hanya berusaha mengantarkanmu pulang, Rebecca.
Bukankah tadi di RS sudah kubilang?
Jangan sebut namaku, Sylvie.
- Jangan bicarakan soal itu. - Baiklah.
Jangan menyentuhku, Sylvie! Jangan sekarang, belum.
Aku paham.
Kau tak paham.
Aku tak bisa menyentuh apapun.
Tak apa-apa, aku yang akan melakukannya.
- Aku saja, tak apa-apa. Maaf. - Jangan.
Halo, Ben dan Rebecca sedang pergi.
Tinggalkan pesan dan salah satu dari kami, akan meneleponmu.
Rebecca, ini Martha dan John. Kami baru saja mendengarnya.
Ya Tuhan, aku ikut berduka.
Jika kau butuh bantuan, telepon kami di rumah.
Aku ingin masuk.
Tapi juga tak ingin.
Aku sangat paham.
Maksudku, kamar tidurku membuatku sakit.
Paul dan aku sudah tak bercinta selama 3 bulan.
Kami bercinta. Pagi ini.
Aku tak bisa masuk ke sana.
Baiklah.
Aku baru sadar bahwa sekarang aku adalah W (janda).
Besok pagi aku akan bangun dan terlihat...
...persis seperti Georgia O'Keeffe pada umur 85 tahun.
Aku membayangkan dikelilingi warna hitam, pipi dan tangan keriput.
Itulah yang selalu kubayangkan mengenai kata W.
Aku tak mau terlihat brutal...
...tapi aku tak paham soal kata W. Apa itu artinya witch (penyihir)?
Widow (janda).
Kau pikir apa yang kumaksud?
Entahlah. Aku masih di Santa Fe dengan Georgia, memikirkan...
...kata apa yang dimulai dengan "W".
Aku tak bisa menemukannya.
Pasir panas.
Ular cambuk. Rumput liar.
- Aku bukan profesor puisi. - Lesu. Lemah. Menangis.
Hanya karena aku membuatmu tertawa...
...bukan berarti aku sudah berubah.
Baiklah.
- Lucy! - Payah, Alberta. Sial.
Lucy, sayang!
Lucy, tunggu.
Aku harus memasukkan belanjaan ini ke kulkas.
Lucy.
Halo.
Hai, Luce.
Jangan menyentuhnya, dia... Kulitnya sakit.
- Lucy boleh menyentuhku sekarang. - Tak apa-apa. Silakan.
Kecuali, jika kau akan membuatku menangis.
Dia tak mau menangis karena dia seorang W.
Jaket yang bagus. Baru beli?
- Kubeli di Charivari, diskon. - Mengagumkan.
Mereka juga punya yang warnanya coklat pudar.
- Coklat terlihat bagus untukmu. - Aku suka yang hitam.
Aku tak percaya kita membicarakan jaketmu.
Aku tahu.
Aku tak percaya telah menambah yang bagian Charivari.
Maafkan aku, Becky. Aku tak percaya ini terjadi.
Kau sudah bicara dengan Ayah?
Ya, sebelum dia naik pesawat.
Apa katanya?
Apa dia bicara soal Ibu?
Apa yang dia katakan tentang kematian Ibu?
Apa dia langsung merasakannya?
Kau pergi ke Zabar? Apa yang kau beli?
Entahlah. Sylvie menyuruhku membawa makanan.
Jadi, makanan.
- Dia tak mau disentuh... - Alberta, kau tidak...
Kemarilah.
Jangan!
Astaga.
Dia belum mau menangis. Kau harusnya tak membuatnya menangis.
Ini bukan tangisan.
Rebecca, sayang.
- Keluarkan semuanya. - Tidak.
Kalau begitu mari kita minum teh.
- Ada yang mau membuatnya? - Akan kubuat.
- Kubantu kau. - Aku saja.
Aku yang mau membuat teh! Aku saja!
Kalian berdua, buatlah teh.
Apa yang kita lakukan?
Kita membuat teh. Kita membuat teh bersama.
Aku kelaparan dan belum makan sejak makan malam kemarin...
...yang kusesali karena suamiku dan aku akan bercerai.
Aku bertanya apa Rebecca mau teh atau sesuatu, dia bilang tidak.
Wanita itu hebat. Sudah berapa lama dia menikah dengan ayahmu?
10 tahun. Tapi mereka sudah bercerai selama 4 tahun.
Terima kasih, karena aku tak percaya dia masih mencampuri hidupku.
Terima kasih mau melakukan itu.
Sekarang aku yang akan mengurus semuanya, sayang. Aku di sini.
Aku sudah bicara dengan pengacara di New York.
Aku sedang menunggu telepon polisi tentang laporan kecelakaan.
Maaf mengganggu, tapi apa kau mau makan sesuatu?
Tidak, terima kasih, Lucy.
Lucy, jika Kapel Riverside telepon, interkom saja aku di atas.
Kita tak punya alatnya.
Jika punya pasti sudah kuinterkom Becky untuk menanyakan soal makan.
- Terima kasih. - Kita bukan di Wall Street.
- Lihat sekitarmu. - Biarkan kupraktekkan keahlianku.
Ada keputusan tertentu yang hanya bisa dibuat oleh Rebecca.
Ya, dia benar.
- Tubuhnya mau kau apakan? - Astaga!
Sayang?
Tak bisakah kau berhati-hati dengan ucapanmu?
Jika itu terjadi padaku, aku akan bunuh diri.
Kita di sini untuk satu alasan, membantunya melewati 1 minggu ini.
Jika dia bisa, kita juga bisa. Aku mau dengar kalian bilang bisa.
Aku bukan penggembira, aku tak mau bersorak. Aku adiknya.
Tak ada yang memintamu melakukan pom-pom.
Aku merasa tak enak.
Semua tempat rasanya salah. Aku benci semua ruangan di rumah ini.
Aku membuatkanmu teh. Sylvie sedang memasak airnya.
Tolong yakinkan aku bahwa aku bisa melewati ini.
Kau bisa melewati ini, Becky. Aku tahu kau bisa.
- Apa itu begitu sulit? - Kenapa lidahmu begitu tajam?
Lidahku tak tajam.
Pom-pom tadi membuktikannya.
No comments yet. Be the first to leave one.