The first 200 lines.
EPISODE INI BERISI ADEGAN
YANG TERINSPIRASI OLEH MALAM SAAT 242 ANAK MUDA MENINGGAL SECARA TRAGIS
DALAM KEBAKARAN KELAB KISS, DI SANTA MARIA, RIO GRANDE DO SUL, BRAZIL
DALAM KENANGAN
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun, Marienne sayang Selamat ulang tahun
Ya, Mari!
- Buat permohonan! - Ayo, buat permohonan.
Dengar, aku ingin kalian semua mengapresiasi kue tuan putri
buatan koki pastri terbaik di Santa Maria.
Mungkin di Rio Grande do Sul, Nek?
Dia yang terbaik!
Dia pikir aku masih 12 tahun!
Ya!
- Dua belas. - Aku tahu kau akan bilang begitu.
Gadis galak Ibu.
Kalian siap untuk berfoto?
- Ayo lakukan! - Tentu saja. Selalu sama.
- Ini tradisi. Aku menyukainya. - Kau suka tradisi.
Ini, Mari. Ada di sini.
- Apa posenya? - Harus sama persis.
- Kau di sini. Thaís, angkat kakimu. - Renatinha harus merendah 10 cm.
Thaís harus menangis karena ia menangis di setiap foto.
Kalian siap?
Satu, dua…
- Ju, berfotolah dengan saudarimu. - Aku tak ada di foto.
- Lakukan, Sayang. - Ayo!
Begini? Ayo.
- Senyum. - Senyum.
Hore!
Ada pertandingan Grenal minggu depan dan Grêmio akan menang.
- Kau tahu itu. Tak perlu menangis. - Tes SAT ini juga urusan kita.
Benar.
Hei.
Hei.
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Katakan, Bu.
Sayang, menurut Ibu kau sama mampunya dengan mereka.
Kau pintar. Kau berpengalaman.
Terima kasih. Tapi ini ulang tahunku. Aku tak mau membahasnya.
Tapi karena kita di sini, baiklah.
Aku yakin kalian punya mimpi lain untukku.
Aku tak seperti harapan kalian.
Tapi aku tak bertanggung jawab atas mimpi kalian terhadapku.
Aku hanya bertanggung jawab atas diriku. Titik. Itu saja.
Ya, Sayang, Ibu tahu. Ibu tak mengkritikmu.
Ibu hanya cemas. Ibu tak mau kau berakhir seperti kami.
Jangan katakan itu.
Ibumu hanya mencemaskanmu.
Hidupmu masih panjang untuk menaklukkan dunia.
Tapi kau harus memikirkan masa depanmu.
Ini.
Ayah dan Ibu membelikan ini. Pergilah ke mana pun.
Aku suka ini. Ini maksudku.
Cobalah dan lihat apa kau suka.
Bagus sekali.
- Pilihan kami cocok, 'kan? - Ibu yang paling tahu aku.
Lihat? Wow.
Aku akan membuat kalian bangga.
Dan akan kupakai caraku.
Kami yakin begitu, Sayang.
Itu benar! Ya.
Ini yang kumau.
THE ENDLESS NIGHT
Selamat pagi.
Hei!
Astaga. Ibu baru bangun, ya?
Bisakah kau percaya, Baio?
Gaúcha macam apa Ibu ini?
- Gaúcha tua, Nak. - Dengar.
Jangan bicara begitu. Lihatlah wajah cantikmu.
- Ibu masih gadis. - Hentikan.
Kemarilah, Sayang.
Ibu belum tua. Ibu berada di masa keemasan.
Menarilah denganku, ayo.
Dua dan satu. Ini, lihat. Seperti ini.
- Satu dan dua. - Kau lucu sekali, Sayang.
Halo? Baik, terima kasih.
- Nak. - Ya?
- Taksi menunggumu. - Aku datang.
Ayah yakin akan baik-baik saja?
Tentu saja. Lupakan ini, Guilherme.
Bersenang-senanglah.
- Suruh taksinya menunggu sebentar. - Baik.
- Pesawat tak menunggu. - Sebentar.
Ayo, Anak-anak. Lihat apa kalian bisa menyusul Ayah.
Astaga, Ayah. Terlalu sulit untuk menyusulmu.
Kendalikan napas kalian.
- Kau terlalu lambat, Pak Tua. - Apa?
- Kendalikan napasmu, Ayah. - Hentikan itu.
- Lebih cepat, Letnan. - Kembali, Nak.
Tunjukkan rasa hormat pada Ayah. Kembali. Kembali ke sini!
UNIVERSITAS FEDERAL SANTA MARIA
Hei! Baiklah.
Ini dia. Terima kasih.
Ini akan seru.
- Tenang. Santai saja. - Kau bisa melakukannya. Kau hebat.
- Kawan, kau harus datang ke pesta ini. - Kawan…
Bagus. Kau akan segera mengejar cucumu.
Grazi, jika ini tentang uang, akan kupinjami.
Tidak, aku masih ada tiga ujian karena pemogokan.
Dan ada Karnaval dua minggu lagi.
Bagus, Bu Alcéia.
- Bagus. - Apa kabar?
Sudah beli?
Belum, Grazi banyak alasan. Dia susah diajak.
Jika si ganteng ini ikut, aku akan ikut juga jika aku bisa.
Aku cuma bawa satu tiket untuknya, tapi aku bisa beli lagi jika kau mau.
Aku tak bisa.
Grazi, aku…
Aku sangat ingin kau ikut.
- Kawan, kau harus ikut. - Ikutlah, Nak.
Ikutlah.
Selesai.
Kita bebas!
Benar, Dr. Fernando. Saatnya kita minum bir dan makan barbeku.
- Dan belajar untuk sidang tesis. - Bung, santailah untuk sehari saja.
Hari ini ada pesta Universidance.
Ini pesta terakhir sebagai mahasiswa.
Setelah itu, kau akan jadi profesor tua.
Tua, Hernan? Kau bercanda? Kau lebih tua dariku.
Tapi kau dewasa, 'kan? Seorang doktor.
Doktor Fernando.
BANDARA SANTA MARIA
Kawanku.
SELAMAT DATANG! KAWAN KANGURU
Guilherme!
Tak kukira aku setahun jauh darimu.
Kau harus bekerja dan jadi dewasa, ya?
Itu merusak rencana kita.
Kukira kita di Bali saat ini, tapi itu tinggal rencana.
Pekerjaan menyita hidup kita.
Gui?
- Bagaimana ayahmu? - Dia baik.
Itu bukan strok serius, syukurlah.
- Aku merasa bersalah ke sini, tapi… - Karena kau di sini, mari kita rayakan.
Tentu aku tahu betapa banyak pengorbanan mereka untukku,
tapi mereka selalu bicara panjang lebar, mengeluh sepanjang waktu,
mengingatkanku, dan itu menyebalkan.
- Mereka bermaksud baik, Mari. - Tapi itu menyebalkan.
Meski mereka bermaksud baik, itu tetap menyebalkan.
Aku paham maksudmu. Mereka tak memaksa, "Kuliah sana, Sampah."
Mari.
Tapi mereka terus membicarakan kampus yang bisa kumasuki.
Mereka bilang kau dan Renatinha kuliah,
kau menyukainya, dan jurusannya bagus.
- Andai mereka tahu… - Makanya.
Tapi akan kuperbaiki itu.
Karena aku mau.
Bukan karena mereka menyuruhku.
Jangan pakai itu.
Ya, jangan.
- Kenapa? - Kau tak bisa pergi ke Kiss seperti itu.
Ada serangan!
Serangan!
Tunggu! Tunggu, Anak-anak, aku harus…
Halo?
Apa kabar, Kawan?
Pertanyaan apa itu? Tentu aku ikut.
Aku ikut.
Baiklah. Bicara lagi nanti.
Hubungi aku jika butuh sesuatu.
Kau mau ke mana?
Ke acara ulang tahun Beto, Bu. Demi Ibu.
- Oh, ya? - Semua saudaraku sudah menikah.
Aku tak punya pilihan, Bu. Aku harus mencari pengantin.
- Hei, Ayah. Ini adalah harinya. - Sebaiknya begitu.
Harus, jika tidak, aku akan terjebak jadi paman para monster ini.
Bukankah begitu? Balas dendam! Balas dendam! Tangkap dia!
26 JANUARI 2013 - 17,30
Jangan sampai kurang. Jika mereka tak bayar, kau harus ganti.
- Hei, Jorge. - Apa kabar?
- Tiketnya laku berapa? - Ini ulang tahun ke-18.
Itu sudah lebih dari 1,000.
Astaga!
Hei! Semua baik-baik saja?
- Konser terbaik sudah siap. - Bagus.
Dengar, Semuanya. Mari berkumpul.
Aku ingin berterima kasih kepada kalian semua.
Ingat, pesta ini harus apa?
- Sukses. - Aku tak bisa dengar. Apa?
- Sukses! - Benar. Kalian tahu kita satu tim, bukan?
Pekerjaan kalian membuat tempat ini seperti ini.
- Seperti apa? - Kelab terbaik di Santa Maria.
Mungkin di seluruh negara bagian. Ayo mulai bekerja.
Kau lihat? Aku raja malam ini, Sayang.
- Sudah? - Lagi. Jika tidak, itu akan kering.
- Di mana saudarimu? - Bersiap dengan para gadis.
- Itu akan penuh sesak. - Ya, ayo berangkat.
- Ini akan seru. - Ya.
Kami berangkat.
- Siapa kau? Di mana saudariku? - Kau tampak cantik, Sayang.
Ini semua milik Thaís.
Tasnya, gaunnya.
Renatinha mengecat kukuku.
Tidak menunggu Ayah? Kau belum lihat seharian.
Tak bisa. Kami bisa telat ke konser Magrão.
Jika kami melewatkannya, mereka akan memarahiku semalaman.
No comments yet. Be the first to leave one.