Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] ππ‹πŽπŽπƒπ˜ π…π‹πŽπ–π„π‘ π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ“ π•πˆπ” 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ“πŸ:πŸ“πŸ• || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑽𝑰𝑼 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-20
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kami baru saja menerima berita yang sulit dipercaya.

Sosok yang jadi sorotan negara dan memicu perdebatan pro-kontra,

pembunuh berantai Lee Woo Gyeom menyelamatkan pasien stadium akhir.

Menurut laporan, pasien Woo Jin telah pulih sepenuhnya,

hal ini akan mempersulit pengadilan untuk mengambil keputusan hukuman.

"Pencarian Kasus Tuntutan"

Jika Anda mengusutnya terlalu dalam,

Anda sendiri yang bisa terluka.

"Penangguhan penuntutan karena bukti tidak cukup"

"Kasus Shin Ho Chang"

Demonstrasi medis?

Omong kosong apa ini?

Kamu pesan makanan?

Tidak, aku tidak pesan apa pun.

Anda siapa?

Halo, aku...

Aku Chae Jeong Su, Pimpinan Pusat Medis Chaeum.

Ada keperluan apa Anda ke sini?

Pertama, aku ingin berterima kasih.

Apa maksud Anda?

Berkat Anda, Pak Park, prosedur Lee Woo Gyeong berhasil.

Dan putusan sidang akhir pun akan berpihak kepadanya.

Sehingga pasien yang hidupnya hancur karena penyakit tak tersembuhkan,

akhirnya bisa mendapatkan pengobatan.

Aku hanya melakukan yang terbaik sebagai kuasa hukumnya.

Lagi pula, persidangannya masih berjalan

Bagaimana keadaan putri Anda?

Apa?

Aku mengetahuinya dari siaran berita.

Pak Park.

Menurut Anda, apa pengadilan akan menjatuhkan hukuman mati

pada orang yang telah menyelamatkan nyawa?

Dewan perwakilan takkan mengabaikan suara rakyat atau opini publik,

dan pada akhirnya, pasien akan diobati Lee Woo Gyeom.

Lalu, bagaimana cara menentukan siapa yang menerima pengobatan?

Demi keadilan, mungkin

akan dilakukan lewat undian, bukan?

Apa sebenarnya maksud Anda?

Chaeum akan

menjadi lembaga yang menyeleksinya.

Demi pasien yang butuh pengobatan segera, seperti putri Anda,

Chaeum ingin membuat obat dari darah Lee Woo Gyeom.

Demi pengembangan obatnya, maukah Anda berpihak pada kami,

dan membujuk Lee Woo Gyeom?

Setidaknya demi putri Anda.

"Tumit Achilles"

"Demo medis Lee Woo Gyeom dapat membuka harapan"

"Demo medis: Antara lapas dan pengadilan"

"Komponen darah Lee Woo Gyeom adalah kunci"

"Warga menyerukan pasokan darahnya secara terus-menerus"

Ini luar biasa.

Opini publik yang selama ini hanya mengecam Lee Woo Gyeom,

berbalik lebih dari 30 persen positif. Manusia memang plinplan.

Wajar saja.

Bahkan media asing menjadikannya berita utama.

Obat dari Lee Woo Gyeom bisa hapus bekas luka ini tidak, ya?

Setiap kali bercermin, ini sangat menggangguku.

Hei, coba lihat ini.

Lihat ini.

Lucu, bukan?

Benar-benar heboh.

"Kandungan Lee Woo Gyeom, untuk kulit lahir kembali!"

Tapi, bukankah ini mungkin saja terjadi?

Tentu saja sangat mungkin. Dia mengobati penyakit tanpa obat.

Tunggu sebentar.

Bagaimana jika aku yang lebih dahulu mengajak Lee Woo Gyeom bekerja sama?

Kerja sama bisnis apa?

Mengembangkan obat kebotakan. Ada jutaan orang botak.

Ini akan menjadi tambang emas.

Pak Park, mau ke mana?

Aku mau pergi menjenguk Min Seo sebentar.

- Hati-hati di jalan. - Baik.

Pak Park khawatir soal Min Seo, kamu ini benar-benar

Itu Pengacara Park Han Jun!

Bagaimana awalnya Anda bertemu dengan Lee Woo Gyeom?

Apa yang membuat Anda yakin pengobatan ini berhasil?

Anda punya rencana cadangan atas kegagalan demonstrasinya?

Astaga, apa yang kalian lakukan?

Aku akan menghalangi mereka, Sebaiknya Anda lekas pergi.

Tunggu sebentar, tunggu sebentar.

Akulah yang memperkenalkan Park Han Jun dan Lee Woo Gyeom.

- Cepat turun. - Pak Park!

- Saat itu dia menghubungiku, dan... - Pak Park Han Jun!

- Tunggu sebentar! - Hei, tunggu, tunggu!

- Tolong beri komentar! - Pak Park!

Baiklah. Aku tahu kalian penasaran, tapi...

Mundur, jangan ambil gambar.

Ayo, kita bicara sambil minum kopi. Astaga, kita ini rekan seprofesi!

"Gedung Kantor Anggota Dewan"

Kenapa kamu lambat sekali!

Jaksa Cha.

Bagaimana perkembangan sidangnya?

Bahkan sekarang kita tak bisa singgung soal hukuman mati.

Mohon sabar menunggu.

Apa?

Persidangannya belum berakhir.

Apa kamu sedang bermain kata-kata denganku?

Opini publik sudah sepenuhnya berpihak kepada Lee Woo Gyeom.

Meski vonis mati dijatuhkan, ini bukan lagi kemenangan bagi kita.

Aku akan menggunakan perang psikologis.

Meskipun Lee Woo Gyeom berhasil dalam pengobatannya,

masyarakat pasti masih takut akan efek sampingnya.

Dan pada saat itulah,

aku akan memanfaatkan ketakutan mereka.

Kalau begitu, apa kamu punya buktinya?

Pak Kepala. Boleh permisi sekarang?

Ada banyak hal yang harus kusiapkan.

- Pak... - Baiklah, pergi sana!

Pergi!

Cepat siapkan semuanya dengan sempurna, mengerti?

Satu hal lagi, Pak Anggota Dewan.

Mengenai ungkapan "kita menang", sepertinya Anda salah paham,

jadi, biar kuluruskan. Bukankah kita ini rekan strategis?

Yang menang dalam persidangan ini bukan "kita", tapi aku.

Sepertinya Anda salah sangka.

Aku berada di bawah naungan Kejaksaan Republik Korea.

Aku bukan bawahan Anda, Pak Anggota Dewan.

Ke depannya, jika ingin bertanya kepadaku,

datanglah ke kantorku. Temui aku secara langsung.

Setelah meminta kesediaan waktu sesuai jadwalku,

baru Anda boleh bertanya. Aku akan hargai itu.

Kalau begitu, aku permisi karena sidang akan segera dimulai.

Apa katanya? Beraninya dia?

Apa perempuan itu sudah gila? Dia...

Dia pikir dia siapa?

"Pengadilan"

Dia pembunuh berantai yang secara brutal membunuh 17 orang,

sekaligus orang yang dengan ajaib menyembuhkan penyakit mematikan.

Hari ini adalah hari sidang akhir untuk Lee Woo Gyeom.

Pendapat para ahli pun saling bertentangan.

Jadi, di mana kepentingan publiknya? Kecenderungan hakim soal ini,

diperkirakan akan sangat memengaruhi vonisnya.

Sementara itu, pelataran Pengadilan dipenuhi lautan manusia.

Kelompok yang menuntut hukuman mati bagi Lee Woo Gyeom,

dan yang memujanya bak penyelamat, saling berhadapan.

Polisi kerahkan banyak personel demi antisipasi hal tak terduga

dan bersiap menghadapi kemungkinan bentrokan.

Hingga saat ini, unjuk rasa masih sebatas seruan dan poster,

tapi ketegangan di lokasi makin meningkat seiring waktu.

"Hukum itu buta, Woo Gyeom bisa melihat"

"Tidak seorang pun berada di atas hukum"

Reporter Jo, kamu sudah datang?

Belum masuk, bukan?

Jaksa.

Sampaikan tuntutan Anda.

Beberapa hari lalu,

saya bertemu Lee Chang Se, penyintas di lokasi Lee Woo Gyeom ditangkap,

dan pasien keenam terdakwa, Song Tae Jin.

Kondisi keduanya memburuk drastis dan mereka berada di ambang maut.

Yang Mulia.

Meski demikian, apakah keberhasilan demonstrasi medis itu

bisa jadi bukti untuk mengakui kemampuan pengobatan terdakwa?

Saya meminta agar kepalsuan bukti, saksi, dan pernyataan

yang berkaitan dengan obat terdakwa

tidak hanya diperiksa kembali secara saksama,

tapi saya juga meminta agar pengadilan

meninjau ulang sepenuhnya keampuhan pengobatannya.

Sama seperti putusan sebelumnya,

saya menuntut hukuman mati.

Pengacara. Sampaikan argumen akhir.

Pengacara?

Maafkan saya.

Saya...

Jika obat terdakwa adalah kebohongan seperti yang diklaim oleh jaksa,

maka saya,

tidak pantas menyampaikan pembelaan terakhir.

Yang Mulia Hakim.

Akan tetapi, Song Tae Jin,

tidak seperti pasien lain yang sembuh total,

tidak memercayai khasiat obat yang dibuat oleh terdakwa.

Tidak, saya tidak sembuh.

Saya kembali berobat ke rumah sakit.

Dia terus-menerus mengonsumsi obat dari resep lain secara bersamaan.

Begitu pula dengan Lee Chang Se.

Meski terdakwa terus beri peringatan di lokasi penangkapan, polisi

tetap membawanya secara paksa ke rumah sakit.

Jika pengobatanku tercampur dengan pengobatan lain,

dia tidak akan bisa pulih lagi.

Akibatnya, sungguh disayangkan,

mereka kritis akibat efek samping, tapi semua ini

bukanlah alasan untuk menyangkal kemampuan penyembuhan terdakwa.

Pihak Kejaksaan terus mengabaikan kebenaran ini,

saya menyatakan penyesalan.

Yang Mulia Hakim.

Kita semua

telah menyaksikan momen mengharukan

saat terdakwa mengobati

pasien anak itu.

Sebagian mungkin mengatakan

kesembuhan anak itu

adalah keajaiban bak dongeng.

Tapi obatnya bukanlah fantasi, sihir, ataupun keajaiban.

Bagi para pasien dengan penyakit tak tersembuhkan,

dan keluarga mereka,

ini adalah kenyataan yang mereka impikan

sekaligus fakta nyata.

Ini fakta tak terbantahkan yang memberi mereka kesempatan kedua.

Oleh karena itu, dalam persidangan ini,

saya meminta hukuman yang memungkinkan bagi terdakwa

untuk melayani para pasien dengan penyakit tak tersembuhkan,

More Indonesian subtitles for Bloody Flower

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left