The first 200 lines.
Tradisi persaudaraan kita di Phi Gamma Kappa
sudah ada sejak tahun 1930-an.
Seperti selama ini dari generasi ke generasi,
persahabatan yang kalian jaga dengan penuh cinta di sini
akan tetap menjadi harta paling berharga dalam hidup kalian.
Melewati masa bahagia dan masa sedih,
keberuntungan dan kesengsaraan,
kalian akan selalu mengingat masa-masa ini bersama.
Kalian berada di persimpangan dalam hidup kalian.
Semoga jalan yang kalian lalui mengantarkan kalian pada impian dan tujuan
tanpa belokan atau jalan memutar yang mengalihkan kalian dari jalan kalian.
Bagi kalian yang lulus, ini pesta dansa perpisahan kalian.
Selamat, Nona-Nona!
Tuhan memberkati kalian!
Hadirin, dengan senang hati kuhadirkan
ratu pesta dansa musim semi Phi Gamma Kappa,
Nn. April Delongpre.
Serta tunangannya, Tn. Chad Douglas Fairchild.
Ketua persaudaraan Alpha Lambda Chi.
Berikutnya kita akan menari bersama di pernikahan mereka.
Bagiku ini impian yang menjadi nyata, Sayang.
Sejak pertama melihatmu, aku tahu kelak kau akan menjadi istriku.
Ini baru permulaan.
Aku sudah merencanakan semuanya.
Aku ingin membuatmu bahagia.
Aku ingin memberimu semua yang kau inginkan.
Aku ingin lari ke suatu pulau tropis dan tinggal di gubuk jerami.
- Makan kelapa seumur hidup kita? - Kelapa, mangga, dan pepaya.
Jangan lakukan ini kepadaku. Kau membuatku gila.
Itulah tujuannya, Chad.
Kak April.
Kami punya hadiah untuk Kakak.
Ayo.
- Rambutmu! - Cantik sekali. Halo, Sayang.
- Rambut Kakak tampak bagus. - Luar biasa.
Kalian sedang apa?
- Ini untuk malam pernikahan Kakak. - Kami tak sabar.
Frederick's of Hollywood? Adik-adikku pikir aku ini apa?
- Astaga, hati-hati! - Maaf!
Hei, apa yang kalian lakukan?
Baik, sudah cukup. Baiklah.
Sekarang bersiaplah. Aku akan menangkap kalian.
Lepaskan kakakku!
KARNAVAL
Tembakan yang bagus, Nak.
Andai aku dan ayahmu tak mau kau menjadi pengacara,
aku akan mensponsorimu dalam Pro Tour.
Senator, aku suka kesuksesan. Aku mau semuanya berjalan lancar.
Suatu hari kau akan gagal dan merasa stagnan.
Kau akan jadi bijaksana. Pastinya dengan tujuan baik.
Ayolah, Kak April. Sekali lagi.
Kumohon, kita harus pulang.
Sekali lagi saja. Ini sangat seru.
Akan kubantu menurunkan mereka. Dahulu aku penjinak gajah.
Kyle, biarkan saja mereka. Yang ini gratis.
Bagaimana denganmu, Putri? Mau coba?
- Aku bukan putri. - Aku kenal putri sungguhan.
Dia dari Sudan. Ayahnya raja selama sehari.
Sebaiknya kau turuti dia.
Jika tidak, dia akan menyandera kerabatmu.
- Aku tak mau. - Ayolah, Kak April, sekali lagi.
- Kakak akan menyukainya. - April?
Aku kenal orang bernama Mei dan Juni, tapi belum pernah kenal April.
Andai aku bisa membujukmu untuk naik wahana itu.
Bersihkan bangkunya untuk Putri. Itu akan membuatnya merasa lebih baik.
Jika bukan untuknya, lakukan untukku.
Tekanan darahku tinggi, jantungku lemah, usiaku tak lama lagi,
tak banyak yang bisa dilakukan oleh pria seusiaku.
Ayo, kita akan pulang sekarang.
- Bisakah kau menurunkan mereka? - Turunkan mereka, Speed.
Kau berusaha keras, tapi tak bisa memenangkan semuanya.
Babak pertama dimenangkan oleh Putri.
Dia pasti menyukai kalian. Biasanya dia tak luluh semudah itu.
Apa ada Nn. Delongpre di sini?
April?
Sayang, aku bicara denganmu. Aku menemukan ini di tanah.
- Terima kasih. - Bagaimana aku tahu siapa kau, Putri?
Bagaimana aku tahu kau April Delongpre yang asli?
Siapa pria tampan ini? Suamimu?
- Belum. - Dua pekan lagi.
Choo-Choo. Nama macam apa itu?
Nama aslinya Chad. Dia memanggilnya Choo-Choo.
- Boleh kuminta dompetku? - Tentu, April. Ambillah.
Hei, Choo-Choo. Kudoakan yang terbaik untukmu.
Sampaikan salamku kepada ibu dan ayahmu.
Beri tahu ayahmu, aku menantikan dansa istimewa dengannya di pernikahan.
Ayo jalan-jalan. Cari kamar motel.
Bagaimana menurutmu?
Kita akan menghabiskan seumur hidup kita bersama.
Kau membuatku gila. Sungguh.
Aku tak pernah yakin tentangmu atau tahu keinginanmu.
- Dah. - Tak akan lama lagi, Sayang.
- April. - Ny. Chad Douglas Fairchild.
Siap untuk pernikahan?
Chad, kau membuatku gila.
Apa ibumu tahu keberadaanmu?
- Ada yang bisa mengenalimu? - Namanya Kay.
Aku datang.
- Sejauh apa kau mengenalnya? - Sejak TK.
Apa rencananya? Kenapa kau mengikutiku?
Kau membawa apa? Bagaimana kondisinya? Mau ikut denganku?
Siapa di antara kalian yang mau ikut denganku?
Gunakan selagi ada karena itu tak bertahan selamanya.
Smiley, Buck, dasar pelit.
Suatu hari karnaval ini akan sepi
jika kau tak mulai mendanainya lagi.
- Gunakan uang untuk menghasilkan uang. - Persetan, Perry.
Bagus, Smiley. "Persetan" bisa membayar semuanya.
- Aku sudah membayar bir itu. - Jangan terlalu pelit.
Karma itu ada. Makin banyak memberi, makin banyak menerima.
Gelas setengah penuh, setengah kosong.
Kenyataan tergantung cara pandangmu. Benar, bukan?
Semua yang kau katakan benar, Perry.
Entah siapa jika kau bukan bajingan tua tertampan yang kukenal.
Aku menyayangimu. Kau punya segalanya, Nak.
Kau malaikat, orang suci, koboi, orang Indian.
Kau iblis yang dikirim ke sini agar kami semua jujur.
Kau ikut atau tidak?
Dia ikut. Jelas ikut.
Kau terlalu banyak bicara.
Aku datang.
Aku tahu kau menyayangiku. Aku juga menyayangimu.
Ya.
Jika kau tak menggigit semua orang, aku tak perlu mengurungmu di sini.
Kau sangat tangguh.
Tampan dan sangat tangguh.
Kau ingat aku?
Pria yang mengembalikan dompetmu?
Kau tak mau bicara denganku?
Kau tahu hal pertama yang kupikirkan saat melihatmu di sini?
Aku sungguh berpikir, tidak, harapan adalah kata yang lebih tepat,
bahwa kau di sini untuk mencariku.
Benarkah?
Aku tak bisa tidur.
Aku tahu kau banyak pikiran saat ini
karena pernikahan yang segera dilangsungkan,
dan semuanya.
Ya.
Aku bisa paham.
Kalau begitu...
Aku permisi.
Selamat malam.
Selamat malam.
Ayo, Anak-Anak.
Kau yakin tak mau ikut? Aku tak suka meninggalkanmu sendirian.
Tidak, Ayah. Ini akhir pekan.
Masih banyak yang harus kulakukan sebelum pernikahan.
- Santai saja. - Ya.
Mungkin aku akan berenang di klub.
Ide bagus. Sampai jumpa.
Jika Jessie menelepon, berikan nomor telepon kita di danau.
Jangan khawatir. Selamat bersenang-senang.
- Dah - Dah. Jangan nakal.
Dah, Kak April.
- Kami akan pergi sekarang. - Terima kasih, Jimmy.
Aku menantikan hari besar itu. Gardenia yang kutanam itu untuk buketmu.
Bunganya indah. Bawalah pulang sebagian untukmu.
- Terima kasih, Nn. April. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Aku ingin kau keluar dari rumahku.
- Kau dengar? - Ya, Nyonya. Maafkan aku.
Aku tak bermaksud mengganggumu. Aku hanya perlu mandi air panas.
- Sabun ini harum sekali. - Kuperingatkan.
Pantas saja wanita sangat wangi. Apa ini? Sari bunga lilac?
Aku ingin kau segera pergi atau kutelepon polisi.
Kurasa tidak. Pertemuan kita semalam memberiku petunjuk tentangmu.
Apa ini ekstra kering? Rambutku sangat sensitif.
Aku tak peduli soal rambutmu. Bawa saja anjingmu dan pergi!
Bagaimana aku bisa melakukan itu jika tertulis di botolnya,
"Tunggu tiga menit setelah pemakaian atau rambutmu akan berantakan"?
Jika kau berniat mengambil telepon itu, aku mungkin akan berjalan ke halaman.
Telanjang. Telanjang bulat. Kau tak menginginkan itu, bukan?
Ini hari yang indah, bukan?
Kau punya kesempatan, tapi kau tak kabur, bukan?
Tidak.
Kau juga tak menelepon polisi.
Tidak.
Kenapa? Kau seharusnya melakukannya?
Kuharap kau tak keberatan, tapi aku mengambil sebotol sampanye.
Aku berusaha tak minum di siang hari, tapi karena ini acara spesial,
kupikir kenapa tidak?
Kau membuatku takut.
Aku mengerti. Maaf aku harus datang ke rumahmu seperti ini,
tapi karena aku hanya sehari atau lebih di kota ini, waktu kita tak banyak.
Aku tahu kau tak akan keberatan.
Ayo ke sana,
duduk di sofa
dan saling mengenal.
Kau bajingan paling sombong yang pernah kutemui.
Tidak juga.
Aku hanya suka mendengar ucapanku
dan aku suka hal-hal indah.
Wanita sepertimu hanya datang sekali seumur hidup.
- Omong kosong. - Aku bersumpah.
Saat aku pergi,
aku ingin kau memberiku sebotol parfummu.
Saat aku mengemudi dari kota ke kota,
aku akan menaruh sedikit di tanganku,
di sana.
Aku akan menciumnya dan setiap kali, aku akan mengingatmu
dan betapa cantiknya dirimu.
No comments yet. Be the first to leave one.