The first 200 lines.
Jadi, saat mulai masuk, aku mulai bicara, benar?
Selalu ada momen saat kupikir seharusnya aku tahu.
Janji paksaan, taktik menakuti, pemaksaan.
Baiklah, bagus.
Aku baru saja bercerai...
... di rumah besar yang kuwarisi dari nenekku.
Awalnya aku ragu, tapi Ibu menunjukkan situsnya.
Itu pertanda buruk.
Kenapa kau tak bilang, kenapa kau tak lihat...
...apa yang terjadi sebelum terlambat?
Lalu tiba-tiba dia pergi.
Aku tak pernah mendengar kabarnya lagi.
Tenang, Semuanya.
Ini dia, dan action .
Aku selalu berjuang untuk apa yang kuyakini.
Entah aku melakukan benar atau salah, maksudku baik.
Aku juga tak terlahir kaya.
Aku harus berjuang sukses melawan sistem yang korup.
Aku bangga dengan pencapaianku.
Ya, aku membuat beberapa kesalahan.
Namun, yang penting adalah isi hati seorang pria.
Serta mereka yang mengenalku, tahu hatiku.
Kepada para peragu dan pembenci, dan ya, kalian tahu siapa.
Aku percaya pada hal kecil bernama Karma.
Karma kalian akan datang.
Seorang wanita yang memakai ini tidak takut mengambil tempat.
Dia percaya diri, kreatif...
Dia percaya diri, kreatif, dan sukses.
"Juno"
Ya, kau bilang cappuccino kedelai dan...
Ya, maaf. Tentu saja kau bisa berubah pikiran.
Aku hanya... Tunggu, Juno.
- Siapa di dalam? - Aku.
Ayah! Jangan lupa ini hari wonga, kau sudah minum obat?
- Kau tak terlambat bekerja? - Aku pergi sekarang.
Josh, pakai kaus kakimu.
- Jangan sekarang. - Ada apa ini?
Kami menegosiasi satu kartun...
...sebagai imbalan Josh memakai kaus kaki dan sepatunya sendiri.
Kau tampak luar biasa. Siap bertarung?
Ya, aku siap. Dengan Juno, yang penting presentasinya.
Jika aku bisa tetap percaya diri, dia akan menerimanya.
Aku hanya ingin kesempatan menunjukkan kemampuanku.
Itu pasti.
- Kau akan masuk ke sana. - Ya.
Yakinkan dirimu, aku pantas mendapatkan ini.
- Aku pantas mendapatkan ini. - Ini sudah lama tertunda.
- Ini sudah lama tertunda. - Jelas jangan katakan lantang.
- Ini dia. Cium aku! - Ya, Bu.
Aku siap.
"Babak Satu: Pertemuan Kebetulan"
Acara spesial malam ini, Universitas Gideon...
...kami ingin melihatmu di sana.
Kau bisa mendaftar daring. Ajak teman.
Hai, acara spesial malam ini, Universitas Gideon.
Aku ingin melihatmu di sana, kau bisa mendaftar daring.
- Tentu. - Hei, hai.
Berengsek. Sepeda. Sial.
- Kau baik-baik saja? - Kau butuh bantuan?
Ada yang bisa kubantu? Kau baik-baik saja?
Tidak, aku baik-baik saja, terima kasih banyak.
"Ratu Naga dari Thewme"
"Segera"
Namun, kau mengunggahnya kemarin, bukan? Kalau begitu, bagus.
"C. Rose, 23 Jalan Miurfiled, Lewisham, London SE11 4RC"
Lantas, kini seharusnya sudah sampai.
Maaf, aku menuju ke sana sekarang.
Tidak, jika dia tak terpancing, kita akan mencari cara lain.
- Mau dengar presentasiku? - Kali ketiga beruntung.
- Aku bisa membawanya ke kantormu? - Ya, malam ini! Ya.
Baiklah. Ganti dan selesai.
- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi.
Ada yang bisa kubantu? Pintu masuk umum di sisi lain.
- Ya, aku bukan... - Pintu masuk umum. Sisi lain!
Robbie?
"Pengantar Eksplorasi Disruptif"
Alice! Apa kita siap melakukan presentasimu?
Ini adalah...
Desain praktis nan bergaya...
...yang menyatakan kepercayaan dalam diri.
Wanita yang memakai jubah ini tak takut...
...mengambil tempat!
Maaf, aku hanya...
Al? Kau baik-baik saja?
Astaga. Itu dia. Benar, bukan?
Karena ingat ada seorang pria di Aldi. Dan pria di pameran itu...
Kurasa begitu. Hanya Greenland? Eksplorasi Disruptif? Apa ini?
Apa itu "Akademi Iklim Sar-toot"? Dan siapa Dr. Robert Chance?
Ini Robbie Graham kita. Aku menyelidikinya, lihat.
Dia berteman dengan Sir Ralph Unwin?
Aku tidak mengerti. Tertulis dia "ilmuwan iklim".
Dia apa? Lantas, dia belum mati! Dan dia mengubah namanya?
Dari mana saja dia?
Jangan bilang dia tinggal di sini.
Astaga. Dia tak tahu kita pindah kemari, bukan?
- Bagaimana bisa? - Dia tak menghubungimu atau...
Menghubungiku?
- Apa yang akan ibumu katakan? - Tidak. Tidak.
- Dia pikir dia sudah mati! - Tidak, kita tunggu saja.
- Sampai ada informasi lebih. - Kau tak boleh bicara dengannya.
- Aku tak mau! - Kau lebih baik tanpa dia!
Tentu saja! Apa maksudmu?
Maksudku, kita semua mencintainya, tapi kau baik-baik saja sekarang.
Aku tak mau kau kembali seperti dahulu.
Setelah dia pergi. Kami sangat mencemaskanmu.
- Apa aku sudah menantikan ini? - Benarkah?
Aku sudah membayangkan banyak cara...
...kita bisa mencari tahu apa yang terjadi padanya.
Namun, aku tidak pernah berpikir...
Berengsek! Dia akan mati saat aku menangkapnya!
Apa yang dia rencanakan?
"Akademi Iklim Saattut Tolong sumbang"
Mencoba membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Secara aspiratif, ya.
"Pemenang Ekobisnis Tahun Ini Dr. Robert Chance"
"Akademi Iklim Saattut Sumbang sekarang!"
"Hari Semua Dimulai Kembali"
"Arathdoon"
Kita butuh lebih banyak cahaya di sini.
Dia belum bangun? Kurasa setidaknya dia sudah tidur.
Aku tidak percaya ini akhirnya selesai!
Benar sekali.
Aku takut kita menuju ke Game of Thrones lagi.
Maksudku, selain acara TV hit, dari sudut pandang penerbitan.
- George menyebalkan. - Pagi, Semuanya!
- Pagi, Cheryl! - Tidak juga.
Lola. Sedang apa kau di sini?
Aku menandatangani Buku Tujuh pagi ini.
Apa kita ada rapat Beasiswa?
Priana mengharapkan keputusan...
...tentang kandidat Beasiswa pada akhir pekan.
Kita harus mulai mengatur makan malam pengumuman.
Masih ada satu kandidat terpilih yang harus kukunjungi.
Kita berurusan dengan perawat muda, itu butuh waktu.
Aku akan segera mengabarimu.
Regina, ayo bersiap di Ruang Merah. Di sana lebih nyaman.
Aku tahu turnya tak seperti yang kita harapkan.
Itu memalukan.
Namun, umpan balik daring 99 persen positif.
Jangan bohong. Para penggemar membencinya.
Beberapa orang tak puas dengan akhir ceritanya. Lalu kenapa?
Kau tak bisa selalu menyenangkan semua orang! Kau tahu itu.
Maafkan aku.
Apa aku mau menulis sambil merawat suamiku yang sakit parah?
Maaf mengecewakan. Vampir tak berjiwa.
Sudah ada permintaan untuk prekuel.
Secara pribadi, aku tak berpikir kita harus mengambil jalan itu.
- Kenapa tidak? - Kau tak ingin perubahan?
- Menciptakan dunia baru? - Dunia baru...
Aku tak keberatan menulis fiksi ilmiah.
Bagaimana dengan memoar? Kau bisa punya bab tentangku.
Entahlah. Aku tak tahu apa yang ingin kulakukan.
Aku baru memikirkan cetak paperback .
Jadi, beristirahatlah. Pergilah berlibur!
- Sendirian? - Orang-orang melakukan itu.
Meluangkan sedikit waktu...
...untuk mencari tahu siapa dirimu tanpa Lance.
Atau kembali ke situs kencan. Cobalah bertemu orang lain.
Tidak, Danni benar. Ini terlalu cepat.
Maaf mengganggu, Hilary bilang ini baru masuk lewat pos.
"Semoga kau masih bisa datang"?
"Semoga kau masih bisa datang! Ralph x"
- Apa aku bilang akan datang? - Dari siapa?
Kuliah Yayasan Ralph Unwin?
Ya, kumohon!
Sejarawan alam favorit kedua bangsa dan penyiar.
Aku mencintainya. Itu di Gideon.
Tepat.
Kenapa aku bilang aku akan pergi? Itu tak masuk akal.
Mungkin bagus untuk kembali. Menghadapi iblis.
Bukan iblis. Kenangan indah.
Siapa Dr. Robert Chance? Apa itu "Eksplorasi Disruptif"?
Siapa yang tahu? Siapa yang peduli? Aku tak mau pergi, titik!
Aku akan melompat ke bedebah itu dan mencekiknya.
- Kau sudah menelepon polisi? - Dan bilang apa?
Maaf, Sayang, kami cukup mabuk saat kau menceritakan kisah itu...
...dan itu sudah cukup lama, tapi jika ingatanku benar...
...ini suami yang kabur dengan semua uangmu.
- Ayahmu kehilangan rumah, 'kan? - Ya.
Namun, ini lebih rumit dari itu. Mungkin aku tak menjelaskannya.
Tidak, kau sudah menjelaskannya, sambil menangis!
Kau tampaknya berpikir itu rumit...
...tapi bagiku dia seperti melihat kalian datang!
Dan polisi takkan mudah menerima pria berpendidikan...
...menipu orang miskin yang mudah tertipu. Jangan tersinggung.
Tidak, tapi dia tak seperti itu. Sebelumnya.
Dia pengembang properti mandiri. Dia bahkan tak kuliah!
Itu sudah lama sekali, 'kan? Kapan kalian menikah?
- Juli 2005. - Kau harus menjelaskan semua itu.
- Dan bilang ayahmu di kursi roda! - Ayahku tidak di kursi roda.
Benarkah? Kau bilang begitu.
Dengar, pergilah ke sana sekarang.
Beri tahu mereka apa yang kau katakan kepadaku.
Mungkin tanpa minum seliter anggur dahulu.
- Mereka akan memercayaiku? - Apa kau berkata jujur?
- Tentu saja! - Maka mereka akan memercayaimu!
Kenapa kau mengarangnya?
Atau aku punya ide, minumlah seliter anggur...
...datang ke kuliahnya...
...dan ancam kau akan memberi tahu orang-orang.
No comments yet. Be the first to leave one.