The first 200 lines.
Dermatomiositis.
- Apakah semenakutkan kedengarannya? - Itu penyakit autoimun.
Itu menyebabkan ruam di tangan Mama dan menyerang otot.
Jadi, Mama akan lebih mudah lelah.
Kami ingin jujur terhadap kalian berdua. Ini bisa menjadi parah.
- Tapi kita tak akan membiarkannya. - Benar.
Jadi, ada obat penyembuhnya?
Tidak, tapi ada perawatannya, dan Mama sudah mulai minum obatnya.
Itu bagian yang mudah.
Untuk sisanya, kami butuh bantuan, paham?
Kami akan bantu. Katakan yang Mama butuhkan.
Pertama, ada pola makan.
Tak mengandung pewarna buatan, sirop jagung tinggi fruktosa, gluten.
- Tak menyenangkan. - Alpukat itu menyenangkan.
Sayur hijau pun menyenangkan.
Ada mentega mete, mentega kuaci matahari. Asupan Omega-3 pasti meroket.
Salmon, ikan kod, ikan haring.
Tak bisakah roti labu saja?
Selain itu, olahraga juga kuncinya.
Mengenai bentuk otot, jika tak digunakan, otot akan hilang.
Kita akan menjaga kelenturan, jangkauan gerakan, dan keseimbanganmu.
Jadi, kau ubah halaman belakang Buck menjadi studio yoga?
Bukan yoga, tapi samba.
Tarian samba?
Beberapa pasien kesulitan menelan dan mengalami masalah vokal.
- Apa itu? - Bunyi geletar.
Memang terdengar aneh, tapi itu membantuku saat suaraku hilang.
- Geletar memperbaikinya? - Itu tak menyakitkan.
Ketangkasan itu penting.
Ruam melemahkan tangan Mama. Jadi, Mama harus tetap gesit.
- Satu, dua, tiga, empat. - Dua, tiga, empat.
Aku menyatakan perang jempol.
- Kena kau! - Ayolah!
Kita akan melawan ini dengan seluruh kemampuan kita.
Tidak ada yang namanya ide buruk.
Kau dapat ide ini dari TikTok?
Rupanya, ini sangat ampuh untuk drainase limfatik.
Kau lebih dahulu.
Ini bukan hanya pertarungan Mama.
Ini pertarungan seluruh keluarga.
- Yang ini. - Baiklah.
Tak ada yang melarangmu bersenang-senang.
Kau tahu akhir permainan ini, bukan?
Mundur. Maju. Mundur.
Boleh kutanya apa isinya?
Sebagian besar sarden.
Ya.
Ya.
Satu, dua, tiga.
Kau berhitung?
Perlahan dan pasti.
"Pasti" adalah bagian yang sulit.
Kau bisa, Hen.
Seperti kuda.
Satu, dua, tiga.
Tunggu sampai kau mencoba ini.
Siap terbang?
Seperti Superman.
Super-Hen!
Kelinci melompati batang kayu, melewati kandang.
Ayo, Kelinci Sial.
Hei!
Selesai.
- Bagaimana limfa-limfa itu? - Kurasa ini berhasil.
Kau menyukaiku sekarang?
Selama apa pun itu, kita akan menghajar penyakit ini!
Mama pasti bisa.
Kita bisa.
DUA BULAN KEMUDIAN
Kau lapar, Sayang?
Tidak juga.
- Butuh bantuan? - Tidak.
Aku bisa.
Aku bisa.
- Pindahkan mobilmu! - Hei, apa yang terjadi?
- Majulah! - Ayolah!
Ada apa? Lekas!
Orang ini sedang apa?
Memesan kombo kotek-kotek untuk desa kecil?
Sial. Lekas!
- Biar kutangani. - Suruh bedebah itu menyingkir.
Belilah apa pun saja!
Antreannya panjang!
Apa ada masalah di sini?
Pantas saja kau belum memesan.
- Pengirim pesan! Ada pengirim pesan. - Dia main ponsel!
Belum ada yang menanyakan pesananku.
Halo?
Halo?
Tak ada yang bekerja hari ini?
Mana semua pegawainya?
Ada apa ini?
Halo?
Gawat.
Astaga.
911, apa situasi daruratmu?
Kotek Keok kejang-kejang!
DINAS DAMKAR LOS ANGELES
Operator, ini Kapten 118. Kami butuh ambulans tambahan.
Dimengerti, 118. Menuju ke sana.
Kuhitung ada delapan.
Tidak, 12 orang.
Buck, periksa tingkat oksigen, karbon monoksida, asap. Semuanya.
Bahkan tumpahan produk pembersih.
Miringkan semua orang.
Jangan masukkan jari ke mulut mereka jika tak mau kehilangan jari.
Operator, kapan ambulansnya tiba?
Kami butuh bantuan di sini.
Ada dua unit tambahan enam menit lagi.
Tak ada tanda kebocoran. Gedung ini aman.
Jadi, apa penyebabnya?
- Kapten 118. - Ini 118.
Sepertinya tadi ada panggilan dari lokasimu.
911, apa situasi daruratmu?
Hai. Aku manajer di Kotek Keok 5.
Seseorang kolaps.
Kurasa dia mengalami keβ¦
- Panggilan terputus setelahnya. - Dimengerti, Operator.
Jadi, satu orang kejang, yang lain hanya saksi pada awalnya.
- Dugaan kita sama? - Tidak juga.
Kejang psikogenik, bukan epilepsi. Itu kejang semu
gara-gara kejadian traumatis seperti melihat orang kejang.
- Satu orang tumbang⦠- Sisanya ikuti.
Baiklah. Maka jika hanya satu orang yang benar-benar kejang,
- bagaimana dengan sisanya? - Hanya mengira kejang.
Ini sudah berlangsung minimal enam menit.
Artinya, kita harus temukan korban kejang yang asli sebelum telat.
Mereka semua tampak sama bagiku.
Tapi tak akan tampak sama bagi FLIR.
Baiklah, ini sudah melebihi enam menit.
Artinya, otot pasien mulai membakar energi sebelum hancur.
Pusat regulasi panas otak benar-benar kacau.
Yang mengalami kejang asli dengan aktivitas fisik sebanyak iniβ¦
Aman.
β¦suhu tubuhnya seharusnya melonjak drastis dibandingkan dengan orang lain.
Sehingga tampak jauh lebih panas daripada orang lain.
Tepat sekali. Baik, sisi ini aman.
Di mana kau?
Aman.
Dia aman.
Baiklah, kutemukan. Buck, cari riwayat medis di dompetnya.
Mungkin gelang atau kalung pengenal.
Denyut nadi cepat.
Takikardia.
- Ya, dan epilepsi. - Misteri terpecahkan.
Memulai infus.
Mari periksa teman-temannya.
Mulai tes lengan untuk memastikan itu psikogenik.
Menyuntikkan empat miligram lorazepam.
Ayo, Kawan. Bagus.
Tensi mulai stabil.
Perlahan saja. Heiβ¦
Hei. Selamat datang kembali, Pak.
Buck, bagaimana tesnya?
Semuanya lulus dengan nilai bagus. Atau gagal, kurasa.
Baik, Semuanya, pandu mereka melakukan pernapasan dalam. Mungkin membantu.
Jika tidak, jauhkan mereka dari pandangan satu sama lain.
Kita tak melihat itu setiap hari, bukan?
Tidak, memang tidak.
Kau baik-baik saja, Kapten?
Hen akan menyukai ini.
Ya.
Angkat lututmu, Grant.
Lihat ke atas, Norris.
Bayi nepotisme.
Tukang pamer.
Kadet, kalian berhasil mencapai pekan ke-12, latihan tiga tahap.
Tahap pertama, masuk paksa.
Kau mengincar rekor kelas lagi?
- Aku tak akan benci itu. - Aku sebaliknya.
Sisakan untuk kami.
Tahap kedua, masukkan slang 1,5 dim ke dalam struktur.
Akan terlihat tak ada ventilasi vertikal.
Itu membawa kita ke tahap ketiga.
Panjat tangga aerial, lalu tembus jendela lantai lima.
Kau bisa, Grant.
Bagus.
Ya! Lewat jendela itu.
Grant!
Permisi. Harry Grant. Kau tahu dia di kamar mana?
Ibu. Ibu, kenapa dia di sini?
Dia baik-baik saja. Harry baik-baik saja.
Dia sedang berlatih di menara, jatuh dari tangga aerial.
Tangga aerial?
Mujurnya, mezanin menangkapnya sebelum tanah.
Bisa saja lebih buruk.
Astaga.
Astaga. Harry.
- Ibu⦠Aku baik-baik saja. - Astaga.
Kursi roda adalah protokol. Aku dipulangkan.
Gegar otak ringan. Diagnosis serius sudah dikesampingkan.
Kepalaku hanya terbentur. Itu saja.
Itu ucapan orang yang gegar otak.
Terima kasih atas kehadiranmu.
- Sama-sama. - Maaf, Pak Kepala.
Aku terburu-buru. Itu kesalahan bodoh.
Lupakan, Nak. Kecelakaan bisa terjadi.
Bahaya adalah risiko latihan, seperti saat bekerja.
Kau yang paling tahu itu.
Jadi, dia masih seorang kadet?
No comments yet. Be the first to leave one.