The Devil's Lair

The Devil's Lair (Pemukiman Setan)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Pemukiman Setan 2023 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:36:25 Fix common errors

Tags

webdl
Published on: 2024-07-04
Downloads: 1510
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mbah Sarap,

kau ditangkap dan diadili.

Karena perbuatanmu menyantet sesama manusia.

Sudah terlalu banyak korban akibat praktik sesat yang kau lakukan.

Aku Patih Kerajaan memutuskan

kau pantas dihukum mati

atas dosa-dosamu.

Aku cuma mau menolong.

Bohong, jangan percaya!

Jangan hukum aku!

Dukun laknat!

Sebentar lagi kau akan mati.

Minta ampun kepada semua korbanmu

dan bertobatlah kepada Tuhan.

Pada saat ada bencana,

kalian semua mencari aku.

Ketika hidupmu miskin dan lapar,

aku beri makan dan kekayaan.

Kalian mandul dan tercela,

aku beri keturunan.

Semua itu dari aku!

Dari aku.

Bukan dari Tuhanmu.

Bersiaplah,

ajalmu sudah tiba.

Lepaskan aku!

Bebaskan aku dari hukuman.

Atau pilih...

kucabut nyawamu semua

seperti binatang liar!

Bunuh dia!

Bu, nasi bungkus satu pakai telur.

Yang lain, Neng? Ada daging, ada ikan.

Pakai telur saja.

Sebentar, Neng.

- Ini nasinya. - Jadi berapa, Bu?

Pakai telur jadi Rp8.500.

Telurnya tidak jadi, Bu. Uang saya tidak cukup.

Ya, tidak apa-apa. Ini buatmu saja.

- Terima kasih, ya, Bu. - Sama-sama.

Mau ke mana, Cantik?

Bayar utang bapakmu.

Saya akan bayar.

Tapi kita sudah sepakat.

Bosku berubah pikiran.

Kau mesti bayar malam ini.

Atau kau dan adikmu kujual menjadi pelacur.

Jangan macam-macam kau, ya.

Apa kau lihat-lihat?

Tiga hari.

Beri waktu tiga hari. Kulunasi utang bapakku.

Kau pikir aku takut?

Luka? Berdarah?

Kau mencari mati, ya!

Sudah.

Tiga hari, ya. Atau kau mati.

- Aduh. - Ayo, Bang. Kita ke RS sekarang.

Hentikan dulu. Dengarkan aku.

Kenapa?

Kau menghamili adikku.

Kau suruh dia aborsi.

Tidak bisa kau bereskan dengan uang segini.

Ambil ini!

Apa kau?

Bagas di mana?

Itu.

Tadi sempat tidak mau tidur.

Menunggumu.

Kau kenapa, Lin?

Tidak apa-apa.

Saya izin ambil Bagas, ya.

Tidak apa-apa bagaimana, Lin?

- Bagas. - Kau sampai berdarah.

Pulang, ayo.

Tidak apa-apa.

- Terima kasih, ya. - Pergi dari sini.

Sial! Kuhabisi kalian di sini!

Mati kau, mati!

Kau jangan mengganggu Citra.

Kita tidak butuh duitmu!

Tahan, Bang.

Miskin kau!

Kakak.

Bagas, kok bangun?

Haus, ya?

Mau tidur lagi?

Lapar.

Bagas belum makan?

- Kakak cuma punya nasi uduk. - Mau, Kak!

Masa tidak mau pakai piring?

Kakak mau?

Buat Bagas saja.

Sini.

- Ini, Kak Lin. - Terima kasih.

Tangan Kak Lin kenapa?

- Tidak apa-apa. Ayo, pakai. - Ayo.

- Sudah siap? - Siap.

- Sekarang kita mau ke mana? - Ke bulan.

- Yakin ke bulan? - Yakin.

Ayo terbang. Tarik dan lepas landas.

Kita tinggi sekali!

Siap-siap!

- Bagus ya? - Ya. Bagus sekali.

Ada bulan, ada bintang.

Keren sekali!

Bagas?

Ya.

Kak Alin izin kerja dulu, ya?

Lama, ya?

Bagas doakan Kakak, ya?

Ini buat Kakak.

Jadi, Kakak pulang bawa uang banyak.

Jadi, kita bisa terbang bareng.

Semangat, Kakak.

Oke! Kita terbang lagi, ya.

Terbang, satu, dua.

Lihat itu, banyak sekali bulannya. Bintangnya bagus, ya?

Ya.

Kok bulan banyak?

- Oh, ya! Bintang yang banyak, ya? - Bintang.

Di sini!

Alin!

Ikut Bapak, Alin.

Kau membuat Bapak mati.

Ibumu juga sudah mati.

Kau akan terus Bapak siksa!

Mati!

Sudah menghamili anak orang.

Berjudi!

Berutang!

Ribut cari masalah.

Waktunya "namu".

Jangan cari masalah, fokus!

Yang cari masalah itu kamu!

Kamu yang ajak Alin ikut kerjaan kita!

Sebaiknya kau pikir lagi.

Saya tetap ikut.

Enak sekali kau bicara!

Tidak. Aku tidak setuju.

Memang kau siapa?

Memaksa orang menurutimu?

- Kita sudah sepakat. - Sepakat?

Sepakat? Kau menjebak kita!

Kau sering titip adikmu.

Lalu kau khianati dia...

- Sudah, Fit. - Sudah apa?

Mana rekamannya?

Mana rekamannya!

Ayo! Jawab!

Jawab sekarang!

Dua pilihan kamu bilang kemarin! Apa? Dua!

Satu.

Saya ikut kalian maling.

Dua.

Saya laporkan kalian ke polisi.

Atau tiga! Kamu mati malam ini!

Sudah, gila kamu!

- Ini anak orang! - Kenapa?

Gila.

Sial!

Lin, kamu tidak bisa ikut.

Masalahmu dengan Fitrah tak cukup dengan maaf.

Temanmu tak akan tega melupakanku.

Kata siapa?

Saya tahu.

Ya, kita 'kan "namu" rumah orang,

maling, harus ada risiko.

Ya, tapi, jelas untuk apa. Kita tak punya pilihan.

Operasi jantung Zia tak bisa ditunda.

Kekasihmu hamil kau suruh aborsi.

Malah kirim uang tiap bulan.

Itu urusanku!

Kamu sendiri sudah ikhlas melepaskan sekolah perawatmu?

Saya tahu kalian bukan orang jahat.

Itu alasanku menitipkan Bagas, Gan.

Saya tetap harus ikut.

Pinjam uangku saja.

Aku ada uang simpanan.

Cukup untuk membantumu.

Almarhum ibuku pernah berkata.

"Nak, jadilah orang yang tegas.

Kuat dan tangguh hadapi masalah.

Dibakar tidak terbakar, disiram tidak basah.

Aku bisa lihat itu di kamu.

Ayo.

Kita saksikan para pelari sedang memasuki 100 meter terakhir.

Zia Deliana dari Jawa Timur berada di depan, diikuti ketat lawan-lawannya.

Akankah dia mampu menyumbangkan emas pertama bagi kontingennya?

Terjatuh! Zia Deliana tampak kesulitan berusaha untuk bangun.

Tetapi tidak bisa meneruskan pertandingan.

Dan Liga dari Sumatra Selatan berhasil melewati.

Kini di urutan pertama.

Diikuti pelari DKI Jakarta, Meggi dan Hana

dua dan tiga.

Sayang sekali, Pemirsa.

Dan kini kita lihat bagaimana Zia Deliana...

Berangkat?

Tunggu.

Benar dia jadi ikut?

Ya, jadi.

The Devil's Lair subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left