The Santa Clauses

The Santa Clauses

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Santa Clauses S02E03 WEB h264-EDITH/DSNP
A Commentary by tedi

Tags

web
Published on: 2023-11-15
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

MUSEUM SANTA SANTAPOLIS

Dengan kuasa Yule, aku memerintahkanmu, Tongkat.

Mendekatlah sekarang!

Maksudku sekarang!

Bukankah kita bergembira? Aku cuma bercanda.

Bagaimana kalau sekarang?

Tak ada kemajuan.

Ini sudah tiga bulan, tapi sihirmu masih belum kembali.

Tidak, aku melihatnya berkedut pada kali terakhir.

Sudah jelas tidak!

Kita tetap tak mampu menebas musuh kita seperti saat bangun di neraka busuk ini.

Aku biasanya duduk di takhta mewah berlapis es.

Kini, kuletakkan bokongku di atas sekarung kacang.

Tapi sihirku akan kembali.

Aku akan membalas dendam sebagaimana aku mencengkeram tongkatku.

Mencengkeram tongkatku!

Tongkatku!

Tongkat.

Menurutmu, kenapa dia tempatkan kita di sini, bukan ruang makan?

Aku tak tahu jawabannya.

Hore.

Noel, ini terlihat lezat sekali.

Karena kokinya mahir.

Inilah alasanku tak mau melakukan ini.

Noel, Sayang, apakah kau baik-baik saja?

Tak pernah sebaik ini.

Aku makan siang dini bersama tiga orang favoritku di dunia.

Apa kabar, Ibu Santa?

Baik. Aku sangat sibuk bekerja.

Penyelidikan pemecah kacang menyita sebagian besar waktuku.

Ya, ada kemajuan?

Kita tahu barangnya sudah tak berada di Norwegia.

Kami sedang menanyai sumber kami di wilayah lain,

tapi belum bisa bertindak.

Jangan bicarakan pekerjaan.

Baiklah, tapi ada terobosan besar dalam pelatihan kereta Cal.

Dia sudah tak pingsan?

Tidak. Masih pingsan begitu lihat kereta luncur.

Tapi aku punya cara anti gagal untuk menyembuhkan fobia ketinggiannya.

Apa mereka marah tentang ini?

Murka.

Andai Riley ada di sini.

- Ayah tahu ulang tahunnya besok? - Bagus.

Kupikir aku akan menulis puisi atau lagu untuknya.

Saat Ayah menulis puisi atau lagu untuk Ibu, dari mana ilhamnya?

Buku, film, pembungkus cokelat Dove.

Entah. Cukup mengobrolnya. Ayo berangkat.

- Pihakku sudah siap, Bos. - Bagus.

Ingat cara melakukannya?

- Tali kekang di antara jemari. - Benar...

CAL PELATIHAN SANTA

Seperti latihan kita. Baik. Ayo. Kau harus terbiasa dengan badai salju.

Pasti terjadi saat terbang ke mana-mana.

- Untung mesin petirnya tak bisa menyala. - Mesin apa?

Baik. Rasakan angin yang berembus. Mengerti?

Angin yang berembus. Rasakan... Ayo.

- Aku merasakannya... Ya. - Ya.

Juga ingatlah,

semua anak di dunia berada 30.000 kaki di bawahmu, menunggumu.

Lihat ke bawah. Hei, Anak-anak. 30.000...

Demi Santo Nikolas,

haruskah aku memasang roda samping pada kursi lipat?

BAB SEMBILAN SIHIR DILARANG DI MEJA MAKAN

Ting-tong, apakah sang penyihir ada?

Tidak.

Sandra?

- Hei. Baiklah. - Maaf...

La Befana telah mengajariku cara mengabaikan suara-suara hewan.

Ya? Bagaimana kemajuannya?

Bagus sekali.

Aku bahkan tak mendengar laba-laba di bahu Ibu.

Tidak!

- Ibu. - Maafkan Ibu.

Jadi, hei, kau selama ini sangat sibuk dengan La Befana.

Ibu pikir mungkin senang jika kita berdua seharian.

Kau bisa turun ke ruang regu.

Kasus pemecah kacang ini butuh sudut pandang baru.

Di antara Ibu dan Gary, hanya ada tiga mata.

Ibu, aku sibuk menghafalkan mantra.

Tapi mungkin kali lain.

Tentu. Ibu akan kemari lagi.

- Baiklah, bagus. - Satu jam atau...

- Nanti kuberi tahu. - Ya.

Tentu. Beri tahu Ibu.

Beri tahu Ibu saja.

Bagus.

Tolong tutup pintunya.

Ya.

Kita sedang apa?

Kita seharusnya merencanakan pembalasan dendam selagi Kris pergi.

Santai saja.

Dia pergi sepekan penuh untuk membeli perlengkapan yang murah untuk Santapolis.

Dia menyebutnya "berburu diskon".

Tapi si dungu itu bahkan tak membawa busur.

Mungkin persembahan curahan akan mengilhami?

COKELAT PANAS Judy

Selamat datang di Santapolis, kami tambahi cokelat panas dengan sihir Kutub Utara.

Sihir Kutub Utara?

Itu jawabannya.

Jika kita bisa pulang, sihir Kutub Utara akan mengembalikan kuasaku.

Pelayan Bar, air comberan apa ini?

Jangan beri tahu siapa pun, itu Yoo-hoo yang dijemur.

Dahulu, aku menyajikan resep rahasiaku, tapi kami harus mengurangi biaya.

Baik, rahasia memalukan itu aman bersama kami.

Kau suka marsmalo, ya?

Tidak, aku benci.

Cukup melawaknya.

Bagaimana cara kita bepergian di masa ini?

Berbagi tumpangan.

Berbagi tumpangan?

LAHAN PARKIR SANTA A

- Halo. Berhenti. - Halo...

Kenapa tak ada yang mau berbagi tumpangan dengan kita,

meski kita bawa bekal sendiri untuk perjalanan?

Kau!

Halo!

PERBURUAN TELUR PASKAH SEKELUARGA!!

Paskah sudah dekat.

Olga, Sayang, kurasa aku punya tugas untukmu.

Hei, Carol.

Aku di sini, Sayang.

Aku mungkin punya kabar buruk.

Kurasa aku menemui jalan buntu tentang Cal.

Meski sebenarnya harus berjalan untuk mencapai jalan buntu.

Jadi...

Hei!

Kenapa kau tampak seperti Alice Cooper?

Kau ingin ikut merasakan urusan Sandra. Aku paham.

Dia habiskan tiap menit bersama La Befana.

- Menurutku itu tak sehat. - Sayang, kau iri?

Apa? Tidak.

La Befana itu seperti bibi yang keren. Kau pernah punya bibi keren?

Punya. Bibi Louise.

- Ya, itu dia. - Ya, dia tak menyukaiku.

Kami punya Bibi Tina.

Saudariku dan aku suka menemui Bibi Tina karena dia ajak kami ke bioskop.

Kadang kami menonton di siang hari.

Dia menyelundupkan kami, lalu beli berondong jagung...

Baiklah, kisahmu ini ada intinya?

Ya. Saudariku suka bercengkerama dengan Bibi Tina, tapi tidak dengan ibuku.

Baiklah. Jadi, apa yang terjadi?

Ibuku dan saudariku tak pernah sepakat tentang apa pun.

Tapi saudariku menyukai setiap momennya bersama Bibi Tina sampai ajalnya.

Scott?

Kurasa ini tak berkaitan dengan situasimu.

Ini hanya kisah.

Seperti semua hal lain. Hanya kisah.

Ya.

Wah.

Betapa polosnya.

Baiklah, ini tiket pulang kita.

Bagus sekali. Sekarang, bukunya.

Sekarang, panggil embusan angin.

Bagus.

Balikkan halaman dengan lambat.

Tunggu... Mantra transformasi itu apa?

Pakai otakmu, Kue Kecil.

Itu mantra yang mengubah barang menjadi barang lain.

Bolehkah aku mempelajarinya?

Sama sekali tak boleh.

Transformasi itu sangat berbahaya.

Tingkat yang sangat lanjut.

Aku tak takut. Aku mampu.

Dua tahun lagi, mungkin.

Dua tahun? Aku sudah tua saat itu.

Inilah aturan sihir.

Berikutnya, kita berlatih merapal mantra.

Kukatakan aku ingin dia ditemukan, bukan diikat.

Setidaknya lepaskan sumpalnya.

Bukan begini cara kita memperlakukan teman lama.

Kalian berteman?

Ibu tiriku ingin merebusku

Maka putranya mewarisi jam kukuk

Tidak, sebenarnya, Master Winston Aku tak suka bubur

Lagu ini menyenangkan. Semuanya, ikut menyanyilah.

Tanpa sumpal?

Kau dahulu menyenangkan.

Entah dari kamar mandi mana kau dapatkan sumpal itu,

pokoknya itu menjijikkan!

Kau juga gnome yang menjijikkan!

Huruf G-nya tak dilafalkan, kau tahu itu.

- Jadi, Magnus Antas sudah kembali. - Ya.

Kau lebih seram daripada yang kuingat.

Ya.

Tapi jangan kira aku sudah lupa

bahwa kau dan para Sosok Legenda lainnya mengkhianatiku.

Aku tak berkaitan dengan itu.

Kau tahu sendiri, Tikus Gopher Paskah juga ada.

Entah kenapa kau menangkapku. Aku hanya membagikan telur.

Aku tak memercayaimu, karena kau licik seperti kelinci.

Bukan, licik seperti musang.

- Aku yakin, licik seperti kelinci. - Bukan, musang.

- Seperti kelinci. - Bukan, seperti musang.

Bukan. Aku yakin "kelinci".

- Istilahnya "musang". - Di tempat asalku, "kelinci".

- Di tempat asalku... - Diam, kalian berdua!

Bawa kami ke Kutub Utara, Kelinci.

Halo juga. Hemat napasmu.

Aku tak akan pernah menyakiti Santa Scott.

Tak akan terjadi.

More Indonesian subtitles for The Santa Clauses

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left