The first 200 lines.
Cuacanya cerah hari ini.
Ini menyenangkan!
Namaku Keisuke Yoshimaru.
Aku penulis naskah.
Aku salah satu penulis naskah untuk film dan TV.
Namun, aku belum pernah menulis naskah film
atau drama TV internet.
Aku tinggal di rumah bertingkat dengan empat kamar di kota.
Ini keluargaku.
Itu Nami, istriku. Erika, putriku yang duduk di bangku SMA,
dan Sora, putraku yang kelas tiga SD.
Aku menganggur hari ini.
Aku juga menganggur kemarin.
Begitu pula sehari sebelumnya.
Sebenarnya, aku menganggur selama tiga bulan terakhir.
Dengan kata lain, aku penulis naskah Kelas B.
Program baru untuk Januari akan segera dimulai.
Bagaimana bisa penulis naskah Kelas B tinggal di rumah sebesar ini?
Masuklah!
Sebab istriku seorang novelis.
Nama penanya Ririko Kosaka.
Benar. Penulis novel terlaris, Ririko Kosaka.
PENULIS TERBAIK, RARIKO KOSAKA
- Terima kasih, Kei. - Ya.
Artinya, penjualan buku Ririko yang membeli rumah ini...
- Akan kucuci. - Terima kasih.
dan tulang punggung keluarga kami istriku, Nami.
Sebagai gantinya, aku bertugas menangani semua pekerjaan rumah.
Ya?
Ini Hatano.
- Naiklah. - Terima kasih!
- Siang, Keisuke! - Siang.
Aku sedang memasak makan siang. Kau mau?
Aku mau. Terima kasih.
Ini Yukari Hatano, sekretaris Nami.
Masuklah.
- Permisi. - Silakan.
Selain kolom majalahmu yang biasa,
kau juga menerima tawaran untuk esai dan panel diskusi.
Esainya untuk majalah di pesawat.
Mereka memberimu empat halaman untuk membahas
perjalanan paling berkesan.
Lalu, panelnya?
Diskusi dengan ahli saraf, Kiichiro Saijo, untuk majalah mingguan.
Kedengarannya menarik.
- Benar, bukan? - Ya.
Masuklah!
Makan siang sudah siap.
- Baik. - Terima kasih!
Baiklah!
Ini lezat!
Benar sekali!
Terima kasih.
Ada sisa anggur putih,
jadi, kuputuskan membuat funghi bianco .
Kau bisa membuka restoran dengan ini.
- Terlalu enak untuk bapak rumah tangga. - Benar.
Aku bukan bapak rumah tangga, tapi penulis naskah.
Kapan kali terakhir kau menjadi penulis naskah?
Aku berhenti bekerja purnawaktu di usia 32 tahun, jadi, sudah lima tahun.
Berapa banyak karyamu dalam lima tahun?
Aku penulis cadangan dua episode drama TV.
- Apa tiga, ya? - Penulis cadangan?
Itu kadang terjadi.
Saat penulis buntu di satu episode
dan tak bisa memenuhi tenggat untuk episode lainnya,
mereka panik dan mencari pengganti.
Dia menulis naskah serial detektif.
Serial itu melibatkan banyak penulis.
Serialnya bertahan delapan musim.
Serta Tuan Gadis Lembah , bukan?
- Tuan Gadis Lembah? - Itu drama tengah malam.
- Belum pernah dengar. - Dua episode, bukan?
Terakhir, Detektif Peramal . Itu film TV dua jam.
- Itu saja. - Dalam lima tahun?
Pendatang baru jarang dapat pekerjaan.
Kau penulis lama.
Coba presentasikan naskahmu sendiri.
Aku tak tahu soal itu. Apa orang lain begitu?
Dia kurang berambisi. Ya, 'kan, Kei?
Tunggu.
Setiap penulis menginginkan drama di jam tayang utama, bukan?
Aku? Mustahil!
Menulis satu episode sudah menyusahkan.
Aku tak pernah bisa menulis serial sendirian.
Kau juga tak bisa mengurus rumah jika menulis serial.
Benar. Nami harus memasak.
Dia akan kewalahan.
Keisuke, lupakan saja. Kau baik-baik saja apa adanya.
Bu Kosaka harus fokus menulis.
Jangan khawatir. Lagi pula, aku tak akan sanggup menulis serial.
Halo?
Ini Pak Yoshimaru?
Ya.
Ini Shoji dari Tozai TV. Kita belum pernah bicara, bukan?
Benar. Tozai TV, katamu?
Kau sedang menulis sesuatu? Apa jadwalmu kosong?
Aku senggang saat ini.
Sungguh? Bagus!
Sebenarnya, kami sedang mengembangkan serial dan mencari penulis naskah.
Serial?
Serial?
Jadwal tayangnya Kamis pukul 21.00.
Kau tertarik, Pak Yoshimaru?
Kamis pukul 21.00?
Jam tayang utama?
Sudah sampai episode...
Kau akan menulis dari episode satu. Kami ingin kau jadi penulis utama.
Sejak saat itu, hidupku berubah total.
Halo? Yoshimaru?
SPESIAL PREMIER SATU JAM
Kau dengar aku?
Satu, dua, tiga!
Permisi. Maaf.
Serial jam tayang utamaku akan tayang tiap Kamis pukul 21.00.
Ini pasti keliru. Mustahil mereka menginginkanku.
Waktunya sampai pukul 16.00 untuk memutuskan.
Rapatnya hanya sebentar. Nanti kita bicara lagi.
- Yoshimaru? - Ya.
Kita bicara di telepon.
Aku Asisten Produser Matsuo.
Ini. Aku Yoshimaru.
Hai. Aku Tsuno, sutradaranya.
Aku Yoshimaru. Salam kenal.
Baiklah. Silakan duduk.
Dia tak seramah di telepon.
Kalian pernah bertemu?
- Belum, bukan? - Ya.
Rencananya meminta Joichi Gomi menulis untuk slot tayang April.
Pernah dengar namanya?
Penulis Gudang Kayu Norwegia dan Detektif Columbus .
Tentu saja.
Pinggulnya patah saat bermain golf.
Bagaimana bisa pinggul patah saat bermain golf?
Kami bergegas mencari penggantinya, tapi semua penulis terkenal sudah digaet.
Terlebih lagi, ini Januari.
Siapa yang bisa menulis serial paling lambat April? Mereka ketakutan.
Tidak ada yang menjawab telepon kami.
Jadi, kubilang siapa saja boleh dan Megumi menyebutkan namamu.
"Siapa pun boleh."
Kau penulis Tuan Gadis Lembah . Bukan begitu, Pak Yoshimaru?
Episode empat dan sembilan.
Aku ingat salah satunya cukup lucu.
Terima kasih.
Namun, aku tak ingat alasannya.
Biasanya, empat episode sudah rampung.
Namun, Gomi bilang tak perlu cemas.
Dia sudah memikirkan semuanya.
Dia bilang semua akan baik-baik saja.
Namun, dia tak memikirkan apa pun!
Bukan hanya detailnya. Konsepnya pun tak ada.
- Tak ada konsep? - Tak ada judul.
Namun, sudah ada pemainnya.
Pemainnya, Hayato Yagami.
Hayato Yagami?
Serta Maria Kinoshita dan Dandoro Danda!
Mustahil!
Mereka aktor jam tayang utama.
Apa itu mungkin?
Apa yang mungkin?
Mungkinkah menetapkan jam tayang utama dan aktor terkenal untuk serial
yang dimulai tiga bulan lagi tanpa kepastian?
Tidak.
Menurutmu kenapa kami meneleponmu?
Ini mendesak.
Pikirkan cerita dan tulis episode pertama pekan depan.
Mungkin cerita detektif bagus.
- Yagami tak pernah jadi detektif, bukan? - Benar.
Kedengarannya bagus.
Mari kita buat drama jantan tanpa tokoh wanita.
Teruskan.
- Seperti Dirty Harry ! - Teruskan!
- Apa itu Dirty Harry ? - Itu film Clint Eastwood, Bodoh!
Sudah kuduga ada yang tak beres.
Kapal ini akan tenggelam.
Merekrut penulis pengganti atau penulis amatir untuk menulis serial?
Lalu, aku harus memikirkan cerita dari awal dengan waktu sempit?
Pokoknya, Yoshimaru. Bisakah kau membuat plotnya besok?
Yang benar saja!
Kami akan mengonfirmasi ceritanya, jadi, kau bisa mulai menulis.
Benar.
Sudah kubilang, aku tak bisa!
Semoga sukses! Waktunya sempit. Kami mengandalkanmu. Terima kasih!
Aku akan mengirimimu surel.
Aku akan berusaha.
Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Luar biasa, Kei!
Namun...
Kau direkrut untuk serial jam tayang utama!
Namun, acara jam tayang utama disiapkan berbulan-bulan atau setahun sebelumnya.
Mereka bahkan tak punya konsep.
- Tidak sama sekali? - Aku harus memikirkan semuanya.
Namun, kau menerimanya.
Bagaimana dengan makan malam?
Kau sudah menerimanya.
- Lantas, pekerjaan rumah tangga. Cucian... - Lupakan itu.
Kei, ini kesempatan besar untukmu.
Kau tak bisa mundur sekarang.
Berhenti berdalih dan mulailah bekerja!
No comments yet. Be the first to leave one.