The first 200 lines.
Pelayan!
- Ya, Tuan? - Kacang apa yang kau gunakan?
Biji kopi, Tuan.
Aku tahu itu.
Tapi, biji kopi seperti apa?
Yang bagus.
Kau bekerja di kedai kopi.
- Benar. - Kau pasti tahu semua jenis kopi.
Arabika atau Robusta atau Liberica atau Excelsa?
Ini kopi yang hebat!
Baik. Bawakan aku satu kopi yang luar biasa!
Baik, Tuan.
Mr. Bean!
Tunggu!
Ayo ke sini!
Tangkap tasku!
Dompetku!
Percaya kepadaku.
Percayalah kepadaku!
Ayo.
Kau mau ke mana?
- Semua ke sana! - Ke sini!
Berdiri di sini.
Mengapa?
Titik buta!
"Titik buta"?
Itu bukuku!
Zona aman.
Aman?
Jadi, kita aman?
Kau orang Tamil?
Ya!
Kok kau tahu?
Bisa bicara dalam bahasa Tamil?
Jika aku pergi ke suatu tempat, aku makan masakan lokal dan bicara bahasa lokal.
- Bahasa Inggris? - Hanya saat ke sana!
Aku harus ikut?
Maaf. Kesalahan tata bahasa.
Tahu Malayalam?
Cukup tahu untuk memahami bahwa kau tidak berbicara dengan baik.
Kenapa ke sini?
Bahasa angin!
Aku ingin belajar.
Aku ahli paleotempestologi.
Wow! Ini pertama kalinya aku bertemu dengan ahli paleotempestologi!
Kau mempelajari badai, kan?
Baru kali ini aku bertemu orang yang
tak bertanya lebih lanjut!
Apa pekerjaanmu?
Aku baru dipecat dari pekerjaan keempatku.
Insinyur perangkat lunak.
Bukan profesi eksotis sepertimu.
Aku suka memasak.
Aku mau belajar masakan Kerala.
Ramaserry idli, Thalasserry biryani,
Kozhikode halwa , udang goreng,
Kari ayam malabar, muttamala ,
elanji, pathiri, ikan...
aku tak paham ucapanmu.
Tapi mulutku jadi berliur mendengarmu bicara.
Jika kudapat orang sepertimu, aku akan masak untuk mereka sepanjang hidupku!
Jika menikah denganmu,
aku akan selalu ada di gym!
Aku belum menikah.
Namaku Yaazhan.
Aku Mouna.
Hei!
Di tepi Malabar
Di hari yang penuh badai
Aku melihat bunga, berdiri tegak
Saat batu berguncang tertiup angin
Saat gajah berlari ketakutan
Aku melihat api yang tak terpadamkan
Saat awan menerkam dan melarikan diri
Saat pepohonan bergetar dan menggigil
Hatiku jatuh seperti bulu, jatuh cinta
KELAS KEDUA
Saat awan bertabrakan dalam kilat Langit bergemuruh
Tinggalkan sarang Burung pun terbang ke langit
Saat berciuman dan pelukan Dua beruang terbakar
Di bulu mereka yang mendesis madu menetes
Dia mencabutku dari akarku Dan menuangkan cinta di semua pucukku
Dia membuat dunia baru Dan menanamku kembali
Mengambil ikan di sungai Dia mengirim mereka melompat ke udara
Meminta mereka bersinar sebagai bintang Dia mengeluarkan mereka ke langit
Bergandengan tangan hati dalam hati
Bibir di bibir dia menyentuh hatiku
Saat awan bertabrakan langit bergemuruh
Tinggalkan sarang Burung pun terbang ke langit
Saat berciuman dan pelukan Dua beruang terbakar
Di bulu mereka yang mendesis madu menetes
Saat awan bertabrakan langit bergemuruh
Tinggalkan sarang Burung pun terbang ke langit
Saat berciuman dan pelukan Dua beruang terbakar
Di bulu mereka yang mendesis madu menetes
Saat awan bertabrakan langit bergemuruh
Tinggalkan sarang Burung pun terbang ke langit
Saat berciuman dan pelukan Dua beruang terbakar ...
DUA TAHUN KEMUDIAN
Jangan melempar koran seperti biasanya
di rumah ketiga dicat putih.
Jatuhkan dengan lembut di ambang pintu senyap seperti tikus...
dan berlari secepat mungkin.
Jika dia menangkapmu, habislah! Syukurlah!
Hai!
Kau baru bekerja?
Iya.
Kau tak disuruh serahkan kertas itu kepadaku?
Tidak, Pak.
Katanya jangan sampai bertemu kau.
Tiga orang pun kabur dari pekerjaan berkat kau.
Aku tanya apa mereka bisa baca koran.
Kau bisa baca?
Ada apa di sana? Kenapa?
Cerdas! Bertanya, ya?
Akan kutunjukkan cara membaca ini.
- Aku harus ke 40 rumah lagi! - Ayo!
- Lepas! - Tak apa terlambat.
Ini kopi Chicory!
Ada apa di sini?
Jangan melihat setiap artikel secara terpisah.
Kutunjukkan.
"Trump menyatakan pemanasan global itu baik.
Gadis muda ini menentangnya."
"Pria terbunuh di Kuwait bulan lalu karena dukung gadis ini.
Setelah kematian Vkaulur Nallakannu
badak yang dibesarkannya, meninggal."
"Namanya Selvi.
Ketua Menteri menamainya.
Dengan Selvi pergi"
- Habislah dia! - "Kesejahteraan Hewan protes
lawan pemerintah dan kebun binatang.
Ini hari keempat protes itu."
Pria ini telah menipu sepuluh wanita. Itu tak berhubungan.
Baik.
"Jim Long, seorang raja bisnis Cina terjebak macet di Chennai,
ingin membangun pabrik.
Ia ingin buat dan jual 'CheapPad' dengan harga murah."
Banyak yang akan membelinya.
Dan baca berita dari sana.
Koran tak dibutuhkan lagi.
Pekerjaanmu.
- Apa? - Hilang!
Pekerjaanku?
Pekerjaanku hilang karena Trump sialan itu?
- Pemilik bilang... - Minum kopi dulu.
Pergi! Pekerjaanku...
Tukang susu datang!
- Habisi dia! - Kau mengadukanku, orang jahat!
Ya Tuhan, dia di sini!
- Pagi, Muthu! - Ampuni aku!
- Tahu logika botol susu? - Aku pergi!
- Baca artikel itu? - Tidak.
- Aku pergi! - Kenapa?
Mint taman!
Keajaiban di luar persepsi!
Aromanya.
Saat menghiasi lidah, kesegarannya berdenyut!
Katakan saja "gosok gigimu."
Jangan menyiksaku dengan taman mint di pagi hari.
Sikat gigimu!
Tukang koran tak membaca lagi!
Tukang susu buta akan susu! Guru sekolah tidak tahu apa-apa selain silabus mereka!
Dokter mata tidak tahu tentang hidung.
Insinyur bahkan tidak tahu teknik! Orang-orang film buta film!
Dan para politisi?
Lupakan saja.
Saat kecil kita ingin tahu.
Dewasa, tak lagi bertanya.
Dan tak ada yang suka.
Kau dengar?
Kopi sudah siap!
Ini sangat panas.
Kau belum sikat gigi.
Minumlah. Tak enak dingin.
Ini berbeda. Biji kopi mana?
Itu Kopi Luwak.
Dari Indonesia.
Kucing liar makan itu dan BAB!
Biji kopi diambil dan diproses untuk mendapatkan kopi ini!
Bukan "uak"!
Tapi "Luwak."
Jangan bicara seperti ini!
Itu berlaku di meja makan.
Ini toilet.
Jangan buang. Itu sangat mahal.
Empat ratus dolar satu bungkus! Itu uangmu!
Kucingnya murah!
Bukan kucing biasa. Musang sawit Asia!
Bukan piaraan!
Minumlah itu sendiri!
Rasanya enak!
Luwak-luwak itu kawin saat musim kawin.
Tapi selalu sendirian.
Itu "privasi"!
Mo?
Apa ini?
Cele Alabaster Cacao Butyrum Kokon!?
- Bahasa inggris? - Kue coklat dingin.
- Mana? - Kue dingin pancuran air panas!
No comments yet. Be the first to leave one.