The first 200 lines.
Kaisar menugaskanku menulis opera lainnya.
Kau mau membuat syair musiknya?
Tapi kau bekerja untukku.
Dia memainkan sebagian musiknya.
Mulai saat ini, kita adalah musuh.
Mereka sudah jarang melihatnya ke gereja di hari Minggu.
Dia mencuri penulis naskah operaku!
Bagaimana dengan Pernikahan Mozart?
Kau mau meninggalkan Vienna?
Aku pernah melihatmu menyanyi tahun lalu.
Aku masih memikirkannya.
- Kau menulisnya untuk istrimu? - Ya.
- Kau bisa saja bicara dengannya. - Ini caraku berbicara.
November adalah waktu yang lama untuk menyendiri.
Ya, benar.
Dia bahkan menolak mengungkapkan tema operanya.
- Kini kau adalah Kapellmeister. - Pernikahan Figaro
Jika penonton meninggalkan teater dan berbaris ke istana
Menuntut kepalaku dipenggal, maka kuizinkan kau menghentikannya.
Kaisar kita akan pergi berperang dan kau menghasut massa?
Ayah tidak bisa mendengarnya, ya?
Dia mencapai kejayaan.
Siapa yang mengetuk pintu rumahku larut malam seperti ini?
Kusuruh pelayanmu memanggil dokter dalam perjalanan kemari.
Dokter yang baik datang untuk memberikan tonik?
Atau orang-orang kasar bertangan kasar
Akan datang menyeretku pergi?
Mungkin perawatanmu akan tergantung pada ucapanku kepada mereka.
Aku ingin kau selesaikan ceritamu, Kapellmeister.
Kita masih punya waktu.
Tahukah kau apa yang selalu membuatku bingung?
Pada saat aku menjadi sangat jahat, aku tidak pernah dihukum.
Makin mengerikan perilakuku, makin kutunggu pembalasan Tuhan.
Itu tidak pernah terjadi.
Bahkan, yang benar kebalikannya. Aku menerima hadiah untuk itu.
Aku menyaksikan Bonno mati.
Jabatannya diserahkan kepadaku.
Aku berselingkuh
Dan tidak terjadi apa pun.
Tidak pernah terjadi apa pun.
Tapi selalu ada akibatnya.
Selalu ada pembalasan.
Opera Figaro ditutup.
Aku benar-benar menghalangi Mozart untuk pertama kalinya.
Dan kutunggu respons Tuhan terhadap tantanganku.
Tapi Tuhan tampaknya tidak membela makhluk-Nya.
Amadeus kehilangan lebih banyak murid.
Uangnya menipis, dia harus pindah ke apartemen yang lebih kecil.
Bahkan memperkenalkan Tuan Sussmayer
Membuat hasilnya melebihi harapanku.
Aku suka musiknya, sungguh.
Sejak aku mendengarnya menembus lantai papan rumah ibuku, aku suka.
Tapi...
Apa?
Itu tidak cukup.
Wolfgang.
Kakiku sakit, dan dokter berpikir pergi berlibur bagus bagiku.
Menurutnya, aku sebaiknya pergi ke perairan Baden.
Sungguh?
Mungkin hanya sebulan, dua bulan.
Karl bisa pergi menginap di rumah ibu dan kakakku untuk sementara.
Nanti aku akan menjemputnya.
Dan kau boleh mengambil salah satu dari ini jika kau suka.
Aku akan mengabarimu begitu aku sampai di sana.
Baiklah, Karl. Sebelum kau pergi, mau melihat trik sulap Ayah?
Kau mendengarnya?
Sekali lagi.
Kau melihatnya?
Kini musik itu sudah teringat olehmu.
Saat kau tidur malam ini, kau mungkin akan mendengarnya.
Lalu kau akan memikirkan Ayah, 'kan?
Ya.
Ini dia.
Baiklah.
Apa kau juga mungkin mendengarnya?
Sampai jumpa, Karl.
Kapellmeister. Aku tidak mengganggu, 'kan?
Ya. Tapi tidak lebih bagus daripada para prajurit itu.
Ada perlu apa, Johan?
Aku mendengar kabar pagi ini dari organisasiku yaitu Masons.
Aku anggota persaudaraan di sana.
Ya, aku pernah dengar tentang itu.
Omong-omong, kami sangat ingin kau bergabung dengan kami.
Terberkatilah dirimu, tapi aku hanya melayani satu atasan.
Ya, tentu saja.
Pagi ini, kudengar salah satu anggota Persaudaraan kami
Telah meninggal secara mendadak.
Ya, ampun. Siapa?
Siapa?
Antonio.
Mereka bilang padaku bahwa ini...
Mereka bilang, kau tinggal di sini sekarang.
Ya, apa pendapatmu?
- Bagaimana, ya? - Aku bercanda. Ini tempat kumuh.
Aku tahu itu. Jangan cemas.
Kami akan kembali ke tempat yang lebih bagus, tidak lama lagi.
Apa Constanze ada di sini?
Dia ada di Baden. Kau tahu Baden?
Itu kota spa yang bagus. Kakinya Constanze sakit.
Tampaknya air di sana bisa menyembuhkannya. Entahlah.
Mozart.
Ayahmu meninggal.
Kuterima beritanya pagi ini dari Persaudaraan.
Baiklah.
Rupanya begitu.
Kapan dia...
Dua hari lalu.
Aku ingin menjadi orang yang mengabarimu.
Kurasa akan membantu
Jika berita ini disampaikan dengan wajah ramahku.
Apa kau seperti itu?
Mozart...
Mayoritas komposer memandang Kapellmeister sebagai lawan.
Tapi aku bukan lawan kalian.
Sungguh.
Tentu saja.
Jadi...
Terima kasih telah mengabariku.
Kurasa aku ingin menyendiri saat ini.
Tentu saja. Itu pasti.
Jika kau butuh apa pun...
Apa pun itu.
Aku turut berdukacita, Wolfgang.
Di sini beristirahat seekor burung bernama Starling
Burung kecil tersayang yang bodoh.
Dia masih berada dalam usia jayanya saat usianya berakhir.
Dan teman kecilku yang manis, menemui akhir hidup yang pahit.
Para penonton yang budiman, menangislah karena dia disayang.
Pasti dia sekarang terbang tinggi.
Memuji persahabatanku ke langit.
Dia pergi dengan cepat dan mendadak.
Itu membuatku sangat berduka.
Untuk teman yang baik.
Yang pasti, ini pertama kalinya aku menghadiri pemakaman burung.
Dia makhluk yang cukup baik.
Musik itu terlalu berat untuk didengarkan dalam keadaan pengar.
- Apa itu? - Opera kita yang berikutnya.
- Opera kita yang berikutnya? - Opera kita yang berikutnya.
Dan apa temanya?
Don Giovanni, malam pembukaan
Nyonyaku tersayang, ini daftarnya
Hal-hal indah yang disukai tuanku
Daftar yang telah kususun
Amatilah, bacalah bersamaku
Di antaranya, para gadis petani
Pelayan, dan para gadis kota
Countesses, Baronesses
Marchionesses, para putri
Wanita berbagai jabatan, berbagai bentuk, berbagai usia
Di Italia, 640
Di Jerman, 231
Seratus di Prancis, di Turki 91
Tapi di Spanyol
Sudah 1.003
Seribu tiga
Apa pendapatmu tentang itu sejauh ini?
Kurasa kita agak paham, 'kan? Pria itu pezina yang tidak mau tobat.
Seribu wanita di Spanyol?
Seribu tiga.
Seribu tiga. Ya, itu dia.
Kau sudah bicara dengan Kaisar?
Belum.
Aku dinasihati bahwa dia sedang tidak ingin berbincang.
Sudah berapa lama dia sudah kembali dari garis depan peperangan?
Dua pekan.
Tadinya dia tidak mau pulang, tapi kesehatannya memburuk.
Apa ada yang tahu bahwa kita menang?
Menang apa?
Menang perang.
Tentu saja, kita menang.
Ya, tentu saja. Tidak diragukan lagi.
Itu melegakan.
Apa pendapatmu?
Kurasa dia tampak pucat. Maksudku Mozart. Kau lihat dia?
Bergoyang perlahan di podium. Tampaknya dia kurang sehat.
Mungkin dia minum miras.
Kudengar dia menghabiskan mayoritas hari-harinya seperti itu.
Aku menikmati operanya. Kurasa itu agak...
Menyenangkan.
Menyenangkan?
Ya, menyenangkan.
Antonio, kau setuju?
Tidak. Kurasa semua itu agak hambar sejauh ini.
Semoga babak kedua, memberikan pada kita sesuatu untuk dinikmati.
Don Giovanni
Kau mengundangku
Untuk makan malam bersamamu
Dan aku datang
Aku menonton pertunjukan itu pada malam itu.
Kudengar kata-kata itu. Kudengarkan musik itu dan aku tahu.
Dia membuka dirinya. Mengungkap bagian terkelam dirinya.
Aku melihatnya saat itu.
Pikirannya yang rusak.
Keburukan yang tampak jelas dari rasa duka dan rasa bersalahnya.
Figur jahat di panggung itu adalah ayahnya sendiri.
Dan playboy yang malang itu adalah Mozart sendiri.
Dihukum karena dosa-dosanya
Sifat nakal cerianya dan kejantanannya yang kurang ajar.
- Siapa yang mengoyak jiwaku? - Wajah yang tampak putus asa!
- Siapa yang menyiksa tubuhku? - Gerak-gerik orang terkutuk!
No comments yet. Be the first to leave one.