The first 200 lines.
Selamat pagi, Anggota Dewan Ito.
Hideki, handuk.
PARTAI PERDAMAIAN MASYARAKAT YOJIRO ITO
Dan di politik, setelah disetujui oleh komite,
proposal untuk mengekang aktivitas yakuza akan dibahas di Parlemen besok.
Walaupun anggota organisasi ini...
...telah mengalami penurunan, peningkatan aktivitas baru-baru ini memicu tindakan
untuk melenyapkan mereka selamanya.
Ketika ditanya tentang masalah ini, Anggota Dewan Ito mengatakan ini.
Kejahatan terorganisir yang mengancam warga tak bisa dimaafkan,
- jadi, itu harus diberantas. - Seharusnya aku potong rambut.
Aku siap mandi, Hideki.
Pemungutan suara untuk isu ini akan dilaksanakan akhir minggu ini
sebagai bagian dari inisiatif reformasi...
Kita coba minyak camellia baru itu, ya?
Setelah itu, siapkan sarapanku.
Apa terlalu berlebihan jika makan panekuk?
STATUS SISTEM PEMBUANGAN
PERANGKAT DIAGNOSTIK TERDETEKSI MENGHAPUS
Aku akan membuat panekuknya.
BERDASARKAN NOVEL KARYA COLIN O'SULLIVAN
Kau baik-baik saja?
Sunny, bangun.
Ada sesuatu?
Kenapa dia tak mau reboot ?
Kita coba cara lain ketika aku kembali.
Kau harus pergi?
Aku harus menggantikan yang kemarin.
Tentu saja.
Ya. Aku minta maaf.
Sangat hebat kau datang.
- Maaf. - Bisa hentikan itu?
Aku serius. Aku mengerti.
Tapi kau tak akan memakai itu lagi, 'kan?
Tak apa-apa. Aku ganti baju di tempat kerja.
Tidak. Jangan konyol. Aku punya banyak baju.
Ini.
Aku tak memakai ini lagi.
Apa kau punya jeans atau semacamnya?
Tak ada yang pas untukmu.
Aku suka memakainya dengan ini.
- Suzie, ini... - Astaga. Bisa kau pakai saja?
Ya. Terima kasih banyak.
Jika pakai sabuk, akan terlihat bagus. Pinggangnya.
Sunny.
Astaga.
Kau baik-baik saja?
Ya. Tidak. Kemarilah.
Apa yang kau lakukan?
Haruskah aku membangunkannya?
Aku tak yakin itu ide yang bagus.
Kita harus periksa apakah dia baik-baik saja, 'kan?
Suzie, kita tak tahu apa yang mereka lakukan padanya.
Ini seperti saat seseorang baru kembali dari kultus,
kau tak boleh langsung tidur dengan mereka pada malam pertama.
Bawa dia untuk diprogram ulang.
Bukan aku. Aku menonton dokumenter.
Dengar, aku tak bilang jangan pernah menghidupkannya kembali.
Tapi tunggulah sampai aku kembali.
Kau benar-benar harus pakai sabuk.
Sunny, bangun.
Astaga.
Sunny, kau baik-baik saja?
Halo, Suzie. Kau butuh sesuatu?
Tidak. Aku hanya...
Lalu kenapa kau menyalakanku?
Karena aku mengkhawatirkanmu.
Tapi aku bisa membuatmu tidur lagi jika itu yang kau inginkan.
Aku sudah bangun.
Tapi jika kau tak butuh apa pun, aku akan menonton TV.
- Berikan aku petunjuk. - Petunjuknya adalah...
Sesuatu yang sama-sama dimiliki aku dan Saigo.
Aku tak pernah mengerti acara ini.
Pertama-tama, kau harus bisa bahasa Jepang.
Astaga. Baiklah.
Bagaimana perasaanmu?
Apa kau merasa berbeda atau...
Kenapa kau terus bertanya?
Kau ingat apa yang terjadi padamu kemarin?
Tidak, aku dimatikan. Tunggu sebentar.
Zexy.
Kau marah padaku atau apa?
Kenapa aku marah padamu?
Entahlah. Kau tampak berbeda.
Seperti ada perubahan.
Aku ingin kau tahu aku melakukan semua yang kubisa untuk menemukanmu.
Dan mereka bilang, penting bagi para penderita PTSD untuk membicarakan...
Aku homebot , Suzie.
Kami tak menderita PTSD.
Tapi tampaknya masih bisa mengalami PMS.
- Apa? - Bukan apa-apa.
Kau tahu aku juga tak menstruasi.
Terima kasih atas infonya.
Aku lapar.
Sial.
Jadi, kalian berdua sering berbuat nakal di sekolah?
Sama sekali tidak. Noriko -san selalu ingin terlihat baik.
Jika kau tak hati-hati, kau akan kalah, Yoko -san.
Cek.
Sekakmat.
Sakamoto- san memang hebat!
Keberuntungan pemula.
Kau tak keberatan, 'kan, Noriko- san?
Gula darahku.
Bagaimana dengan dua dari tiga kemenangan?
Kau bisa memenangkan semua permen itu kembali.
Meja nomor dua!
Waktunya kunjungan virtual.
Tapi kami memulai permainan baru.
Kau tak ikut?
Aku yakin banyak orang yang bisa kau hubungi...
Jawab.
Ini Penjara Wanita Kyoto.
Maukah kau menerima telepon dari...
Noriko Sakamoto.
Baiklah. Ya.
Suzie- san, kau tak menggunakan masker wajah yang kuberikan padamu.
Senang melihat penjara tak mengubahmu.
Kau baik-baik saja? Ingin kucoba keluarkan sekarang?
Aku baik-baik saja, terima kasih.
Tapi apa yang sedang kau makan?
Bukan apa-apa.
Pergilah ke rumahku.
Ada takikomi gohan di kulkasku.
Kau tahu cara membuat dashi? Tentu saja tidak.
Beli miso di konbini.
Atau mungkin aku bisa mencurinya.
Instruktur kuliner di sini katanya cukup bagus.
Aku akan mencari tahu namanya.
Mungkin dia bisa sabar untuk mengajarimu.
Maaf, okaasan. Aku harus pergi.
Mungkin kau bisa meneleponku minggu depan?
Aku tak meneleponmu.
Bisakah aku bicara dengan Sunny- chan?
Apa itu Noriko- san?
Ya.
Aku bisa bicara padanya. Sambungkan dia padaku.
Baiklah.
Noriko- sama! Sungguh menyenangkan!
Foto.
Sayangku.
Tersenyum!
Tidak!
Noriko- san , kau lucu sekali!
Telepon Dee.
Menelepon Dee.
Menelepon Dee.
Hai. Ibuku tak bisa menjawab sekarang.
Tinggalkan pesan.
Hei, ini Suzie. Aku mencoba meneleponmu beberapa minggu lalu
karena banyak hal telah terjadi...
Dee, keadaanku sangat buruk. Dan...
Aku merindukanmu.
Aku tahu aku teman yang buruk, dan aku tak pantas...
Tapi aku baru bercerita tentangmu kepada seseorang dan kupikir...
Astaga! Bagaimana kau bisa masuk?
Apa? Kau memberiku kuncinya.
Jangan menyelinap di belakang orang lain seperti itu.
Itu menyeramkan.
Kau tak ingin bertanya kenapa aku di sini? Kenapa aku kembali?
Aku dipecat.
Apa? Astaga. Apa yang terjadi?
Aku terlambat lima menit setelah pulang lebih awal kemarin.
Mixxy.
Ini.
Aku tak ingin wiski bekasmu.
Wow. Aku akan menuangkan yang baru.
Tak perlu.
Jadi, apa kau akan meminta maaf?
Ya. Tentu saja. Maksudku...
Tapi mereka tak pantas untukmu.
Dan kau akan menemukan pekerjaan lain. Maksudku, ke mana pun kau pergi,
selalu ada bar koktail di kota ini, 'kan?
Apa kau setidak peka itu?
Tidak, sama sekali tidak.
Aku sudah bilang tadi pagi, aku merasa bersalah kau pergi kemarin.
Ya. Kau memanipulasiku agar tetap bersamamu lagi.
Memanipulasimu?
Apa kau tahu betapa sulitnya mendapat pekerjaan di Ochiba?
Betapa butuhnya aku?
Ya.
Maksudku, tidak. Tapi...
Tentu saja tidak.
Lihat dirimu.
Kapan terakhir kalinya kau punya pekerjaan sungguhan?
Aku ingin menghabiskan waktu bersama anakku, Berengsek.
Karena aku cukup yakin aku akan mati seperti ibuku
dan tak punya cukup waktu bersamanya.
Ternyata aku benar.
Apa?
Bukan apa-apa.
Aku tak akan pernah bisa mengkritikmu.
Kau selalu mengenakan tameng kesedihanmu dan tak ada yang bisa mempertanyakanmu.
Kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan.
Kau bercanda?
Aku tak ingin punya tameng kesedihan seperti ini.
Apa?
Kurasa seperti itulah kau di sini.
Tak ada yang pernah mengkritik omong kosongmu.
Apa itu sebabnya kau ke Jepang?
No comments yet. Be the first to leave one.