The Train

The Train

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Train 1964 BluRay x264-AMIABLE
A Commentary by tedi
Retail AMZN Resync for BluRay

Tags

bluray
Published on: 2024-07-05
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

KAMI, PEMBUAT FILM INI, INGIN MENYAMPAIKAN PENGHARGAAN

PADA PEGAWAI KERETA API PRANCIS, BAIK YANG HIDUP MAUPUN YANG MATI

YANG SEMANGAT DAN KEBERANIANNYA TELAH MENGILHAMI CERITA INI.

KAMI JUGA BERTERIMA KASIH KEPADA JAWATAN KERETA API NASIONAL PRANCIS

DAN ANGKATAN BERSENJATA PRANCIS, ATAS SELURUH KERJA SAMANYA

YANG MEMUNGKINKAN PRODUKSI FILM INI.

PARIS - 2 Agustus 1944 hari ke-1511 pendudukan Jerman

Dulu ini ada pada koleksi Clouvet, kan?

Begitulah.

Kau suka?

Perlu kau tanya?

Kau tahu, ini seni yang tidak disetujui Nazi.

Sebagai anggota Reich Ketiga yang setia, seharusnya aku membencinya.

Aku sering heran tentang ambisi aneh berlebihan...

yang memaksakan gagasan dan cita rasa secara moralitas menurut hukum.

Seringkali dalam empat tahun terakhir ini aku ingin berterima kasih padamu.

Karena aku bukan orang Nazi yang tak berperasaan?

Untuk menyelamatkan semua ini...

melindunginya.

Apa kau berterima kasih padaku sekarang...

karena kebebasan Paris sudah sangat dekat?

Mungkin.

Itu tak perlu.

Aku bisa saja dikirim pergi...

orang lain dapat saja ditunjuk untuk mengurusi museum.

Mungkin aku perlu berterima kasih padamu.

Aku dulu tolol.

Aku tahu buku-buku telah dibakar...

barang-barang lainnya.

Aku begitu ketakutan kalau ini akan hilang.

Sebuah buku berharga beberapa franc.

Kita orang Jerman bisa saja menghancurkan semua itu.

Kita semua mungkin tak menghargai nilai artistik...

tapi nilai uang adalah masalah lain.

Kau tak dapat yakinkan aku kalau kau itu orang yang sinis.

Aku tahu arti lukisan-lukisan ini bagimu.

Kau wanita yang perseptif.

Kita memindahkan lukisannya.

- Bungkus dengan hati-hati. - Mau dibawa ke mana?

- Ke suatu tempat yang aman. - Tapi tak ada tempat yang seaman Paris.

Kota telah didemiliterisasi. Takkan ada bom atau tembakan mortir.

Kapten.

Aku mau ini sudah ada di peron stasiun besok pagi...

dimasukkan dalam peti dan siap dinaikkan ke kereta api.

- Apa yang terjadi dengan keretaku? - Telah dibatalkan, Pak.

Siapa yang batalkan?

- Aku. - Siapa kau?

Labiche, Kolonel, inspektur daerah. Di bawah pengawasanku, tentu saja.

Sejak kapan orang Prancis punya wewenang untuk membatalkan kereta api Jerman?

Kami sedang memuat kereta khusus senjata, Kolonel.

Prioritas utama.

Perintah siapa?

Von Rundstedt, komandan militer, Western Front.

Kapan keretaku boleh berangkat?

Secepat aku dapat perintah lainnya. Ini AD-mu, Kolonel, bukan AD-ku.

Kau akan dapatkan perintah itu. Siapkan kereta apinya sore ini pukul 15:30.

Aku mencari Jend. von Lubitz.

Aku ingin hubungan telepon ke Pusat Operasional Komando Lapangan.

Ya, segera.

Kepala Pusat Operasional Komando. Ini dari kantor Jend. von Lubitz.

Tolong dengan Kol. Muhler.

Kucoba hubungimu, Kol. von Waldheim.

Jenderal membatalkan seluruh perjanjian, kecuali untuk evakuasi Paris.

- Apa ia ada? - Ya, Pak.

- Sendirian? - Ya, tapi aku diperintahkan tak ada yang...

Ada apa, Kolonel?

Kereta api yang kupesan dibatalkan.

Aku diberi tahu kalau otorisasi pribadi Anda dibutuhkan sekarang.

Telegraf dari Jend. von Rundstedt, Pak.

Jalan raya utama antara Avranches dan Mortain telah direbut Amerika.

Kau bisa cari otorisasi melalui hirarki komando yang normal.

Kau pernah bilang hirarki komando normal adalah perangkap...

untuk menarik perwira yang kurang punya inisiatif.

Apa kargomu?

Aku tak terlalu antusias dalam hal seni sepertimu.

Biarpun ya, hal itu takkan terpusat pada sampah seni tak disetujui semacam ini.

Atau pun memprioritaskannya di atas peralatan artileri.

Selamat pagi, Kolonel.

Das Reich Divisi SS bersenjata kedua telah mundur ke arah Falaise, Pak.

Terus beri laporan untuk sisa kekuatan mereka yang efektif.

Mungkin bukannya tak bijaksana...

untuk meninggalkan semiliar Reichsmark dalam bentuk emas di Bank Prancis?

Cukup untuk memperlengkapi sepuluh Divisi Panser?

Jelaskanlah, Kolonel.

Uang adalah senjata.

Isi kereta api itu bisa dinegosiasikan sama seperti emas...

dan lebih berharga.

Kukira Berlin lebih suka itu ada dalam tangan Reich ketiga pimpinan Hitler.

Aku peringatkan kau jika kondisi medan perang jadi lebih gawat...

aku akan membatalkan otorisasi ini.

Kapan kau siap?

Kereta apinya akan siap berangkat besok pagi jam 9.15, Mayor.

Masuk.

Ini Nona Villard dari Jeu de Paume, museum itu.

Aku mengajaknya kemari.

Nona Villard punya sebuah masalah.

Kupikir grup pejuang oposisimu dapat menolongnya.

Ini bukannya untuk menolongku, kau mengerti?

Lukisan-lukisan itu milik Prancis.

Lukisan-lukisan?

Kereta api yang sedang kau muat untuk Kolonel itu.

Ia mencuri sejumlah gambar. Kau harus dengar berapa nilainya.

Ini bukan cuma uang.

Ia ingin kita lakukan apa?

- Ia ingin kita meledakkan keretanya. - Tidak.

Kau salah mengerti. Barang-barangnya malah tak boleh rusak.

Barang-barang itu tak tergantikan.

Tidak hanya... Ini, aku punya daftarnya.

Renoir, Cézanne...

64 Picasso, 29 Braque...

Degas, Matisse.

Ia pilih dengan sangat hati-hati. Hanya yang terbaik.

Warisan budaya nasional.

- Kau ingin kami lakukan apa, Nyonya? - Nona.

Kupikir, mungkin, jika kau bisa menghentikan kereta apinya.

Menghentikan kereta api, tak sesederhana itu, nona.

Kau bisa mati saat hentikan kereta.

Terutama bila kau orang Prancis dan keretanya milik Jerman.

Aku tahu.

Aku menyadarinya.

Tapi sebentar lagi Paris akan bebas.

Apakah hal itu benar?

Tapi jika lukisan-lukisan itu tak di sini...

Menurut laporan terakhir, tentara sekutu akan ada di Paris dalam seminggu.

Mungkin dalam tiga atau empat hari.

Von Waldheim harus mengeluarkan kereta api sebelum itu.

Dapatkah dihambat, ditunda? Bagaimana pendapatmu?

Kita bisa meledakkannya, mungkin.

Taruh beberapa bom plastik di bawah kereta dan ledakkan.

Mereka akan menembak beberapa sandera, tapi itu harga yang harus kau bayar.

Apa lukisanmu itu sangat penting?

Ia tak ingin itu hancur.

London setuju kalau benda seni penting artinya.

Kami usahakan sebisa mungkin. Tapi biarkan caranya jadi urusan kami.

Kenapa tidak? Mereka akan kehilangan apa?

Pagi ini ada empat laki-laki yang tersisa di grup ini.

Sekarang kita bertiga. Satu, dua, tiga.

- Bernard? - Kami awali dengan 18.

Seperti lukisanmu, nona, kami tak dapat mengganti mereka.

Untuk beberapa hal, kami ambil risiko, tapi aku tak menyiakan hidup buat lukisan.

Takkan tersia-sia.

Maafkan aku.

Aku tahu itu tak pantas dikatakan.

Tapi lukisan-lukisan itu adalah bagian dari Prancis.

Jerman ingin membawanya pergi.

Mereka telah ambil tanah kita, makanan kita. Mereka tinggal di rumah kita.

Dan sekarang mereka coba ambil benda seni kita.

Keindahan ini, visi kehidupan ini dikeluarkan dari Prancis...

visi khusus kita, warisan budaya kita.

Kita perlu wariskan ke generasi berikut, mengertikah kau?

Untuk semua orang.

Ini kebanggaan kita...

apa yang kita ciptakan dan simpan untuk dunia.

Ada yang lebih buruk untuk membahayakan hidupmu daripada hal itu.

Maaf, nona. Kami tak dapat menolongmu.

Kereta apinya melalui daerah komandonya. Itu terserah padanya.

Tidakkah kau punya salinan lukisan tersebut?

Maafkan aku telah menghabiskan waktumu.

Aku menghormatimu atas apa yang kau lakukan.

Aku harap tak seorang pun dari kalian akan celaka.

- Ia wanita yang baik. - Apa yang terjadi pada Bernard?

Aku minum kopi bersamanya tadi pagi-pagi sekali.

Mereka datang ke langsir kereta api dan menahannya...

bersama beberapa pengungsi.

Aku melihat seluruhnya.

Mereka datang begitu saja ke langsir dan menahannya.

Kupikir mereka ke sini bicara tentang gerbong senjata.

Itu besar sekali, Labiche? Kapan berangkatnya?

9.15 besok pagi, tepat waktu.

Mereka pasti putus asa hingga ambil risiko pengiriman siang hari.

Beri tahu aku jadwalnya.

Akan tiba pada langsir di Vaires jam 9.45.

Lima menit untuk menyalakan lokomotif lapis baja dan menjemput kru anti pesawat.

Pasti sudah jalan pukul 9.50, tak lebih.

Akan bagus sekali jika bisa dihambat sepuluh menit.

Pesawat Inggris akan menyerang Vaires besok pagi pukul 10.00.

Pengeboman besar-besaran.

Jika kereta api ada di langsir pada saat bersamaan...

Sepuluh menit? Itu tidak mudah.

Dapatkah kau melakukannya?

- Saat ini, aku tak tahu bagaimana. - Itu terserah padamu.

Pesawatnya akan membom jam 10.00 pas. Kereta akan ada di sana atau tidak?

- Kita akan buat dia menunggu. - Bagus.

Aku ingin tahu ia akan ada di mana pukul 10.00?

Di tempat yang kuinginkan. Di kantornya.

- Aku tak menyukainya. - Siapa yang suka?

Aku maksud kereta benda seni.

Jika Jerman amat menginginkannya, mungkin kita perlu lakukan sesuatu.

Lupakan kereta benda seni. Kita punya cukup banyak hal untuk besok.

Yang mengingatkanku, aku butuh masinis lain untuk kereta benda seni.

Kupikir aku akan berikan pada Papa Boule.

- Papa Boule? - Bukan Papa Boule!

Aku tak punya pilihan lain. Siapa lagi yang ada?

Lagipula, ini hal mudah.

Keretanya takkan berangkat sebelum gelap. Akan tiba di Jerman pagi-pagi.

Sampai ketemu.

Jangan cuma menaruhkan minyak di mana-mana, brengsek!

Lihat di mana kau meletakkannya.

Lokomotif ini telah jalan sebelum kau lahir.

Ia seperti wanita.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left