The first 195 lines.
New York City. Pernah dengar?
Itu aku yang berjalan.
Aku Petey, gadis dengan nama lelaki. Jadi, kau boleh menyukaiku.
Hari-hariku dipenuhi hal-hal khas New York.
Membeli kopi saat mau membeli kopi.
Terapi. Terapi lagi. Lagi-lagi terapi.
Menyeberang sembarangan ke museum,
menghindari botol kencing,
tampak lega, tapi muram, saat monster raksasa dibunuh.
Lalu tentu saja, Broadway.
Aku punya segalanya.
Pekerjaan sempurna sebagai asisten senior asisten editorial
di majalah mode terbesar di tengah kota.
Bagus, jelek, bagus, jelek. Saatnya makan siang.
Aku sudah jadi asisten selama delapan tahun,
tapi aku diizinkan bawa pulang bagel keras di akhir hari. Bos wanita!
Kita harus memilih halaman.
Andai kita tahu mana yang akan mengetren bulan ini. Kaus atau celana? Ada ide?
Kemeja menutupi bagian atas!
Celana menutupi bagian bawah!
Celana terusan menutupi keduanya.
Apa? Aku? Aku tak bilang apa-apa.
Memang, seumur hidupku, aku takut untuk angkat bicara
karena kurang percaya diri, tapi siapa tahu?
Mungkin itulah yang memberiku tunangan sempurna,
pria terbaik yang ada di New York.
Astaga, kau masuk akal secara teori.
Astaga, Brian. Jangan di sini.
Kurasa bisa dibilang aku punya segalanya. Seorang pria, pekerjaan, dan apartemen.
Tunggu, itu tiga hal.
Jadi, kurasa bisa dibilang aku punya tiga hal
dan tak satu pun akan benar-benar hancur.
SELATAN
UTOPIA BARU
Kafe - Petey itu Hebat KAMI CINTA PETEY
Seluruh hidupku sempurna,
tapi tak pernah ada yang cukup bagi ibu sosialitaku, White St. Barts.
Dia punya badan amal untuk anjing yang tak kawin.
Nyonya St. Barts, putrimu datang untuk menemuimu.
Apa itu putri?
Seperti putra, tapi perempuan.
Generasi ini punya kata untuk segalanya. Sulit mengikutinya.
Hai, Bu. Aku membawakan Ibu kue mahal, tapi bermakna
dari toko yang biasa kita datangi saat aku masih kecil.
Perhatian sekali.
Jadi, apa maumu? Uang? Pengacara?
Jika kau menginginkan permintaan maaf, Ibu lebih suka menulis cek.
Ibu memanggilku.
Benar. Tentu saja.
Karena ada pernikahan yang harus Ibu hadiri bulan depan
yang sangat Ibu takuti.
- Ibu, itu... - Ibu tahu.
Kenapa tak kirim hadiah permintaan maaf saja?
Ibu...
Ibu datang hanya karena Ibu adalah ibu pengantin wanitanya.
Kau Diundang
Benar. Itu kau.
- Ini. - Apa ini?
Ibu mau pura-pura punya hadiah,
tapi sebenarnya itu kaset VHS yang Ibu sembunyikan darimu.
Sejujurnya, itu benda terburuk yang pernah Ibu pegang.
Karena kau sudah memegangnya, itu pesan dari ayahmu.
Aku punya ayah?
Tidak lagi. Dia sudah meninggal.
Aku punya ayah yang sudah meninggal?
Ibu akan mengambil buku cek.
Untuk Petey Saat Meninggal
Petra tersayang, termanis, dan tercantik.
Ini ayahmu.
Ya! Maaf, Ayah jarang ada saat kau tumbuh dewasa.
Tapi Ayah sibuk mengerjakan sesuatu yang sangat keren.
Jika kau menonton ini, itu berarti dua hal.
Ayah sudah meninggal, dan sekarang, hal keren ini menjadi milikmu.
Komunitas Utopia Baru.
Carolina Barat.
UTOPIA BARU
PANGKAS RAMBUT
Ayah membuat kota yang bagus.
Kejar. Benar, begitu.
Ayah tahu kau gadis kota. Sungguh.
Dahulu Ayah juga anak kota. Kita punya kesamaan.
Sekarang, hanya ada satu masalah. Ayah bukan anak kota lagi.
Ayah orang desa yang sudah tua.
Baiklah. Begitu dewasa,
kau pasti akan jadi pemimpin yang tegas, berpendirian, berani, dan percaya diri.
Persis seperti ayahmu. Setelah Ayah tiada,
satu-satunya yang bisa mempertahankan tempat ini adalah kau,
karena kau satu-satunya diri Ayah yang lebih muda.
Apa itu masuk akal?
Itu masuk akal.
Kami butuh orang baru di sini.
Kami menyayangimu, Petey!
Ya, benar! Kami menyayangimu!
Satpam, ada wanita asing di ruanganku.
Malam ini, di Orang Seksi Curhat Soal Trauma, Lalu Berciuman...
Ibuku sakit parah.
Ayahku mengamuk.
Seluruh kota? Itu warisan yang keren.
- Kau mau ambil? - Tak mungkin.
Bagaimana dengan pekerjaanku? Apartemenku?
Brian? Dia tak bisa pergi sekarang. Gajinya baru naik banyak.
Bagaimana jika kau ke sana sebentar? Supaya tahu saja.
Kau bisa mengenal ayahmu dan menyentuh sapi.
Mungkin kau akan suka tinggal di desa
dan tak menikahi Brian.
Tunggu. Apa itu di bibirmu?
Ini? Ini...
Astaga. Serpihan kayu? Itu berarti...
Astaga.
Brian! Dengan sahabatku?
Kau salah paham.
Ini tak mungkin terjadi.
Kau tahu tak ada pria baik di New York.
Wanita mana yang bisa menolaknya?
Aku sudah muak dengan kalian berdua.
Bos wanitaku.
Kami baru dapat angka penjualan dari majalah yang diterbitkan hari ini.
- Yang menampilkan kaus? - Ini yang terburuk.
Ternyata jawabannya adalah celana terusan.
Tapi aku mengatakan itu.
Tidak, kau membisikkannya, lalu menyebut dirimu bodoh.
Lalu kau sedikit bergoyang.
Apa aku mengatakan bagian bodohnya dengan keras?
Aku bodoh.
Maaf, Petey.
Kami tak punya toleransi untuk wanita yang menyebut dirinya bodoh. Kau dipecat.
Tidak!
Apartemenku!
Maaf. Aku menjatuhkan semua lilinnya.
Tunggu, Petey. Berhenti. Kau mau ke mana?
Taksi. Taksi ke selatan.
Aku sangat sedih setelah seluruh hidupku hancur berantakan.
Aku hanya perlu sembunyi sebentar
dan memikirkan langkahku berikutnya di kota aneh milik mendiang ayahku.
Tak ada sinyal?
Ini bukan New York.
Aku sedang berjalan.
Tidak, jangan sepatu kecilku.
Halo, Orang Desa Seksi.
Halo, Orang Desa Seksi.
Namaku Bandit.
Bisa bantu aku? Aku terjebak di semen cokelat ini.
Akan kuselamatkan kau dari lumpur itu, namanya lumpur, dengan satu syarat.
Baiklah?
- Kau berbalik dan pergi. - Aku apa?
Bawa bokongmu itu dan menconconglah!
Bolong dan mencolong. Apa?
Maksudku, sebaiknya kau kembali ke tempat asalmu.
Kau bersikap sangat kejam tanpa alasan. Kau tak tahu siapa aku?
Kau Petey St. Barts, dan aku akan mati berdiri seperti kuda
sebelum kubiarkan kau merusak kota itu seperti ayahmu.
Permisi, Pria Kasar.
Aku bisa melakukan apa pun yang kumau dengan kota itu
karena ayahku memberikannya kepadaku lewat video.
Aku juga tak akan membiarkan seseorang dari dusun persegi
dan tak berpendidikan memerintahku seenaknya.
Astaga. Baiklah, kalau begitu. Terserah kau saja.
Tapi kau harus tahu, kotamu punya sedikit masalah aligator.
Astaga.
Tolong bantu aku.
Hei, ini kotamu, carilah solusi sendiri.
Baik, aku akan pergi naik bus berikutnya. Tolong saja aku.
Bersalaman?
Baik. Cepatlah dan jangan di rambutku.
Tidak. Bukan itu maksudku.
Gary! Ambil, Gary!
Terima kasih.
Tapi seperti yang kupelajari selama ini sebagai asisten senior asisten editorial,
kontrak itu tak mengikat,
karena aku tak membukanya di ponselku, menyetujui syarat dan ketentuannya,
lalu menekan "setuju" pada tanda tangan yang tak mirip.
Tapi kita sudah berjabat tangan. Dasar licik!
Bisa bantu aku mencari tumpangan ke kotaku?
Membantumu? Aku tak akan pernah membantumu!
Tapi aku pria Selatan, jadi, aku tak bisa meninggalkanmu di sini sendirian.
Jadi, kita harus bagaimana?
Bisakah setidaknya kau memberitahuku kenapa kau membenciku?
Hydrangea, kau dengar sesuatu?
Astaga.
AWASI PETEY SANG PUTRI AGUNG
Warga New York tak pernah bicara dengan tetangga.
Kau takkan tahu aku di sini.
Kurasa mereka sudah tahu.
BUKU
Inilah keramahan Selatan. Benar, Bandit?
PENGINAPAN UTOPIA BARU
- Hai. Aku... - Mirip sekali dengan ayahmu.
Selamat datang di Penginapan Utopia Baru.
Baiklah.
Aku sudah lama sekali menunggumu. Hari ini akhirnya tiba.
Jadi, siapa kau?
Aku Mae Mae. Aku tangan kanan ayahmu sampai hari dia meninggal.
Tangan kanannya. Sempurna. Jadi, kau bisa jawab semua pertanyaanku.
Kota ini tak punya pertanyaan, hanya jawaban.
Itu bukan jawaban.
No comments yet. Be the first to leave one.