The first 200 lines.
Bagaimana menurutmu sekarang?
Entahlah.
Kau bilang ayahmu akan pergi selama sejam ke depan.
- Aku tahu, tapi... - Kau tidak mencintaiku?
- Tentu saja. Aku mencintaimu. - Ayo lakukan ini.
Baiklah.
Ada di mana?
Di nakas.
Bung, nyalakan mesinmu.
Aku sangat menginginkan mobil ini!
Astaga. Kau berdarah.
Awas!
Mereka bohong apa padamu?
Baik.
Ya.
Ayolah.
Baik. Terima kasih.
Baik. Obat-obatan diantarkan pagi ini.
Tapi Vicodin tak sengaja dikirim ke bagian penelitian.
Itu sulit.
Andai kita bisa berkomunikasi dengan bagian lain gedung ini.
Korban kecelakaan lalin usia 16 tahun.
Dia keluar-masuk RS selama tiga pekan karena pendarahan dalam.
- Tak ditemukan penyebabnya. - Pendarahan dalam usai kecelakaan.
Mengejutkan.
Biar aku bicara dengan bagian pengiriman.
Sudah tiga pekan.
Rumah sakitmu tak punya obat pereda nyeriku.
Kata bagian pengiriman butuh waktu sejam.
- Ini Dokter Cuddy. Ada apa? - Tabrakan itu tak sebabkan pendarahan.
Ya, darah yang sebabkan tabrakan.
Darah tercecer di jalan, menjadi licin.
Ada yang punya obat?
Dia lihat darah, teralihkan, menabrakkan Porsche milik ayah pacarnya.
Ayah suka itu.
- Dia... - Jangan bicara.
Satu jam lagi.
Syukurlah kau ambil kendali.
- Jika tak bisa menunggu sejam... - Anak itu menderita anemia hemolitik.
Anak? Berapa usianya?
Itu pasti keturunan. Dia akan meninggal.
- Turut berduka cita. - Bukan keturunan.
Masalahnya ada di luar sel darah merah.
Mustahil. Anak 16 tahun tak menderita...
Kembalikan berkasnya.
Ada urusan yang lebih penting untukmu, misalnya obatku.
Peningkatan bilirubin tak langsung, haptoglobin serum rendah.
Dia menderita meningitis.
Bukan.
- Katup jantung buatan. - Bukan.
Kumpulkan semua orang di ruanganku.
Anak itu akan mati dalam beberapa hari jika kita tidak cari tahu
penyebab sel darah merahnya hancur.
Diagnosis banding, Kawan-kawan.
Ini bukan karena lingkungan.
Ayah sewa orang untuk bersih-bersih rumah.
Pembantu mencuci semua baju, beli seprai dan bantal hipoalergenik.
Mau kami periksa ulang?
Tidak. Jika karena lingkungan, dia akan membaik dengan tetap di sini.
Mungkin saja infeksi.
Tak demam. Tak ada sel darah putih.
Suhunya 37,3 derajat.
Sedikit di atas normal.
Tapi di atas. Tubuhnya bereaksi terhadap sesuatu.
Kita bisa cocokkan tak ada demam dan sel darah putih jika itu lupus.
Narkoba sama cocoknya dengan lupus.
Sabu-sabu sebabkan anemia hemolitik.
Jika banyak.
Tampaknya dia bukan pencandu.
Karena ayahnya mengendarai Porsche?
Anak orang kaya juga pakai narkoba seperti anak miskin.
Tak bermaksud menyinggung.
Baik. Kesimpulannya, infeksi, lupus, narkoba, atau kanker.
- Kanker? - Kenapa tidak?
Rapat yang bagus.
Bukankah harus dipersempit sebelum kita selesaikan?
Kakiku beri kita waktu hingga pukul 11.15.
Aku akan bicara dengan Wilson soal limfoma. Tes ANA untuk lupus.
Tes RIA untuk narkoba.
Lalu kau periksa
apa pun penyakit yang kau duga.
Aku ada kencan dengan apoteker.
Yang ini sudah dan...
Ayolah!
Ya.
Permisi.
Ada cara lain untuk mengatasi nyeri.
Misalnya? Tertawa? Meditasi?
Ada yang bisa perbaiki cakra pusarku?
Kau kecanduan.
Jika menurutmu pil mengatur hidupku, aku setuju.
Tapi kakiku yang menentukan hal yang tak bisa kulakukan.
Kau menyangkal.
Benar. Kakiku belum pernah mengalami infarksi.
Tak ada otot mati, tak ada saraf rusak.
Bahkan tak terasa sakit.
Sebenarnya, agak geli.
Para gadis menyukai ini, lebih baik daripada anak anjing.
Bukan hanya karena kakimu. Kau ingin teler.
Kau minum 80 miligram per hari, kan?
Tidak. Itu terlalu banyak.
Yang penting tak berlebihan, kecuali terasa sakit.
Itu dua kali lipat dari saat pertama aku merekrutmu.
Karena kau lebih menjengkelkan dua kali lipat.
Aku tak bisa terus untuk melindungimu.
Para pasien dan dokter membicarakannya.
Soal bokongmu yang makin besar belakangan ini?
Bukan aku. Aku bisa menjaganya.
Bokongmu tepos.
Kau tak bisa lewati sepekan tanpa obat.
Bukan, aku tak mau sepekan tanpa obat.
- Akan sakit. - Kau tak bisa.
Jika kau berhenti minum obat pereda nyeri, memang terasa sakit.
Kau akan menderita, tapi bisa melaluinya.
Jika kau melakukan detoksifikasi, akan menggigil, mual.
Rasa sakitmu akan bertambah lima atau sepuluh kali lipat.
Kau takkan bertahan.
Tapi kita takkan pernah tahu.
Tugas klinikmu libur sepekan jika bisa sepekan tanpa narkotik.
Jangan. Aku suka klinik.
Kau suka pil. Dua minggu.
Pil tidak membuatku teler, malah membuatku netral.
Sebulan.
Sepakat, Bos.
Narkoba bisa sebabkan ini?
Kokaina dan sabu-sabu sulit dihilangkan dari sistem darah.
Apa dia pernah berperilaku aneh?
Tidak, tapi...
Pacarnya direhabilitasi saat kelas sembilan.
Seharusnya dia sudah bersih, tapi...
Dia jelas peduli padanya.
Ya, yang dia pedulikan hanya mobilnya.
Hadiah ulang tahun pernikahan untuk istriku.
Kami berkendara sampai utara untuk menyaksikan dedaunan berubah warna.
Dia meninggal setahun kemudian.
Kanker.
Aku turut berduka.
Pak Foster, kami akan melakukan uji narkoba pada Keith.
Aku tak pakai narkoba.
Bukannya kami tak memercayaimu, tapi...
Rambutnya akan menunjukkan obat apa pun yang dia konsumsi selama 60 hari terakhir.
Seperti lingkaran tahun di pohon.
Negatif.
- Kau pernah sakit? - Tidak pernah.
Pernah keluar negeri?
Kami pernah ke Tiongkok, tapi sudah disuntik sebelum pergi.
Mungkin infeksi.
Kami akan melakukan pindai galium untuk berjaga-jaga.
Kami suntikkan isotop radioaktif ke aliran darahnya.
Lalu, akan dilihat apa ada peradangan
di bagian tubuh mana pun.
Apa dia pernah mengeluh nyeri sendi, sensitif terhadap cahaya, ruam?
Tidak pernah.
Ada kerabat yang terdiagnosis lupus?
Aku bahkan tak tahu apa itu.
Sederhananya, tubuh alergi pada tubuh itu sendiri.
Sistem imun menyerang sel-sel yang sehat pada sistem peredaran darah
dan menghancurkannya.
Bisa diobati?
Bisa dikendalikan.
Kita bisa menguji antibodi.
95 persen pasien lupus positif dalam tes Antibodi Anti-Nuklear.
Tidak berawan. Negatif.
Bagaimana dengan memar?
Tak pernah mengeluh nyeri di ketiak atau selangkangannya?
Aku tak yakin dia akan bilang jika pernah.
Sepertinya aku tak tahu yang terjadi di dalam hidupnya.
Dia anak remaja.
Ya.
Kanker apa yang diderita istrimu?
Pankreas.
Kelenjar getah beningnya yang kami cemaskan.
Kami akan lakukan biopsi untuk memeriksa limfoma.
Kau bisa merasakan ini?
- Tidak. - Bagus.
Aku menderita kanker, 'kan?
Kami hanya memeriksa.
Itu yang dikatakan dokter pada ibuku.
Pasti bukan kanker.
- Tidak ada? - Tidak ada.
Negatif narkoba.
ANA negatif. Pindai galium bersih.
Ya, aku sudah tahu dari "tidak ada".
- Berapa hematokritnya? - Tiga belas.
Jika turun lagi, dia tak punya cukup sel darah merah
untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Dia akan sesak padahal paru-parunya bekerja baik.
Kau baik-baik saja?
Permisi.
Tolong, kumohon.
Masih sopan saat sekarat.
Sudah berapa lama?
Aku baik-baik saja.
Ada sesuatu di mataku. Di atas.
Mata yang mana?
Ini. Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa. Lihatlah ke bawah.
Bersih. Tidak ada apa-apa.
Makin memburuk.
Buram atau...
No comments yet. Be the first to leave one.