The first 200 lines.
HIYAMA
Aku tidak akan membiarkanmu lolos lagi.
Bagaimana caranya?
Ini bukti yang cukup untuk membuktikan kau membunuh Pak Hanegi.
Aku ingin tahu.
Alasan Pak Akizumi...
membebaskanmu.
Kau juga terkait
dengan pembunuhan keluarga Itoi pada 12 tahun silam.
Sebagai ganti dibebaskan dari pembunuhan itu,
kau melakukan tugas apa pun dari Pak Akizumi.
Benar, bukan?
Tolong jawab aku.
Masuklah.
Akan kubersihkan sekarang.
Berkas itu...
mendokumentasikan kejadian 12 tahun lalu.
Ditinggalkan oleh Bu Reiko Momose,
mantan kolega Pak Akizumi.
Momose?
Kau ingin tahu
tentang Pak Yusaku Shimizu, bukan?
Apa maksudmu
kau datang untuk meminta maaf?
Pak Akizumi?
Ayahmu...
Pak Yusaku Shimizu...
tidak bersalah.
Apa ini semua dokumen yang dia kumpulkan tentang pembunuhan keluarga Itoi?
Terima kasih.
Bu Momose yang pertama curiga
bahwa Pak Shimizu difitnah.
Tapi Pak Shimizu punya motif kuat untuk melakukan pembunuhan.
Penggelapan dana, bukan?
Benar.
Kepolisian Chiba mencurigai keterlibatan Pak Shimizu dan Pak Itoi.
Tapi mereka tak bisa menemukan bukti konklusif.
Lalu Pak Itoi dibunuh oleh seseorang.
Kecurigaan jatuh pada Pak Shimizu.
Polisi prefektur menemukan bukti
keterlibatan mereka berdua dalam penggelapan dana di rumah Pak Itoi.
Jaksa penuntut mulai menginterogasi Pak Shimizu.
Seorang jaksa ditugaskan untuk tugas tersebut,
yang membantu dari kantor Saitama pada saat itu.
Jaksa itu adalah Pak Akizumi.
Aku ditugaskan...
untuk menginterogasi Pak Shimizu.
Pak Shimizu...
terus menyangkal melakukan pembunuhan.
Pada saat kejadian, dia mengaku berada di taman
untuk mencari boneka kelinci putrinya atas permintaannya.
Namun...
pada saat itu...
aku begitu saja memercayai keadilan kejaksaan.
Aku tidak ragu dia pelakunya.
Aku tidak melakukannya.
Aku sedang mencari boneka di taman saat itu!
Boneka?
Kau sudah mengatakannya berkali-kali.
Percayalah.
Itu benar.
Aku benar-benar mencarinya!
Kau tidak mencarinya.
Kau membunuh orang!
Kau berselisih dengan korban atas penggelapan dana.
Tidak.
Setidaknya istrimu berpikir kau melakukannya.
Seorang reporter memberiku foto ini.
Tampaknya, dia meninggalkan rumah bersama putrimu.
Sepertinya dia bersiap untuk bercerai.
Dengan anak berusia lima tahun,
diburu media tiap hari...
Kasihan sekali.
Kuharap ini tidak melukai putrimu secara emosional.
Saya...
Menurutmu ini salah siapa?
Kau akan terus menyakiti keluargamu?
Aku sudah dengar soal istrimu.
Itu kecelakaan lalu lintas.
Putrimu...
dibawa ke panti asuhan.
Setelah pindah, bercerai,
dan mencari pekerjaan...
Saat mereka memulai lembaran baru.
Mereka pantas
mendapat kehidupan yang berbeda.
Aku melakukan ini...
Aku melakukan ini...
Bisa katakan lagi dengan jelas?
Siapa
yang membunuh Pak Itoi?
Aku...
yang melakukannya.
Aku memaksa ayahmu mengakui kejahatan itu.
Mengingat alasan ini, saya akan membacakan putusannya.
Keputusannya.
Terdakwa...
dijatuhi hukuman mati.
Jika Anda tidak puas dengan putusan ini,
silakan ajukan banding ke pengadilan dalam 14 hari mulai besok,
ajukan ke Pengadilan Tinggi Tokyo...
Aku yang membuat ayahmu...
dihukum mati.
Aku sungguh minta maaf.
Enam tahun setelah persidangan...
aku menyadari kesalahanku.
Orang yang memberitahuku...
adalah orang yang juga kau kenal baik.
Momose memberitahuku.
Bahwa kau...
berada di penampungan anjing.
Hari itu,
saat aku bertemu denganmu dan Cocoa.
Aku sadar aku telah merenggut...
ayah tercinta dari seseorang yang sangat muda.
Bu Momose menyadari bahwa Pak Shimizu mungkin telah difitnah
dan melanjutkan investigasinya.
Namun, dia jatuh sakit dan tak bisa mencapai tujuannya.
Itu Bu Momose.
Dia sudah lama meninggal.
Dalam berkas yang dipercayakan Bu Momose kepada Pak Akizumi,
dia menulis ini.
"Seorang petugas dari Kepolisian Chiba saat itu
menemukan rekaman video yang membuktikan alibi Pak Shimizu."
Orang yang menutupinya adalah...
Jawab aku.
Kau menutupinya secara tidak sah, bukan?
Orang itu...
adalah ayahku?
Ayahmu...
dan Pak Datehara.
Melanjutkan keinginan Bu Momose,
Pak Akizumi berusaha memeriksa rekaman itu.
Namun, meski kasusnya sedang berlangsung,
dia tiba-tiba diperintahkan untuk pindah ke perdesaan.
Pak Datehara pasti ikut campur.
Jadi, Pak Akizumi sedang mencari rekaman ini?
Setahun lalu,
ibuku meninggal.
Saat aku masih SMP, ayahku meninggal.
Setelah itu, dia membesarkanku sendirian.
Kondisi ibumu kritis?
Terserahlah. Kenapa kau tidak pergi saja?
Terima kasih.
Tapi kau akan dipecat.
Kami tak butuh orang tak bertanggung jawab
yang mengabaikan tugas.
Jika diingat-ingat, seharusnya aku mengabaikannya dan pergi.
Tapi aku takut kehilangan pekerjaan yang akhirnya kuamankan
sebagai pegawai tetap.
Itu sebabnya, meski diperlakukan dengan kejam,
aku bertahan dan terus bekerja.
Namun...
Kau sungguh membantah?
Kasar sekali.
Beginikah caramu dibesarkan?
Ibumu tidak mengajarimu apa pun?
Bagaimana?
Ajak ibumu kapan-kapan.
Maaf.
Dia sudah meninggal, 'kan?
Untung dia meninggal, bukan?
Sekarang, kau bisa terus bekerja di sini selamanya.
Tarik kembali!
Apa?
Beraninya kau menghina kematian ibuku!
Tarik kembali!
Lepaskan aku!
Apa-apaan ini?
Sebaiknya kau bersihkan itu.
Itu akan mengganggu pekerjaan.
Untuk merayakan aku mendapat pekerjaan setelah kuliah,
ibuku membelikan ini untukku dengan uang tabungannya.
Meski kesehatannya buruk, dia terus bekerja.
Dia memaksakan diri untuk menguliahkanku.
Karena dia yakin itu akan memberiku kesempatan kerja yang lebih baik.
Itu alasanku tak bisa memberitahunya soal pencarian kerjaku yang gagal.
Saat aku berbohong dan bilang sudah mendapat pekerjaan,
Ibu sangat gembira.
Namun...
Perasaannya diinjak-injak.
Aku akan membunuhnya.
Tiba-tiba, aku lepas kendali.
Aku melakukan pembunuhan.
Aku tidak bisa kembali jujur lagi.
Aku bisa mati saat itu juga.
Itulah yang kupikirkan saat...
Ada tamu.
- Bersiaplah untuk keluar. - Baik.
Siapa tamunya?
Pengacara.
Begini...
Apa kau makan teratur?
Pak Keita Hiyama.
Aku sudah lama mencarimu.
Kau ingat apa yang terjadi 12 tahun lalu?
Mungkin aku harus mengklarifikasi.
Itu saat kau mengambil pekerjaan dari Spilldoor.
Aku mencari sebuah video.
Aku datang ke sini karena kupikir kau mungkin tahu di mana harus mencarinya.
No comments yet. Be the first to leave one.