Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐— ๐—ฌ ๐—•๐—ข๐—ข ๐Ÿฎ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ง๐—›๐—”๐—œ ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ“๐Ÿ”:๐Ÿ’๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜บ ๐˜๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-03-05
Downloads: 103
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku, Amnaj Techamahapaisarnkij,

menyatakan wasiat dari warisanku.

Rumah di Pathum Thani itu akan kuberikan padamu.

Sial!

Kau sudah siap, Anong?

Sudah.

Boo!

Apa itu seram?

RUMAH ANONG

Satu, dua, tiga!

Aku mencintaimu, Anong.

Aku bersumpah setia

dan menghormati Nona Anong.

Aku akan mencintai Tuan Wisarut

sekalipun nyawaku sudah melayang.

RUMAH ANONG

Hentikan!

Hentikan!

Sialan, hentikan!

Maaf!

Anong, kau dengar aku?

Anong!

Maafkan aku, Anong.

Anongโ€ฆ

Anong, maafkan aku! Anong!

Anong, jangan pergi! Maafkan aku!

ANONG YOTHANARONG

Begitulah takdir sudah digariskan.

Begitulah takdir sudah digariskan.

Kau bicara padaku?

- Kisahmu dan Anongโ€ฆ - Apa?

โ€ฆterikat oleh takdir.

Di setiap kehidupan, kau dan Anong ditakdirkan bertemu.

Tapi juga ditakdirkan berpisah.

Siapa sebenarnya kau?

Bagaimana kau bisa tahu tentang kami?

Kong yang memberitahumu, 'kan?

Jadi, kau teman dia?

Sama sekali bukan.

Aku hanya kebetulan sudah tahu semua ini.

Jadi, kau seorang terapis?

Orang yang bisa melihat kehidupan lampau?

Tidak juga.

Aku ada di sana, melihat semuanya.

Mau mencoba?

Tidak, aku baik-baik saja.

- Terima kasih, Kawan. - Tunggu.

Mati kau!

Ayo, kalau kau berani.

Anong?

Kisahmu dan Anong

terikat oleh takdir.

Kenapa kau ceritakan semua ini padaku?

Kau dan aku juga terikat oleh kekuatan yang sama.

Seandainya tadi kau hanya berjalan melewatiku,

takdirmu akan berbeda.

Tapi sekarang kita berbincang di sini,

takdirmu sedang membawamu ke jalan yang lain.

Jika bisa kembali ke masa lalu,

apa aku bisa mengubahnya?

Mungkin saja.

Tapi sebaiknya jangan, meskipun kau bisa.

Karena mengubah masa lalu

juga berarti mengubah masa depanmu.

Apa kau masih mau kembali?

Ayo, kalau kau berani.

Bunuh mereka semua.

Bunuh mereka semua!

Mundur!

Mundur!

DESA BANG RAKAN, 250 TAHUN LALU

Angkat dia.

Rawat dia, Nona Tabib.

Dia dikejar pasukan Angwa.

Bantu aku lepaskan bajunya.

Orang ini berasal dari desa mana?

Tubuhnya kekar, wajahnya aneh.

Sepertinya bukan orang sekitar sini.

Aneh sekali. Pucat seperti hantu.

Siapa kau? Dari mana asalmu?

Aku Jorm.

Aku dari Desa Bang Rajan.

Beberapa bulan lalu, Angwa menyerbu desaku.

Aku seorang peramu obat.

Saat itu, aku sedang mengumpulkan bahan di hutan.

Itulah sebabnya aku bisa lolos.

Lalu, kenapa kau dikejar pasukan Angwa?

Setelah tahu desaku dihancurkan,

aku memutuskan mengikuti mereka,

berharap bisa membalaskan dendam keluargaku.

Tapi mereka menangkapku

dan memburuku sampai ke sini.

Bolehkah aku berlindung di desa ini selama beberapa bulan,

sampai lukaku pulih?

Boleh.

Kami memang membutuhkan pria.

Terlebih pria bertubuh kekar.

Sepertinya dia sangat kuat.

Tubuhmu kekar.

Bagus kalau kau tinggal.

Kami membutuhkan bantuanmu di sini.

Gunakan matamu!

Kerahkan tenagamu!

Ya! Bagus.

Jangan jongkok terlalu rendah!

Bagus.

Tangan di samping.

Di samping!

Bagus.

Balas dia!

Bertarunglah seolah pasukan Angwa sudah di depan gerbang kita!

Kalian yang di belakang itu sedang apa?

Anong kelihatannya menjalani latihan dengan sangat serius.

Benar. Dia sangat membenci pasukan Angwa.

Dia berlatih supaya bisa melenyapkan mereka.

Kau tahu alasannya?

Karena orang tuanyaโ€ฆ

Dibantai pasukan Angwa.

Bukan cuma itu, diaโ€ฆ

Dia menyaksikan sendiri kematian orang tuanya.

Pertahankan kekuatanmu!

Angwa menusuk mereka!

- Berkali-kali! - Omong kosong!

Kau bicara seolah ada di sana.

Kalian!

Kita latihan Formasi Bang Rakan.

Formasi Bang Rakan!

Ya!

Sayap kiri!

Ya!

- Lebih bersemangat! Sayap kiri! - Ya!

- Sayap kanan! - Ya!

Sayap belakang!

Sayap belakang?

Kulihat lukamu sudah sembuh.

Sebentar lagi kau pulih total.

Benar sekali.

Lukamu sudah jauh lebih baik.

Tubuhmu kekar.

Kalian! Kembali latihan!

Kalau musuh datang, kalian yang pertama tumbang.

- Formasi Bang Rakan! - Ya!

Bertarung!

Boleh aku ikut sesi latihan kalian?

Biarkan dia.

Pasukan kita kekurangan orang.

Betul.

Kalau aku, lehernya sudah putus.

Serius? Tunjukkan bagaimana caramu melakukannya.

Begini. Aku tebas di sini.

Itu tangkisanmu? Ini tangkisanku.

Ini serangan balikku. Tamat kau!

- Belum! - Apa?

Aku menunduk. Tebasanmu meleset.

Ada celah. Aku tikam di sini.

Perutmu koyak. Kau mati!

- Belum! - Apa?

Aku masih punya jurus.

Aku mengelak.

Aku kunci lenganmu begini.

Kutahan lenganmu, lalu kulucuti senjatamu.

Lalu, aku ganti tangan untuk menyerang.

Aku tak pernah cerita, tapi sebenarnya aku kidal.

Aku tebas lehermu!

Kau mati!

Kau mati!

Kali ini aku cuma membuat beberapa kesalahan.

Boleh aku coba lagi?

Kau tak akan bisa menang dariku.

Kalau aku?

Kalau aku mengalahkanmu dalam duel,

kau dan aku

akan jalan-jalan ke sawah bersama.

Kalau aku yang mengalahkanmu?

Kerbauku menjadi milikmu.

Aku tak perlu turun tangan.

Bahkan muridku, Jorm,

juga bisa mengalahkanmu dengan mudah.

Baik.

Taruhan yang sama.

Baik.

Ayo!

Ayo! Lawan!

Ayo! Lawan Dia!

Ayo!

Perasaan

apa ini?

Jorm!

Wah!

Jorm!

Kenapa jantungku

berdebar begini?

Petarung yang hebat!

NAKHON PHANOM, 150 TAHUN LALU

Tuan Pejabat, kau berasal dari provinsi mana?

Aku belum pernah melihatmu.

Aku Kepala Pejabat Jak.

Dari Ibu Kota.

Aku pengurus jenazah Ti.

Ini pengurus jenazah Gam dan pengurus jenazah Mha.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left