The first 182 lines.
Senya!
Lawan kami, Senya!
Jika kau ingin kami mematuhimu, tunjukkan dengan kekuatanmu!
"Diam dan patuhi aku," katamu?
Tidak, aku kelewatan. Maafkan aku.
Aku butuh kekuatan kalian. Bantulah aku.
Kalau begitu, lawan aku.
Jika menang, aku akan menjadi penguasa tubuh ini.
Tidak. Aku...
Rasakan ini!
Kongou Bakurikiken!
Aduh, aku tak sengaja...
Raja kita memang kuat.
Lawan aku berikutnya!
- Aku! - Tidak, aku!
Tunggu.
Aku...
Agar dihormati, aku harus mengalahkan mereka...
Itu...
Pada tanggal 19 bulan lima...
Tuan kami akan mati...
Apa maksudnya ini?
Bagaimana bisa aku tak menyadari ini?
Kau melihat apa?
Bagaimana caraku menjelaskannya?
Bermula saat aku hendak memotong beberapa tiang bambu.
Kulihat seseorang sedang memotongnya.
Aku terkejut mengetahui bahwa orang itu aku.
Diriku yang lain berjalan melewatiku dengan percaya diri.
Saat aku menoleh,
aku sudah...
selesai memotong tiang bambu dan hendak pulang.
Maksudmu kau menembus waktu?
Setelah itu, kejadian tersebut mulai sering terjadi.
Aku segera menjadi mampu melihat keseluruhan hidupku.
Waktu telah selesai.
Kau terlalu jauh menguasai dirimu.
Waktu dan kemungkinan tidaklah terbatas, dan kita bebas memilih.
Namun, takdir sudah ditetapkan oleh yang tak lain adalah diriku.
Apa maksud hal...
Diam!
Maksudmu kau dapat kemampuan prekognisi,
yang mengungkap pada tanggal 19 bulan lima kau akan mati di tangan Matsunaga?
Tidak juga, tapi mendekati hal itu.
Bagaimana dengan restorasi Bakufu?
Itu bukan urusan orang sepertimu yang hanya memuja pedangku.
Intinya adalah
aku ingin kau membantu 200 pelayan yang tinggal di sini untuk melarikan diri.
Kau butuh ilusi? Namun, itu tak akan bertahan lama.
Meski bisa dikelabui sehari...
Jangan khawatir. Matsunaga mengincar nyawaku.
Jika kita beri dia nyawaku, tujuannya akan tercapai.
Itu akhirnya.
Namun...
Kumohon.
Jangan menundukkan kepala, Raja Manusia.
Hanatora.
Zanzou dan Shinsuke, buat boneka untuk tiap pelayan.
Kita akan pakai lorong bawah tanahku sebagai rute pelarian.
Kalian paham?
Kuserahkan kepada kalian.
Zanzou dan Shinsuke, ikuti perintah Hanatora.
Paham?
- Ya, Tuan. - Ya, Tuan.
Mempekerjakan Dewa Tanah sepertiku...
Aku tahu ini bukan masalah ringan.
Tentu saja.
Aku tertidur lagi?
Bahkan di antara seribu iblis, ada makhluk yang superior.
Aku harus membuat mereka menerimaku dahulu.
Selamat pagi.
Ada kemajuan dengan para Katawara?
Tak banyak. Mereka semua ingin melawanku.
Jadi, begitu.
Jangan terburu-buru.
Masih pagi, aku akan kembali tidur.
Akan kuberi tahu satu hal lagi.
Shinsuke adalah musuhmu.
Shinsuke.
Apakah kau musuhku?
Apakah mastermu mengurung ayahku
dan mencoba membunuhku?
Shinsuke.
Itu benar.
Sebagian besarnya.
Kalau begitu, seperti ucapannya...
Aku adalah senjata untuk pertarungan.
Itu tidak benar.
Jangan menganggap kita adalah musuh.
Kau pun bukan sebuah senjata.
Apa maksudmu?
Maksudku, aku adalah temanmu,
dan kau hanya anak kecil.
Hanya anak kecil?
Saat ini, dia hanyalah anak manusia.
Dia hanya anak kecil.
Kenapa aku harus memedulikan iblis?
Saat ini, dia hanyalah anak manusia.
Aku ingat.
Aku ingat sekarang.
Aku telah sering diselamatkan olehmu.
Senya.
Jika kau mau dengar cerita masa lalumu, akan kuceritakan setahuku.
Hal paling mengejutkan yang kualami sebelum hilang ingatan
yaitu melihat Shinsuke menangisi diriku.
Karena itu aku mampu mengingat.
Keterkejutan itu membangunkan ingatanku.
Raihou, Shinzen, Gogakushi, Mashira, Shitari, Rousa.
Majulah.
Senya kenapa? Tubuhnya membesar?
Mentalnya sudah matang.
Tubuhnya tampak membesar.
Karena kau memanggil nama kami...
Ingatanmu sudah pulih?
Aku akan memberitahumu sekarang.
Kami enggan melawan naga.
Aku lebih suka tak bertarung jika bisa menghindarinya.
Namun, aku ingin menyelamatkan Tsukiko.
Menurutmu, aku harus apa?
Bagaimana aku tahu?
Mudo bertujuan untuk bertarung denganku.
Kita tak bisa terus menghindar.
Dia pada akhirnya akan menyerah.
Kau bertujuan untuk menjadi raja kegelapan, bukan?
Akankah raja melarikan diri?
Munafik.
Kaulah yang enggan bertarung.
Itu benar.
Namun, sebagai master, kalian bisa kupaksa untuk bertarung memakai energi gaibku.
Seperti dahulu.
Jadi, kau ingin kami melawan naga?
Aku tak ingin melakukan itu.
Kau akan melawan sesuatu yang lain?
Aku juga tak ingin itu.
Ini membuang waktu.
Kau masih yakin bisa lolos dari lilitan pertempuran?
Kita adalah senjata.
Meski itu kenyataannya, aku tak akan berhenti berpikir.
Bagaimana hasilnya?
Jadi...
"Jangan melawan naga."
"Lupakan Tsukiko."
Itu saja, Tuan.
Namun, mereka ingin pertempuran lain.
Jangan berbicara begitu kepadaku.
Dirimu saat ingatanmu hilang adalah dirimu yang sebenarnya.
Ya.
Itu tak berjalan lancar, Shinsuke.
Jadi, begitu.
Kurasa pulihnya ingatanmu masih belum cukup.
Kenapa kau bersamaku, Shinsuke?
Aku pun bingung.
Apa yang terjadi pada kuil utama Dangaishuu?
Aku tidak tahu.
Ledakannya pasti besar.
Bagaimana dengan Jinka Yamato?
Dia berubah menjadi semacam makhluk buas dan menghilang.
Jadi, aku bisa terus mengikutimu?
Tentu saja. Kita akan selamatkan Tsukiko.
Ini juga lumayan.
Namamu Tsukiko, benar?
Kau tampak cocok memakai apa pun.
Terima kasih.
Mudo mulai melemah setelah kemunculan gadis ini.
Akan kupakai apa saja.
Namun, kembalikan pakaian yang kupakai saat kemari.
Aku meminjamnya dan harus kukembalikan saat pulang.
Pulang?
Namun, kau kini milikku.
Aku akan pulang.
Senya akan mengalahkanmu.
Tak ada yang bisa mengalahkan aku!
Aku lebih mencemaskan keengganannya untuk bertarung.
Aku tak perlu khawatir. Dia tak melemah.
Bahkan, energi gaibnya makin meningkat!
Senya tak mungkin menang melawan naga sejati.
Ini sudah pasti akan jadi akhirnya!
Apa itu?
Barisan panjang, nau.
Bagaimana kabarmu, Anak Muda?
Syogun?
Mau melakukan hal baru?
No comments yet. Be the first to leave one.