The first 200 lines.
Apa-apaan? Ini perusahaanku!
Apa yang terjadi?
Jimmy.
Aku pulang.
Ayah sudah lihat berita.
Mungkin,
itu demi kebaikan.
Kau begitu sibuk di Taipei.
Terkadang...
ada pentingnya beristirahat sejenak.
Seperti kata orang,
"Istirahat mempersiapkan jalan panjang di hadapanmu."
Baiklah.
Aku bisa menemanimu ke Tokyo.
Namun, itu sudah bukan perusahaanku,
jadi ini kali terakhir kutemani.
Apa pun yang terjadi.
Ya?
Sampai jumpa.
Sudah 18 tahun aku meninggalkan kota ini.
Aku tetap fokus,
mencoba mewujudkan mimpiku.
Aku memberikan segalanya.
Namun, kini aku kehilangan semuanya.
Di mana kesalahanku?
Atau mungkin...
aku salah sejak awal?
Halo. Bagaimana kabarmu?
Aku pulang sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
Banyak salju di sini.
Kuharap kelak kau bisa melihatnya.
Aku tak sabar bertemu denganmu lagi setelah mimpimu terwujud.
Mohon maaf atas itu.
Kami minta maaf.
Tidak masalah.
Walau video itu sempat membuatku gelisah.
Aku senang semua sudah dibereskan.
Terima kasih.
Menurutku, dua teman kuliah yang sukses bersama itu hebat.
Bagaimana perasaan kalian sekarang?
Kami perusahaan gim yang dirintis di kamar asrama.
Kami bisa sesukses ini
karena bakat Jimmy diakui.
Sudah ada ide untuk proyek baru, Jimmy?
Jimmy?
Tidak, belum ada.
Tentu saja, kau sibuk belakangan ini.
Omong-omong, kalian ada rencana besok?
Ini musim sakura, izinkan kami membawa kalian berkeliling Tokyo.
Ya!
Bagaimana, Jimmy?
Maaf, aku sudah punya rencana.
Kau akan bekerja?
Tidak.
Aku ingin berpelesir.
Kau akan berpelesir?
Ya.
Kedengarannya menarik.
Berpelesir? Ke mana?
Belum ada tujuan.
Kau bercanda.
Berpelesir itu menyenangkan karena akhirnya tak bisa ditebak.
Apa?
Kau masih ingat?
Aku jalan sambil main gim saat kau menabrakku.
Tidak, kau yang menabrakku, Aaron.
Kita memainkan gim yang sama.
Sudah 18 tahun.
Ya.
Sudah lama sekali.
Tidak,
seperti sekejap mata.
Aku minta maaf...
Mendadak merepotkanmu...
Tidak apa-apa.
Aku senang bisa berguna pada akhirnya.
Sungguh.
Maaf sekali,
aku tidak bisa membelamu.
Lupakan saja.
Aku juga salah...
Aku terlalu terbawa suasana.
Jimmy.
Entah apa yang harus kuperbuat.
Delapan belas tahun silam,
bagaimana perasaanmu saat memulai perjalananmu?
Sial!
Aku terlambat lagi!
Ibu! Kenapa tak membangunkanku?
Bagaimana Ibu tahu pukul berapa kau harus bangun?
Aku bisa dapat masalah lagi!
Jangan lupa ke kuil.
Aku tahu.
Sampai jumpa.
Nona, mau beristirahat sejenak?
Maaf!
Sebentar lagi.
Bantu aku masuk universitas.
Kumohon.
Kumohon.
Delapan belas tahun lalu, sebelum kuliah di Taipei,
aku bekerja sambilan di bar karaoke di Tainan.
KARAOKE KOBE
Kau begitu sering terlambat!
Ujian masuk sudah lewat, jadi aku main gim dan...
Jangan buat alasan! Kerja!
Kerja!
Bodoh, berhenti memotretku.
Berengsek...
Minggir.
Cepat kerja.
Dasar judes.
Jimmy.
Telat lagi? Hati-hati, bisa dipecat.
Aku tahu.
Shimada.
Hei, sebentar.
Cepat.
Jimmy, cepatlah kerja. Kami sibuk.
Sibuk main mahyong.
Betul sekali.
Dia hanya peduli dengan mahyong.
Jimmy.
Bawa ini ke Kamar Tiga.
Baiklah.
Hati-hati.
Tunggu.
Seharusnya aku tak mendengarkanmu.
Kenapa?
Kau bilang banyak gadis cantik di sini.
Di mana mereka?
Cuma pencandu mahyong,
ibu-ibu,
dan gadis badung.
Siapa yang kau maksud badung?
Dasar lamban.
Dasar lamban.
Mural yang aneh.
Aku menyerah dengan rekan kerjaku,
dan berharap gadis impianku akan muncul, tetapi...
Kerja sambilan yang kumulai dengan harapan besar
ternyata biasa saja dan membosankan.
Ada apa? Letakkan, lalu pergi.
Kukira musim panas akan berakhir tanpa kejadian menarik.
Aku mau pergi ke toko!
Baik.
Permisi!
Konnichiwa. Halo.
Konnichiwa.
Orang Jepang!
Kau kerja di sini?
Satu orang?
Bukan itu tujuanku kemari.
Aku mau bekerja di sini.
Apa?
Bagaimana mengatakan "bekerja"...
Kerja.
- Kerja. - Ya, kerja.
- Di sini? - Ya. Manajernya ada?
- Bos. - Bos.
Bosmu. Dia ada?
Sebentar.
Ya.
Tunggu sebentar.
Lalu?
Aku bepergian sekitar satu bulan
dan tiba di Tainan, tetapi dompetku hilang.
Kupikir kau mungkin mau mempekerjakanku.
Bisakah?
Aku seperti melihat diriku 20 tahun lalu.
Apa?
Aku datang dari Kobe ke Taiwan.
Orang di sini sangat baik kepadaku.
Jatuh cinta pada renqingwei , kehangatan manusia.
Renqingwei?
Kau diterima!
Kau boleh bekerja di sini.
Tinggal selama kau mau.
Terima kasih banyak.
Cinta pandangan pertama?
Diam kau.
Jimmy.
Bawa dia ke ruang yang tak dipakai itu.
Ajari dia kebiasaan di sini.
Aku?
Dia Jimmy.
Dia bisa sedikit bahasa Jepang. Tanya dia.
Baiklah.
Salam kenal, Jimmy.
Salam kenal.
Bagus. Bekerjalah dengan giat.
- Terima kasih. - Aku agak sibuk.
Terima kasih.
Aku sibuk. Bekerjalah dengan giat.
Dah.
Di sini.
Ruang karaoke. Bagus.
Bau asap rokok, tetapi...
Syukurlah.
Aku permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.