The first 170 lines.
Namun, jangan beri tahu dia aku bilang apa pun kepadamu.
Kau tahu, Rick? Sepertinya aku kurang menghargai 7-Eleven.
Kau lihat seperti apa toko mereka di Asia?
Seperti toko kelontong kecil?
Morty. Apa katamu, Kawan?
Ya, kolam renang barunya lumayan keren.
- Kau mengirim pesan kepada siapa? - Bukan siapa-siapa.
- "Bukan siapa-siapa"? - Ya, bukan siapa-siapa.
Baiklah.
- Jawaban yang agak aneh. - Tidak aneh. Itu namanya privasi.
Kata orang yang memasang kamera di mana-mana. Terserahlah.
Apa yang sedang kau bangun di sini? Sinar pembeku?
Bisa dibilang begitu. Aku membuat bir yang bisa mendingin sendiri...
- Morty! - Kenapa tingkahmu aneh?
Lepaskan ponselku, Morty!
- Kau mengirim pesan kepada siapa? - Bukan siapa-siapa!
Sial... Ayolah!
SATU PESAN BARU, MORTY JAHAT
- Apa-apaan ini? - Tidak apa-apa.
- Apanya yang tidak apa-apa? - Tidak apa-apa!
Kau berkirim pesan dengan orang itu?
Ini konyol, Morty. Sungguh, ini bukan apa-apa.
Morty Jahat itu berbahaya. Serta jahat.
Benar. Terkadang dia menghubungiku dan mengancam melenyapkan kita
kecuali aku membantunya melakukan sesuatu.
Kau bekerja untuk orang itu?
Dia seperti Q yang menyuruhku melakukan banyak hal untuknya.
Kau tahu Q, Morty, dari Star Trek?
Baik, bayangkan pria homoseksual kosmis
yang terobsesi dengan catur.
- Kau tidak akan mengangkatnya? - Kau akan membuat ini jadi canggung?
Aku tidak boleh khawatir?
Kau terdengar gila sekarang. Halo?
Sial.
Apa? Kau tidak mengangkat panggilanku sekarang?
Hai, Morty.
Ya, aku pun begitu.
Rick, aku tidak sedang mengganggu sesuatu, kan?
Aku baru saja memberi tahu Morty
soal pertualangan kita di balik layar.
Kalian berdua tidak saling berbagi segalanya sebagai pasangan?
Kau tahu aku membencimu, kan?
Aku tahu. Itulah sebabnya aku berusaha berkirim pesan saja.
Ayo berangkat.
Sudahlah. Morty, kau mau ikut kali ini?
Tentu saja, risikonya kau tanggung sendiri.
- Tahu, tidak? Ya, aku ikut. - Morty!
Baiklah.
- Kurasa kita bisa mengalahkannya. - "Kita"?
Persetan denganmu, aku ini berguna.
Kalian sedang bersekongkol di sana?
- Ya. - Tidak.
Baiklah. Morty, kau belum melihat ini.
Jika ada sesuatu yang terjadi padaku...
Lenyap, selamanya, di seluruh keabadian.
Apa mereka selalu duduk di sana saja?
Mereka dari dimensi sandera yang ideal
tempat semua orang mudah percaya dan tak pernah perlu buang air besar.
Tidak ada Morty.
Jika kau lenyap, dia juga lenyap. Bisa kita lanjutkan saja?
Ada sesosok makhluk yang memakan multisemesta.
Selalu saja ada makhluk yang memakan multisemesta.
- Namanya Frurnblewurmple. - Bukan itu namanya.
Bukan. Makhluk itu menamai dirinya Kolektif.
Saat mencapai Kurva Fana Sentral, dia akan menjadi masalah kita.
Eksposisinya lebih banyak dari yang kuduga.
Dia melakukan ini untuk menyiksaku.
Tidak boleh pakai portal. Jika makhluk ini serap peralatan kita
dan belajar buat portal sendiri, maka habislah kita.
Kau yang menyetir.
Apa kalian biasanya mengobrol, atau berbeda karena aku ada di sini?
- Morty... - Kami biasanya mengobrol.
Hanya soal fisika yang membosankan, Morty.
Kalian berdua mempertahankan Kurva Fana Sentral bersama?
Sejak kapan kau peduli pada sesuatu?
Aku tidak peduli. Itulah sebabnya aku memaksanya.
Syukurlah kita sudah sampai.
Makhluk itu melihat kita.
- Masuk ke kostum itu. - Apa?
Morty, ini urusan galaktik multisemesta.
Aku harus fokus sedikit lebih keras dari biasanya.
- Masuk ke kostumnya. - Suruh dia pakai kostumnya.
Morty Jahat tidak butuh kostumnya.
Morty, masuk ke kostumnya atau pulang saja.
Kostumnya menghilang? Canggih juga.
Apa itu jaring nano? Bagaimana dia bernapas?
Kostumnya mendaur ulang oksigen secara internal.
- Apa dia bisa kencing di dalamnya? - Dia bisa kencing di dalamnya.
Aku tak akan perlu itu.
Baiklah, wadah sampelnya sudah jadi. Seharusnya tahan serap.
Cukup kecil.
Bagus. Kerja bagus, Morty. Sangat membantu.
Masukkan saja benda itu.
- Semua siap. - Ayo kita selesaikan ini.
Kalian luar biasa karena mencoba melakukan ini.
Akan menjadi suatu kehormatan untuk menyerap kalian.
Jangan biarkan ia menyentuh kalian.
- Car, menyingkirlah. - Aku sudah mendahuluimu.
Kalian tidak bisa lari dariku. Kalian akan menjadi aku.
Akulah sang Kolektif.
Rick!
Hei...
Aku mengerti.
Pasang peledak ini.
Kami sudah serap banyak sekali teknologi, Rick Sanchez.
- Salah satunya bisa menandingimu. - Baik sekali kau mau menjelaskan.
Makin kau memahami Kolektif
makin mudah kau akan diserap oleh Kolektif.
Beruntung sekali aku.
Ini diriku
tapi ini melapisi sesuatu yang bukan diriku.
Kami adalah Kolektif. Aku adalah Kolektif.
Aku tidak mengatakan atau memikirkan hal-hal itu.
Lalu, kurasa suaraku tidak seperti itu.
Apa ini?
Jelas bukan semacam peledak.
Kurasa benda-benda ini memang peledak.
Aku akan menyerapnya.
Sial.
Akulah untaian waktu, terikat dan disempurnakan.
Waktu kalian telah habis!
Apa? Aku tidak mengerti.
Akulah sang Kolektif.
Aku menyerap segalanya.
Benar, dan kau baru saja menyerap algoritma kompresi.
- Apa? - Kau akan menyerap dirimu selamanya.
Mustahil! Akulah sang Kolektif!
Tidak! Akulah sang Kolektif!
Hebat sekali kau bisa tertangkap.
Jelas bukan salahku. Kau benar-benar mengacaukanku, Morty.
"Jelas bukan semacam peledak."
Situasinya menegangkan, tahu? Itu... Astaga.
Tertangkap ternyata ada untungnya. Aku tidak keberatan.
Aku suka berbicara dengan makhluk itu.
Ya, jauh lebih baik daripada yang dari pekan lalu.
Jadi, kalian kalian berdua sering melakukan hal seperti itu bersama?
Hanya kadang-kadang.
Bagaimana kalau kita ke kedai makan? Apa itu ide gila? Makan wafel?
Apa? Tidak mau!
Rick, beri tahu Morty kita akan makan wafel.
Mau pesan minum?
Satu...
Dua susu kocok.
- Kopi campur vodka. - Amin.
Kau bersenang-senang, Morty? Hari ini sebenarnya cukup seru.
Kau hanya sedikit mengacaukan kami.
Aku minta maaf.
Tidak apa-apa. Aku dan Rick hanya punya ritme.
Ini gencatan senjata yang sangat rapuh, Morty.
Kami bisa saling menikam dari belakang kapan saja.
Aku mengerti kenapa dia tidak pernah melibatkanmu.
Kalau aku telepon orang ini, artinya ini serius, tahu?
Tentu saja.
Jangan biarkan dia memancing emosimu, Morty. Semua itu konyol.
Kebanyakan kami cuma melayang dan berteriak saat mata bersinar.
Kadang-kadang kami menembakkan sinar besar bersama.
- Sebenarnya kau ini apa? - Astaga. Boleh aku ke toilet?
Aku harus memberi landasan pacu untuk wafel ini.
Memangnya aku terlihat seperti apa? Si penjahat? Kau diizinkan.
Dia orang yang berhati lembut kalau sudah kenal, ya?
Bahkan menunjukkan beberapa hal soal perjalanan waktu.
Akan kujejalkan wafel ini ke bokongmu, Kawan.
- Astaga. - Apa yang kau lakukan di sini?
Kau akan menggantikanku?
Aku tidak yakin apa yang kau maksud.
- Tentu. Perusak hubungan orang. - Kau lihat ini?
Semua kekacauan ini?
Ini kelemahan.
Persetan denganmu!
Tahu, tidak? Mungkin aku memang akan merebut kakekmu
No comments yet. Be the first to leave one.