Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] ππ‹πŽπŽπƒπ˜ π…π‹πŽπ–π„π‘ π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ‘ π•πˆπ” 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ“πŸ‘:πŸŽπŸ– || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑽𝑰𝑼 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-11
Downloads: 67
Hearing Impaired: No
FPS: 24

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Drama ini fiksi, dan tempat, tokoh, serta peristiwanya adalah rekaan"

"Aktor cilik syuting dengan aman bersama wali"

"Didukung Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata"

Pertama, kita harus bekerja sama demi tujuan yang sama, bukan?

Izinkan aku lakukan peragaan medis berdasarkan rekam medis pasienku.

Sulit yakinkan mereka soal peragaan medis hanya dengan rekam medis itu.

Justru jika rekam medis itu diungkap,

mereka akan menuntutmu membuktikan obat yang dipakai dulu.

Itulah yang kutunggu.

Apa?

Kamu...

Selama ini kamu punya obatnya?

Ya.

"Bunga Penghakiman"

"Sorotan Isu Terkini"

Kesaksian para saksi bertentangan, bukan?

Tentu saja.

Siapa di dunia ini yang mau dirawat dengan metode yang belum teruji

dan bisa sembuh total?

Melihat itu, peradilan yang terus mengabulkan permintaan terdakwa

sepertinya juga bermasalah.

"Bincang Isu Terkini"

Kacau sekali.

Tidak ada satu pun di sidang ini yang berjalan sesuai rencana.

Gara-gara Jaksa Cha, aku akan habis dihujat publik. Sial.

Hei, Min Gyeong, kamu kenal Jaksa Cha, 'kan?

Pertama kali aku lihat di sidang, sebelumnya hanya di media sosial.

Kualifikasinya tinggi dan dia cantik.

Latar belakang keluarganya juga bagus.

Mungkin karena itu

dia tidak kenal takut.

Bukan tidak kenal takut, tapi tidak punya sopan santun.

Tapi kuakui dia memang keren.

Keren dari mananya?

Terserah.

Kamu sudah lama tidak bertemu ayah,

tapi jangankan senang, menyapa pun tidak?

Sudah aku katakan, 'kan?

Apa pun yang terjadi, jangan datang ke sini.

Kalau mereka melihat aku bersama Ayah,

mereka akan membuat gosip yang tidak-tidak dan aku sungguh...

Aku jadi tidak bisa bekerja.

Kamu ini sungguh keterlaluan.

Kamu benar-benar membuat hidupmu rumit.

Memangnya pandangan orang lain sepenting itu?

Apa seorang ayah bahkan tidak boleh melihat wajah putrinya?

Begitu?

Masalahnya karena Ayah bukan ayah biasa.

Aku harus masuk. Tolong langsung katakan saja maksud Ayah.

Kecuali menyuruhku bekerja di perusahaan.

Memangnya tidak boleh kalau ayah hanya mengatakan itu?

Dari sudut pandang Ayah, jika putri Ayah membantu orang susah,

bukankah itu lebih baik, termasuk untuk citra perusahaan?

Kapan ayah pernah memaksamu hidup demi ayah?

Lalu apa alasan Ayah terus menyuruhku bekerja di perusahaan?

Karena ayah selalu mencemaskanmu!

Baru sekarang?

Baiklah, kamu tidak perlu bekerja di sana.

Sebagai gantinya,

tinggalkan kasus ini.

"Rumah Sakit Jaeil"

Halo.

Ya.

Tumben datang tanpa menelepon? Ada apa?

Sebenarnya,

ini rekam medis pasien yang ditangani terdakwa.

Aku ingin kamu

memeriksanya.

Apa yang kamu pikirkan sampai mau membela orang seperti ini?

Ini juga demi Min Seo. Selain itu,

aku harus menerima bayarannya agar bisa membayar biaya RS Min Seo.

- Sudah kubilang jangan percaya dia. - Aku tahu.

Tapi, bagaimana jika Lee Woo Gyeom bisa sembuhkan yang tak bisa sembuh?

Min Seo kita juga...

Sudah, kumohon hentikan! Kita baru saja ditipu!

Apa masuk akal memercayakan Min Seo kepada pembunuh seperti itu?

Aku dokter! Kubilang jangan putuskan urusan Min Seo sendirian. Tolonglah!

"Bincang Isu Terkini"

"Jaksa Cha Yi Yeon"

Dalam Bincang Isu Terkini kali ini,

jaksa penangkap Lee Seong Gon, terpidana mati terakhir di Korea.

Mari dengar pendapat hukuman mati dari Anggota Dewan Baek Sang Hwa.

- Anggota Dewan, selamat datang. - Terima kasih telah undang saya.

Anggota Dewan Baek?

Bagaimana? Rencanaku hebat, bukan?

Jadi Anggota Dewan Baek akan gunakan hukuman mati untuk kampanyenya

dan Anda bersekongkol agar Lee Woo Gyeom dihukum mati.

Kita harus memuluskan jalan bagi Anggota Dewan Baek

supaya kita juga bisa berjaya di persidangan ini, bukan?

Tapi, jika sampai dijadikan janji kampanye,

bukankah hasil persidangan saja tidak akan cukup?

Memangnya kamu punya ide lain?

Anggota Dewan Baek, bagaimana jika Anda tampil di sebuah acara?

Acara televisi?

- Acara apa? - Tahu Bincang Isu Terkini, 'kan?

Karena kasus Lee Woo Gyeom yang kutangani,

akan ada siaran mengenai hukuman mati.

Tidakkah Anda merasa harus tampil di sana?

Aku? Ya, untuk apa aku ke sana?

Anda belum lupa, bukan?

Terpidana mati terakhir negara kita, Lee Seong Gon.

Apa? Lee Seong Gon?

Aku yang menjebloskan bedebah itu ke penjara saat aku menjadi jaksa.

Benar. Dari Lee Seong Gon berlanjut ke Lee Woo Gyeom.

Eksekusi mati setelah 28 tahun, sebuah narasi paralel.

Adakah pakar lain yang sehebat Anda?

Jika Anda bisa ubah opini publik demi hukuman mati di acara itu,

bukankah itu akan sangat membantu dalam pemilihan Anda berikutnya?

Jadi, maksud Anda tunda hukuman mati saat ini adalah pelanggaran hukum?

Benar sekali. Ya.

Bagi terpidana mati, eksekusi harus dilaksanakan dalam waktu enam bulan.

Hal itu tertulis dengan jelas di dalam undang-undang.

Jika hukuman mati sama sekali tidak dieksekusi,

Kementerian Hukum berarti melanggar hukum.

Ini adalah kelalaian dalam menjalankan tugas.

Namun, melihat ke masa lalu, ada kasus bermotif politik...

Permisi, kamu harus lihat ini.

Bukankah ada juga terpidana mati yang tidak bersalah?

Kepada pembunuh seperti Lee Woo Gyeom,

jika kita tak hukum setimpal, siapa yang akan takut pada hukum

dan siapa yang akan membalaskan kepedihan para korban?

Aku bisa memahami perasaan di balik ucapan Anda,

tapi, tidakkah itu berisiko menjadi hukuman balas dendam?

Hukuman mati bukanlah balas dendam, melainkan keadilan. Ya.

Perwujudan keadilan yang terakhir.

- Hukuman mati keadilan terakhir? - Benar. Ya.

Tapi, masalah yang lebih besar adalah

mengungkit hak asasi kriminal yang harusnya dihukum berat.

Ada orang yang justru membela dan mendukung para kriminal keji ini.

Ini sebuah masalah.

Ucapan Anda sepertinya menyerang pengacara Lee Woo Gyeom.

Tujuh belas orang telah dibunuh.

Dia juga mengejek polisi dan jaksa selama proses investigasi?

Mendukung kriminal seperti ini

bukan perbuatan orang waras. Ini perbuatan orang gila.

Anggota Dewan. Anggota Dewan?

Lagi pula, saya dengar pengacaranya baru saja bercerai.

Anda tahu pepatah, "Urus rumah dulu sebelum memperbaiki dunia," bukan?

Dia keluar dari firma hukum ternama tempatnya bekerja,

lalu malah membela penjahat keji.

Pantas saja rumah tangganya hancur.

Astaga, orang ini mulai lagi. Menyebalkan sekali.

Dengar, Pengacara,

jika kamu menonton siaran ini, dengarkan aku baik-baik. Mengerti?

Hentikan omong kosong soal Lee Woo Gyeom menyelamatkan orang

dan segeralah mengundurkan diri!

"Jaksa Cha Yi Yeon"

Kemarin di "Bincang Isu Terkini", Anggota Dewan Baek Sang Hwa,

Pengacara, mengundurkan dirilah!

Menyatakan dukungan kuat untuk hukuman mati yang diperlukan.

- Menyatakan dukungan kuatnya. - Pengacara, undur diri!

Lalu, pada pengacara Park Han Jun yang sedang membela Lee Woo Gyeom,

teriakan, "Mengundurkan dirilah!" menjadi viral di media sosial.

"Trending #2, Benarkah dia pejabat publik?"

"Karena dia, penjahat tidak habis. Dia gadaikan nurani demi uang"

"Negara ini kacau. Lebih baik tinggalkan Korea saja?"

"Harus diungkap berapa bayaran Park Han Jun"

Pak Pengacara.

Jangan khawatir. Itu tidak akan memengaruhi persidangan.

Benar, mereka itu para pengecut yang tidak berani bicara langsung.

Mereka hanya mengeluh dari rumah.

Ada beberapa komentar positif.

- Kerja bagus. - Terima kasih.

Jaksa Cha. Masuklah. Silakan duduk.

Astaga.

Baiklah, kalian berdua berkenalan, lalu kita makan sashimi dan minum?

Jaksa Cha.

Saat wawancara di siaran tempo hari,

Sekretaris Senior Pyo kami memberikan banyak masukan bagus.

Aku Pyo Kang Won.

Jaksa, bolehkah aku menganggap kita rekan satu perahu sekarang?

- Aku Cha Yi Yeon. Senang bertemu. - Ya.

Ada apa?

Orang ini selalu menelepon saat aku sedang makan.

Aku permisi sebentar. Ya?

- Makan saja lebih dahulu. - Baik.

Baik.

Menteri Hong. Ya. Aku sedang makan.

Apa Anda juga yang merancang konsep Anggota Dewan di siaran itu?

Ya, Jaksa. Menarik, bukan?

Menurut Anda itu menarik?

Menurut aku itu sangat murahan sampai tidak sanggup melihatnya.

- Apa? - Jika Anda jadikan Dewan lelucon,

seharusnya aku rekomendasikan acara komedi saja.

Begini, Jaksa. Sepertinya kamu belum paham karena masih muda.

Siaran televisi juga ada strateginya.

Jika hanya membahas hukuman mati,

itu membosankan bagi anak muda dan tidak akan menarik perhatian.

Jadi, strategi Anda adalah menjelek-jelekkan pengacaranya?

Berkat itu, kemunculan Anggota Dewan ditonton lebih dari lima juta.

Kalau mau kejar penayangan, sebaiknya dengan Youtuber.

Kenapa Anda melakukan hal sia-sia di televisi di hadapan publik?

Pencarian teratas sekarang adalah Park Han Jun, bukan hukuman mati!

Perhatian untuk hukuman mati malah didapat Park Han Jun!

Ayolah, Jaksa.

Jadi, kamu mengharapkan pernyataan kekanakan seperti,

"Mari aktifkan lagi hukuman mati dengan rasa keadilan yang besar"?

Yang benar saja.

Begini, Jaksa.

Mungkin karena kamu seorang wanita, kamu sensitif pada hal kecil.

More Indonesian subtitles for Bloody Flower

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left