The first 200 lines.
Ini masalah.
Paco di sini! Panggil Jake.
Cepat! Minggir.
Di mana Jake?
Dia tidur.
Kejar mereka.
Sekarang apa?
Hei! Kenapa kau lakukan itu?
- Ke atap. - Naik.
- Cepatlah. - Totoy.
Rasakan.
Pukuli dia.
Cepat.
Cepat.
Hei.
Aku akan mati!
Lari.
Cepat! Kejar mereka.
- Ayo. - Cepat.
Lari! Cepat.
Mereka di atap.
Kalian bodoh.
Rasakan itu.
Lari!
Paco, tunggu aku!
Merunduk!
Pulanglah! Hubungi polisi!
Cepat.
Pengecut!
Sekarang apa?
Kau tak bisa mengalahkanku.
Panggil ketua! Cepat!
Hei!
Hei!
Kalian tak mau berhenti?
- Beraninya kau. - Hei.
- Apa? - Paco.
Jika tak berhenti, akan kutembak wajahmu.
Kemarilah.
Apa?
Beraninya kau?
Jangan curi pacarku!
Pacarmu? Dia milikku.
Paham?
Dia benar, Paco. Jake adalah pacarku yang sebenarnya.
Emmy.
Emmy.
Apa maksudmu?
Aku merayumu agar bisa memata-mataimu.
Cukup!
Ayo.
#SANGATBOSAN #TANPAFILTER
#JALANJALANPAGI #BERKAH #TANPAFILTER
#SPONTAN #JANGANBERKOMENTARJELEK
Hati-hati, kau bisa tersandung.
Kalian siap?
Tunggu! Kau terlalu tinggi.
Kulitku...
- Sakit. - Ayolah.
#BIBIRMERAJUK #WAJAHBEBEK
#BANGUNSEPERTIINI #INIAKUARCI
#AKUPUNYAPITA
#PEMOTONGANPITA
#SADAKODIBELAKANGKU #MENGHADAPTEMBOK
#SWAFOTOTERKEJUT #MASIHDISINI
Ayo kita berfoto, Sayang.
Ayo kita berfoto. Senyum!
Sayang, apa itu?
Apa itu... Jijik.
Sayang.
Buang, Sayang.
Lagi.
Lebih keras, Sayang.
Bagus. Tersenyumlah.
Ibu, kau menangis.
Berhentilah menangis.
Jangan menangis.
Senyum! Bagus. Ayo berfoto bersama.
Satu, dua...
Sekali lagi. Satu, dua...
Jangan menangis. Aku di sini. Bergembiralah.
Hai, selamat datang.
- Halo. - Terima kasih sudah datang.
Selamat pagi.
Arci yang terlambat.
- Salah satu asisten eksekutifku. - Nyonya.
Kau terlambat dua jam. Acaranya belum dimulai karena kau.
Kenapa kau berpakaian seperti itu?
Bukankah kau mengajariku berpakaian untuk acara ini?
- Ini acara apa? - Pemotongan pita.
Karena itu aku berpakaian seperti ini. Kita hanya perlu gunting.
Tidakkah kau suka, Nyonya?
Kenapa kau bawa antek-antekmu?
Perkenalkan diri.
Nyonya, aku Kath.
- Kathryn Bernardo? - Bukan, Nyonya.
Kat-tunying Taberna.
Hai. Aku Liza.
- Liza Soberano? - Liza de Lima.
Dan aku Nadine.
Nadine Lustre?
Bukan, Nadine Monio.
Bisa fokus ke pekerjaanmu, Ariel Ciriaco?
Nyonya, panggil aku Arci.
- Arci Muñoz? - Arci Taulava.
Tapi aku dari Muñoz, jadi tak apa.
Sudah cukup.
- Sayang, bagaimana jika kita mulai? - Ya?
Kita akan mulai pemotongan pita.
Bapa Surgawi, Tuhan Yang Mahakuasa,
kami mohon berkahilah dan sucikanlah pusat rehabilitasi ini
dan semua yang tinggal di dalamnya.
Amin.
Amin.
- Arci... - Nyonya.
Ambilkan hadiah dari Clumsy.
Baik, Nyonya.
Pastor.
Jenderal.
Arci?
Haruskah kita bagikan hadiahnya nanti?
Memalukan.
#TERKEJUT #MOMENMEMALUKAN
Urus rumahku di Quezon City.
Awasi pembangunan di lantai tiga.
- Paham? - Ya.
Aku akan ke Eropa. Di sini panas sekali.
Ini daftar tugasmu.
Ya.
Bisa berikan kepadaku? Aku tak bisa meraihnya.
Daftar ini panjang sekali.
Begitukah? Kalau begitu,
kurasa kami tak bisa membantu perjalananmu ke Korea.
Aku hanya bercanda! Itu hanya gurauan.
Katakan saja apa maumu.
Bahkan jika kau meminta negosiasi dengan pemberontak, akan kulakukan.
Terserah.
Pastikan saja kau urus perjalanan Korea-mu.
Baik, Nyonya.
- Permisi, Nyonya. - Ya?
- Boleh kami berfoto denganmu? - Tentu.
Mari berfoto.
Lihat. Sangat memalukan.
- Aku tak tahu tentang dia. - Dasar penjahat.
Kau akan membayarnya.
Maaf.
Lihat dia.
Maaf.
Anak itu.
- Anak itu jatuh. - Nanti saja.
Terserah! Kau tak punya rahim!
Ya, benar.
Tidak, anak itu jatuh.
Anak itu!
Aduh! Sakit!
- Apa? - Kau menyakitiku.
Kau pikir kau kuat,
tapi aku oles sedikit alkohol saja, kau mengeluh.
Aduh!
Sakit sekali!
Sudah kubilang jangan terlibat tawuran geng.
Jadilah pemeran pengganti penuh waktu.
Kau jarang pulang. Saat kau pulang, kau terluka.
Pemeran pengganti tak menghasilkan. Tak ada film laga belakangan ini.
Tapi setidaknya kau mencari nafkah,
dan itu lebih menghasilkan dari terlibat tawuran geng.
Mereka yang memulai.
Mereka membawa Emmy.
Hei! Totoy dan Buboy, bisa kalian berhenti?
Banyak pecandu narkoba dipenjara saat ini.
Siapa yang pecandu? Kami bukan pecandu narkoba.
Tapi kalian terlihat seperti pecandu.
Dan kalian pengaruh buruk untuk adikku. Keluar dari rumahku!
- Kami masih makan. - Keluar!
- Sudah kubilang... - Baik, kami akan pergi.
- Sampai jumpa besok, Paco. - Pulanglah.
Seperti dia tak kecanduan telur bebek saja.
Jangan coba-coba dapatkan Emmy kembali dari Jake. Dia tak setimpal.
Ingat ini.
Jika kau biarkan amarahmu mengendalikanmu, kita semua dalam bahaya.
Kau akan membahayakan keponakanmu.
Kau tak terlibat dalam hal ini, Kakak, apalagi keponakanku.
- Satu, dua, tiga, empat. Kau bisa? - Hei! Melvin Gaspar.
Apa yang kau lakukan?
Maaf, Paman Paco.
Aku bukan Melvin Gaspar. Aku...
Megan!
Dan kami berlatih untuk Hari Keluarga kami di sekolah.
Ibu, Ernie, dan aku akan menari.
Kau mau bergabung dengan kami, Paman Paco?
Ini seperti tinju.
Lihat, ini mudah! Ayo! Bergabunglah.
Ernie.
- Bahkan kau? - Kenapa?
Ini keren.
- Bukankah mereka manis? - Apa yang kau ajarkan pada anak-anakmu?
Mayat lain ditemukan di Anuvali.
Dia diduga korban lain…
Ernie, Megan! Cepatlah. Kalian akan terlambat ke sekolah.
Aku datang.
No comments yet. Be the first to leave one.