Represent

Represent (En place)

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Represent 2023 S02 FRENCH NF WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF (6 eps)

Tags

webdl
Published on: 2024-08-29
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pak Presiden.

Itu Presiden.

Bagaimana?

Belum ada apa-apa.

Tak ada kabar?

Kondisinya stabil, tapi aku tak bisa menjamin apa-apa.

- Bersiaplah untuk yang terburuk. - Apa?

Suamiku akan jadi difabel?

Tidak, itu tidak mungkin. Tidak boleh!

Aku pernah membersihkan kotoran dan air seni orang kulit putih di sini.

Tidak akan lagi!

Pikirmu Ibu bisa merawat orang koma?

Seperti ini.

Tidak. Lebih baik dia mati.

Kalau begitu, kau beruntung. Peluang hidupnya kecil.

Aku boleh bertemu dengannya?

Tentu saja, Pak Presiden.

Ayah.

Ini Stéphane, putra Ayah.

Kita memang tak begitu dekat.

Tapi kuharap kita bisa menebus waktu yang sudah lalu.

Sensasi...

Apa?

Ayah bisa merasakan tangan dan kaki Ayah?

Kesenangan...

Ya, Ayah, aku senang Ayah masih hidup.

Anus...

Anus...

Apa dia bicara?

Kurasa dia hanya mengigau.

REPRESENT

SERIAL KARYA JEAN-PASCAL ZADI DAN FRANÇOIS UZAN

Kemarin, Claude Blé, ayah sang Presiden,

menjadi korban serangan keji.

Beliau sedang dalam kondisi koma.

- Presiden bagaimana? - Beliau bersedih, tapi tak dalam bahaya.

Beliau berniat melanjutkan kampanye pemilihan legislatifnya.

Élysée juga ingin berterima kasih

kepada polisi atas efisiensinya dalam menangkap terduga pelaku.

Saat ini, dia ditahan oleh Unit Antiterorisme.

Apa kunjungan Ratu Norwegia dibatalkan?

Tidak. Terlepas kejadian baru-baru ini,

Presiden akan menyambut Ratu Anne dari Norwegia

dan sesuai keinginan Nn. Douanier, Presiden akan tegas soal isu lingkungan,

perburuan paus, dan pengeboran minyak di Laut Utara.

Ada pertanyaan lain?

KONFERENSI PERS

Selain, "Kenapa memakai hijab, padahal wanita di Iran

berjuang setiap hari untuk melepasnya?"

Ya, sudah saya duga.

Terima kasih.

Pak Presiden, kinerjaku memang kurang baik,

tapi tenang saja, kau sudah aman di Élysée.

- Aku hanya ingin bilang... - Maaf.

Sudah seharusnya, bukan?

Setelah dua rencana pembunuhan, kuharap begitu.

- Ya. - Terima kasih.

- Aku tahu! - Kita harus berterima kasih.

Sama-sama, tapi keamanan bukan ilmu pasti.

- Seharusnya begitu. - Jangan temui tersangka.

Kita tahu dia membantu teroris lain.

Jangan pertaruhkan keselamatan...

- Aku ingin tahu isi pikirannya. - Jangan...

- Boleh aku bicara padanya? - Kenapa? Kita tahu isi pikirannya.

- Benar. - Dia orang kulit putih fasis.

- Dia pasti makan sauerkraut. - Ini tak seperti dugaanmu.

- Kita ke sana? - Tidak.

Baiklah, jika kau memaksa.

Terserah kau saja.

Orang kulit hitam kotor.

Kudengar dia punya aksen.

Ya ampun!

- Dia orangnya? - Sudah kubilang.

Ya, aku pelakunya dan aku tidak menyesal.

Akan kulakukan lagi kalau ada kesempatan.

Tunggu, Kawan, aku tak mengerti.

Siapa kawanmu, Babun? Kau bukan presidenku.

Orang seperti kau merampas pekerjaan orang Prancis

dan memanfaatkan sistem kesejahteraan.

Tunggu sebentar...

"Orang sepertinya" termasuk kau. Ini...

Hei, Gadis Hijab.

Kau tak mengurbankan domba di bak mandimu?

- Itu lucu? - Tidak.

- Tidak, tapi itu sedikit lucu. - Diam, Orang Turki.

Aku orang Turki?

- Tenang. - Aku orang Turki?

William, sudah.

Kulitku gelap karena ayahku berkulit hitam.

- Apa-apaan dia? - Tunggu.

Tunggu sebentar.

Kawan, aku...

Mungkin kau baru dapat kewarganegaraan,

jadi kau emosional, tapi ini gila, Sobat.

Aku ada di pihakmu. Otakmu sudah dicuci.

Apa bagusnya kau ada di pihakku?

Kau bisa memberikan apa yang belum Prancis berikan?

Aku orang Prancis. Dari Chambéry.

Yang kami inginkan adalah mengembalikanmu ke surga kera.

Itu saja.

Kami ingin presiden sesungguhnya. Presiden Prancis dari Prancis.

- Aku tak mengerti. - Aku bicara bahasa Inggris.

Ya, tapi kau tak sebut huruf R dan menambah huruf lain.

Jika dia mengaku orang Prancis, seharusnya dia fasih bahasanya.

Tidak ada masa bulan madu bagi Presiden Blé,

yang debutnya diliputi kegagalan.

Setelah percobaan pembunuhan dan ayahnya berada di ambang maut,

Stéphane Blé kembali bekerja dengan kunjungan negara Ratu Norwegia

yang sudah memicu kontroversi,

dengan pihak oposisi yang berunjuk rasa

karena pengeluaran luar biasa di masa masyarakat kesulitan.

Dengan pemilihan yang kian dekat,

Presiden Blé, yang berdiam di Élysée, berada di ujung tanduk.

- Cognard untuk presiden! - Terima kasih.

Terima kasih.

Pertama-tama, saya doakan kelancaran penyembuhan

untuk Pak Claude Blé.

Lucu sekali!

Dia akan baik-baik saja.

Dia dari Pantai Gading,

jadi pengobatannya gratis.

- Terima kasih, Prancis. - Kita muak!

Saya di sini bersama kalian karena keadaan tak bisa terus begini.

- Kita sudah muak! - Hei, Blé!

Kami kelaparan di sini!

KAMI MEMENGGAL LOUIS XVI, KAMI BISA MULAI LAGI

Kebijakan Hidup Bersama, Prancis mleh ...

- Semua janji kosong. - Penipu!

Dia menipu kita dan menguras harta kita.

Dia bukan presiden. Dia raja kulit hitam!

Jangan tunggu sampai pemilihan. Kita ingin kekuasaan sekarang juga!

BLÉ, KELUAR!

- Blé, mundur! - Blé, mundur!

Apa kau sibuk?

Tidak, masuklah.

Blé, mundur!

Kau tak apa-apa?

Begitulah. Semuanya membenciku.

Aku butuh keajaiban untuk melalui pemilihan.

Tidak, ini hanya...

Aku harus ke Guadeloupe untuk pajak béké.

- Tapi aku di sini saja. - Pergilah, Guadeloupe itu penting.

Hati-hati di sana. Orang-orang marah.

- Sangat. - Minta pengawalmu ikut.

- Aimé? - Ya.

Itu tidak perlu.

Itu perlu. Dia harus selalu bersamamu.

Akan kuminta Mo terus mengabari.

Baiklah.

Tak semua orang membencimu, Stéphane.

Aku tak membencimu.

Kau sedang apa?

Boleh aku menciummu?

Tidak.

Kuhormati itu.

Memang harus. Kau ini kenapa?

- Kalau agak memaksa? - Itu pemerkosaan rumah tangga.

- Meski kau istriku? - Terutama begitu. Itu intinya.

Dalam pernikahan.

Itu bukan kita.

- Sama sekali bukan. - Itu haram.

Lebih parah. Tahu neraka?

Sentuh aku lagi, aku akan mengamuk.

- Alhamdulillah. - Paham?

- Tenang saja. - Akan kukabari.

Nanti kuhubungi.

- Sampai nanti, Sayang. - Apa kau bilang?

Kubilang, "Sampai jumpa setelah béké."

Pajak béké.

Jangan pikirkan itu.

Mereka hanya berunjuk rasa, itu dipimpin oleh sayap kanan jauh.

Aku menghadapinya tiap hari sebagai perdana menteri.

"Lesbian", "feminazi", "jalang". Yah...

- Abaikan saja. - Itu sulit bagiku.

Setiap malam, kudengar, "Blé, kami akan membunuhmu!

Blé, ibumu minum Sprite!"

Aku bahkan dengar, "Ibunya Blé pakai dalaman boubou."

Kucari di google. Dalaman boubou tak ada.

Lupakan saja.

Itu tradisi seksualisasi yang kuno. Melelahkan sekali.

Omong-omong...

Aku tahu kenapa kau mengundang Ratu Norwegia.

- Tunggu, bisa kujelaskan... - Itu simbolis.

Sangat mendalam. Yang di bawah menghadapi yang di atas.

Prancis multirasial lawan Eropa kulit putih kolot.

Sangat bermakna.

Tepat sekali.

Astaga.

Akan kuberi catatanku soal kuota menangkap ikan,

perburuan paus,

gas lepas pantai, dan bahan bakar fosil.

- Baik. - Bukan "baik". Kau harus bekerja.

Stéphane, ini penting.

Jika Ratu Norwegia setuju, kepresidenanmu sudah dipastikan.

Kau akan jadi raja dunia.

Namun,

jika kau mengacaukan ini,

jutaan warga Prancis akan kecewa.

Kau akan masuk tong sampah sejarah.

Tong sampah kuning atau hijau?

More Indonesian subtitles for Represent

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left