The first 200 lines.
Aduh, ya ampun
Kasihan sekali
Orlando, aku pergi ke sekolah dulu, ya.
Nanti aku kirimkan salam kepada teman-temanmu di hutan.
- Dadah. - Edo.
Jangan pergi ke sekolah melewati hutan, nanti kau bertemu binatang-binatang.
Kau bisa terlambat sampai ke sekolah.
Mama, jangan cuci baju Boaz milikku ya. Masih mau kupakai.
Baju itu sudah kotor sekali, harus Mama cuci.
Uben!
Jangan pergi ke mana-mana setelah pulang sekolah, ya.
- Ada latihan menyanyi di gereja. - Baiklah, Bapak.
- Bapak. - Ya.
- Mesin sagunya sudah jadi. - Mana?
- Aku yang buat. - Bawa ke sini.
Baiklah.
- Mama. - Ya?
Mama sedang memasak apa?
Ikan kuah kuning.
- Sisakan untukku, ya? - Ya, nanti Mama simpan.
- Baiklah, aku berangkat ke sekolah dulu. - Ya, hati-hati.
Kau bilang kepada Doni.
- Bilang apa? - Ini mesin sagunya sudah jadi.
Besok baru bisa kita bawa.
Seperti Bapak yang bikin saja. Aku yang bikin!
Ya.
- Bapak, aku pergi sekolah dulu. - Dadah.
- Aku berangkat dulu. - Hati-hati.
- Ya. Hati-hati, Saulus. - Uben, Edo, sekolah!
Hei, kau bikin apa?
Kau dari mana saja?
Kami datang membawa cinta
Kami punya harapan
Bersama taklukkan dunia
Aku akan menggandeng tanganmu
Jangan kau takut
Kalau kau salah
Ada harapan dalam dunia
Aku dan kau sama
Aku dan kau tak berbeda
Kita semua sama
Punya impian
Bersatulah
Raih masa depan
Kalau aku bisa
Kau pasti bisa
Kita bertiga adalah sahabat
Punya impian berjumpa dengan Presiden
Presiden kita milik semua
Orang di sana, tak keruan
Semua cita harus terwujud
Hei, langkahkan kaki takkan terhenti
Semua cita-cita harus tercapai
Senangkan hati dengan lagumu
Jangan kau takut, jika kau salah
Ada harapan dalam dunia
Aku dan kau sama
Aku dan kau tak berbeda
Kita semua sama
Punya impian
Bersatulah
Raih masa depan
Kalau aku bisa
Kau pasti bisa
Edo!
Aduhβ¦
Ayo jalan, kita akan melewati hutan lagi.
Aku Jojo
Aku minta izin Membawa putri Anda, Keke
Membawa putri Anda, Keke
Aku Jojo
Aku minta izin Membawa putri Anda, Keke
Membawa putri Anda, Keke
Kami berencana pergi keluar
Kami akan pulang sore hari
Binar!
Binar, aku mencintaimu! Minta foto!
Aku akan memberikan seluruh hidupku
Tunggu dulu! Aduhβ¦
Halo.
- Halo. Ya, Mama, Binar sedang cuti. - Itu bintang!
Lima puluh juta pengikut.
Maka dari itu, kita harus bisa berfoto dengan bintang
supaya kita pun bisa menjadi bintang.
Ya. Pokoknya nanti saja, ya.
Bukankah dia yang sedang dikejar?
- Mana? - Itu.
Oh, ya.
Kasuari itu juru selamat. Sekarang kau pergi selamatkan dia.
- Pergi, tolong dia sekarang. - Baiklah.
Hei!
Ayo, Kakak. Aku ditugaskan oleh Suster Kepala. Ayo!
- Binar, hati-hati. - Tunggu.
- Awas. - Hati-hati.
Ayo!
- Yah⦠- Aduh!
Kasihanβ¦
- Bagaimana ini? - Sudah, kau tenang.
Aku sudah tahu mobil itu.
Kita harus kejar dia.
Lalu, kita harus berfoto dengan dia.
- Supaya kita berdua viral. - Tapi pekerjaan kita bagaimana?
Pakai otak.
Jika berfoto dengan dia, kita akan terkenal.
- Kita akan hits. - Ya.
Kita tak perlu bekerja seperti ini lagi.
Aku akan memberikan seluruh hidupku
Aku akan memberikan seluruh hidupku
Kami berencana pergi keluar
Kami akan pulang sore hari
Kami berencana pergi keluar
Kami akan pulang sore hari
- Suster. - Ya, Suster?
- Tolong rapikan tamannya ya. - Baik, Suster.
- Sebentar lagi Natal datang. - Baik, Suster.
Bagaimana dengan tamu kita, Suster?
Tidak apa-apa. Nanti dia akan menemukan jalannya sendiri.
Kalau begitu, kita rapat guru sekarang.
- Ya, mari. Ayo! - Baik, Suster.
Aku Jojo
Aku minta izin Membawa putri Anda, Keke
Membawa putri Anda, Keke
Aku Jojo
Aku minta izin Membawa putri Anda, Keke
- Selamat datang. - Selamat datang, Binar.
- Boleh minta foto? - Sabar. Sabar dulu.
Tenang, sabar! Nanti dulu.
Kakak Binar datang dari Jakarta
mau mencari ketenangan.
Kalian pulang saja dulu. Nanti foto-fotonya.
Pulang dulu, memasak atauβ¦
Ibu-Ibu, tolong jangan marah.
Simpan di sini.
Jalan yang cepat, nanti keburu ketahuan oleh Suster.
Lihat, itu ada kuskus.
Kuskus.
Halo, Kuskus.
Kuskus sudah makan atau belum?
Kuskus, kau mau ikut kami ke sekolah tidak?
Dadah, Kuskus.
Kuskus, Orlando kirim salam untukmu.
Kuskus, aku pergi ke sekolah dulu ya.
Dah.
Bapak, kita harus menjaga hutan kita ini.
Memang kita harus jaga.
Khususnya terhadap pohon sagu milik kita.
- Kau juga. - Ya.
Sering kali anak-anak sekolah melewati hutan dan tersesat.
Ya, nanti kita bantu.
- Kalau kau menemukan, kau harus bantu ya. - Ya.
Ayolah!
Kita turun dan memeriksa anak-anak di bawah,
baru kita masuk hutan untuk pergi berburu.
Ayo kita pergi.
Kita ada di mana ini?
Aduh, sepertinya kita salah jalan.
Aku sudah berjalan.
Ada seorang satria
Generasi baru
Gembira dengan nyanyian dan juga
Babi!
Sang kepala suku, bukan hanya pemburu
Gaya seperti guru Mengerti tentang alamku
Sang kepala suku harus punya ilmu
Pintar baca peta baru Penuh semangat jalan baru
Sang kepala suku
Sang kepala suku
Papua harus dijaga Harus banyak belajar
Kita punya semangat untuk belajar
Mari saling membantu Setiap hari kuberikan komando
Bertelanjang kaki turun gunung Lembah hijau
Kami turun gunung, mendayung perahu
Mencari ikan sidat dan ikan laut Kami tahu
Sayangi alam, jaga alam
Selalu siap
Lari terus!
Sang kepala suku
Sang kepala suku
Ada seorang satria
Generasi baru
Gembira dengan nyanyian dan juga tarianku
Uben, lari berbelok-belok.
Uben! Lari berbelok!
Uben, naik ke pohon yang itu.
- Uben! - Tolong!
- Uben! - Ayo tolong.
Aduh.
Mama, tolong!
- Bapak, tolong! - Mana babi hutannya?
- Tolong! - Babi hutan!
Babi hutan! Babi.
- Babi! - Babi!
Sebelah sini, Pak! Tolong.
Terjerat, tapi bukan babi. Ini manusia.
Makanya kalau disuruh berangkat ke sekolah itu, ke sekolah.
- Ayo cepat! - Kenapa bisa sampai ke dalam hutan?
- Kenapa bisa sampai ke sini? - Ayo, Uben.
Lihat itu!
- Lihat itu! - Apa?
Koran.
No comments yet. Be the first to leave one.