The first 200 lines.
Hai, aku Kurt Loder.
Selama sejam kita akan kembali ke tahun 1993
dengan kejayaan aneh menggelegarnya...
DI RUANG GELAP
Halo?
Halo?
Siapa itu?
Jangan ganggu aku!
Jauhi aku!
Selamat pagi, Nora.
- Orang kesukaanku. Apa kabar? - Selamat pagi.
- Baik. - Aku mau burito bakon
- dan wafel istimewamu. - Aku juga mau wafel.
Juga sereal warna-warnimu.
- Aku juga. - He!
Mesin kartunya rusak. Hanya tunai.
Kau sadar ini masyarakat nirtunai?
- Ya. - Asal jelas saja,
apa artinya tak ada makanan?
Kami lapar sekali.
- Silakan. - Biskuit asin?
Ternyata bisa dimakan.
Ya, kukira ini
pendamping gratis sup.
Memang.
Lumayan juga.
- Untukmu. - Awas belakang!
Kau baik-baik saja, Lucas?
Aku bersantai.
Lucas!
Sial! Berhenti lakukan itu!
Aku baik-baik, Ibu.
Hanya kepalaku kali ini.
Astaga, hanya kepalamu?
Aku jadi gugup di dekatnya.
Bagaimana dia masih hidup?
Lucas! Tidak!
Baiklah!
Beri sambutan bagi Port Lawrence Titans
dan kapten tim dan orang kesukaanku...
Harusnya tak kukatakan, tetapi inilah Isaiah Howard!
Ayo, Titans!
Maju! Ayo maju!
Maju! Ya!
SMA Port Lawrence! Apa kabar?
Hai, Sayang.
- Ayah... - Maaf.
Aku lupa kita di sekolah. Kau bukan putriku.
- Halo, Margot. - Halo.
...tak dijamin...
Kau bawa buku ke pertemuan?
Ini caraku menutupi aku tak punya semangat sekolah.
Apa berhasil?
Tidak.
Dengar, ini tahun kita!
Titans, ini waktu kita!
Pikirmu masa kejayaan berlalu?
Tidak, ada di ujung jari kita.
Angkat ujung jari dan lambaikan!
SMA Port Lawrence,
kalian harus tahu aku cinta kota ini!
SMA Port Lawrence, aku cinta olahraga ini!
Namun, SMA Port Lawrence,
yang terpenting, aku cinta kalian.
Ada sedikit masalah.
Tidak, James.
Jangan goyang pinggul, sudah kita bahas!
Kugoyang menuju kemenangan!
Tidak boleh!
Pemain sepak bola payah.
Aku tidak peka. Maaf.
Tak ada orang payah. Semua punya ciri sendiri.
Tak ada orang payah? Kau yakin?
- Entahlah. - Jeffrey Dahmer,
apa dia pria keren?
Tidak, bukan.
Atau Andrew Johnson, dia keren?
Entah siapa itu, tetapi aku harus memercayaimu.
Siap, satu, dua, tiga...
Titans!
Aku cinta kalian.
Jangan jatuhkan mik.
Itu mahal.
Kemari, Sayang.
- Terima kasih, Susan! - Aku Isabella.
Aku cinta kalian!
Entah denganmu, tetapi itu menyenangkan.
- Apa kataku? - Kau tahu,
aku tak gugup untuk Jumat malam.
- Aku paham. - Tunggu, ini Sam.
- Santai. - Apa artinya?
Instruksinya lebih spesifik!
Hai.
Hai.
Hai.
- Apa itu? - Entahlah.
Kukira kita hanya saling sapa.
Bukan, itu tadi momen sensitif.
Kita tinggal sedikit lagi
bicara dengan psikiaterku.
Kau tak memberiku arahan.
- Hai, Sayang. - Seperti... Hai.
James masih belum mengajak Sam kencan.
Kenapa lama sekali?
Kenapa mencampuri urusanku?
Kami menyayangimu.
Kebosanan.
Jangan lagi!
Ada apa?
Hai, Semua! Pesta Halloween, rumahku,
besok malam. Berkostumlah keren.
Datang atau...
Itu suara babi?
Ya, troll-ku mengubah undangannya.
Separah apa?
- Dilihat seribu kali pagi ini. - Apa?
Seribu kali itu lumayan.
Seribu kali itu seperti semua orang dikali lima.
Bisa orang yang sama menontonnya seribu kali.
- Kurang mungkin. - Apa?
Sangat mungkin.
Ini menyebalkan,
karena ini jelas orang di sekolah ini.
Aku tak jahat kepada siapa pun. Aku sangat ramah.
- Kenapa begini? - Aku tahu.
Apa Sam akan ke pestamu?
Serius?
Membalik percakapan kembali kepadamu?
Ya, orang berbuat gila saat jatuh cinta.
- Suaraku babi! - He!
Isaiah, bisa bicara sebentar?
Ya, baik.
Sampai nanti.
Pergi sana.
Ini mengesalkan.
- Ada apa, Pak Stokes? - Isaiah, itu dia.
- Duduklah. - Apa kabar?
Baik, terima kasih.
Pertandingan hebat minggu lalu. Kau membara.
Terima kasih.
Aku tak mau menyebalkan.
Kau mendapat masa percobaan akademis
dan tak bisa bermain hari Jumat.
Maaf.
- Tunggu, apa? - Ya.
Tidak.
Pak, aku harus main.
Akan ada pencari bakat.
Tenanglah.
Aku sudah bicara dengan Bu Dowling.
Katanya kau hanya perlu
mendapat nilai A dalam ujian sejarah besok.
Kau akan bebas dari masa percobaan, tak masalah.
Ada ujian sejarah besok?
Kau kocak.
Makanya disukai semua orang.
Ya, ada ujian sejarah besok
dan nilaimu harus bagus.
Ya? Aku mendukungmu agar bisa dapat nilai A.
- Ya. - Ya.
Maka aku bisa bersorak untukmu.
- Astaga, maafkan aku! - Sial!
Maaf, leluconnya gagal.
Aku tidak... Maaf.
Kau baik-baik saja?
Kau siapa?
Aku Nathan Bratt, pemilik baru.
Ben Howard. Senang akhirnya bertemu.
Ya.
Maaf ini lama sekali.
Tidak, kau bercanda?
Tempat ini sudah 30 tahun kosong. Aku paham.
Kami hanya bereskan hal dasarnya.
Bagus, hanya butuh itu, selama bisa ditinggali.
Ini peningkatan besar bagiku, percayalah.
Kau mewarisi rumah ini?
Ya, ternyata aku kerabat terdekat yang masih hidup.
Ya, aku juga bilang itu.
Tak kukira bisa punya rumah dengan gajiku,
terutama rumah seperti ini.
Ini...
Aku suka semua makhluk ini.
Kurasa ada yak di sana.
Gila.
Itu ke mana?
Basemen.
Kau dengar yang terjadi di bawah?
Ya, buruk sekali.
Pengacara memberitahuku.
Dia bilang kedua orang tua
menghilang setelah anaknya meninggal.
Kau tahu artinya.
Apa?
Jelas orang tua pelakunya.
Selalu orang tua, bukan?
Akan kulihat sekarang.
Pintunya macet.
Sama sekali tak bergerak.
Walau bisa bergerak,
mungkin kerusakannya begitu parah
No comments yet. Be the first to leave one.